≡ Menu

Review Leica C-Lux : Pengalaman memotret dalam tour foto Kamboja

Leica C-Lux  (rilis 2018) adalah kamera compact superzoom (24-360mm) yang dibuat untuk travel dengan ukuran sensor yang lumayan besar yaitu jenis 1 inci. Saya berkesempatan mencoba kamera ini saat tour foto ke Kamboja awal Desember 2018 yang lalu. Ukuran kamera ini sekitar 11.3 x 6.7 x 4.6 cm, dan berat 340 gram. Bukan termasuk kamera yang mungil, tapi juga tidak memberatkan.  Selama trip foto, saya menyimpan kamera ini di kantong celana kargo saya. Saat melihat momen yang oke, langsung saya pakai.

Pengalaman saya dalam mengunakan C-Lux yang menyenangkan yaitu lensa zoomnya panjang dengan kualitas gambar yang baik. Coba bayangkan, untuk mendapatkan rentang telefoto ekuivalen 200-360mm dengan kamera mirrorless/DSLR kita harus membawa lensa telefoto yang panjang dan mungkin juga berat, dengan C-Lux yang compact ini, kita bisa menangkap momen lebih cepat waktu jalan-jalan jika melihat subjek yang jauh.

Saya juga mendapati stabilizernya cukup oke, jadi memotret dengan shutter speed yang agak lambat juga masih stabil, sehingga saya juga jadi lebih pede motret di berbagai kondisi, baik terang atau gelap tanpa tripod, asalkan subjek tidak bergerak cepat.

Yuk kita lihat gambar-gambar yang dibuat dengan kamera C-Lux ini:

Leica C-Lux, ISO 125, f/5.6, 1/1000, 35mm

Leica C-Lux, ISO 125, f/6.3, 1/1000, 250mm

Kedua gambar diatas ini saya  buat saat berada dalam perahu, dengan jarak yang tidak jauh berbeda. Dengan lensa zoom yang praktis, saya bisa menangkap sudut lebar sekaligus langsung detail dengan zoom, tanpa harus ganti lensa/kamera. Saat di atas perahu, Leica C-Lux sangat berguna sekali, lensa-lensa yang rentang zoomnya pendek akan merepotkan karena posisi kita berubah-ubah dan pemandangan juga.

Foto kiri: ISO 125, f/6.4, 1/320 detik, ekuiv. 360mm, Foto kanan: ISO 125, f/5.6, 1/500, ekuiv. 70mm

Saat memotret seorang bhikkhu (monk) di Kamboja, saya perlu gerak cepat, karena bhikkhu ini siap-siap mau pergi mengajar, jadi saya ambil foto dengan latar belakang yang menunjukkan lokasi Bhikkhu (foto kiri), dan juga saya ambil close-up nya. Dengan fokal lensa 132mm (ekuiv. 360mm), meskipun bukaan maksimumnya f/6.4 tapi bagian yang tidak fokus di latar belakang akan menjadi blur/bokeh.

Foto kiri: ISO 125, f/6.4, 1/200, 300mm, Foto kanan: ISO 125mm, f/6.3, 1/80, 150mm

Tentu saja saya juga coba mode Monokrom-nya C-Lux, terutama yang HC (High Contrast). Meski tidak sebagus Leica CL atau Leica M Monokrom, tapi lumayan juga 🙂

ISO 125, f/8, 1/1000, 28mm

ISO 125, f/8, 1/200, 250mm

ISO 125, f/6.3, 1/25, 90mm

Lensa dengan bukaan f/3.3-6.3 yang termasuk sedang, tidak begitu cocok untuk penggiat fotografi di kondisi gelap. Dalam trip Kamboja ini saya coba motret di kondisi cahaya yang cukup gelap yaitu saat menonton tarian tradisional Kamboja. Disini saya coba dan cukup puas dengan hasilnya karena saya tadinya cukup skeptis dengan performa kamera ini. Bagi yang suka lensa yang bukaannya lebih besar, Leica juga punya V-Lux (Typ 114) yang lensanya 24-400mm dengan bukaan f/2.8-4, pernah saya bawa ke Tibet dan review juga, kameranya bagus tapi ukurannya jauh lebih besar dan tidak bisa dikantongi.

Kiri: ISO 1600, 28mm, f/3.5, 1/13, 28mm, kanan: ISO 1600, f/3.7, 1/13, 35mm

Kiri: ISO 3200, f/6.4, 1/125, 300mm, kanan: ISO 3200, f/6.4, 1/100, 360mm

ISO 6400, f/6.4, 1/30 detik, 360mm

Kiri: ISO 125, f/7.1, 1/80, 90mm, Kanan: ISO 125, f/7.1, 1/400, 135mm

Foto-foto patung diatas biasanya membutuhkan lensa 70-200mm yang biasanya 700 g-1.5 kg beratnya, tapi dengan C-Lux yang ringan cukup 🙂

Foto di Kamboja belum lengkap tanpa motret Angkor Wat, ISO 125, f/8, 1/10000, 135mm

ISO 125, f/7.1, 1/160, 250mm

Rekomendasi: Leica C-Lux cocok bagi penghobi fotografi dan juga traveler yang suka memotret kapan saja, terutama subjek yang jauh, tapi tidak ingin membawa lensa telefoto yang panjang dan memberatkan. Bagi yang perfeksionis dan suka zoom-zoom di software pengolah gambar sampai 100% dan memeriksa pixel satu per satu, kamera ini mungkin kurang pas, tapi dengan teknik fotografi yang baik, hasil fotonya bisa bagus sekali dan kita juga bisa lebih have fun saat traveling terutama kalau banyak jalan atau mendaki.

Kelebihan Leica C-Lux

  • Rentang zoom yang luas, dari lebar 24mm sampai telefoto 360mm
  • Kualitas gambar yang baik
  • Ukuran yang relatif compact
  • Stabilizer 5 axis yang bekerja dengan baik
  • Layar touchscreen memudahkan untuk memilih area fokus dan menu
  • Kinerja kamera baik
  • Desain yang menarik dan enak dipegang (Tidak mudah slip)

Kelemahan Leica C-Lux

  • Bukaan maksimum f/3.3-6.4 (sedang)
  • Kecepatan buka tutup kamera cukup lambat (2-3 detik)
  • Kinerja autofokus di kondisi sangat gelap/kontras gelap
  • Layar LCD tidak bisa diputar

Harga Leica C-Lux Rp Rp. 16.8 juta.

Promo: Trade in kamera compact (berfungsi baik) akan mendapatkan potongan harga Rp 3.8 juta. Bonus: SD card 16GB dan pelindung LCD. Totalnya hanya tambah Rp 13 juta saja.

Leica C-Lux tersedia dalam dua warna, midnight blue dan gold. Promo trade-in berlaku selama persediaan masih ada.

Hubungi kami jika berminat: 0858 1318 3069 via WA/telp, atau infofotografi@gmail.com

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment