≡ Menu

Memilih kamera full frame Sony: Perlukah upgrade ke A7RIII?

Belakangan teman-teman yang telah memiliki Sony A7R II dan A7 II sering menanyakan kesaya apakah lebih baik memilih Sony A7R III atau A7III sebagai kamera kedua (backup) atau upgrade.

Menurut saya, Sony A7R II untuk kebutuhan hobi foto sebenarnya kualitasnya sudah sangat baik (42MP, tanpa low pass filter dan full frame), secara kualitas foto mirip dengan A7R III yang baru, mungkin cuma sedikit perbedaan saja tentang kualitas warna untuk skintone.  Untuk foto pemandangan sepertinya hasilnya akan mirip.

Kiri: Sony A7R II, Kanan Sony A7R III. Tombol dan dial lebih besar dan enak ditekan, ada joystick yang membantu untuk memilih area fokus dan navigasi.

Yang paling menonjol peningkatannya dari A7R II ke A7RIII adalah kapasitas baterainya yang jauh lebih kuat. Jika yang A7R II cuma di rate 290 foto/ charge, A7R III bisa sampai 1840 / charge, mengesankan bukan? Selain itu, kinerja kamera, terutama autofokus lebih bagus dan cepat untuk subjek bergerak. Continuous shooting dari 5 menjadi 10 foto per detik.

Tapi apakah dengan menjual A7R II yang kini harga bekasnya sekitar 20-an juta, dan nambah 25 juta lagi kira-kira untuk beli A7R III worth it? Saya pikir tergantung kameranya dipakainya buat apa? Kalau buat kerja/pro mungkin pantas(worth it), karena kapasitas baterai dan kinerjanya lebih mantap.

Bagaimana dengan A7III ? A7III juga bagus jika tidak perlu resolusi besar (24MP dengan Anti alias filter) dan perlu kamera bisa merekam video 4K yang bagus. Fotografer dokumenter (liputan, travel, wedding) mungkin akan senang sekali karena “nafasnya” jadi panjang, ergonomi desain kamera juga sudah lebih enak dipakai karena layarnya touchscreen dan didukung dengan joystick. Tapi kalau untuk kualitas gambarnya Sony A7R II lebih unggul secara teknis. Fotografer landscape lebih bagus tetap pakai A7RII daripada A7III.

Tapi kalau untuk hobi saja, seperti fotografi jalan-jalan dan landscape biasa (bukan ekstrim) mungkin gak terlalu pengaruh.

Jadi saran saya sih, kalau mau dapat peningkatan kualitas gambar, mungkin yang sudah punya Sony A7RII lebih baik nunggu yang generasi berikutnya (A7R IV). Tapi kalau dari seri A7 sebelumnya seperti A7R, A7 II mau ke A7R III akan menikmati banyak peningkatan, tapi masalahnya ya memang harga yang mesti dikeluarkan cukup signifikan karena harga Sony A7R III yang baru saat ini masih Rp 46 juta, belum lensa.

Jadi posisi teman-teman yang memiliki A7R II saat ini memang agak serba salah karena perlu keluarin uang yang cukup banyak untuk upgrade ke A7R III. Tapi ini kembali ke masing-masing fotografer. Apa yang dipentingkan setiap orang mungkin berbeda. Semoga membantu 🙂


Punya kamera Sony tapi bingung setting kamera dan autofokusnya? Panduan e-book Infofotografi ini mungkin akan membantu.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 6 comments… add one }
  • Eric May 19, 2018, 5:40 pm

    antara sony A7ii & A7iii perbedaan seperti apa warna skintone-nya (jpeg)? apakah lebih saturated warnanya? thx..

    • Enche Tjin May 20, 2018, 9:45 am

      Lebih netral gak tercemar warna kehijauan misalnya.

  • Aldo May 19, 2018, 4:52 pm

    maaf koh enche saya mau tanya .. kamera teman saya 750d dengan lensa fix 50mm 1.8 stm kenapa lamban ya af.nya.. ketika saya coba dikamera sekelas 60d af.nya justru cepat. masalahnya apakah di firmware atau bagaimana ya koh ?

  • Elvan Prawira May 18, 2018, 10:39 am

    Pak Enche, boleh kasih masukan untuk bahas suatu topik;
    Kenapa selama ini, kamera dslr “dikuasai” dua merk, canon dan nikon,
    Sementara saat trend kamera ke arah mirrorless, malah merk yang “menguasai” adalah sony dan fuji?
    (Yg malah di dslr namanya kurang bersinar)

Leave a Comment