≡ Menu

Panasonic umumkan kamera fullframe Panasonic S1 dan S1R

Panasonic mengumumkan kamera mirrorless fullframe pertamanya dengan L-mount yang diberi nama S1 dan S1R. Perbedaan utama kedua kamera adalah resolusi fotonya. S1 24Mp, S1R 47MP.

Fitur utama Panasonic S antara lain:

  • Video 4k/60p
  • DFD autofocus dengan AI
  • Dual IS (body dan lensa)
  • Double slot memory card XQD dan SD
  • 3 Axis LCD
  • 100% weather sealing
  • Tahan di cuaca dingin ekstrim

Panasonic S1 dan S1R ini bisa mengunakan lensa Leica SL dan lensa-lensa DSLR atau Leica M dengan adaptor.

Lensa yang diumumkan bersama kamera ini yaitu Panasonic S 24-105mm f4, 70-200mm f2. 8 dan 50mm f1.4.

Kamera dan lensa baru ini baru akan dijual pada bulan Maret 2019 mendatang dengan harga sekitar US$2000-4000.

Press release resmi:

Panasonic Mengembangkan Dua Model Kamera Full-Frame Mirrorless Pertama

Jakarta, 25 September 2018 – Panasonic Corporation kembali mengembangkan dua model Kamera Digital Single Lens Mirrorless pertamanya dengan sensor gambar full-frame 35mm, LUMIX S1R dan S1. Model ini dilengkapi dengan fungsi perekaman video 4K 60p/50p dan sistem Dual I.S. image stabilizer pertama di dunia*1. Sebagai bagian dari seri LUMIX S, Panasonic menargetkan untuk merilis kamera ini di pasar global pada awal 2019.

Mr. Seigo Saifu, President Director PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan “Selama 100 tahun sejak didirikan, Panasonic selalu berusaha mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi pelanggan di seluruh dunia dengan menjawab kebutuhan mereka, salah satunya dengan menghadikan Lumix S1R dan S. Bekerja dengan konsep menciptakan budaya fotografi baru untuk era digital dengan kamera digital, pada tahun 2008 Panasonic merilis LUMIX G1*2. Selama 10 tahun setelah itu, Panasonic terus memimpin industri elektronik dengan berbagai inovasi produknya, seperti kamera pertama di dunia yang mendukung perekaman video 4K*3, dan kamera yang dilengkapi dengan sistem Dual I.S (image stabilizer) yang menggabungkan stabilisasi baik di dalam kamera maupun lensa.”

Dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan pesatnya perkembangan telekomunikasi, proses berbagi video melalui media sosial menjadi lebih populer, semakin banyak orang menikmati penggabungan foto dan video, serta memperluas jangkauan ekspresi dalam produksi konten. Hal ini membuat diperlukannya kamera jenis baru yang mampu melampaui batas foto dan video untuk bidang baru ini.

Agung Ariefiandi, Digital Imaging Product Marketing Manager PT Panasonic Gobel Indonesia, mengatakan “Melihat kebutuhan akan jenis kamera yang mampu memenuhi kebutuhan jaman, Panasonic mengadopsi konsep ‘Fuel the photographers’ creative vision’ untuk mengembangkan kamera Digital Single Lens Mirrorless yang berfokus pada pada sisi ekspresif dalam foto dan video. Panasonic akan menghadirkan kamera ini ke pasar sebagai bagian dari seri LUMIX S. Kami selalu berusaha memberikan ‘nilai khusus’ kepada pelanggan yang menginginkan ekspresi yang lebih tinggi melalui teknologi kami.”

Kamera ini memiliki fitur yang user-friendly dan robustness essential sebagai alat untuk fotografi dan videografi oleh profesional, dan juga menggabungkan keseluruhan jajaran teknologi Panasonic yang telah disempurnakan selama satu abad dalam bisnis elektronik konsumen serta 10 tahun dalam mengembangkan kamera Digital Single Lens Mirrorless: teknologi digital seperti pemrosesan gambar atau sinyal, ditambah teknologi opticalheat dispersion dan masih banyak lainnya. Kombinasi ini akan memberikan pelanggan nilai baru untuk fotografi dan videograf.

Fitur utama kamera LUMIX S1R dan S1, adalah sebagai berikut :

  1. Expressive capabilitiesdalam high definition dan tingkat ekspresi tinggi yang dicapai dengan sensor full-frame 35mm dan mesin pengolah gambar yang baru dikembangkan.

(Effective pixels: sekitar 47M untuk S1R dan 24M untuk S1)

  1. Dukungan perekaman Video full-frame4K 60p/50p pertama di dunia dalam kamera Digital Single Lens Mirrorless.*1
  2. Kamera full-framepertama di dunia yang dilengkapi dengan Dual I.S. (image stabilizer), memungkinkan pengambilan gambar handheld untuk pemandangan gelap atau jauh yang sebelumnya membutuhkan tripod atau peralatan lain.*1
  3. Slot ganda untuk kartu memori XQD dan kartu memori SD, yang pertama untuk Panasonic; dan rugged triaxial tilt LCD, menekankan kemudahan penggunaan dan mendukung fotografi dan videografi profesional
  4. L-Mount milik kamera Leica, memungkinkan penggunaan interchangeable lensesyang memenuhi spesifikasi L-Mount dari para mitra*4 Leica Camera dan Sigma. Ekspresi lebih ditingkatkan dengan meningkatkan opsi untuk interchangeable lenses.

Panasonic juga akan memperluas jajaran lensa seri LUMIX S yang kompatibel, mengembangkan lebih dari sepuluh lensa pada tahun 2020, termasuk lensa fixed-focus 50 mm / F1.4, lensa zoom standar 24-105 mm, dan lensa zoom telefoto 70-200 mm.

Untuk seri LUMIX G dari kamera Micro Four Thirds Digital Single Lens Mirrorless, Panasonic telah mulai mengembangkan lensa LEICA DG VARIO-SUMMILUX 10-25 mm F1.7 yang akan pembesaran gambar dengan aperture maksimum F1.7 pertama di dunia*5 untuk seluruh rentang. Lebih dari itu, layanan dukungan untuk fotografer profesional, yang dimulai di Jepang pada bulan April tahun lalu, akan tersedia di Eropa dan Amerika Serikat tahun ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada pelanggan kami karena Kamera LUMIX GH5, G9, and GH5S high-end Digital Single Lens Mirrorless yang telah dirilis secara berurutan sejak tahun 2017 telah mendapatkan reputasi yang kuat di kalangan professional dan kalangan amatir tingkat tinggi di seluruh dunia, terutama di Indonesia, untuk kualitas gambar dan kemampuan mereka dalam menangkap vitalitas dan keindahan hidup. Keberhasilan ini tercapai berkat dukungan perekaman video 4K 60p/50p pertama di seluruh dunia milik Panasonic*6. Panasonic akan terus memberikan nilai baru kepada pelanggan melalui fitur unik pada LUMIX G series yang ringkas namun berteknologi tinggi, dan menjangkau pasar professional melalui full-frame LUMIX S series serta jangkauan yang lebih luas dari dukungan perusahaan. Melalui langkah-langkah ini, Panasonic akan menciptakan budaya baru dalam dunia fotografi dan videografi.” Tutup Agung Ariefiandi.

Prototipe dari kamera dan lensa baru yang dijelaskan di atas akan dipamerkan di Photokina 2018.*7

 

Catatan:

*1. Dukungan pertama di dunia untuk merekam video 4K 60p / 50p dalam kamera Full-frame Digital Mirrorless Lensa. Mengenai masuknya sistem Dual I.S. image stabilization, ini untuk Kamera full-frame Digital Interchangeable Lens System. Berdasarkan data Panasonic pada 25 September 2018 ketika diumumkan di Jerman.

*2. Untuk kamera Digital Interchangeable Lens System. Berdasarkan data Panasonic pada 12 September 2008.

*3. Kamera GH4 Digital Single Lens Mirrorless yang mampu merekam video 4K (sebagai kamera Digital Single Lens Mirrorless, pada 7 Februari 2014), dan kamera GX8 Digital Single Lens Mirrorless dengan Dual I.S. onboard (sebagai Kamera Digital Interchangeable Lens System Camera, pada 16 Juli 2015), berdasarkan data Panasonic.

*4. “L-Mount Alliance: kerjasama strategis antara Leica Camera, Panasonic dan Sigma ”(diumumkan pada 25 September 2018 di Jerman)

*5. Untuk interchangeable lens untuk digunakan dengan kamera Digital Interchangeable Lens System. Berdasarkan data Panasonic pada 25 September, 2018 ketika diumumkan di Jerman.

*6. Sebagai kamera Digital Single Lens Mirrorless. Berdasarkan data Panasonic pada 4 January, 2017.

*7. Photokina adalah pameran terkemuka dalam idustri fotografi dan gambar (yang akan diselenggarakan selama 26 September hingga 29 September 2018, di Koelnmesse, Cologne, Jerman).

  • Leica adalah merek dagang terdaftar dari Leica Microsystems IR GmbH.
  • SUMMILUX and L-Mount adalah merek dagang terdaftar dari Leica Camera AG.

# # #

Tentang Panasonic

Panasonic Corporation adalah pemimpin dunia dalam pengembangan beragam teknologi elektronik dan solusi bagi pelanggan di bidang elektronik konsumen, perumahan, otomotif, dan B2B. Merayakan ulang tahun ke-100 pada tahun 2018, Panasonic telah berkembang secara global dan mengoperasikan 591 anak perusahaan dan 88 perusahaan terkait di seluruh dunia, mencatat penjualan bersih konsolidasi sebesar 7,982 triliun yen untuk tahun Fiscal yang berakhir pada 31 Maret 2018. Berkomitmen untuk mengejar nilai baru melalui inovasi di seluruh lini divisi, perusahaan menggunakan teknologi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan dunia yang lebih baik bagi pelanggannya. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Panasonic: http://www.panasonic.com/global

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 9 comments… add one }
  • Agus September 28, 2018, 1:02 pm
  • Junior September 28, 2018, 7:32 am

    Halo koh.
    Ada informasi katanya Zeiss jg keluarin kamera FF pertama?

  • bayu September 27, 2018, 3:03 pm

    Setyawan Aang: Yang om maksud “mereka harus mengejar ketertinggalan ekosistem lensa” itu siapa? panasonic , canon dan nikon?

  • Junior September 26, 2018, 1:21 pm

    Terimakasih informasinya koh.
    Semoga persaingannya buat inovasi teknologi fotografi berkembang cepat dan harga kamera sebelumnya menurun. Hehe..

  • Va September 26, 2018, 8:26 am

    Awal 2018, Sony masih jadi satu2nya pemain mirrorless full frame di segmen-nya (Leica bukan competitornya karena ada jauh di atasnya). Awal 2019, langsung kedatangan 3 lawan sekaligus, Nikon, Canon, dan Panasonic…… Hehehehe
    Tapi pendapat saya, saat ini Sony masih unggul, diuntungkan waktu pengembangan dari sisi teknologi dan kelengkapan lensa-nya selama ini (saat yang lain belum main di segmen Full Frame Mirrorless)

    • Enche Tjin September 26, 2018, 12:15 pm

      Ya ini seperti konsolidasi pemain2 kecil supaya bisa bersaing dengan cepat dengan Sony yg 5 tahun lebih duluan, dibantu Zeiss dan Tamron.

    • Setyawan Aang September 26, 2018, 11:00 pm

      Mereka memang harus mengejar ketertinggalan ekosistem lensa2 mereka (tertinggal dari sony) namun bila dari sisi teknologi Panasonic sama sekali tidak kalah dengan Sony. Kita ketahui bersama Panasonic dan Olympus adalah pioner mirrorless. Mereka berdua itulah paling ekspert dalam menguasai teknologi mirrorless. Banyak teknologi yang dikembangkan selama mereka bermain disektor mirrorless, yang akhirnya diterapkan juga oleh mirrorless lainnya. (seperti IBIS dgn 5 axis stabilization yg pertama kali di kembangkan oleh olympus, sync image stabilization (body dan optical juga oleh olympus) hingga 6stop, pixel shift pada kamera mirrorless (olympus), DFD untuk autofocus dll) Sudah sejak lama Olympus dan Panasonic disarankan bermain di full frame namun tak bergeming. Baru saat Nikon dan Canon memasuki ceruk mirrorless full frame kali ini, Panasonic pun akhirnya bergeming. Kita tunggu Olympus apakah juga bergeming. Namun Olympus sejak dahulu (awal memasuki teknologi digital) tidak pernah menggunakan format fullframe ( langsung menggunakan 4/3 format pada awal era digital). Memang olympus dikenal sangat (terlalu) idealis dalam mengembangkan, mengenalkan dan memasarkan konsep kameranya (dari4/3 era dslr hingga m43 era mirrorless), meskipun tidak populer di pasaran.

      • bayu September 27, 2018, 3:04 pm

        Setyawan Aang: Yang om maksud “mereka harus mengejar ketertinggalan ekosistem lensa” itu siapa? panasonic , canon dan nikon?

  • Rahman September 25, 2018, 9:31 pm

    Mantap… Persaingan Fullframe makin banyak. Canon & Nikon yang baru rilis FF Mirrorless spertiny dapat tantangan baru selain menggoyahkan Sony, mengingat Teknologi yg dimiliki panasonic perkembangannya sangat baik, ditambah L Mount + kerjasama Sigma. Sementara utk lini Apsc canon dan nikon perkembangannya lambat menemui saingan dgn Fujifilm yg makin gencar. Apalagi Canon yg harus membagi konsentrasi R Mount dan M Mount (atau mungkin M Mount bakal jalan ditempat).. hehehehe

Leave a Comment