≡ Menu

Kamera baru yang unik di Photokina: Zeiss ZX1, Zenit M dan Fujifilm GFX50R

Tren Photokina tahun ini memang ke arah mirrorless full frame, terutama dari produsen terkemuka Canon dan Nikon yang memamerkan Canon EOS R dan Nikon Z yang bisa dicoba oleh pengunjung. Tapi selain itu, ada beberapa kamera unik yang menarik di Photokina ini, diantaranya:

Zeiss ZX1 : Zeiss tidak memiliki booth di Photokina, tapi mengumumkan ZX1, kamera yang saya rasa unik karena desainnya beda dengan kamera foto pada umumnya. Zeiss ZX1 ini punya harddisk SSD 512GB internal, tidak punya slot untuk memory card. dan punya built-in software Adobe Lightroom didalamnya. Layarnya juga cukup besar yaitu 4.3 inci. Cocok untuk generasi muda yang terbiasa untuk memotret, langsung mengedit dan upload foto ke sosial media. Body kameranya dari alumunium mengesankan kemewahan.

Kamera ini bersensor full frame 37MP dengan lensa Zeiss 35mm f/2. Selain foto, kamera ini juga bisa merekam video 4K. Soal kualitas, kamera dan lensa Zeiss memang tidak diragukan lagi ketajaman dan kontrasnya. Apalagi kamera ini tidak bisa berganti lensa, jadi lensanya benar-benar sudah dioptimalkan dengan kameranya.

Agak disayangkan kalau kamera Zeiss ini ukurannya cukup besar dan berat (800 gram) jika bandingkan dengan Leica Q yang hanya 640 gram dan Sony RX1R II yang hanya 507 gram. Tapi saya senang Zeiss berusaha berinovasi dan harapannya saat dicoba kinerjanya bagus.

Saya belum mencoba kamera ini karena memang masih prototype, tahun depan (2019) baru dipasarkan.  Harga Zeiss ZX1 ini sekitar US$3900 atau sekitar Rp 58.5 jt dengan kurs 15000.

Zenit M : Zenit adalah merk Rusia yang dulu di jaman film aktif membuat kamera dan lensa dengan harga yang relatif murah tapi berkarakter, contohnya lensa Zenit Helios. Kamera Zenit M ini cukup mengejutkan, basisnya adalah Leica M (Typ 240) yang bersensor (lagi-lagi full frame) 24MP. Tapi casing-nya dibuat berbeda dengan merk Zenit. Lensa yang dipaketkan dengan penjualan kamera ini adalah Zenit 35mm f/1.0.

Saya sempat mencoba sejenak kamera dan lensa ini di Photokina dan menurut saya built-quality kameranya bagus, setara dengan Leica M, lensanya juga oke, tapi tidak sebagus lensa Leica M konstruksinya. Aperture ringnya mulus dan clickless, jadi untuk video juga oke. Agak besar lensanya mengingat bukaannya gila banget di f/1.0 bisa dijuluki Noctikoff deh hehe. Saya coba foto beberapa frame dan hasil gambarnya memberikan kesan jadul/analog. Agak sedikit color cast (nuansa agak hijau sedikit) dan ada sedikit color fringing/chromatic abberation di f/1. Lensa ini bukan mengejar kesempurnaan optik tapi lebih ke karakter.

Saya mencoba Zenit M + Zenit 35mm f/1, lengkap dengan orang Rusia dan logo Zenit dilatar belakangnya. Foto oleh Iesan dengan Huawei P20 Pro

Foto dengan Zenit M (mirip Leica M 240), dengan Zenit 35mm f/1.0

Paket kamera dan lensa Zenit M ini hanya dibuat 500 pcs saja, dan harga kamera dan lensanya sekitar USD$5000. Termasuk relatif murah karena harganya sama dengan beli kamera Leica M (Typ 240) body only. Menariknya, di masa depan Zenit akan membuat lensa baru untuk Leica M yaitu 50mm f/1.0 dan 21mm f/2.8.

Fuji GFX 50R (kiri) dibandingkan dengan XPRO-2 (kanan). Ukuran sensor kamera cukup berbeda demikian juga ukurannya. Tapi GFX 50R termasuk kamera yang sangat compact untuk ukuran Medium format (Lebih besar dari full frame).

Fujifilm GFX 50 R : Kamera Fuji GFX 50R sudah dirumorkan cukup lama, tapi baru kali ini fisiknya dipamerkan di Photokina. GFX 50R ini punya sensor medium format, jadi ukurannya besar tapi lebih kecil dari Fuji GFX 50S. Lebih pipih, ringan dan tebal.

Meskipun digambar terlihat kecil, tapi sebenarnya kamera ini cukup besar, seperti Fuji X-PRO versi jumbo. Lensa-lensanya juga cukup besar diameternya. Saat digenggam terasa hollow/kurang padat, tapi saya tidak merasa keberatan saat dipasang di lensa 63mm f/2.8. Kualitas gambarnya tajam dengan bokeh yang blur banget khas medium format. Autofokus terasa pelan dan hunting (maju mundur) karena jenisnya masih contrast detect.

Harganya $4500, relatif murah untuk kelas medium format, dan bisa jadi laku untuk travel landscape dan travel portrait. Saya pikir jika Fuji mengeluarkan GFX50R dulu sebelum GFX50S mungkin seri GFX ini akan lebih populer lagi.


Sudah punya kamera? yuk belajar fotografi dan ikut workshop biar fotonya makin bagus di Infofotografi.com

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 2 comments… add one }
  • Agus September 30, 2018, 10:26 pm

    Brand brand besar sudah merilis FF mirrorless, namun bagi gw yang menarik adalah aliansi L mount Panasonic Sigma Leica, kenapa karena jelas jelas ini adalah ancaman strategis buat brand-brand yang berdiri sendiri namun market share kecil, aliansi ini terlihat akan menjadi kekuatan baru di pasar kamera digital, nggak bisa dianggap remeh karena ketiga nya terkenal dengan kualitas produk dan spesialisasi masing-masing yang jika disatukan akan menjadi kekuatan yang cukup mumpuni.

    • Enche Tjin October 1, 2018, 12:35 am

      Iya sama saya juga sangat antusias mengingat saya punya beberapa lensa Leica L dan juga M (bisa pakai adaptor), tapi sayangnya kamera dan lensa yang diumumkan masih lama (Maret 2019) baru jadi, masuk ke Indonesianya bisa Juli 2019, dan so far masih termasuk high-end kamera dan lensanya maka tidak murah. Sedangkan saingannya Sony sudah bertahun-tahun siap, dan Canon EOS R juga sudah siap, Nikon Z peminatnya lebih daripada produksinya.

Leave a Comment