≡ Menu

Kamera saku Lumix TZ220, jangkauan dalam genggaman

Ketika ditanya kamera apa yang cocok untuk dipakai travel, tapi tidak ribet dan bisa diandalkan kapan saja, maka jawabannya bisa jadi adalah kamera saku (pocket camera). Ukuran yang kecil membuat kita tidak punya alasan untuk tidak membawanya, dan memakainya juga santai, tidak membuat banyak orang jadi memperhatikan kita atau merasa terganggu. Ya memang masalah dengan kamera saku adalah hasil fotonya yang biasa saja, lensanya yang kurang oke dan mungkin tidak bisa diatur manual. Tapi kamera yang satu ini cukup berbeda, yaitu Panasonic Lumix TZ220 (TZ: Travel Zoom). Sensor kamera saku ini berukuran 1 inci, cukup besar untuk hasil foto lebih baik, dan lensanya Leica 24-360mm, dalam ukuran yang sangat ringkas.

Saya berkesempatan mencoba kamera ini di beberapa kesempatan. Menurut saya memotret dengan kamera ini menyenangkan, khususnya bila tujuannya adalah untuk snapshot dan dokumentasi travel. Kamera ini sudah lengkap dengan mode Manual dan RAW, bisa 4K video, layar sentuh dan jendela bidik pun tersedia. Yang saya suka dari spesifikasi TZ220 tentu adalah sensor 1 inci dengan 20 MP (sama seperti Nikon 1, misalnya), dan lensa yang impresif dengan zoom hingga 360mm. Lensa yang berlabel Leica juga memberi jaminan kalau hasil foto di setiap fokal lensanya tetap memberi ketajaman yang memenuhi standar kualitas Leica.

Kekuatan 15x zoom dalam kamera saku, dari paling wide (kiri) hingga paling tele 360mm (kanan)

Dipakai untuk travel, kemampuan tele jadi penting karena kadang ada detail yang mau diambil tanpa harus bawa lensa yang besar dan berat. Sebagai fotografer, foto-foto dengan fokal panjang (diatas 200mm) kadang dilema, pakai kamera full frame maka lensanya akan sangat besar, dan pakai kamera kecil (sensor kecil) maka hasil fotonya akan kurang baik. Maka sebuah kamera saku yang lensanya bisa panjang akan jadi pelengkap yang ideal asalkan kualitas hasil fotonya memenuhi syarat.

Candid dengan zoom paling tele 360mm, crop bagian tangan menunjukkan ketajaman yang masih tinggi

Yang saya suka dari Lumix TZ220 adalah kualitas sensornya yang baik, dengan warna dan dynamic range yang baik dan hingga ISO 1600 noisenya masih bisa diterima. Saya memang belum mengolah RAW dari TZ220 karena belum dikenali di Lightroom, kebetulan saya memang ingin mengenal karakter JPG-nya yang ternyata sudah oke. Lensa Leica di TZ220 ini mengesankan, detail yang ditangkap bahkan di 360mm (tele end) masih sangat baik, sesuatu yang biasanya jadi kelemahan lensa panjang pada umumnya. Selain itu OIS di lensa membantu sekali menstabilkan tampilan live view saat pakai fokal tele, jadi tampilan di layar tetap stabil. Bahkan untuk merekam video, stabilisasi OIS sangat terasa solid dan footage video bisa diambil handheld dengan stabil tanpa pakai gimbal lagi.

Hal yang agak saya kurang sukai dari kamera ini, pertama adalah bukaan lensanya yang hanya f/3.3 di posisi 24mm, sehingga di keadaan kurang cahaya jadi perlu menaikkan ISO atau memakai tripod. Kedua saya masih menemui inkonsistensi performa OIS, yang kadang masih membuat foto yang blur akibat shutter lambat. Tapi dua hal tadi masih tergolong wajar untuk sebuah kamera saku.

Berikut beberapa foto yang saya ambil dengan Lumix TZ220, tanpa editing, hanya sedikit crop dan diperkecil:

Panjat pinang, keadaan kontras tinggi

Di zoom ke gedung perkantoran, terlihat detailnya

Pakai filter efek Toy Camera

Zoom maksimal hingga 360mm

Reproduksi warna yang natural dan akurat

Detail ketajaman yang tinggi

Sunrise di Sawarna

Kemampuan lensa tele enak untuk candid

Snapshot travel, salah satu kegunaan kamera saku untuk jalan-jalan

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 1 comment… add one }
  • Edy August 29, 2018, 5:32 pm

    Kak kl dibandingkan dengan Sony RX100 atau Canon G7X bagus mana?
    Thq

Leave a Comment