≡ Menu

Tren kamera dalam 100 tahun terakhir

Leica II – Kamera rangefinder yang populer pada zamannya.

Kamera foto dalam sejarah 100 tahun terakhir mengalami evolusi dari masa ke masa. Desain yang populer 100 tahun yang lalu adalah type rangefinder, yang berbentuk kotak dan memiliki jendela bidik disebelah kiri atas kamera. Type rangefinder ini populer dari tahun 1925-1970 berkat Leica, Contax dan berbagai produsen lain. Sejak tahun 1960-an, type kamera SLR mulai terkenal dipopulerkan oleh produsen kamera asal Jepang seperti Pentax, Nikon dan Canon.

Selanjutnya di tahun 1990an mulai dikembangkan kamera Digital SLR (DSLR) yang tidak mengunakan film lagi, tapi mengunakan image sensor. DSLR mulai berkembang pesat sekitar tahun 2000an dan mencapai puncak sekitar tahun 2012 berkat peningkatan teknologi elektronik yang cepat, kemudahan penggunaan dibanding generasi sebelumnya, dan tidak ada ongkos cuci-cetak.

Kamera pocket seperti ini sempat sangat populer, tapi waktunya sangat singkat karena tergantikan smartphone

Kamera compact digital mulai muncul di tahun 2000, dan langsung mendominasi dalam waktu lima tahun menghilangkan kamera pocket film. Popularitas kamera compact tidak lama, hanya sampai 2012 karena kamera ponsel kualitasnya makin bagus.

Di tahun 2008, beberapa perusahaan kamera mulai mengembangkan jenis kamera baru yang dinamakan mirrorless, yang menghilangkan cermin di kamera DSLR supaya body-nya bisa lebih ramping dan memungkinkan kinerja dan pengembangan teknologi yang lebih baru. Pioner jenis kamera baru ini adalah Panasonic dan Olympus, tapi saat ini didominasi oleh Sony dan Fujifilm. Penjualan kamera DSLR di dunia turun meskipun masih lebih banyak dua kali lipat dibanding mirrorless meski tren terus menunjukkan penurunan. Saya perkirakan dalam lima tahun kedepan, dominasi kamera DSLR akan tergusur oleh kamera mirrorless.

Disaat yang bersamaan, di awal tahun 2010-an, ponsel kamera mulai diminati, iPhone 4 sangat sukses di pasar dan kamera ponsel dianggap sudah cukup bagus untuk digunakan sehari-hari, dan sejak saat itu penjualan kamera compact menukik turun.

Steve Jobs memperkenalkan iPhone 4 yang membuat mobile photography populer

Sepuluh tahun setelah iPhone 4 diluncurkan, perkembangan mobile photography sangat pesat dan banyak produsen kamera yang menitikberatkan perkembangan kualitas foto. Beberapa perusahaan yang bersaing ketat dalam pasar premium adalah iPhone, Samsung dan pendatang baru Huawei.

Perkembangan tersebut sangat pesat karena selain kualitas gambar yang makin meningkat, juga didukung oleh prosesor yang handal dan teknologi computational photography yang menggabungkan data dari beberapa modul kamera untuk mendapatkan detail gambar yang lebih baik. Di tahun 2016, Huawei bekerjasama dengan Leica meluncurkan Huawei P9, yang memiliki dua modul lensa dan sensor gambar yang berbeda. Sejak itu, produsen lain juga mengikuti dengan memasang lensor ganda, pada umumnya satu untuk lebar, satu untuk telefoto (80mm) atau standar (50mm).

Kalau perkembangan kamera di ponsel makin bagus, maka bisa-bisa dalam lima sampai sepuluh tahun lagi, sebagian besar kamera ponsel akan mendominasi tidak hanya di kalangan awam, tapi juga di kalangan penggemar fotografi karena kualitas gambar yang dihasilkan kamera ponsel sudah sangat baik untuk cetak ukuran besar sekalipun.

Beberapa minggu terakhir saya mencoba kamera di ponsel Huawei P20 Pro, ponsel dengan kamera tercanggih saat ini dan mendapatkan kualitas gambar yang dihasilkan di modul kamera 40MP dan modul monokrom 20MP sangat baik dan detail. Memang kalau dibesarkan 100% di layar besar, masih kalah tajam daripada kamera DSLR atau mirrorless 40+MP yang harganya 30-50 juta. Tapi hasil foto kamera ponsel ini cukup mengejutkan saya.

Meskipun kamera ponsel akan mendominasi jenis kamera lainnya, tapi bukan berarti kamera rangefinder, DSLR, dan mirrorless akan lenyap begitu saja. Memang, tidak semua perusahaan akan bisa bertahan, seperti di era transisi kamera film ke digital, banyak merk kamera yang menghilang seperti Kodak, Contax, Konica-Minolta, Yashica dan lain-lain.

Foto dibawah ini adalah hasil foto dengan kamera ponsel Huawei P20 Pro. Mode Pro mode, RAW, di edit oleh saya sesuai selera dengan Adobe Lightroom & Color Efex Pro

Krop 100% dari foto diatas

Krop 100% dari foto diatas

Supaya bisa tetap exist, dan sukses, produsen kamera harus membuat kamera yang lebih khusus untuk jenis fotografi tertentu seperti untuk sports atau satwa liar, underwater, astrophotography atau untuk videografi. Bisa juga membuat kamera dengan kualitas material yang premium dan mewah seperti yang sukses dilakukan oleh Leica dengan seri Leica M rangefinder-nya. Toko-toko kamera juga otomatis terancam dan salah satu cara untuk bertahan adalah dengan memberikan pilihan produk yang lebih beragam dan pelayanan, pengalaman berbelanja yang lebih baik.

Popularitas jenis kamera
Rangefinder : 45 tahun : Pembuatnya tinggal Leica
SLR & DSLR : 60 tahun : Memasuki era penurunan, tinggal Canon, Nikon, Pentax
Kamera compact digital : 12 tahun dan tinggal yang canggih yang bertahan
Mirrorless : 10 tahun dan masih berkembang
Smartphone : 8 tahun terakhir dan berkembang pesat

Meskipun nada artikel ini agak pesimis untuk penggemar kamera fotografi tradisional, tapi disisi lain, perkembangan teknologi kamera kedepannya saya pikir sangat cerah untuk yang hobi fotografi karena kita berada dalam era dimana perkembangan teknologi yang cepat, sehingga dalam waktu sepuluh tahun saja sudah dapat menikmati kualitas foto yang tinggi dengan alat yang makin mungil dan praktis.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 8 comments… add one }
  • Sems July 16, 2018, 11:31 am

    saya pemakai DSLR nikon dari dulu..
    skarang sudah hijrah ke mirrorless fuji..
    entah knapa tetap kangen sama nikon.. feel nya beda banget DSLR sama mirrorless..
    semoga aja DSLR gak punah ya dalam dunia fotografi..
    walau sdikit merepotkan.. untuk fotografi, DSLR memang paling nikmat! hehe..

  • gumay July 11, 2018, 12:22 pm

    Oia trend action cam ngga di masukin ya ko? kan sempet booming

    • Enche Tjin July 12, 2018, 10:54 am

      Gak terlalu signifikan dan cuma beberapa tahun, mulai tergerus oleh ponsel yang lebih praktis dan banyak yang sudah tahan air.

  • Gillani July 2, 2018, 11:01 pm

    Koh pilih yang mana antara Lumix G85 vs Nikon D7200 ? + alasannya…
    Bagaimana dengan image quality & harga lensa nya koh?

  • Enche Tjin July 2, 2018, 6:47 pm

    Untuk fokus di fotografi D7200, karena kinerja, kualitas gambar dllnya dan pilihan lensa dan aksesoris banyak. Kalau ingin yang lebih ringan dan ringkas, dan juga video2an, G85 lebih ok, dan sudah anti cipratan air dan debu.

  • Saddam haikal July 2, 2018, 4:48 pm

    Permisi Koh. Saya bingung tentang milih kamera diharga 6 sampai 10 juta. Antara sony a6000 , fuji xt10, dan ricoh gr 2. Dimana yang lebih baik diantara ketiganya. Sebagai kamera pertama saya. Kebutuhan saya travelling dan lebih banyak memotret. Saya suka human interest dan foto arsitektur eropa. Mohon masukannya Koh. 😀

    • Enche Tjin July 2, 2018, 6:45 pm

      Ricoh gr2 agak beda karena jenisnya compact tapi kualitas gambarnya setara yg lain, bahkan lebih tajam karena lensanya tidak bisa zoom (fix). Sebagai kamera pertama mungkin akan merasa agak kaget karena tidak terbiasa. Untuk jalan2 biasa Fuji XT10 sptnya lebih cocok. Sony A6000 jg bagus, hanya lensa kit zoomnya dan warna kulit agak kurang,tp sony a6000 punya keunggulan di autofokus yg lebih ok untuk subjek bergerak.

      • Saddam Haikal M July 3, 2018, 5:06 am

        Terima kasih koh. berarti lebih ke fuji xt10 ya.

Leave a Comment