≡ Menu

Tren Photokina 2018 : Kamera mirrorless Full Frame

Dua tahun yang lalu di Photokina 2016, hanya Sony dan Leica yang memiliki mirrorless full frame. Tapi di tahun 2018 ini, hampir semua produsen kamera telah memiliki atau mengumumkan pengembangan kamera full frame. Semua produsen mengembangkan kamera jenis ini tentunya bukan semata-mata iseng saja, atau ikut-ikutan, tapi memang sudah melakukan survei terhadap pengguna fotografi dan tren pasar. Dan hasil survei ternyata menunjukkan bahwa pasar mirrorless full frame semakin diminati dan berkembang.

Sebelum dan saat di Photokina tahun ini, beberapa sistem yang telah diumumkan antara lain:

Di Photokina 2018, saya melihat antusiasme pengunjung sangat tinggi terhadap kamera mirrorless full frame ini, antrian penuh di booth Canon untuk mencoba, sehingga saya berulangkali mengurungkan niat mencobanya. Di booth Nikon, Nikon Z6 dan Z7 juga dikerubutin pengunjung, tapi saya sempat mencobanya. Ukurannya lebih kecil daripada yang saya bayangkan, hanya sedikit lebih besar dari seri Sony A7, tapi genggamannya dan letak tombol-tombolnya terasa lebih mantap. Autofokus untuk subjek tidak bergerak juga cepat.

Kamera Panasonic yang mengunakan L-mount belum siap, jadi prototype/dummy-nya hanya dipajang. Beberapa media dan tamu VIP boleh memegangnya, tapi dari yang saya baca, kameranya belum bisa dihidupkan. Dari desain Panasonic S1, saya lihat ergonominya enak digunakan tapi ukurannya cukup besar. Lensa-lensanya juga tidak kalah besar dengan lensa-lensa Leica SL. Tapi sepertinya lebih ringan karena bahan Leica SL dari alumunium.

Sony tidak mengumumkan mirrorless baru kali ini. Sony A7S III yang spesialisasi untuk video ini masih dalam pengembangan. Dan biasanya Sony sukanya mengumumkan kamera justru saat tidak di pameran besar seperti ini. Mungkin untuk memaksimalkan exposure media.

Dengan bergabungnya Canon, Nikon, Sony, Panasonic, Leica dan Sigma di kamera mirrorless berarti:

  1. DSLR sudah tidak ada masa depannya lagi
  2. Tinggal Olympus dan Fujifilm dan Pentax Ricoh yang belum membuat mirrorless full frame

Dari ketiga perusahaan itu, yang bisa bertahan dan berkembang yaitu Fuji, karena sistem lensa APS-C nya bisa dibilang lengkap untuk berbagai kebutuhan amatir atau profesional. Juga ada sistem Fuji GFX yang medium format untuk fotografer high-end. Sedangkan Olympus terperangkap dalam satu sistem saja, four thirds, menurut saya akan semakin mengecil. Sedangkan Pentax Ricoh sudah dibilang hampir mati suri karena tidak punya produk baru yang menarik penggemar fotografi pada umumnya.

Saya melihat pengaruh Photokina sebagai ajang untuk memamerkan teknologi kamera terbaru kali ini sudah agak kurang, karena Canon dan Nikon sebelumnya sudah mengumumkan kameranya, selain itu juga sudah memamerkan kameranya di tiap negara, jadinya sudah gak surprise lagi. Yang cukup mengejutkan hanya Panasonic, Leica dan Sigma, yang baru bocor 2-3 hari terakhir sebelum Photokina, tapi konsorsium ini cukup kecil market share-nya dan kamera Panasonic S1 dan S1R baru akan siap bulan Maret 2019 mendatang.

Apakah full frame mirrorless segalanya?

Mengapa semua produsen kamera membuat kamera mirrorless full frame? Tentu banyak pertimbangan mereka, tapi memang kamera full frame mirrorless sangat diminati beberapa tahun terakhir ini karena dengan mirrorless, kamera bisa dibuat lebih ringkas dan ringan dari sebelumnya.

Karena kepeloporan Sony yang membuat kamera full frame mirrorless ringan dan terjangkau dalam bentuk Sony A7, penghobi fotografi banyak yang pindah dari DSLR ke mirrorless, dalam waktu yang sama, pasar kamera bersensor lebih kecil seperti APS-C, micro four thirds makin menciut suka gak suka karena kamera ponsel canggih seperti Huawei P20 Pro kini sudah makin bagus meski belum setara 100%.

oleh Erwin Putts

Citra full frame juga bagus, format yang berasal dari jaman film dan ditemukan oleh Insinyur Leica Oscar Barnack lebih dari 100 tahun yang lalu ini memang fleksibel, artinya cukup besar untuk menangkap banyak cahaya sehingga ideal dipakai dikondisi gelap atau memungkinkan resolusi yang tinggi (40-50MP) dan juga ukuran kamera dan lensanya tidak terlalu besar, alias masih bisa di-handle oleh fotografer segala usia dan gender.

Apakah kita semua perlu full frame mirrorless untuk membuat foto dan video yang bagus dan profesional? Tentunya jawabannya tergantung bagaimana kondisi pemotretan dan ekspektasi hasil fotonya. Tapi buat penghobi atau profesional pada umumnya, kamera bersensor APS-C seperti Fuji X-T3 atau micro four thirds seperti Panasonic G9 sebenarnya cukup baik untuk berbagai jenis fotografi. Sistem kamera yang mengunakan sensor lebih kecil dari full frame punya kelebihan di ukuran kamera dan lensa, dan juga harga.

Apakah fullframe mirrorless ini bisa membantu produsen kamera meningkatkan jumlah peminat kamera digital? Saya rasa tidak, tapi tentu dengan full frame mirroless ini bisa mendatangkan pendapatan yang lebih banyak dalam jangka waktu pendek. Secara inovasi saya kira tidak banyak dibandingkan kamera DSLR. Artinya mau motret apa saja, 90% kamera DSLR juga bisa mengerjakan tugas dengan baik.

Bagaimana dengan keempat sistem mirrorless full frame tersebut? Mana yang akan lebih menonjol?

Sony telah dibiarkan berkembang selama 5 tahun lebih, dan saat ini sudah memiliki 26 lensa full frame, dan ini belum ditambah dengan Zeiss (Batis & Loxia), serta Tamron.

Canon dan Nikon relatif baru, jadi masih harus mengandalkan adapter dan lensa DSLR mereka yang jumlahnya 60-an. Tidak jelek juga, tapi tidak optimal seratus persen (terutama autofokus dan ergonomi).

Yang paling perlu ngebut bikin lensa adalah konsorsium baru Leica-Panasonic dan Sigma. Leica sudah punya modal 6 lensa SL tahun ini, tapi harga dan ketersediaannya terbatas. Panasonic sudah umumkan tiga lensa, masih akan nambah tujuh lagi tahun depan. Sedangkan Sigma sepertinya akan mengadaptasikan 14 lensa Art Series-nya yang sudah ada ke Leica L-mount.

Karena ketertinggalan jumlah lensa & aksesoris, saya pikir konsorsium Leica harus benar-benar mengeluarkan sesuatu yang inovatif dalam kamera dan lensa barunya baru bisa menarik perhatian yang lain untuk bersedia membeli sistem kamera ini.

Sony A7III, kamera fullframe dibawah 30 juta ini sepertinya akan terus laris sepanjang tahun ini dan tahun depan

Kesimpulannya, Sony tetap akan memimpin pasar kamera mirrorless full frame setidaknya sampai 2020. Tapi kedepannya saya harap produsen kamera perlu mulai berpikir bagaimana membuat inovasi baru yang dapat membuat kamera dan lensa yang bagus tapi dengan harga yang tidak mahal sehingga bisa menarik lebih banyak penghobi fotografi baru di masa depan, karena sistem mirrorless full frame ini harganya tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat pada umumnya.


Yuk ikuti kursus dasar fotografi dan trip fotografi. Jadwal acaranya bisa dibaca di halaman ini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 19 comments… add one }
  • Idris Nur Shaleh October 18, 2018, 10:38 am

    Adakan tanda-tanda bahwa Nikon akan mengeluarkan mirrorless DX nya?

  • jay ahmad October 9, 2018, 10:25 pm

    Naksir Z series. tpi masih (trlalu) mahal. smoga kedepan ada yg versi APS-C, dgn harga yg seimbang.
    …dilema keterbatasan budget. hik…hik…hik….

  • Verry Susanto October 8, 2018, 11:28 am

    Om Enche

    dengan berkembangnya Mirrorless begitu pesat, apakah produsen Canon, Nikon, dll akan menghentikan produksi kamera DSLR?dan apabila iya, bagaimana ya nasib user yang koleksi lensa AF-D / lensa jadul lain yang sudah lengkap, dimana working well di DSLR Nikon, namun di mirrorless tidak bisa dipakai?

    mohon pencerahannya om. terimakasih

    • Enche Tjin October 10, 2018, 7:59 pm

      Konsumen dan penjualan kamera dslr worldwide saat ini masih banyak dan lebih dari kamera mirrorless jadi dalam waktu dekat masih banyak diproduksi. Meski nanti sudah tidak populer katakanlah 10-15 tahun lagi, bakal ada aja kamera dslr yg diproduksi, sama seperti kamera film. Tapi mungkin harga agak tinggi dan ketersediaan terbatas.

  • Dadan October 6, 2018, 5:32 pm

    Agak melenceng dri topik bahasan ini om, sy lg nyari kamera buat bikin video youtube, budget 7jtaan. Kira2 apa ya om?
    Klo sony a6000 bagus ga buat bkin video

    • Enche Tjin October 7, 2018, 2:42 am

      Sony A6000 oke tapi terkenalnya lebih ke foto terutama action dan street, kalau yang buat videonya mantap Panasonic G7.

  • Alvin October 2, 2018, 12:57 pm

    Dengan munculnya fullframe panasonic sepertinya tinggal nunggu waktu saja kamera dengan sensor kecil seperti mft akan hilang seiring waktu

  • riez October 1, 2018, 8:41 pm

    Sayang sekali tidak ada kamera APSC atw m43 baru yg dipamerkan, padahal esensi mirorrless itu small and lightweight.. Kalo FF kan lensanya tetep besar2..
    Sepertinya paradigma crop sensor lebih inferior masih terasa.. Padahal sensor crop sekarang sudah sangat baik DR dan low lightnya.

    • Enche Tjin October 1, 2018, 9:27 pm

      Sebenarnya ada, Fuji XT3 tergolong baru dan lensa Panasonic 10-25mm f1.7 untuk m43 menarik untuk foto dan video lowlight. Tapi terbenam tahun ini. Yg paling miris Olympus, gak ada pengumuman apa2. Seharusnya coba kembangkan kamera dan lensa2 mungil berkualitas tinggi 🙂 jangan fokus ke buat pro saja. Krn sebagian besar pro move on ke fullframe, kecuali untuk video Panasonic GH5 sangat laris.

      • riez October 1, 2018, 10:08 pm

        Ah ya.. I miss it.. Ada Fuji XT-3,
        Dan ada info juga Lensa Ef-M 32mm f1.4.. Apakah ada kabar koh di sana?

        • Enche Tjin October 1, 2018, 11:07 pm

          Mestinya ada tapi krn booth Canon ramai sekali krn kamera sejuta umat jadi saya belum sempat coba hehee

          • riez October 1, 2018, 11:33 pm

            Baiklah haha.. Di tunggu info terbarunya koh

    • Setyawan Aang October 2, 2018, 2:08 pm

      Enche Tjin: Olympus beberapa bulan yang lalu sudah mengatakan awal tahun depan (January 2019, bertepatan dengan 100 tahun Olympus), akan mengumumkan sebuah kamera mirorrless canggih baru mereka yang mereka klaim jauh melampaui kamera flagsihip mirrorless mereka saat ini ( kamera tsb bukan suksesor OMD EM1 mk2 namun kelasnya berada diatasnya). Semula spekulasi banyak orang olympus akan meluncurkan full frame, namun di Photokina kali ini mereka telah mengatakan bahwa kamera mirrorless canggih tsb, tetap beformat m43. Terbukti sudah Olympus tetap tak bergeming dengn trend mirrorless full frame saat ini. Mereka kedepannya juga akan banyak meluncurkan lensa2 tele.

      • Enche Tjin October 3, 2018, 1:34 am

        Ya kayaknya tahun depan Olympus baru beraksi. Mudah2an gak cuma 1, tapi beberapa 🙂

        • Setyawan Aang October 3, 2018, 6:21 pm

          Kalau gak salah Januari hanya pengumuman kamera baru yg kelasnya diatas omd em1 mk2. Kalau pengumuman lengkap nya baru di photokina mei 2019

  • fajar saputro October 1, 2018, 8:01 pm

    Dengan kondisi seperti ini, apakah akan ada penurunan harga pada kamera dslr full frame.?

    • Enche Tjin October 1, 2018, 9:29 pm

      Saya ragu, karena dslr lebih sulit dibuat dan partnya banyak. Seiring volume mengecil harga akan naik. Kalau bekas sepertinya akan murah krn banyak yang mau ganti mirrorless.

  • made October 1, 2018, 2:30 pm

    Untuk Canon, pengembangan Mirrorless APSC sepertinya jalan di tempat. EOS M5 dkk sepertinya menjadi “anak tiri” dari para insinyur Canon. Tapi mungkin wajar saja karena kalo mereka mengembangkan EOS M lebih jauh, dibutuhkan biaya tinggi buat melengkapi asesorisnya terutama lensa M mount. Jadi impian memiliki mirrorless yang canggih bertabur lensa berkualitas dengan harga terjangkau sepertinya makin jauh. hik..hik.. Fotografi memang kadang terasa mahal..

    • Enche Tjin October 1, 2018, 6:13 pm

      Eos M akan jadi sistem kamera amatir saja, seleksi lensa2nya akan lebih ditujukan ke masalah praktis dan ringan, bukan kualitas profesional. Jadi bagi yang ingin lebih serius kedepannya memang didorong ke mirrorless fullframe atau dslr fullframe.

Leave a Comment