≡ Menu

Beberapa pertanyaan menjelang kamera mirrorless Nikon

Menurut kabar burung, pengumuman kamera mirrorless full frame Nikon semakin dekat dan tak terelakkan lagi. Rumor kamera mirrorless Nikon ini sebenarnya sudah lama. Setahun yang lalu saya bahkan sudah menulis tentang akan hadirnya kamera mirrorless Nikon dengan sensor full frame, tapi sayangnya setelah ditunggu-tunggu belum muncul-muncul juga. Belakangan rumor makin kencang dan kemungkinan peluncurannya tidak lama lagi.

Dari rumor terbaru, ada kemungkinan Nikon akan meniru langkah Sony, yaitu membuat dua jenis kamera mirrorless full frame dengan harga dan spesifikasi yang berbeda, yang pertama beresolusi tinggi (45MP), yang kedua (24MP). Harganya diperkirakan sama atau sedikit lebih tinggi dari Sony A7RIII dan A7III.

Ilustrasi kamera mirrroless Nikon

Nikon kemungkinan besar tidak mengunakan F-mount (DSLR) lagi, tapi akan mengunakan desain baru yang mungkin dinamakan Z-mount, yang artinya lensa-lensa DSLR Nikon tidak akan bisa dipasang langsung ke kamera mirrorless ini, tapi harus mengunakan adaptor.

Muncul pertanyaan dari benak saya tentang mirrorless Nikon yang masih samar-samar ini:

1. Apakah Nikon akan fokus ke sistem baru ini dan mengabaikan sistem DSLR Nikon?

Kecemasan ini memang wajar melihat sejarah merk lain. Setelah membuat kamera mirrorless, Olympus dan Panasonic mengabaikan sistem kamera four thirds mereka, begitu juga dengan Sony yang mengabaikan perkembangan A-mount-nya meskipun belum resmi. Hanya Canon yang masih terus mengembangkan kamera DSLR dan mirrorless-nya secara bersamaan, meskipun perkembangannya mulai terasa agak lambat.

2. Apakah akan ada kamera Nikon Z-mount yang bersensor APS-C?

Apakah Nikon akan membuat kamera mirrorless dengan sensor APS-C juga seperti di sistem kamera DSLR juga? Atau hanya berkonsentrasi di full frame saja? Jika Nikon hanya membuat kamera mirrorless full frame saja, yang sudah pasti akan terasa mahal dan mungkin fisik kamera dan lensanya kebesaran bagi fotografer pemula. Tapi kelihatannya, Nikon akan berkonsentrasi ke full frame karena sudah belajar bahwa kamera dengan sensor lebih kecil dari full frame agak sulit berkembang contohnya sistem Nikon 1 yang berhenti produksi setelah 7 tahun.

3. Bagaimana nasib pemilik lensa-lensa DSLR Nikon?

Nah, kalau Nikon mengunakan mount baru untuk kamera mirrorlessnya, jadi pemiliki lensa DSLR Nikon bagaimana nasib kedepannya? Memang, lensa-lensa DSLR secara teori bisa dipasang dan digunakan di kamera mirrorless via adaptor, tapi seberapa canggih adaptor yang disiapkan Nikon? Ini menarik karena lensa-lensa SLR/DSLR Nikon sudah banyak sekali dan dimulai tahun 1959 (59 tahun yang lalu).

Untuk lensa-lensa baru, seperti lensa yang berkomunikasi elektronik seperti lensa berkode AF-P dan E aman, tapi lensa-lensa lama, terutama lensa AF yang membutuhkan motor di body kamera untuk memutar autofokus, mungkin nantinya tidak bisa autofokus, tapi hanya bisa manual fokus.

4. Seberapa siap Nikon Z-mount bersaing langsung dengan  Sony FE, and also Leica SL?

Saat ini, yang memiliki kamera mirrorless full frame hanya Sony FE dan Leica SL. Sony FE sendiri sudah memiliki 8 kamera dan 29 lensa sampai hari ini, belum termasuk lensa yang dibuat pabrik pihak ketiga yang makin tinggi. Leica meskipun termasuk perusahaan kecil, tapi juga sudah memiliki kamera mirrorless dan lima lensa berkualitas tinggi yang mencakupi rentang 16-280mm.

Saat artikel ini ditulis, ada rumor bahwa Nikon akan meluncurkan lensa 24-70mm f/4 bersamaan dengan kamera mirrorlessnya.  Juga ada indikasi Nikon akan mengumumkan beberapa lensa fix, terutama yang bukaannya mencapai f/1,  tapi tidak diketahui seberapa cepat lensa-lensa baru ini akan tersedia dipasar. Jika terlalu lambat, fotografer-fotografer akan cenderung memilih sistem kamera pesaing dan otomatis kemungkinan balik atau melirik Nikon akan semakin menipis.

5. Apa kelebihan sistem kamera mirrorless Nikon yang akan datang?

Nikon adalah perusahaan kamera yang hati-hati dalam melangkah, kadang memang terasa agak lambat mengikuti tren yang ada. Tapi Nikon biasanya kalau sudah yakin dan commit, biasanya meluncurkan produk-produk yang unggul dan mampu menarik fotografer-fotografer pengguna merk lain untuk pindah.

Salah satu aspek yang sering di rumorkan adalah desain kamera mirrorless Nikon ini akan lebih enak dipegang (ergonomik) dibanding kamera Sony, sehingga lebih nyaman digunakan.  Tapi teknologi apa lagi nih yang menarik perhatian? Kalau cuma enak dipegang kan tergantung dari bentuk tangan fotografernya, menurut saya belum cukup kuat untuk menarik perhatian fotografer.

Mudah-mudahan ada sesuatu yang baru seperti saat Nikon mengeluarkan kamera DSLR full frame pertama mereka yaitu Nikon D3 dan D700 di tahun 2007 & 2008. Kedua kamera itu sangat sukses dipasaran karena selain tangguh dan kinerjanya cepat, juga memiliki kualitas gambar yang sangat baik di kondisi gelap di jamannya. Sampai saat ini, masih banyak fotografer pro terutama di bidang dokumentasi mengunakan kamera ini. Value for money, ukuran dan kualitas gambar harus lebih bagus daripada sistem kamera DSLR Nikon sendiri, kalau tidak, untuk apa Nikon bikin sistem mirrorless baru? Ya gak? Yuk, kita nantikan saja perkembangannya.


Sudah punya kamera? Atau ingin belajar fotografi ? Silahkan periksa jadwal dan topik pelajaran kursus foto Infofotografi di halaman ini. Sampai jumpa nanti.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 1 comment… add one }
  • Elvan July 20, 2018, 7:41 am

    Saya malah melihat fenomena ini bisa seperti fanomena di smartphone…..
    Jika ada brand/pabrikan yang terlambat mengantisipasi perubahan zaman, nasibnya tidak akan beda jauh sama Nokia atau Blackberry yang pada zamannya menjadi “raja”, tapi dalam sekejap langsung “terjun”…….

Leave a Comment