≡ Menu

Bagaimana saya menentukan pilihan kamera?

Meskipun Enche dan mas Erwin sudah menyusun panduan untuk memilih kamera, saya sendiri terus terang merasa kebingungan untuk menentukan pilihan. Hal ini dikarenakan keinginan untuk memiliki kamera dan lensa yang berkualitas namun hanya rela mengeluarkan dana yang minim alias pelit. Hehehe…. Tentu saja hal ini tidak akan ketemu karena umumnya harga berbanding lurus dengan kualitas.

Keinginanku sangat sederhana sebenarnya. Saya ingin memiliki kamera bersensor besar (setidaknya full-frame) dikombinasikan dengan lensa yang kecil dan ringan lalu dengan harga seperti kamera compact. Nah, ga heran kan kalau sampai sebelum tulisan ini dikeluarkan, saya belum pernah punya kamera yang benar-benar dibeli atas keinginan sendiri setelah Sony A6000.

Tidak tahan dengan sifat saya yang tidak bisa menentukan pilihan dan mengambil keputusan, Enche pun akhirnya menyarankan untuk membeli Panasonic Lumix G9 (23 juta) dengan lensa Leica 12-60mm f/2.8-4 (12.4jt) karena dalam beberapa bulan terakhir ini saya selalu menggunakan kamera ini (pinjaman Panasonic Indonesia, trims 🙂 ) dan sangat puas dengan hasilnya baik di foto maupun videonya. Akan tetapi, dengan dana sekitar 35 juta, saya sudah bisa mendapatkan kamera fullframe seperti Sony A7II dengan lensa yang cukup bagus seperti 24-70mm f/4 ataupun Sony A7III dengan lensa kit 28-70mm. Jika ingin menambah sedikit di 39 juta, kita bisa dapat Sony A7RII + lensa 24-70 f/4.

Lalu mengapa saya tidak memilih Sony Full Frame?
Pertimbangan saya selanjutnya adalah jikalau sudah memilih kamera Sony Full Frame, opsi saya untuk pilihan lensa menurut gaya fotografi saya sebagai berikut:

  • Landscape : butuh lensa 16-35mm f/4 (minimal saya harus menyiapkan dana tambahan 14jt) dengan berat 500g, jikalau ingin lebih ekonomis saya bisa memilih Sigma, Laowa (manual fokus), namun keduanya itu lensa fix dan tidak hemat banyak juga.
  • Macro : butuh lensa 90mm f/2.8 (14jt) berat 600g karena saya suka foto mainan yang kecil-kecil.
  • Telefoto : butuh lensa 70-200mm f/4 (15jt) berat 840g.
  • Lain lagi kebutuhan jika suka street photography, bisa memilih antara lensa fix 35mm f/2.8 (7.5jt) berat 120g atau suka foto model perlu 85mm f/1.8 (6.5jt) berat 371g untuk yang paling ekonomisnya.
    * Harga di atas adalah harga dalam rangka promo Agustusan 2018.

Memikirkan dana yang perlu saya keluarkan selanjutnya sudah membuat saya ketakutan, belum lagi beratnya. Jika dana dan berat bukan kendala bagi Anda, maka ini saat terbaik untuk invest ke kamera bersensor Full Frame.

Apakah ada pilihan lain di deretan APS-C?
Sebenarnya, jika Sony A6000 saya belum dijual, maka inilah saat yang kutunggu-tunggu karena lensa 16-70mm f/4 nya ada promo di harga 9 jt. Sebenarnya ini harga yang kuiinginkan dua tahun lalu. Apa daya baru ada promo seharga ini sekarang.

Harga A6300 juga cukup terjangkau (11 jt) namun tidak adanya IBIS di body kamera membuat saya harus menambah gimbal untuk aksesoris jika ingin mengambil video. Hal inilah yang menjadi pertimbangan saya untuk tidak memilih A6300 selain layar LCD yang hanya bisa digerakkan secara terbatas. Jika ingin memiliki IBIS di body, pilihan akan jatuh pada A6500 di harga 16 jt untuk body namun untuk di harga ini masih belum bisa saya terima.

Keinginan saya adalah memiliki spesifikasi A6500 namun dengan harga A6300. Hehe… jika ada yang berpikiran sama, sepertinya harus bersabar beberapa tahun lagi sampai ada muncul A6600, A6700 atau A6800. Atau Anda mungkin hoki mendapat barang second A6500 di harga A6300 atau bisa jadi lebih murah.

Pilihan lensa untuk APS-C cukup mudah bagi tipe seperti saya:

  • Untuk tipe foto yang tidak ingin ganti-ganti lensa, tentunya 16-70mm f/4, atau 18-135mm f/3.5-5.6 (9jt) atau jika ingin hybrid foto dan video ada pilihan 18-105 f/4 (6.2jt). Ketiga lensa ini hanya memiliki bobot sekitar 300-400g.
  • Untuk foto macro ada pilihan 30mm f3.5 di harga 2.8jt namun tidak saya rekomendasikan karena terlalu pendek rentangnya, saya akan tetap menabung untuk lensa 90mm f/2.8.
  • Untuk landscape lensa 10-18mm f/4 di harga 9jt dengan berat 225g. Lensa ini akan menjadi teman baikku jika saya memilih 18-135mm sebagai lensa utama.

Selain Sony, pilihan keduaku jatuh pada Canon M5 body (13.4 jt)atau M50 body (9.3 jt). Pengoperasian menu Canon sangat mudah dimengerti namun kendalanya lensa-lensanya untuk mirrorless masih sedikit. Alternatifnya dengan mengadaptasikan lensa DSLR-nya dengan adapter. Agak repot, namun dana yang dikeluarkan bakal lebih sedikit dan Anda harus terbiasa dengan bobot body yang kecil dengan kombinasi lensa DSLR yang lebih besar.

Akhirnya, apa yang dipilih?
Dengan budget sekitar 20 juta, pilihan saya jatuh pada Panasonic Lumix G85 (kamera keluaran dua tahun lalu). Saya kira dengan promo di harga 9.5jt bonus baterai ekstra, kamera ini masih layak dipertimbangkan.

Kelebihannya antara lain fitur 4K sudah tersedia, stabiliser di body, bobot kamera hanya 450g, grip/pegangan kamera pas di tangan (saya), layar yang bisa diputar 360 derajat, colokan untuk mic untuk mendukung video ke depannya dan pilihan lensa yang mungil nan ringan. Kamera ini juga sudah weathersealed (water, dust and freezeproof) jadi tidak kuatir lagi saat membawa kamera ini ketempat yang ekstrim.

Alasan lain memilih G85 adalah saya sudah memiliki beberapa lensa Panasonic berkualitas yang saya dapat lumayan murah beberapa tahun lalu antara lain:

  • Lensa fix Panasonic Leica 15mm f/1.7 berat 115 g harga saat ini 8.3jt.
  • Lensa macro Panasonic Leica 45mm f/2.8 berat 225 g harga 8.8jt.
  • Lensa tele 35-100 f/4-5.6 berat 135g harga 5.7jt .
    PR saya selanjutnya adalah menabung untuk membeli lensa wide Leica 8-18mm f/2.8-4 di harga 14.5jt.

Kelemahan dari kamera ini adalah sensornya yang lumayan kecil (micro four thirds) sehingga agak susah digunakan untuk kondisi kurang cahaya (low-light). Jika Anda tipe yang selalu harus bekerja di ruangan yang kurang cahaya, pilihan ini tentunya bukan yang tepat untuk Anda. Untuk mengatasi kelemahan ini, saya perlu menyiapkan lensa berbukaan besar yaitu lensa 12-35mm f/2.8 mark II berat 300g di harga 11.5jt.

Besok saya akan coba hunting dengan kamera baru saya ini. 🙂

About the author: Iesan Liang adalah seorang penggemar fotografi yang aktif berkontribusi untuk acara Infofotografi. Salah satu buku karangan Iesan adalah Kursus editing dengan Adobe Lightroom. Temui Iesan di Instagram atau Google+

{ 23 comments… add one }
  • Aidil September 22, 2018, 4:28 pm

    Che saya mau beli kamera mirorless badget 10 jt
    Apakah sony a600,atau canon eos m3 atau nikon 1 j5 atau ada kamera yg lain lebih baik?
    Kebutuhan untuk potrait low light,wedding dan landscape

    • Enche Tjin September 22, 2018, 10:23 pm

      Dari ketiganya yang lebih bagus Sony A6000.

  • Anisa September 20, 2018, 9:41 am

    Om enche,
    saya punya fuji XA-10, dan berniat upgrade kamera fuji yang lebih bagus, karna saya merasa XA-10 ya segitu” aja, mau tambah lensa sayang. jadi saya niat mau ambil series XT. Sebenernya saya masih pemula, tapi ingin kamera yang bagus sekalian, rekomendasinya apa ya om untuk fuji yang lain, yang bajetnya juga masih bisa diambil, atau ada rekomendasi kamera lain.

    • Enche Tjin September 20, 2018, 10:09 am

      X-T yang bagus X-T2 dan yang terbaru X-T3.

  • da_gon September 4, 2018, 9:51 pm

    om enche,
    mohon pertimbangan sesuai bajet saya, msh ragu antara canon 800D dengan M50
    Makasih om….

  • July f August 30, 2018, 7:24 pm

    Mau nanya Om. Untuk kondisi low light yang menuntut kita memakai shutterspeed tinggi, kamera apa yang handal ? Yang hasil fotonya masih bagus dan tajam. Terimakasih.

    • Enche Tjin August 31, 2018, 4:57 pm

      Yang mantap kamera fullframe dengan resolusi yang tidak terlalu tinggi, contohnya Sony A9, Nikon D5, Canon 1DX, yang baru diumumkan seperti Nikon Z6 dan Sony A7III juga lumayan bagus.

  • Eric August 25, 2018, 12:10 am

    Wah kamera idaman nih Lumix G85, tapi apa daya budget terbatas di GX85 dan sisanya untuk tambahan lensa nantinya,
    Setelah liat review2 di youtube, IS di bodinya uda ajib banget

    Ada rekomendasi lain ga ko di harga kisaran gx85 (sekitar 8jt) untuk keperluan video wedding yang terkadang butuh low light?

    • Enche Tjin August 25, 2018, 8:42 am

      Adiknya G85, G7 skrg sudah 7 jutaan menarik untuk video, tapi kalau low light mesti pakai lensa fix bukaan besar seperti 25mm f/1.7 atau dengan bukaan lebih besar lagi.

      • Indera August 30, 2018, 5:47 pm

        G1x Mark2 vs Gx85
        1,5″ vs MFT
        24-120mm vs 12-32mm
        F/2.0-3.9 vs 3.5-5.6
        OIS vs BIS/OIS

        ko Enche, saya lebih sering foto dikondisi cahaya pas2an (low light), ukuran sensor dan bukaan yang lebih besar di G1X-Mark2 dibandingkan ukuran sensor dan bukaan yang lebih kecil di GX85 tetapi memiliki BIS/OIS…

        Kira2 ko Enche akan menyarankan yang mana ya…?
        Terimakasih…

  • enof August 24, 2018, 12:56 am

    Tanya om.. lensa wide angle utk kamera D7200 apa ya om yg cocok yg py bokeh bagus/creamy?

  • helmi August 23, 2018, 11:20 am

    Saya pengguna G85. Setelah baca artikel ini jadi tidak sabar nunggu ulasan Iesan Liang selanjutnya tentang kamera ini. Tentunya ulasan kamera yang dibeli sendiri pasti “beda” dengan ulasan kamera pinjaman hehehe…. Tks

  • Kosa August 23, 2018, 9:37 am

    Pilihan kita sama. Nice camera. Kebetulan saya suka foto macro yg objeknya Iris Mata. Boleh tahu Lensa macro yg direkomendasikan apa ya? Kalau bisa sih yg bisa multifungsi juga. Macro OK, Potrait maupun Landscape juga OK.
    Terima kasih sebelumnya.
    Salam

  • Ardiansyah Amrul August 22, 2018, 7:28 pm

    Ko, review adapter lensa nikon ke sony e-mount body dong. Soalnya saya berencana mau beli body sony alpha, kenapa saya minta ini krna lensa nikon udh banyak hehe. Terima Kasih

    • Enche Tjin August 22, 2018, 9:11 pm

      Bentar lagi Nikon akan mengumumkan mirrorless full framenya dengan adapter untuk lensa Nikon.

  • Dani August 21, 2018, 12:11 pm

    Kalo panasonic g85 vs panasonic gx9,, lebih baik pilih yg mana? Atau sekalian bikin artikel untuk ulasannya ko

    • Enche Tjin August 21, 2018, 11:26 pm

      Kalau kebutuhannya untuk foto-foto travel saja, GX9 lebih ok dan mencukupi. Kalau untuk video juga, atau perlu kamera yg tahan debu, air, lebih baik G85.

  • Farid ismawanto August 19, 2018, 10:38 pm

    Om enche mau tanya
    Kan sekarang mau upgrade kamera dari D5100 ke D7100. Untuk kebutuhan wedding dan prewedding. menurut ko lensa apa saja yg saya butuhkan?
    1.zom
    2.fix
    3.dan tele
    Terimakasih om enche
    maju terus infofotografi.com

  • Indra August 17, 2018, 5:33 pm

    Nice choice.. Saya juga pindah ke g85 dari canon 60d karena menurut saya terlalu berat untuk dibawa travel. Fitur-fiturnya pun sangat bermanfaat untuk video (IBIS, layar bisa diputar, mic jack). Sayangnya saya liat di sistem APSC/m43 harga-harga lensa mirrorless secara umum masih lebih mahal dibanding lensa dslr.

    • Enche Tjin August 17, 2018, 11:03 pm

      Kadang di pasar lensa bekas cukup banyak yang gak mahal. Lensa fix seperti 20mm f/1.7, 25mm f/1.7, 42.5mm f/1.7 menurut saya cukup terjangkau.

Leave a Comment