‚Č° Menu

Review lensa Tamron 70-210mm f/4 VC USD

Kali ini meja redaksi kedatangan unit lensa telefoto zoom dari PT Halodata Indonesia yaitu Tamron 70-210mm f/4 Di VC USD untuk dicoba. Lensa yang benar-benar baru masih belum dibuka dari dusnya ini kami dapat yang versi Nikon, dan dalam semua pengujian yang dilakukan adalah memakai kamera Nikon D600. Dari segmentasinya, lensa ini termasuk lensa profesional seperti lensa 70-200mm lainnya, hanya saja bedanya lensa yang ini 10mm lebih panjang dari lensa 70-200mm lain. Umumnya kalau lensa 70-200mm biasanya ada dua versi, yang bukaan maksimal konstan f/2.8 dan yang f/4. Perbedaan keduanya akan terasa pada dimensi, berat dan harga dan sebagai trade-offnya lensa f/4 akan kehilangan cahaya 1 stop dibanding f/2.8. Lensa f/4 akan jadi solusi ekonomis bagi yang perlu lensa berkualitas, atau solusi travel-light bagi yang suka jalan-jalan.

Lensa Tamron 70-210mm f/4 ini termasuk lensa desain baru, dan kehadirannya bukan menggantikan lensa lama tapi melengkapi jajaran lini lensa tele profesional yang lebih dulu ada yaitu 70-200mm f/2.8 G2. Dengan menawarkan harga yang bersaing, kualitas optik yang tinggi, fitur penstabil getar VC dan motor fokus yang cepat, lensa Tamron 70-210mm f/4 ini punya harapan besar untuk bisa menggaet fotografer hobi hingga komersil, baik untuk travel, potret. liputan hingga keperluan fotografi lainnya. Bagi yang perlu jangkauan lebih, bisa juga memasangkan lensa ini dengan Teleconverter 1,4x yang membuat lensa ini menjadi setara dengan 100-300mm f/5.6.

Desain lensa yang panjangnya tidak sampai 18cm (bila tidak pasang hood) dan berat 850 gram ini tampak solid dengan eksterior bernuansa matte, yang jadi standar desain lensa Tamron modern dengan filosofi yang minimalis, namun tetap bisa diandalkan di segala cuaca dengan moisture resistant. Beberapa spesifikasi yang penting untuk diketahui diantaranya ada 9 bilah diafragma, diameter filter 67mm, fokus minimum 95cm dari sensor, dan VC-nya bisa hingga 4 stop. Bagi yang perlu data lebih teknis, bolehlah saya infokan kalau di dalam lensa ini ada 20 elemen dalam 14 grup, termasuk 3 elemen LD (low dispersion) dengan flourine coating di bagian depannya. Meski lensa yang saya dapat adalah untuk Nikon, tapi desain aperture di lensa ini sudah memakai sistem diafragma elektro-magnetik yang modern (seperti lensa Canon EOS).

Ukuran yang tidak sebesar lensa 70-200mm f/2.8 membuat lensa ini tetap nyaman digunakan oleh perempuan

Kesan pertama yang saya dapat dari mencoba lensa Tamron 70-210mm ini, pertama agak terkejut dengan bobotnya yang tidak seberat yang saya duga. Ini jadi kabar baik karena Nikon D600 sendiri juga sudah cukup berat, kalau lensanya juga berat maka total jadi semakin berat. Putaran zoom dan manual fokus terasa enak dan mantap, dan karena lensa ini menganut sistem desain inner zoom maka fisik lensa tidak akan memanjang saat kita main zoom. Ketajaman dan kontras yang dihasilkan termasuk sangat baik, meski di tele maksimum 210mm ketajaman masih termasuk amat baik, warna yang direproduksi juga nampak natural, bebas dari chromatic abberation (purple fringing) yang biasanya ditemui di keadaan kontras tinggi. Saya juga mencoba performa VC-nya dengan melakukan tes foto dengan shutter speed hingga 1/10 detik dan hasil fotonya tetap tajam, bahkan pernah 1/4 detik (memang ini ekstrim ya) hasilnya masih cukup tajam, seperti contoh perbandingan ini (diambil pada posisi fokal lensa 100mm) :

Plus minusnya lensa Tamron 70-210mm ini :

+ kualitas optik sejajar lensa pro lainnya

+ desain modern, moisture sealing

+ VC yang efektif

+ bisa fokus lebih dekat daripada kompetitor

+ harga kompetitif

(-) kinerja motor saat AF-C kurang segesit motor di lensa Tamron 70-200mm f/2.8 G2

(-) belum termasuk tripod collar / beli terpisah

Sebagai kesimpulan, Tamron berhasil mengisi celah lensa tele zoom profesional yang punya kualitas tinggi, dimensi yang ringkas dan harga yang bersahabat. Lensa 70-210mm f/4 ini bisa memberi jangkauan yang cukup untuk tele, bukaan maksimal f/4 yang konstan di sepanjang fokal lensa, stabilibisasi VC yang mengesankan, meski kinerja fokus kontinu saat mode AF-C untuk mengikuti benda bergerak memang tidak segesit lensa lain seperti Tamron 70-200mm f/2.8 misalnya. Disarankan untuk mereka yang penghobi foto, penyuka travel dan penggemar foto potret hingga liputan, kurang disarankan untuk pewarta olah raga yang sering memotret aksi cepat.

Beberapa contoh hasil foto yang saya ambil dengan lensa Tamron 70-210mm VC :

Detail dan ketajaman yang oke

Tonal warna yang dihasilkan lensa ini termasuk oke

Bokeh circular yang dihasilkan 9 blade aperture

Kontras, warna dan ketajaman yang pas di mata saya

Mencoba performa AF-C untuk subyek bergerak

Fokal telefoto memberi efek kompresi pada dimensi

Mencoba stabilisasi VC dengan shutter 1/10 detik dan tetap tajam (FL 70mm)

Dengan lampu studio

Terima kasih kepada PT Halodata Indonesia yang telah meminjamkan lensa Tamron 70-210mm f/4 ini kepada kami untuk dicoba.


Lensa ini bisa didapatkan di toko-toko kamera terdekat, atau hubungi 0858 1318 3069 untuk memesan melalui Infofotografi. Terima kasih.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 2 comments… add one }
  • Jr December 24, 2018, 3:05 pm

    Wah mantap review lensanya.
    Bisa ngak Koh Enche dipasang di sony full frame?
    Thanks

Leave a Comment