≡ Menu

Fuji GFX 50R Review : Portrait & trip Kamboja

Fuji GFX50 R adalah kamera digital mirrorless bersensor medium format yang memiliki resolusi 50MP. Kamera ini bersensor medium format, dan merupakan kamera medium format Fuji yang kedua setelah GFX 50S yang diluncurkan dua tahun sebelumnya (2016). Fuji GFX 50R memiliki desain bergaya rangefinder yang bentuknya kotak persegi panjang sedangkan GFX50S desainnya bergaya kamera DSLR. Dibandingkan dengan pendahulunya, kamera baru ini memiliki body yang lebih compact ringan.

Desain dan antarmuka

Desain GFX50R mirip dengan Fuji X-Pro 2 dan X-E3, dengan ciri memiliki roda kendali (dial) shutter speed, dan kompensasi eksposur di bagian atas kamera. Di bagian belakang kamera, terdapat joystick 8 arah dan beberapa tombol fungsi.

Casing kamera ini berbahan magnesium alloy, dan roda dial kamera terbuat dari alumunium. Saat memegangnya, kamera ini terasa jauh lebih ringan dari penampilannya, tapi ada kesan kurang kokoh, tapi Fuji mengklaim bahwa kamera ini memiliki segel yang kuat sehingga tahan air dan cuaca dingin sampai dengan -10 derajat Celcius. Meskipun ukuran kameranya besar, ukuran tombol-tombol kamera hanya sedikit lebih besar dari tombol-tombol di kamera Fuji seri X, sehingga proporsinya sepertinya terasa agak kecil, mungkin seharusnya lebih besar juga mengikuti ukuran kameranya.

Perbandingan ukuran antara GFX50R dengan Fujifilm XE-3. Keduanya mengikuti pola desain rangefinder yang cukup simple

Dibandingkan kamera Fuji X-H1, GFX50R tidak terlihat terlalu besar

Dibandingkan GFX50S, GFX50R lebih langsing body-nya, tapi GFX50S punya grip yang lebih besar, lebih mantap saat mengunakan lensa panjang.

Pegangan (grip) untuk kamera ini agak kecil, tidak seperti pegangan di GFX 50S atau X-H1 yang besar, tapi saat memotret, saya tidak menemukan masalah saat dipasang dengan lensa-lensa yang tidak terlalu besar seperti 45mm f/2.8 dan 63mm f/2.8.

Bagi yang biasa mengunakan sistem kamera full frame, GFX50 memiliki crop factor 0.79x. Jadi untuk menemukan lensa dengan jarak fokal dan sudut pandang yang sama, kita perlu mengalikan 0.8 ke jarak fokal lensa Fuji G, contohnya, Fuji 63mm f/2.8 yang banyak saya gunakan untuk review ini memiliki sudut pandang yang sama dengan lensa 50mm di full frame. Sedangkan 45mm mirip 35mm. Kedua lensa ini memiliki ukuran yang tidak terlalu besar dan berat, masih cocok digunakan untuk kamera GFX50R ini.

Kualitas gambar

Kamera bersensor medium format memberikan kualitas gambar yang berbeda dengan kamera bersensor lebih kecil seperti kamera bersensor APS-C atau full frame. Detail yang ditangkap lebih banyak dan tajam, dengan transisi bagian fokus dan tidak fokus yang mulus dengan falloff yang cepat. Meski memotret dengan lensa bukaan f/2.8, hasil yang didapatkan sangat tajam dan bagian yang tidak fokus blur, seperti mengunakan lensa f/1.4 di seri Fuji X. Bedanya, resolusi dan ketajaman gambar hasil GFX50R jauh lebih tinggi.

Fuji GFX50R, ISO 100, f/2.8, 1/1100, 63mm – Model: Yessy

Crop dari foto diatas

ISO 100, 1/1000, f/2.8, 45mm

Sensor medium format berbeda dengan APS-C, dimana aspect ratio kamera ini 4:3, tidak sama dengan seri Fuji X yang 3:2. Gambar sedikit lebih bujur sangkar, tapi memiliki fleksibilitas lebih, karena jika ingin mengunakan aspek rasio 1:1, bagian yang terpotong tidak terlalu besar. 1:1 menyisakan 38 MP, tergolong masih cukup tinggi untuk standar profesional saat ini.

Di kondisi cahaya gelap, setting ISO tinggi seperti 1600, 3200 gambar masih terlihat masih bersih dari noise. Diatas itu, kualitas gambar sudah menurun karena hilangnya detail dan berkurangnya ketajaman foto.

ISO 8000, f/3.2, 1/60, 63mm

ISO 8000, f/2.8, f/160, 63mm

Dari seri Fuji X, kamera Fuji selalu terkenal dengan Film simulation-nya, yang memproses gambar supaya warna dan tonalnya menyerupai kamera film. Dalam praktiknya, mengunakan mengubah film simulation cukup menyenangkan. Kuncinya adalah menemukan film simulation yang pas dengan subjek yang difoto.

ISO 800, f/4.0, 1/250, 63mm, Classic Chrome

Crop dari foto diatas

ISO 800, f/4.0, 1/250, 63mm, Classic Chrome

Crop dari foto diatas

Kinerja

Kinerja kamera GFX 50R ini cukup cepat dan responsif. Saat dinyalakan kamera hanya membutuhkan waktu 1 detik sudah siap untuk memotret. Di kondisi cahaya yang cukup, kecepatan autofokus cukup baik, biasanya diantara 0.2-0.5 detik. Hanya di kondisi cahaya gelap atau kondisi kontras rendah, misalnya backlight, autofokus kamera akan menjadi sangat pelan dan sulit fokus.  Kecepatan foto berturut-turut sekitar 3 foto per detik, jadi kamera ini tidak cocok untuk subjek yang bergerak cepat seperti fotografi acara atau olahraga.

Kesimpulan

Fujifilm berhasil merancang kamera medium format yang compact dengan harga yang terjangkau. Kamera ini paling cocok digunakan untuk fotografer yang fokus utamanya untuk memotret portraiture, prewedding dan lifestyle. Kinerja kamera cukup baik untuk memotret subjek yang bergerak lambat, tapi tidak untuk olahraga atau liputan. Fashion photographer juga akan menyukai kamera ini terutama saat memotret di luar ruangan karena ukuran kamera yang ringkas dan relatif ringan sehingga memotret seharian tidak terlalu melelahkan.

Keunggulan Fuji GFX50R

  • Kualitas gambar sangat baik
  • Kualitas gambar cukup baik di ISO tinggi (1600 dan keatas)
  • Ringkas dan ringan untuk kelas medium format
  • Harga terjangkau untuk kelas medium format
  • Kinerja kamera cukup cepat dan responsif
  • Layar LCD resolusi tinggi dan bisa di putar ke atas (2 axis)
  • Kamera yang tahan air, cuaca buruk dan dingin

Kelemahan Fuji GFX 50R

  • Autofokus agak lambat di kondisi gelap/kontras rendah dan subjek bergerak
  • Kualitas casing kamera dan lensa terkesan tidak begitu kokoh
  • Sebagian besar tombol berukuran kecil
  • Fitur video terbatas ke 1080/30p tanpa headphone jack
  • Tidak ada stabilizer di body maupun di lensa

ISO 1600, f/4, 1/125, 45mm, Provia

Spesifikasi utama Fuji GFX 50R

  • 51.4 MP Medium format sensor
  • ISO 100-12.800 (dapat diperluas ke 50-102400)
  • Shutter: 1/16000 – 3600 detik
  • Flash sync speed 1/125 detik
  • Jendela bidik 3.69 juta titik
  • Layar LCD touchscreen 2.36 juta titik
  • Dimensi 161 x 97 x 66 mm
  • Berat 775 gram
  • Dual slot SD card

ISO 1600, f/2.8, 1/125, 63mm

ISO 100, f/2.8, 1/340, 63mm f/2.8 Acros

ISO 100, f/6.4, 1/2000, 63mm

ISO 250, f/8, 1/250, 45mm

Terima kasih kepada Fujifilm Indonesia yang telah meminjamkan kamera dan lensa Fuji GFX kepada kami untuk review.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 2 comments… add one }
  • Apris December 9, 2018, 5:58 pm

    review GOPRO HERO 7 Black donk.. gimana perbandingannya dengan kamera-kamera miroles dan kamera DLSR … tentu saja yang sekelasnya.. terimakasih.

    • Enche Tjin December 9, 2018, 10:03 pm

      Gopro hero 7 kelasnya di action cam, beda dong dengan DSLR, peruntukannya juga beda.

Leave a Comment