≡ Menu

Sistem kamera dan lensa DSLR Canon pemula yang lengkap dan ekonomis

Banyak orang yang semakin hobi fotografi, tapi di sisi lain harga kamera dan lensa terus naik. Bagaimana caranya memulai hobi foto tanpa banyak menguras dompet? Tulisan ini bertujuan mengenalkan sistem kamera yang lengkap tapi tetap ekonomis, dan tentunya kamera dan lensa yang dimaksud adalah DSLR. Mengapa? Karena DSLR yang sudah hadir sejak lama tentunya memiliki banyak pilihan lensa dari yang murah sampai mahal. Di era sekarang, DSLR bisa dibilang sudah matang secara evolusi teknologinya sehingga walau tipe terbawah pun sudah punya fitur yang lengkap, demikian juga dengan kualitas lensa-lensanya.

Di artikel kali ini saya coba susun semacam kompilasi gear yang bisa dimiliki oleh pemula dengan budget terbatas, namun tetap bisa diandalkan untuk berkreasi dan berkarya diantaranya adalah :

Bodi : Canon 1500D plus lensa kit 18-55mm.

Canon 1500D menjadi DSLR terbaru Canon dengan sensor 24 MP, meningkat dibanding sebelumnya 18 MP di 1300D. Harga kamera ini 6 juta sudah termasuk lensa kit EF-S 18-55mm IS. Dengan harga serendah ini, sudah didapat sebuah kamera fungsional, dengan sensor APS-C 24 MP, dengan jendela bidik optik dan tetap bisa live view serta rekam video. Memang sebagai lini terbawah dari jajaran DSLR Canon, 1500D ini tidak dilengkapi dengan  spesifikasi terlalu tinggi seperti hanya pakai 9 titik AF, hanya bisa 3 fps memotret kontinu dan tidak bisa layar sentuh. Tapi ya meski demikian kamera ini tetap bisa dimaksimalkan untuk berbagai kebutuhan fotografi dengan memasang bermacam lensa, dan lampu kilat serta aksesori lain seperti tripod dan filter.

Lensa telefoto EF-S 55-250mm IS STM

Lensa ini menjadi pelengkap dari lensa kit, fokal lensanya tepat melanjutkan dari ujung lensa kit di 55mm dan berakhir cukup panjang di 250mm yang tentunya berguna untuk memotret sesuatu yang jauh. Lensa ini adalah lensa generasi ketiga dan kini sudah dilengkapi motor fokus STM yang senyap dan gesit. Harga lensa ini 3 jutaan, lebih mahal dari lensa 55-250mm versi lama  tapi kita dapat fitur STM dan peningkatan kualitas optik lensanya sehingga ketajaman yang didapat lebih tinggi. Sebuah lensa ekonomis yang dilengkapi fitur IS dan STM, dengan rentang zoom yang cukup jauh (55-250mm itu setara 85-400mm) dan kualitas termasuk sangat baik, memang layak dapat rekomendasi dari saya untuk dimasukkan dalam paket murah meriah ini.

Lensa lebar EF-S 10-18mm IS STM

Bila lensa kit dengan fokal terlebar 18mm dirasa masih kurang lebar untuk pemandangan dan interior, maka Canon punya lensa wide andalan EF-S 10-22mm IS. Namun lensa ini termasuk mahal dan membuat sebagian orang urung untuk membelinya. Dari situ Canon kembali merilis lensa lain yaitu EF-S 10-18mm IS STM yang dijual 3,5 jutaan saja dengan fokal ekuivalen 16-30mm dan bonus ada IS yang membantu saat shutter lambat. Rentang fokal lensa ini memang tidak terlalu besar yaitu maksimal di f/4.5-5.6 sehingga memang diperlukan bantuan IS di kala low light. Tapi dengan harga yang terjangkau, bukaan lensa yang relatif  kecil ini bisa dimaklumi. Intinya bagi yang perlu lensa untuk landscape atau interior yang sangat lebar, tersedia pilihan EF-S 10-22mm IS yang legendaris atau EF-S 10-18mm IS yang murah meriah.

Lensa fix EF-S 24mm f/2.8 STM

Lensa fix mungkin jaman sekarang terkesan kurang menarik, karena tidak bisa dizoom. Padahal ada beberapa kelebihan dari lensa fix seperti ketajaman yang lebih tinggi, bukaan lensa yang lebih besar dan ukurannya yang lebih kecil dari lensa zoom. Lensa EF-S 24mm STM ini menarik karena meski dia adalah lensa fix tapi tidak mengutamakan bukaan besar (dia hanya f/2.8 saja) tapi ukurannya super ringkas seperti sebuah lensa pancake. Harga lensa ini 2 juta saja dan fokalnya yang 24mm akan menjadi hampir 40mm akibat crop factor sensor.

Lensa fix EF 50mm f/1.8 STM

Inilah satu-satunya lensa EF yang saya masukkan ke daftar paket kamera dan lensa ekonomis. Mengapa? Karena meski termasuk ke dalam lensa EF tapi harganya sangat murah, dibawah 2 juta saja dan sudah memakai motor fokus STM (lensa 50mm f/1.8 era sebelumnya masih pakai motor fokus lama). Bila bokeh adalah sesuatu yang ingin didapat, maka lensa bukaan f/1.8 ini akan membantu mendapatkannya. Fokal 50mm disini tentu akan setara dengan 80mm karena crop factor sensor, jadi sudah termasuk kedalam lensa telefoto yang bisa dipakai untuk foto potret. Lensa ini juga tajam, ukurannya kecil dan ringan, serta motor fokus STM memudahkan saat merekam video atau live view. Kekurangan lensa ini adalah tidak dilengkapi dengan IS sehingga perlu lebih stabil saat memotret supaya hasilnya tidak goyang.

 

Tambahan : Flash Canon Speedlite 430EX III-RT

Untuk menambah kekuatan pencahayaan dari built-in flash, kita bisa menambahkan sebuah flash eksternal. Speedlite Canon 430EX III-RT adalah flash eksternal kelas menengah generasi ketiga yang kini ditambah fitur RT (Radio Transmission). Flash yang punya GN43 ini sudah dilengkapi fitur TTL dan Manual, bisa zoom dan tentunya mendukung HSS. Layar LCD-nya yang besar bisa menampilkan banyak informasi termasuk indikator jarak (dalam meter) yang membantu kita menentukan posisi relatif antara flash dan subyek. Secara fisik, flash 430EX ini punya ukuran yang lebih kecil dari flash lainnya (misalnya 600EX), namun banyak kemiripan misal bisa tilt-swivel (kepala flash bisa diputar), ada wide angle diffuser dan catch light panel di depan, pakai 4 baterai AA dan rentang zoom flash yang panjang. Fitur paling menarik di 430EX generasi ketiga ini tak dipungkiri adalah kemampuan wireless flash yang modern, menggunakan frekuensi radio yang lebih handal daripada transmisi infra merah (optical) seperti wireless lama.

Itulah daftar peralatan yang bisa dipertimbangkan saat ingin memiliki berbagai lensa tapi tetap ingin hemat dalam memilih. Tentunya banyak lensa lain yang lebih mahal, dengan kualitas optik lebih tinggi, seperti lensa L series dengan motor USM, yang desainnya tahan cuaca, lebih kokoh dan bukaan lensa  lebih besar. Tapi dengan sistem ekonomis ini pada dasarnya kita tetap bisa menikmati hobi fotografi hingga menjadikannya sebuah profesi, tanpa perlu menyiapkan modal awal yang terlalu tinggi.

Semua gear diatas sudah pernah saya coba dan pengalaman saya dalam memakai berbagai gear diatas beserta contoh fotonya akan saya tuliskan dalam artikel tersendiri.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di LinkedIn dan instagram.

{ 6 comments… add one }
  • Nono wahyono March 19, 2019, 5:21 pm

    Saya punya banyak koleksi lensa DSLR L-series canon dan N-series nikon. kalau pindah ke mirrorless cuma mengejar kepraktisan ukuran body doang sayang2 amat. Lagi pula lensa dslr maupun mirrorless klo yg kelas pro ukuran pisik dan bobotnya gak beda jauh jd semakin malas saja pindah ke mirrorless. Tetap mantap di dslr..

  • Mudzakir March 17, 2019, 7:42 pm

    Saya punya canon 700d pingin pakai lensa tamron 17-50mm f 2.8 vc apakah ada kenaikan kualitas gambar di bandingkan lensa kit? Atau lebih baik beli lensa 18-135 stm? Saya butuh lensa fleksibel seperti kit cuma pingin kenaikan kualitas gambar. Thx

    • Erwin Mulyadi March 18, 2019, 5:51 pm

      Jadi lebih mudah dipakai di low light, dan/atau bisa lebih blur belakangnya. Soal kualitas gambar sama aja.

    • Udin September 4, 2019, 11:58 am

      Lebih baik camera xiaomi atau samsung

  • Hari March 16, 2019, 11:52 am

    DSLR akan semakin tertinggal dari mirrorless..

  • Horison March 11, 2019, 11:44 pm

    Saya masih menggunakan camera pertama saya dari Canon yaitu 1000D yang hanya 10MP dengan lensa kit-nya 18-55 IS II dan fix lens 50mm f1.8 Mark II. Apakah kualitas foto dari camera dengan paduan lens/gear ini masih tergolong bagus, mengingat di zaman yang makin canggih ini dengan camera mirrorlessbaik sistem M43 maupun APS-C? Mau dimuseumkan, tetapi sayang karena masih berfungsi normal.

Leave a Comment