≡ Menu

Kesan mencoba Sony A7R III dengan lensa 24-70mm f/2.8 GM

Infofotografi.com berkesempatan menjajal sebuah kamera mirrorless dari Sony terbaru yaitu A7R III selama beberapa hari, dengan lensa yang juga mantap yaitu FE 24-70mm f/2.8 GM, dan saya penasaran seperti apa performa dan bedanya dengan A7 generasi kedua. Sebagai info, Sony A7R III adalah kamera mirrorless full frame yang ditujukan bagi mereka yang mengejar resolusi tinggi 42 MP, misal fotografer landscape atau foto komersil seperti di studio. Di generasi ketiga, A7R terbaru memakai desain bodi yang sama dengan Sony A9, dengan ciri ada joystick, dual SD card, layar sentuh dan diberi baterai yang juga lebih besar untuk daya tahan lebih lama.

Sony A7R III, dengan lensa FE 24-70mm f/2.8 GM

Langsung diuji di markas infofotografi 🙂

Di genggaman, ergonomi A7R III lebih terasa mantap daripada sebelumnya, meski tetap saja bagi saya agak terlalu kecil. Konsekuensinya adalah tata letak tombol dan roda jadi berhimpit, kadang bisa salah tekan atau putar. Untungnya ada cukup banyak perubahan tata letak tombol di A7R generasi ketiga ini, misal kini ada tombol AF-ON khusus yang besar, dipisah dengan fungsi tombol AEL. Diatas kertas adanya tiga roda dial tentu menyenangkan, apalagi tambah joystick yang bakal berguna untuk memindahkan titik fokus, atau menjelajahi menu. Omong-omong soal Menu, saya sudah ‘siap mental’ saat mengakses isi menu A7R III ini, dan ternyata betul isinya sangat kompleks dan banyak, meski Sony sudah berusaha memberi warna-warni supaya pengguna tidak terlalu kebingungan saat mengakses menu.

Di kesempatan awal saya mencoba A7R III ini, saya tentu ingin mencoba berbagai hal dasar seperti ketajaman dan resolusi sensor, serta kemampuan fokusnya.  Juga tak lupa penasaran saya muncul untuk mengetahui seperti apa hasil foto di ISO tinggi yang bisa sampai ISO 25.600 ini. Ingat, 42 juta piksel (7952×5304) dalam sekeping sensor 36x24mm secara pixel density sudah termasuk rapat dan secara teori akan berdampak pada noise yang terlihat di ISO tinggi. Apakah desain sensor Sony ini bisa mengatasi permasalahan ini?

Bukan kejutan kalau ternyata hasil foto dari Sony A7R III ini sangat baik. Didukung lensa GM 24-70mm, warna, ketajaman, kontras dan dynamic range tampak impresif. Urusan auto fokus juga saya tidak menemui keluhan meski di keadaan low light. Saya memang tidak mencoba kemampuan focus tracking di kamera ini, demikian juga dengan kemampuan Steadyshot belum sempat dicoba karena kebanyakan fotonya pakai tripod. Intinya dari kesempatan yang singkat untuk menjajal kamera ini, saya mengutamakan mencari tahu kualitas gambar khususnya dengan proses editing dari RAW ke JPG melalui AdobeLightroom. O ya, sensor A7R III ini punya RAW latitude yang asyik, saya bisa mengatur shadow dan highlight dengan leluasa khususnya di keadaan kontras tinggi, meski untuk hasil maksimal kadang saya kombinasikan dengan filter GND.

Bicara soal kinerja, kamera yang pakai sensor 42 MP pasti perlu kekuatan prosesor lebih untuk menangani data dalam jumlah besar, juga di proses akhir perlu antarmuka kartu memori yang lebih cepat. Di A7R III ini selain mendukung dual slot SD card, salah satu slotnya juga sudah mendukung antarmuka UHS generasi kedua yang lebih cepat. ini penting karena bayangkan kalau memotret berturut-turut foto dengan format RAW+JPG 42 MP bakal lama proses menunggu semuanya selesai ditulis ke kartu memori. Di kamera generasi ketiga ini saya rasakan kinerja dalam buffer dan write speed nya membaik dibanding A7R II. Intinya, sebagai kamera yang mengedepankan kekuatan sensor gambar, Sony A7R III memang tidak perlu diragukan dalam hal kualitas gambar. Tapi kualitas gambar saja belum cukup, perlu peningkatan dalam hal kinerja, fitur lebih pro-oriented (seperti joystick, dual SD card) hingga baterai lebih besar yang untungnya semua itu bisa didapatkan di generasi ketiga dari Sony A7R ini.

Dan inilah beberapa hasil foto saya mencoba Sony A7R III selama 2 hari di Sawarna:

Terima kasih untuk Sony Indonesia yang telah meminjamkan unit A7R III dan lensa 24-70mm ini selama tiga hari untuk dicoba.


Sudah punya kamera canggih tapi sulit menggunakannya karena kebanyakan setting dan tombol? Anda bisa belajar secara privat dengan kami. Hubungi Iesan via WA 0858 1318 3069 Trims.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 12 comments… add one }
  • Luqman September 15, 2018, 12:11 am

    Ko.. numpang tanya dong. Maaf oot dikit yahh. Untuk a7rii dibanding nikon d750 lebih worth mana ya ko? Kalo dr segi pixel dan kualitas gambar ane tau bagusan sonya.

    Trims.. bingung mau ambil yg mana

    • Enche Tjin September 15, 2018, 9:46 pm

      Nah kan udah tau Sony lebih bagus he he he. Tinggal tergantung mau pakai logika atau perasaan aja.

  • Al Rifqi September 6, 2018, 1:07 am

    Mau tanya O Erwin, untuk foto2 di sawarna yang smooth water menggunakan filter manual apkah bisa dikejar dengan aplikasi daro sony play memories ?

    • Erwin Mulyadi September 6, 2018, 12:05 pm

      Tidak bisa, mesti benar2 pasang filter 10 stop

      • Toni September 14, 2018, 11:49 am

        Klo 10 stop itu kan gelap sekali ya . Lalu isonya di berapa ? Terus yg di ambil di highlight ato di shadownya bro

  • ferry September 2, 2018, 8:10 pm

    Yang saya suka dr sony adalah AF nya cepet & gambarnya tajam.
    Yang Gak saya suka ya tone warnanya yg kurang enak. Utk warna masih bagus nikon/fuji.

  • kank Bazrie September 2, 2018, 1:28 pm

    om kalo keluar tulisan ini
    di settingan external flash func.

    this menu cannot be displayed incompatible flash or flash’s power is turned off

    • Enche Tjin September 2, 2018, 8:29 pm

      Flashnya gak cocok? Bukan merk Canon atau untuk Canon?

  • Sarwo Wibowo August 30, 2018, 3:56 pm

    Bagaimana perbandingannya dengan A9 Koh? Mana yg lebih unggul?

    • Enche Tjin August 31, 2018, 9:01 pm

      A9 menang di speed, saat memotret subjek bergerak unggul.

  • Gugi August 30, 2018, 10:36 am

    Om Erwin, untuk Product Photography & Food Photography (baru mau mulai dan budget terbatas), baiknya pakai Canon 1300D atau Nikon D3400? dan rekomendasi lensa nya apa ya? Hatur Nuhun

    • Erwin Mulyadi August 30, 2018, 10:42 am

      Sama aja sih, yg penting kan pencahayaan dan lensa yg sesuai. Saran pakai lensa 35mm dan satu lampu flash.

Leave a Comment