≡ Menu

Canon M50 Review

Canon M50 adalah kamera mirrorless Canon terbaru yang diluncurkan awal tahun 2018 ini untuk penggemar fotografi pemula yang menginginkan fitur kamera mirrorless tercanggih tapi tetap mudah digunakan. Kamera ini dilengkapi dengan sensor gambar berukuran APS-C dengan resolusi 24MP dan processor DIGIC 8. Processor ini adalah yang terbaru di jajaran kamera Canon DSLR atau mirrorless saat ini.

Dengan processor baru ini, M50 bisa lebih ngebut dengan kecepatan foto berturut-turut 10 fps, dan video 4K, meskipun hanya 24 fps. M50 juga unik karena merupakan kamera pertama yang mendukung file RAW Canon yang baru yaitu C-RAW. Jenis file RAW ini menyimpan resolusi penuh 24MP, tapi ukuran filenya 40% lebih kecil daripada file RAW biasa. Sebuah file foto C-RAW rata-rata 14 MB, sedangkan RAW biasa sekitar 25 MB dan JPG Large sekitar 7 MB. Di kamera M50 juga pertama kalinya Canon memberikan pilihan scene mode silent yang mengunakan electronic shutter tidak bersuara sama sekali saat memotret.

Dilihat dari fisiknya, M50 mirip dengan M5, tapi jika diperhatikan lebih seksama, M5 memiliki lebih banyak dial (roda pengendali) untuk memudahkan fotografer yang lebih berpengalaman dalam mengganti setting exposure, sedangkan keunggulan M50 adalah memiliki layar LCD yang bisa diputar penuh (full articulating), dan juga bisa layar LCD bisa ditutup saat tidak digunakan atau saat ingin mengunakan jendela bidik saja. Seperti M5 dan M6, M50 juga memiliki hotshoe, untuk memasang flash atau external audio.

Pengalaman memotret

Buat saya pribadi, jendela bidik di M50 sangat membantu saya memotret di kondisi cahaya yang terang diluar ruangan karena layar LCD biasanya agak reflektif. Saya juga menyukai layar yang bisa dilipat ke dalam, sehingga melindungi kamera dan hidung saya tidak menempel ke layar dan membuat jejak pada layar.

ISO 100, f/7.1, 1/320 detik, 15mm

Dari dulu, desain antar muka kamera Canon termasuk ramah pengguna, dan yang saya sukai adalah desain touchscreen dengan layar beresolusi yang tinggi. Untuk mengoperasikan kamera saya banyak mengandalkan touchscreen. Tidak seperti kebanyakan kamera merk lain dimana touchscreen hanya untuk memilih area fokus dan untuk review gambar, di kamera Canon ini kita bisa menyentuh layar untuk mengganti setting dan navigasi menu.

Kualitas gambar yang dihasilkan Canon M50 cukup baik, terutama di ISO rendah seperti 100-400. Di kondisi cahaya yang agak gelap seperti di dalam ruangan, ISO 1600 masih baik, jika terpaksa ISO 3200 dapat digunakan, tapi dari 6400 dan terutama 25600 dihindari kecuali terpaksa karena munculnya noise dan detail dan ketajaman yang berkurang.

Warna yang dihasilkan M50 cenderung ke magenta sehingga terlihat lebih hangat, terutama saat memotret manusia, untuk pemandangan warna cukup alami, warna biru dan hijau tidak terlalu pekat.

ISO 100, f/8, 1/200 detik, 15mm

Dari segi ketajaman, akan sangat tergantung pada pada lensa yang digunakan. Lensa kit 15-45mm yang dipaketkan kamera ketajamannya standar saja, tapi keuntungannya ringkas dan cukup lebar. Saat dipasang dengan lensa fix DSLR dengan adaptor Canon EF to M, dan cahaya yang baik ketajaman dan dan detail yang dapat ditangkap kamera ini sangat baik.

ISO 100, f/3.5, 1/125 dt, lensa EF 40mm f/2.8 STM (dgn adapter). Beauty Dish dan Strip softbox.

Crop 100% dari foto diatas

ISO 800, f/6.3, 1/200 detik, 45mm

Pilihan lensa dan adaptor

Sampai saat ini, terdapat tujuh lensa Canon EF-M yang compatible penuh dengan sistem Canon M ini, tapi jika dirasakan kurang, Anda bisa memasang lensa Canon EF-S atau EF ke kamera mirrorless Canon ini dengan adaptor Canon EF ke EF-M. Saat dipasangkan dengan adaptor, lensa menyatu dengan sempurna. Autofokusnya dan operasi lensa mulus karena teknologi dual pixel af berada di sensor kamera. Untuk kebutuhan video, lensa-lensa dengan stepper motor (STM) akan lebih mulus.

Lensa-lensa fix untuk kamera DSLR yang ukurannya tidak besar seperti Canon EF-S 24mm f/2.8, EF 40mm f/2.8 STM, EF 50mm f/1.8 STM atau lensa wide-angle seperti Canon EF-S 10-18mm ideal dipasang di M50 dengan adaptor.

Kesimpulan

Canon M50 adalah kamera mirrorless pemula yang mencari kamera ringkas dengan fitur yang cukup lengkap untuk belajar fotografi lebih mendalam. Dengan adanya jendela bidik dan layar LCD putar, tentunya sangat memudahkan untuk memotret di kondisi cahaya yang terik atau untuk merekam video.

M50 cocok juga bagi pemilik lensa-lensa DSLR Canon karena dapat dipasang ke kamera mirrorless ini dengan adapter. Bagi videografer amatir serius yang membutuhkan video resolusi 4K, sepertinya belum cocok, karena 4K dalam M50 croppingnya terlalu banyak dan autofokusnya belum mulus (Dual pixel AF tidak bekerja saat merekam video 4K). Tapi bagi pemula dan traveler, M50 adalah salah satu kamera mirrorless yang perlu dipertimbangkan.

Canon EOS M50 dijual dengan paket lensa 15-45mm f/3.5-6.3 dengan harga Rp 10.955.000, atau double kit lens EF 15-35mm f/3.5-6.3 IS STM + EF-M 55-200mm f/4-6.3 IS STM dengan harga Rp 14.740.000,-

ISO 100, f/16, 15 detik, 10mm dengan lensa EF-S 10-18mm f/4-5.6 IS STM dengan adaptor.

Crop 100% dari foto diatas

ISO 100, f/11, 6 detik, 10mm

Kelebihan Canon M50
+ Ukuran ringkas dan ringan
+ Desain touchscreen mudah digunakan
+ Kinerja bagus berkat processor DIGIC 8
+ Dual Pixel AF efektif untuk foto maupun videografi
+ Desain antarmuka ramah pemula
+ Tersedia Wifi untuk transfer atau remote shooting
+ Integrasi kamera dengan lensa DSLR dengan adaptor sangat baik

Kelemahan Canon M50
– Video 4K tidak ada stabilizer, fps rendah dan crop 2.2X
– Pengaturan auto ISO tidak mendalam
– Tidak bisa charge langsung dengan USB-Powerbank
– Silent scene mode tidak bisa diatur secara manual

Spesifikasi utama Canon M50

  • 24.1MP APS-C CMOS Sensor
  • DIGIC 8 Image Processor
  • 2.36m-Dot OLED Electronic Viewfinder
  • 3.0″ 1.04m-Dot Vari-Angle Touchscreen
  • UHD 4K and HD 720p120 Video Recording
  • Built-In Wi-Fi with NFC, Bluetooth
  • Dual Pixel CMOS AF
  • Extended ISO 51200, 10 fps Shooting
  • Combination 5-Axis Image Stabilization

Bagi teman-teman pembaca Infofotografi yang ingin memesan kamera atau lensa, boleh hubungi WA 0858 1318 3069. Kami bisa membantu untuk mendapatkan lensa baru dengan harga yang bersaing.

Bagi yang telah punya kamera, bisa mengikuti acara belajar di kelas dan dalam trip fotografi.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 23 comments… add one }
  • Henri July 20, 2018, 3:01 pm

    Apa benar? M6 lebih baik dari M50 untuk hasil foto dan video nya?

    • Enche Tjin July 21, 2018, 12:26 pm

      M50 yang lebih baru lebih unggul tipis (hampir serupa) dari M6 dari kualitas gambarnya.

  • Andto Han July 15, 2018, 8:52 am

    Koh saya mau nanya,kamera saya canon eos m3,kabel flashnya robek dan bila dinyalakan bau kebakar.Sementara di daerah saya ga ada tempat service kamera.gimana ngatasinya ya?
    Seandainya kabel flashnya diputus sekalian bikin rusak kameranya ga ya?

  • cristanto July 2, 2018, 8:34 am

    Koh, saya bukan fotografer profesional hanya sebagai user untuk traveling. Mohon saran untuk traveling pilih mana antara M6 dan M50 ( ini bakal menjadi kamera mirrorless pertama saya). Terima Kasih.

    • Erwin Mulyadi July 2, 2018, 11:09 am

      M50 menyediakan jendela bidik yang bisa berguna atau tidak tergantung kita, kalau tidak perlu bisa M6 yg punya kualitas bodi dan kinerja lebih oke. M50 juga bisa 4k video.

  • Amat June 29, 2018, 1:46 pm

    Pak, mohon infonya berdasarkan pengalaman, lebih baik eos m3 + ef 24-70mm 2.8 atau a7 + sel 24-70mm 3.5-6.3? Dari segi kecepatan ataupun fiturnya
    Kebutuhan untuk foto komersil (beauty, produk, prewedding).
    Saya pengguna hobby m3 yang tertarik untuk jadi profesional, dan sepertinya m3 tdk support flash ttl.
    Mohon bantuannya, terima kasih

  • Lia June 28, 2018, 5:54 am

    Ko untuk traveling sama beauty make up ambil Eos M50 (pakai lensa 50mm) atau XT-20 (pakai lensa 35mm)?

    • Enche Tjin June 28, 2018, 9:50 am

      Bisa pakai keduanya, tinggal pelajari saja sukanya modelnya seperti apa dan baca review kedua kamera.

  • Lengo June 27, 2018, 4:21 pm

    (Serious problem)
    sy ingin membeli kamera dslr semi pro, apakah ini akan menjadi kesalahan langkah sy yg pertama koh sbg newbie yg baru ingin memulai fotografi, melihat skrng ada camera mirrorless yg mempunyai sensor baru?

    Apakah view finder mirrorless sama dgn view finder DSLR?

    Apa kekurangan dari camera mirrorless koh?
    Mohon pencerahan nya koh.. Galau nih.
    *sy sangat ingin serius mendalami fotografi terutama macro

    • Enche Tjin June 28, 2018, 4:53 pm

      Wah, banyak juga pertanyaannya dan jawabannya akan panjang sekali hehe, plus kita gak bisa generalisir. Kalau ke masa depan, teknologi mirrorless tentu akan lebih baik. Keuntungan jendela bidik di mirrorless adalah kita bisa lihat terang gelap, warna langsung, jadi hasil foto seperti yang kita lihat. Sedangkan kalau DSLR kan kaca, yang selalu tetap terangnya.

      Kekurangan kamera mirrorless tidak bisa digeneralisir juga, pada umumnya makan baterai lebih banya, tapi mirrorless yang profesional punya baterai besar. Selain itu tendensi cepat panas karena bodynya lebih compact sehingga tidak banyak rongga untuk udara panas dari processor.

      • Lengo June 30, 2018, 9:33 pm

        Terima kasih koh penjelasan nya.. sepertinya sy akan tetapkan pilihan ke DSLR, Mirrorless ya pk HP saja.

  • Eff June 27, 2018, 7:51 am

    Mau tanya koh apakah nikkor AF-P 18-55mm bisa dipakai di D7200 ?

  • Eff June 27, 2018, 12:48 am

    Koh mau tanya apakah nikkor AF-P 18-55mm bisa dipakai di D7200 ?

  • Alfan June 26, 2018, 4:56 pm

    Koh mau nanya, kalo dibandingkan dengan Sony A6300 lebih unggul mana ya koh.. Tolong dijawab, Terimakasih

    • Enche Tjin June 26, 2018, 5:18 pm

      Ada untung ruginya, Sony pilihan lensanya lebih banyak, Canon M50 cuma 7 tapi bisa pasang lensa DSLR dengan adaptor. M50 punya layar touchscreen bisa diputar kesegala arah termasuk ke depan. Sony baterainya lebih besar (300-400 foto), M50 baterainya kecil sekali (200 foto saja mesti ganti).

      • Alfan June 26, 2018, 6:51 pm

        Makasih banyak koh, Sukses selalu

  • Galih Suseno June 26, 2018, 4:02 pm

    Maaf ko di paragraph 2,, 4K nya M50 bisa sampai 24 fps bukan 15 fps kayak XT100.

  • Arif June 26, 2018, 2:20 pm

    Saya pemula yang bingung dalam menggunakan pilihan Shutter mekanik atau elektronik. Apakah kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan. Sebaiknya bagaimanakah penempatannya yang terbaik. Selama ini saya pasang di auto. Terimakasih

    • Enche Tjin June 26, 2018, 5:19 pm

      Shutter electronic gak bersuara, tapi kekurangannya gambar bisa distorsi saat motret subjek bergerak cepat, dan bisa banding (garis2) saat motret di lampu dengan frekuensi tertentu, biasanya lampu neon. Shutter elektronik jg biasanya terbatas ke paling lambat 1 detik saja, kalau mechanic bisa jauh lebih lama.

Leave a Comment