≡ Menu

Apakah lensa M43 Panasonic Leica benar-benar lensa Leica?

Banyak yang menanyakan kepada saya tentang apakah lensa Panasonic Leica benar dibuat oleh Leica? Ada yang  bahkan meragukan kesamaan kualitas lensa-lensa merk Leica untuk sistem micro four thirds.

Sebagian orang beranggapan bahwa branding Leica terutama pada kamera kompak pada awalnya hanya sebatas gimmick merk dagang karena daya tarik merk lensa yang buatan Jerman pasti akan mempunyai nilai jual lebih di pasar, jadi mereka pergi ke Leica dan membuat kesepakatan dengan mereka. Saat itu Panasonic sama sekali tidak berkecimpung dalam bisnis kamera, karena memang sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam fotografi film/analog.

Lensa Leica DG-Vario 12-60mm f/2.8-4 ASPH (kiri) – Lensa Lumix G Vario 12-60mm f/3.5-5.6 ASPH (kanan)

Tetapi sebetulnya Panasonic Yamagata Lens Factory telah mengembangkan teknologi lensa selama sekitar 20 tahun seperti lensa aspherical, yang jauh melampaui kemampuan banyak produsen lain di industri ini pada saat itu. Tapi Panasonic belum memiliki pengalaman dalam membuat kamera dan lensa digital.

Singkat cerita akhirnya kedua perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama untuk mengembangkan peralatan-peralatan audiovisual digital (video kamera) pada tahun 2000 dan setuju untuk bekerja sama di sektor kamera digital (still kamera) tahun 2001, produksi pertamanya Panasonic DMC-LC5 dengan mengusung lensa “Leica DC Lens”

Keluarga besar lensa Lumix dari panjang fokus 7mm -400mm (14-800mm kesetaraan) plus satu lensa  3D 12.5mm f/12

Berdasarkan apa yang saya dengar dan yang saya baca selama mereka bekerja sama bertahun-tahun, terdapat beberapa lensa yang dirancang oleh Leica dan diproduksi oleh Panasonic sesuai standar QC (Quality Control) yang disepakati oleh Leica, yang lainnya dirancang oleh Panasonic yang kemudian berkonsultasi dengan Leica untuk mendapatkan persetujuan untuk menggunakan nama tersebut, kemudian diproduksi oleh Panasonic.

Kerjasama ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan oleh kedua belah pihak saling menguntungkan, Leica mendapatkan keuntungan dari pengetahuan Panasonic tentang elektronik digital dan Panasonic mendapatkan manfaat dari pengetahuan dan pengetahuan manufaktur optik/lensa dari Leica.

Munculnya nama Lumix

Ketika teknologi optik Leica terkonvergensi dengan teknologi digital Panasonic, timbullah cahaya baru yang terang – LUMIX – The eye of a Leica, the heart of a Panasonic.

Mereka merangkai nama LUMIX dari kata “luminance” dan “mix,” seperti dalam mencampurkan berbagai hal secara bersamaan. LUMIX mewakili kristalisasi teknologi dari dua perusahaan yang sama sekali berbeda, masing-masing kuat di bidangnya. Kekuatan besar ini (teknologi optik dari Leica dan teknologi pencitraan digital dari Panasonic) menyelaraskan perbedaan budaya dan pengalaman untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Apa yang menarik mereka bersama adalah tujuan yang sama: memberi orang kemampuan untuk membuat foto sebagai karya seni terbaik. Tujuan ini berfungsi sebagai dasar kerjasama kemitraan antara Leica dan Panasonic yang membantu merevolusi dunia lensa kamera digital.

Foto Gereja Cathedral Jakarta dengan lensa Leica DG Vario-Elmarit 12-60mm, f/2.8-4.0 ASPH

Supaya lensa bisa mencapai memenuhi syarat untuk menyandang merk Leica, parameter desainnya haruslah sangat tinggi. Panasonic bertanggung jawab penuh atas desain dan pembuatan lensa merek Leica, namun semuanya harus tunduk pada persetujuan oleh Leica sebelum lensa tersebut dapat dikomersialisasikan. Desain yang diusulkan diajukan ke Leica, yang kemudian menyarankan perubahan, dan prosesnya bisa berulang-ulang kali sampai Leica akhirnya menyetujui desainnya.

Perbedaan dalam kinerja lensa dan toleransi manufaktur sangat jelas antara lensa bermerek Lumix dan Leica. Selain tingkat MTF (Modulation Transfer Function) yang tinggi, penyimpangan koma dan distorsi dilakukan dengan standar yang sangat ketat di Leica. Begitu standar tersebut telah disetujui oleh Leica, Panasonic kemudian harus mengikuti standar manufaktur Leica yang sangat ketat. Dan setelah semua persyratan tersebut telah dipenuhi, maka lensa tersebut bisa disetujui untuk menyandang nama Leica – Panasonic Leica DG.

Dibandingkan dengan lensa seri Lumix G, yang tunduk pada beberapa standar industri tertinggi, lensa Leica adalah peringkat lain di atas. Ini bukan hanya tentang kekuatan penyelesaian, tapi juga penekanan yang sangat tinggi pada kualitas fotografi.

Foto oleh Mitchell Karnashkevich dengan lensa Leica DG Nocticron 42.5mm, f/1.2 ASPH

Maksud dari kualitas foto, mengacu pula pada kualitas bokeh, dan ketajaman dari tepi-ke-tepi. Sebagai contoh, bokeh dipengaruhi oleh berbagai jenis penyimpangan, dan Leica akan menyarankan bahwa dengan menyesuaikan penyimpangan dengan cara tertentu, bokeh yang lebih lembut dapat dicapai.

Melalui jenis masukan ini, IQ lensa tentu saja meningkat, dan Panasonic membangun pada pengetahuan itu, sehingga nantinya bisa digunakan untuk memperbaiki rangkaian lensa-lensa seri G.

Pada tanggal 19 September 2014, Panasonic Corporation dan Leica Camera AG telah memperpanjang kesepakatan kemitraan mereka dan sepakat untuk memperluas dan memperkuat kerjasama teknologi mereka di bidang kamera digital.

Perjanjian tersebut mencakup perpanjangan perjanjian lisensi untuk penggunaan merek dagang Leica pada produk kamera digital Panasonic serta perluasan dan penguatan kerjasama teknologi antara kedua perusahaan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan ini, Panasonic akan dapat mengkomersilkan produk kamera digital dengan lensa Leica selama lima tahun ke depan, mulai Oktober 2014 sampai September 2019, sementara Leica dapat melalui perluasan dan penguatan kerjasama teknologi untuk memanfaatkan teknologi digital Panasonic dengan sendirinya. pengembangan produk. Kesepakatan tersebut akan memungkinkan kedua perusahaan untuk meningkatkan daya saing produk dengan menggabungkan teknologi optik Leica dan teknologi digital Panasonic.

Sejak saat itu, kedua perusahaan telah membangun hubungan kerjasama dalam teknologi optik dan kontrol kualitas, dan membawa kamera digital berkinerja tinggi dan berkualitas tinggi ke pasar dengan memadukan teknologi optik Leica yang superior dengan teknologi digital Panasonic seperti pemrosesan gambar.

Kesimpulan Saya

Memang ada perbedaan walaupun tidak banyak antara lensa Lumix dan Leica. Lensa Panasonic Leica juga memang tidak dibisa disebut murni Leica karena bahan baku gelasnya serta fabrikasinya bukan langsung dari Leica.

Leica tidak memproduksi lensa apapun untuk Panasonic. Merk Leica hanya berarti lensa sesuai dengan standar Leica yang ketat, dan semua lensa Panasonic Leica DG ini dijamin setara dengan kuaalitas lensa-lensa yang dibuat Leica di Jerman.

Ciri khas lensa Fix (prime lens) Panasonic Leica adalah adanya gelang aperture dilensanya

Panasonic Lumix G Lens

Penekanan lensa Lumix adalah di ukuran / berat yang ringkas & harga yang terjangkau. Lensa Panasonic Lumix G dibuat dan dirancang sendiri oleh Panasonic sebagai pembuat lensa aspherical presisi tinggi di dunia, merampingkan ukuran lensa (lensa-lensa pancake) dan memperbaiki kinerjanya. Panasonic juga mengembangkan teknologi presisi sub-mikron dan teknologi produksi massal yang sesuai dengan kebutuhan Leica Camera AG dengan teknologi yang dimiliki oleh Leica

Panasonic Leica DG Lens

Penekanannya lebih pada kualitas gambar tanpa kompromi. Lensa Panasonic Leica DG dibuat dan dirancang oleh Panasonic dibawah pengawasan yang ketat. Leica dan Panasonic menjadi mitra strategis pada tahun 1997. Untuk mendapatkan sertifikasi dari Leica, Panasonic harus bekerja sangat keras untuk mencapai lensa yang memiliki kinerja tinggi, resolusi tinggi, penyimpangan minimal, dan efek bokeh yang menyenangkan dan lembut. Tradisi Leica dengan performa terbaik di bukaan lebar, disertai dengan resolusi tinggi, bokeh halus dan tekstur kulit yang halus.

Gambar diatas adalah tiga Lensa Zoom terbaru dari Panasonic Leica – Leica DG Vario-Elmarit 12-60mm f/2.8-4.0 ASPH (24-120mm kesetaraan) – Panasonic Leica DG Vario-Elmarit 8-16mm f/2.8-4.0 ASPH (16-32mm kesetaraan) – Panasonic Leica DG Vario-Elmarit 50-200mm f2.8-4.0 ASPH (100-400mm kesetaraan)

Dan yang terbaru keluar pada tahun 2018 ini adalah lensa telefoto fix – Panasonic Leica DG Elmarit 200mm f/2.8 ASPH (400mm kesetaraan) lensa juga dibawakan 1.4x tele konverter (560mm kesetaraan)

Demikian ulasan saya tentang lensa Panasonic Lumix dan Leica untuk sistem micro four thirds. Semoga pembaca mendapatkan info yang jelas tentang hal ini.


Infofotografi menyelenggarakan workshop foto keren dengan mirrorless, jangan lewatkan kesempatan ini. Terbuka bagi pengguna berbagai jenis kamera.

About the author: Hendro ‘Momi’ Poernomo adalah seorang Arsitek yang menggemari fotografi dari sejak perkenalannya dengan box camera semenjak kanak-kanak. Jenis fotografi yang disukai cukup beragam, beberapa favorit nya yaitu Street Photography, Landscape, Human Interest, Travel dan kebanyakan foto B&W. Karya-karyanya bisa dilihat di Instagram.

{ 4 comments… add one }
  • Alvin March 8, 2018, 7:31 pm

    Dan salah satunya yg terbaik yaitu 42.5mm f1.2 hehe. Kalau dibandingkan dengan lensa zuiko pro milik olympus apakah kualitasnya sebanding?

    • Poernomo March 8, 2018, 10:59 pm

      kalau jaman digital sekarang itu tergantung selera, yang jelas dua2 nya bagus dan masing2 mempunyai karakter sendiri2 nah ini yang saya maksut tergantung selera.

      • Alya March 24, 2018, 9:26 am

        Terima kasih atas penjelasannya mengenai lensa panasonic leicanya. Masing2 brand lensa (leica panasonic dan olympus) mempunyai karakternya masing2 dan preferensinya tergantung kita masing2. Mohon dijelaskan perbedaan karakter diantara keduanya. Terimakasih sebelumnya.

    • Enche Tjin March 9, 2018, 3:33 pm

      Kualitas optik kurang lebih setara, tapi Leica 42.5mm ada power OIS yg bekerjasama dgn body Panasonic (Dual IS) dan autofokusnya lebih cepat saat dipasang di body Panasonic. Jadi pilihan saya tetap yg Leica.

Leave a Comment