≡ Menu

Istilah lensa Leica

Di dalam nama lensa Leica terdapat istilah-istilah seperti Summicron, Summilux, Noctilux dan sebagainya, maksudnya apa ya? Pada dasarnya, istilah-istilah tersebut digunakan untuk membedakan antara satu sama lain dari bukaan maksimal lensanya.

Leica M10 dan Noctilux 75mm

Istilah umum lensa Leica diurutkan dari bukaan terbesar:

  1. Noctilux : Nocti berasal dari kata Nocturnal, artinya malam. Lux berarti cahaya. Lensa ini bukaannya besar sekali, contoh Leica Noctilux 50mm f/0.95, atau Leica Noctilux 75mm f/1.25.
  2. Summilux : Berasal dari kata Summum artinya tertinggi. Summilux berarti bukaan lensa f/1.4. Contohnya Leica Summilux 50mm f/1.4.
  3. Summicron :  Berarti keluarga lensa berbukaan maksimal f/2. Contoh: Leica Summicron 35mm f/2.
  4. Summarit : Lensa ringkas dan terjangkau Leica dengan bukaan maksimal f/2.5
  5. Elmarit : Biasanya mengacu pada lensa-lensa berbukaan maksimal f/2.8
  6. Elmar & Super Elmar : Mengacu pada lensa berbukaan f/3.5, f/3.8, f/4
  7. Summaron : f/5.6, contohnya Leica 28mm f/5.6

Leica M10 dan Leica 28mm f/5.6 Summaron

Pada jaman kamera film, lensa yang berbukaan maksimum besar, sangat penting karena saat itu sensitivitas film terhadap cahaya terbatas ASA 100-1600. Maka itu, fotografer banyak mengandalkan bukaan lensa yang besar untuk mendapatkan cahaya yang cukup.

Tapi membuat lensa yang berbukaan sangat besar, berukuran kecil tapi berkualitas tinggi sulit. Inilah yang merupakan kelebihan dari Leica (terutama lensa Leica M).

Saat ini, fotografer digital dapat memilih sensitivitas ISO yang tinggi, setara 3200-6400 atau bahkan lebih dan mendapatkan kualitas gambar yang masih cukup baik, sehingga lensa yang berbukaan besar bukan merupakan pilihan utama.

Leica APO-Summicron-M 50mm f/2 ASPH. edisi khusus LHSA

Saat ini, lensa-lensa berbukaan sedang, seperti Summicron (f/2) menjadi banyak peminatnya karena ukurannya mungil dan tidak terlalu mahal.

Dengan adanya istilah-istilah tersebut, maka saat menyebutkan nama lensa Leica, fotografer hanya perlu menyebutkan istilahnya saja, tidak perlu bukaannya lagi. Contohnya Leica 35mm Summicron, maka lawan bicara akan langsung tau bahwa yang dimaksudkan adalah Leica 35mm f/2.

Selain istilah-istilah diatas, Leica juga menyematkan beberapa istilah yang berkaitan dengan teknologi lensa, diantaranya:

  1. ASPH : Aspherical, elemen lensa yang membuat foto lebih tajam dibukaan besar dan mengurangi distorsi lensa. Elemen ini sangat umum dijumpai di semua lensa modern di era digital.
  2. APO : Apochromatic, lensa dengan desain ini menghasilkan kualitas ketajaman sempurna dan tidak menghasilkan chromatic abberation (penyimpangan warna). Contoh: Leica 50mm f/2 APO.
  3. TELYT : Istilah untuk lensa telefoto Leica.
  4. TRI atau VARIO : Lensa zoom, atau memiliki beberapa pilihan focal length. Contohnya Leica 16-18-21mm Tri-Elmar.
  5. Thambar : Lensa yang menghasilkan foto yang soft-focus, dan glowy (berpendar bagian fokusnya).

Berminat mengetahui lebih jauh tentang kamera dan lensa Leica? Baca: Panduan dan rekomendasi kamera Leica.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 3 comments… add one }
  • Yoese Mariam May 26, 2018, 8:26 pm

    Wah saya baru baca neh Ko hehehe jadi gak perlu nanya lagi, tinggal buka kesini aja
    Thanks

  • Arman Tanandmas May 21, 2018, 7:26 pm

    Terimakasih sebelumnya, bisakah saya dapat info bagaimana set video dan photo dan GH5 yg baik sehingga kalau dapat tidak usah diedit lagi ?

  • Arman Tanandmas May 21, 2018, 7:22 pm

    Terimakasih saya masih dapat penjelasan dengan bahasa lahir saya. GBU.

Leave a Comment