≡ Menu

Review Canon EF-M 32mm f/1.4 : Lensa fix standar untuk kamera mirrorless

Beberapa tahun belakangan ini, pengguna kamera mirrorless Canon EOS M yang menyukai lensa fix atau lensa berbukaan besar harus puas dengan satu-satunya lensa fix yaitu Canon EOS M 22mm f/2 (ekuivalen 35mm). Lensa 22mm ini bagus, ukurannya mini, tapi pengguna kamera Canon EOS M tentunya ingin lebih banyak variasi.

Akhir tahun 2018 yang lalu akhirnya Canon merilis lensa EF-S 32mm f/1.4, yang jika dikalikan dengan crop factor, menjadi ekuivalen dengan 51.2mm di format full frame. Jarak fokal 50mm di format full frame merupakan jarak fokal yang populer karena cukup fleksibel untuk berbagai jenis fotografi, dan lensa fix memiliki kemampuan membuat latar belakang yang tidak fokus menjadi blur “bokeh” karena bukaan maksimum yang besar.

Desain

Lensa 32mm f/1.4 STM ini casingnya terbuat dari logam dan bagian dalamnya dari plastik, lebih baik daripada lensa DSLR pemula pada umumnya. Ukurannya relatif kecil, cocok untuk kamera mirrorless EOS M dengan tekstur barrel diamond yang berguna untuk manual fokus.

Tidak terdapat tuas auto fokus atau manual fokus, karena fungsi ini diatur dari kamera. Tapi ada satu tuas pembatas jarak fokus. Kita bisa memilih antara full, dimana kamera bisa mencari fokus dari jarak 23mm sampai tak terhingga, atau bisa dibatasi dari 50mm ke tak terhingga. Tujuan pembatasan fokus ini supaya autofokus bisa lebih cepat saat subjek memotret subjek dengan jarak yang tidak terlalu dekat (50 cm atau lebih jauh).

Kinerja

Seperti lensa EOS M lainnya, lensa ini dilengkapi dengan motor fokus yang disebut Stepper Motor (STM), teknologi ini memungkinkan autofokus yang mulus dan suaranya lebih senyap daripada lensa dengan motor fokus USM atau DC, maka itu lensa ini lebih cocok untuk foto ditempat yang hening atau untuk merekam video.

Dalam pengujian, kecepatan autofocus untuk jarak dekat agak sedikit lambat, tapi akurat, sekitar 0.3-0.5 detik, sedangkan untuk subjek berjarak 50 cm atau lebih sangat cepat, kurang lebih 0.1-0.2 detik.

Lensa ini juga mendukung fungsi AF+MF. Artinya setelah kamera mengunci fokus, fotografer bisa memutar barrel lensa langsung untuk manual fokus. Fungsi ini berguna untuk memotret subjek berukuran kecil dari jarak dekat.

Foto ini dibuat dengan scene mode Food, kamera memilih 1/60, f/4, ISO 800. Kualitas latar belakang blur tetap bagus dengan bagian fokus yang tajam.

ISO 100, f/1.4,, 1/320 detik

ISO 100, f/2.8, 1/100

Kualitas gambar

Kualitas gambar dalam hal ketajaman sangat baik di berbagai setting bukaan, termasuk di bukaan terbesar (f/1.4). Relatif mudah juga memperoleh efek blur “bokeh” karena bukaan yang cukup besar dan kemampuan lensa untuk fokus dekat.

Saya menemukan sedikit Chromatic Abberation (penyimpangan warna yang ditandai dengan munculnya warna magenta/hijau) di kondisi pemotretan yang kontras/backlight, tapi tidak terlalu mengganggu, dan biasanya hanya muncul di bukaan terbesar (f/1.4).

Meski demikian saya tidak ragu mengunakan bukaan f/1.4 untuk berbagai keadaan karena ketajaman dan kontras cukup tinggi, tidak seperti lensa DSLR lama dimana kita harus menutup bukaan sekitar dua stop untuk mendapatkan ketajaman dan kontras yang bagus. Dengan mengunakan bukaan yang besar, kita juga tidak perlu menaikkan ISO yang terlalu tinggi di kondisi kurang cahaya.

ISO 160, f/1.4, 1/125 – Model: Keke

 

ISO 400, f/1.4, 1/125 – Model: Keke

 

Kesimpulan
Lensa Canon EF-M 32mm f/1.4 adalah lensa favorit saya dalam sistem mirrorless Canon M karena kualitas gambar yang dihasilkannya sangat baik, dan ukurannya kecil. Harga lensa ini mungkin relatif tinggi dibandingkan lensa Canon EOS M lainnya, tapi kualitas yang didapatkan juga sepadan bahkan lebih tinggi. Kegunaan lensa ini biasanya untuk foto orang/portrait setengah badan, dan karena bisa fokus cukup dekat, bisa juga foto detail atau subjek yang relatif kecil seperti bunga/tanaman, makanan. Lensa ini relatif baru dan punya elemen aspherical untuk ketajaman yang baik di bukaan terbesar. Bagi yang memiliki kamera Canon EOS M dan ingin lensa fix berkualitas tinggi, Lensa 32mm f/1.4 ini layak dimiliki.

Kelebihan

  • Ringan dan kecil
  • Casing logam
  • Kualitas gambar baik
  • Bisa fokus cukup dekat

Kekurangan

  • Tidak ada stabilizer di lensa
  • Kinerja autofokus terutama untuk subjek bergerak atau jarak dekat pelan
  • Kelengkapan tidak termasuk lens hood (Canon ES-60)
  • Sedikit CA di kondisi kontras tinggi

Spesifikasi

EF-M untuk Canon EOS M (APS-C) ekuivalen 51.2mm
Bukaan : f/1.4 – f/16
1 Elemen Aspherical
Super Spectra Coating
Motor autofokus STM (Stepper Motor)
14 Elemen dalam 8 kelompok
Rasio reproduksi 1:4
Jarak minimum fokus 3:2
Bilah diafragma 7 bilah
Berat: 235 g
Dimensi: 60.9 x 56.5mm
Filter thread 43mm

ISO 100, f/1.4, 1/40

 

ISO 100, f/5.6, 1/200

ISO 800, f/2, 1/60

ISO 1000, f/2.8, 1/125

ISO 100 f/5.6 1/80

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 5 comments… add one }
  • Arifrivaldi September 17, 2019, 7:46 am

    Ko mau nanya dong. Saya baru beli canon m50. Lalu saya punya lensa canon 50mm dslr. Nah saya pasang lensa itu dgn adapter merk commlite (adapter dan lensa sama2 baru) ke body canon m50 . Tapi waktu mau di jepret atau ditest manual dan auto fokua nya gk bisa sama sekali ko. Di jepret jg gk berfungsi. Itu knpa ya ko? Mhn pencerahan nya ko

  • Tiwi April 30, 2019, 10:26 am

    Ko mau tanya untuk lensa portrait mirrorless canon sebaiknya lensa yg mana? Selain lensa dslr 50mm with connector, sy coba lensa 22mm f2 kurang bokeh utk foto model dan portrait, trims

    • Enche Tjin May 3, 2019, 12:51 am

      Lensa yang diatas oke, Canon 32mm, contohnya di artikel ini juga ada. Selain itu lensa DSLR Canon seperti 85mm f/1.8 atau 85mm f/1.2 bagus

  • Anjar March 25, 2019, 9:04 am

    Coba tes speedboster Viltrox yang buat eos M dong koh, Apakah mempengaruhi kualitas gambar ?
    Terimakasih

Cancel reply

Leave a Comment