≡ Menu

Sekali lagi tentang memilih gear (kamera dan lensa)

Selama ini web infofotografi banyak dikunjungi pembaca yang ingin mencari panduan untuk membeli gear seperti kamera dan lensa. Dari kolom komentar sudah banyak yang tanya soal pilih kamera apa, membandingkan beberapa kamera sampai meminta rekomendasi lensa. Tidak kurang-kurang juga sudah kami bantu jawab berbagai pertanyaan yang masuk itu tapi bisa jadi masih banyak yang penasaran soal memilih gear.

Pertama saya akan pisahkan dulu kamera dan lensa ya. Kamera digital anggaplah seperti komputer dengan banyak tombol dan menu. Saat kita bicara kualitas gambar (sensor kamera menentukan detail, dynamic range dan noise), kecepatan memotret (prosesor dan mekanik shutter), memori internal dan eksternal, sertafitur-fitur canggih itu adanya di kamera. Makin mahal kamera, bisa jadi hasil fotonya makin baik, kinerja makin cepat atau fiturnya makin banyak. Lensa dalam fotografi adalah pembentuk gambar, baik dari sisi cakupan (coverage/field of view), fokus/blur dan sharpness. Lensa kamera adalah perwujudan dari teori optika, dipadukan dengan fotografi dan diperumit oleh teknologi seperti IS, motor fokus silent dsb. Makin mahal lensa biasanya karena makin sulit lensa itu dibuat, atau karena standar kualitas (kesempurnaan) yang sangat tinggi, atau memang teknologinya yang rumit. Dalam fotografi, apakah kita harus memilih kamera dan lensa terbaik (yang pasti mahal), adalah perdebatan tanpa ujung yang enggan saya bahas disini. Saya akan membahas tentang opini saya saja mengenai memilih gear.

Memilih kamera : faktor obyektif dan subyektif

Kamera yang lebih mahal, tentu menang di fitur, kecepatan dan bodinya. Biasanya kamera lebih mahal punya lebih banyak tombol, ergonomi lebih enak, dan bodi yang tahan cuaca. Kalau tidak butuh semua ‘plus-plus’ dari kamera mahal ya tidak usah dipaksakan, tidak perlu terjebak oleh angka komparatif, misal jumlah titik fokus, kecepatan tembak, ISO maksimal dsb yang tidak terlalu kepakai di keseharian kita. Saya bukan bilang kalau spesifikasi tidak penting ya, saat memilih kita tetap perlu obyektif dalam membandingkan fitur dan spesifikasi. Tapi setelah itu pertimbangkan faktor subyektif yang juga punya peran dalam menentukan keputusan. Apa itu faktor subyektif?

Faktor subyektif adalah faktor yang berkaitan dengan user experience kita. Apalah artinya kamera yang diatas kertas punya segudang fitur, kerja cepat, fotonya bagus, tapi kita tidak nyaman memakainya. Kenyamanan ini pengaruh ke mood saat memotret lho. Misalnya untuk aspek ergonomi, coba cek lagi apakah kameranya terasa enak saat digenggam, apakah layar sentuhnya memudahkan, apakah tombol-tombolnya mudah diakses dan apakah menu-menunya gampang dipahami. Untuk itu anda perlu mencoba dulu, mungkin pinjam punya teman atau coba-coba di toko elektronik yang menyediakan kamera sampel untuk dicoba. 

Memilih lensa : lebih rumit dari memilih kamera

Memilih lensa bisa dilakukan sebelum atau sesudah membeli kamera. Bagi yang belum punya kamera, sebaiknya pelajari dulu kebutuhan lensa yang akan dibeli barulah memilih kamera. Ingat lensa itu penentu seperti apa foto kita akan didapat secara visual, ketajaman, warna dan bokeh. Lensa juga menentukan bagaimana kita mengatur fokus, manual atau otomatis, motor fokusnya senyap atau berisik. Kalau kebutuhan lensa kita spesifik dan banyak maka pilih sistem yang aman dalam jangka panjang. Meski saat ini semua sistem punya pilihan lensa basic yang sama lengkapnya, termasuk Canon EOS M yang sebetulnya ada beberapa lensa basic untuk mirrorless (11-22mm ada, fix 22mm f/2 ada, 18-150mm ada dsb) tapi untuk lensa pro ya terpaksa adaptasi lensa DSLR (EF lens) yang memang agak repot. Fuji X misalnya, punya pilihan lensa yang jauh lebih lengkap, kualitas optik dan konstruksi fisik lensanya sangat baik, meski harganya juga lumayan tinggi. Sistem yang punya dua format sensor akan punya dua jenis lensa yang semakin membingungkan, misal di DSLR Canon, Nikon dan mirrorless Sony. Anda harus tahu bedanya lensa EF dan EF-S (Canon), lalu DX dan FX (Nikon) dan E serta FE (Sony).

Intinya memilih lensa jauh lebih kompleks. Bagi yang awam akan terasa aneh saat tahu harga lensa begitu mahal, dan pilihannya banyak sekali. Akhirnya mereka memilih lensa cuma berdasar kata teman, atau ikut-ikutan. Tapi bagi yang sudah mengerti tentang lensa akan memilih berdasarkan kebutuhan fotografinya, meski bisa saja akan mengalami kompromi. Misal dia tahu butuh lensa 24-70mm, lalu karena alasan ukuran dan budget maka lebih memilih yang versi f/4 daripada yang f/2.8. Contoh sebaliknya misal ada yang perlu lensa fix 50mm f/1.4 dan karena dia perlu bukaan f/1.4 maka dia tidak tergoda untuk memilih yang f/1.8 meski jauh lebih murah. Mereka yang sudah mengerti akan lebih spesifik dalam memilih lensa yang akan dibeli, seperti zoom atau fix, lebar atau tele, bukaan besar atau tidak, ada IS atau tidak dsb. Lensa juga kadang ada generasinya, lensa makin modern biasanya makin tajam dan resolving megapiksel sensor makin baik tapi tentunya makin mahal harga lensanya. Lensa jaman now juga banyak disediakan oleh pihak ketiga baik yang merknya populer (seperti Tamron atau Sigma) sampai brand China yang agak asing di telinga (misal Meike atau 7Artisans).

Anda yang belum begitu memahami soal ini, lebih aman memilih lensa zoom dulu, dengan rentang lensa seperti lensa kit yaitu 18-55mm (atau sebetulnya adalah 28-75mm di ekuivalen kamera full frame) adalah start awal yang baik. Nantinya tambah saja lensa tele seperti 55-200mm lalu bertahap tambah lagi satu dua lensa fix (misal 35mm dan 85mm). Tidak perlu mengkuatirkan apakah lensa saya bisa untuk foto ini itu, pada dasarnya semua lensa bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan tapi untuk hasil maksimal ya ada lensa yang lebih cocok. Makanya TIDAK ADA LENSA IDEAL, tidak ada satu lensa yang maksimal untuk segala kebutuhan, tapi bahkan sebaliknya satu lensa kit saja (kalau dimaksimalkan pemakaiannya) bisa dipakai untuk banyak bikin foto yang bagus.

Tips memilih kamera :

  • dana 5-8 jutaan sudah bisa dapat kamera yang hasil fotonya bagus, disarankan DSLR (karena kalau mirrorless 5-8 juta biasanya tanpa jendela bidik)
  • tambah budget up to 12 juta untuk mencari fitur yang lebih (DSLR atau mirrorless di harga 12 juta cukup banyak)
  • kamera diatas 12 juta pada dasarnya semua pilihan sudah oke (baca panduan rekomendasi memilih kamera berdasar harga)
  • jangan terjebak angka, tapi tetap bijak dan obyektif menyikapi spesifikasi
  • meski manusia cenderung bisa beradaptasi dengan baik, tapi kalau kamera yang dipakainya tidak nyaman (secara subyektif) akan mempengaruhi mood memakainya (dan pengaruh ke foto kita lho)

Tips memilih lensa :

  • kenali dulu apa bedanya hasil foto dari lensa wide, lensa tele, lensa bukaan besar, dan lensa makro (banyak lihat contoh foto di internet)
  • kenali setiap sistem, misal Canon itu ada DSLR dan mirrorless, lalu DSLR ada full frame dan APS-C, misal kita memilih DSLR Canon full frame maka cari tahu apa saja lensa EF yang dibuat oleh Canon, juga lensa dari pihak ketiga apa saja, berapa harganya dsb
  • anda yang punya budget banyak, cari tahu lensa PRO seperti apa yang diperlukan, dan apakah ukuran lensanya bisa anda maklumi (lensa pro biasanya besar)
  • anda yang dana terbatas, tentukan skala prioritas dalam membeli lensa (misal satu tahun beli satu lensa saja, itupun yang harga dibawah 10 juta misalnya)
  • lensa murah biasanya banyak kompromi, seperti ketajaman, quality control, motor fokus hingga durability tapi lensa murah tetap bisa dipakai setidaknya untuk belajar fotografi
  • pertimbangkan pakai beberapa lensa fix, meski repot tapi biasanya lebih bagus hasilnya dan lebih ringkas (juga lebih murah), misal punya lensa 24mm, 50mm dan 85mm

Ikuti bermacam kelas dan workshop fotografi yang kami selenggarakan rutin untuk lebih mengerti tentang kamera, lensa dan penggunaannya secara maksimal.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 15 comments… add one }
  • Ibe June 5, 2018, 9:40 am

    Selamat Pagi Om Enche,

    Saya pakai sony a6000 dan ingin belajar foto sport (basket).
    mau minta saran, sebaiknya lensa apa yang saya gunakan untuk mendapatkan kualitas foto yang maksimal ?
    rencana ingin membeli lensa tele, namun teman menyarankan membeli lensa fix 85mm saja untuk kualitas yang bagus.
    mohon sarannya. Makasih om

    • Enche Tjin June 6, 2018, 12:11 am

      Kalau pencahayaan ruangannya bagus bisa pakai 70-200mm f/4, tapi kalau dalam ruangan yang gelap enak fix yang bukaannya besar, salah satunya 85mm, tapi 50mm juga ok.

      • Ibe June 6, 2018, 9:07 am

        Makasih Om Sarannya.
        Sukses dan sehat terus supaya bisa terus membagikan karya dan tulisannya

  • Ratna June 5, 2018, 8:46 am

    Kak mau tanya.. Untuk canon eos 100d, lebih baik pakai lensa EF S 24mm f2.8STM atau EF 50mm f1.8STM? Lebih worth to buy yg mana kak? Thank you

    • Erwin Mulyadi June 5, 2018, 9:56 am

      Saya sih lebih menyarankan yg 24mm dulu, lebih general purpose dan ukurannya seimbang dengan 100D yg kecil.

  • Yoga May 11, 2018, 10:51 am

    halo om, saya mau tanya…
    Saya ada sony a6000+lens kit, punya niat upgrade lensa. Sering saya bawa jalan ke gunung sama traveling kota2. Pengennya bawa satu lensa aja biar ga berat dan menuh2in. Sempet lirik Sony 18-105mm f/4 tapi masih mikir bodynya yg mayan bulky dan f nya yg agak nanggung. Mohon pencerahannya om..

    • Enche Tjin May 11, 2018, 12:26 pm

      16-70mm lebih sepadan ukurannya, tapi kalau mau yang f/2.8 memang harus yang full frame seperti Tamron 28-70mm f/2.8 yang baru diumumkan.

      • Yoga May 11, 2018, 5:18 pm

        Kalo dua itu budgetnya yang belum nyampe koh. Apa ada opsi lain?

  • Alpen April 21, 2018, 4:49 pm

    Lensa panasonic lumix g 45-150mm bagus gak buat panasonic lumix g7? Tolong pencerahannya om

  • Kemi April 18, 2018, 6:31 pm

    Misi bang, ane mau nanya nih.
    Ane punya Nikon D3200 kit plus nikkor fix 35 F1,8.
    Nah ane mau upgrade, tapi masih bingung, , antara upgrade ke seri DSLR Nikon yg lebih tinggi misal d7xxx, atau ke mirror less a6000 dengan syarat ane jual semua gear.
    Mohon pencerahannya bang.

    • adi April 18, 2018, 10:06 pm

      menurut saya balik ke agan lagi, kebutuhannya apa, nyaman mana antara DSLR ato mirror dan pastinya dana yang tersedia…

      • Kemi April 19, 2018, 7:35 am

        Jujur, , kalo mirror less belum pernah make.
        Maka dari itu,saya mohon pencerahannya.

        • adi April 19, 2018, 12:07 pm

          kalau saya pribadi tetap milih DSLR karna genggaman grip nya enak dan pas, focusnya juga cepat terutama untuk objek bergerak trus saya sangat menyukai memotret melalui viewfinder, ketersedian lensa yg sangat lengkap dari yg murah meriah sampai yg mahal…

          • Kemi April 19, 2018, 4:03 pm

            Owh seperti itu bang.
            Oeklah bang jadi punya gambaran, , hehe.
            Makasih buat pertimbangan”nya.

Leave a Comment