≡ Menu

Tips memotret Milky way untuk pemula

Kalau Anda belum pernah memotret Milky Way (galaksi Bima Sakti) sebelumnya, dan Anda akan melakukan perjalanan jauh untuk hunting foto Milky Way tidak ada salahnya jika menyimak dahulu langkah-langkah persiapan untuk memotret supaya hasilnya lebih maksimal.

 

Data teknis foto diatas :  kiri: Candi Muara Takus, Riau, Indonesia, 16mm f/1.4 25s ISO 2000. kanan: Church of Good Shepherd, Tekapo, South Island, New Zealand – 16mm f/2 25s ISO 2000

1. Peralatan

Kamera dengan kualitas noise yang cukup baik
Untuk mendapatkan kualitas foto Milky Way yang baik, diperlukan kamera dengan kemampuan untuk memotret dengan ISO tinggi dan masih mendapatkan hasil bagus. ISO yang saya pakai biasanya sampai 2000.

Lensa Lebar

Posisi ketinggian milkyway berubah-rubah dan juga panjang, sehingga lensa lebar sangat diperlukan untuk mendapatkan foto Milky Way yang cukup komplit untuk dikatakan foto Milky Way tersebut dikategorikan baik.

Bukaan besar
Lensa dengan bukaan besar diperlukan agar waktu yang diperlukan tidak terlalu lama juga sudah mendapatkan hasil yang cukup terang.

Usahakan shutter time dibawah 25 detik, atau hasil foto akan nampak star trail (bintang bergerak)
Saya pribadi mengunakan kamera bersensor APS-C (Sony A6500) dengan lensa SIGMA 16mm f1.4 untuk memotret Milky Way yang saya tampilkan di artikel ini.

Tripod kokoh
Tripod yang kokoh yang disertai dengan pengait untuk pemberat sangat dianjurkan untuk kegiatan foto outdoor (kendala angin kuat). Tripod sangat penting karena memotret Milky Way diperlukan shutter time yang panjang s/d 25s, sehingga kamera tidak boleh bergetar selama sesi pemotretan tersebut.

Senter
Untuk menuju dan bekerja dalam area yang gelap diperlukan senter untuk memudahkan perakitan/pemasangan peralatan. Atau juga bisa memakai handphone yang mempunyai fitur senter.

2. Lokasi

Rencanakan dimana Anda akan hunting milkyway dengan memastikan bahwa lokasi tersebut merupakah daerah dengan polusi cahaya yang rendah. Saya memanfaatkan situs Darksitefinder untuk menemukan lokasi memotret.

Tips: Carilah lokasi dengan objek foreground yang menarik, supaya foto Milky Way tidak terasa datar-datar saja atau kurang menarik. Contoh: bangunan, pohon, dsb.

3. Rencanakan waktu yang tepat

Saya menggunakan apps Photopills untuk merencanakan hunting saya. Saya nilai Photopills merupakan aplikasi yang lengkap dan sangat bagus untuk photographer.

Dengan Photopills, saya dapat mengetahui kapan Milky Way akan nampak terang secara visual, pada arah dimana dan juga derajat ketinggian Galactic Core Milkyway. Biasanya Milkyway paling terang pada bulan baru (kebalikan dari bulan purnama) dan dapat ditoleransikan plus minus 4 hari.

Yang saya lakukan, saya mengambil rentang waktu 4 hari sebelum dan sesudah bulan baru. Kemudian menunggu di hari mana dengan cuaca paling bagus tanpa awan. Hal ini saya lakukan agar kita tidak melakukan hunting sia-sia, karena di kita hanya bisa mendapatkan daerah dengan polusi cahaya rendah dengan harus keluar jauh dari kota.

4. Setting kamera

– Setting Mode Manual termasuk Fokus manual
– Setting format foto ke RAW, untuk memudahkan pengeditan (post processing)
– Setting AWB (auto white balance) pada tipe yang anda suka, (tapi akan bisa diedit nantinya)
– Setting fokus lensa pada infinity, ada lensa yang sudah ada tanda infinity, ada yang harus distel

5. Memotret Milkyway

Langkah pertama: Foto percobaan (untuk menghemat waktu)
1. set ke ISO tinggi seperti 5000
2. Shutter speed 5s-10s

Langkah kedua: Setelah foto percobaan dinilai bagus dalam hal pencahayaan, komposisi, dsb, maka set kamera dengan:
1. ISO 2000 (atau lebih disesuaikan dengan kemampuan kamera masing-masing)
2. Shutter speed 20-25s
3. Bila perlu lakukan pencahayaan pada objek dengan senter atau sejenisnya.

Ayok praktikkan dan bisa jadi Anda akan terkagum-kagum dengan hasil karya sendiri.

{ 2 comments… add one }
  • Indra September 24, 2018, 12:42 pm

    Candi Muara takus bukan di Sumatera Selatan, tp di Riau. Check lg deh…

Leave a Comment