≡ Menu

Sony luncurkan kampanye #VlogwithSony dukung vlogger muda Asia Tenggara

Melihat tren vlogging (video blog) di seluruh dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara, Sony meluncurkan kampanye Vlog with Sony. Acara yang diadakan di Art&Science Museum, Singapura ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai kamera baru Sony yang cocok untuk aktivitas pembuatan video.

Sony menghadirkan 39 vlogger terkemuka dari enam negara ASEAN. Indonesia diwakili oleh beberapa vlogger muda diantaranya Vincent Raditya, Andy & Victor (JWestBros), Titan Tyra, Akadika, Erwin Amrullah (Estech Media) dan Ikhsan (BangRipiu). Saya sendiri bersama Lukman Azis (Daily Social) berperan sebagai media untuk meliput acara ini.

Dalam acara ini, Sony memamerkan berbagai kamera yang cocok untuk berbagai jenis vlog seperti Sony RX100 V untuk vlogging, RX0 II dan action cam X3000R untuk adventure travel dan Sony A6400 yang bisa tukar lensa cocok untuk berbagai jenis vlog, dari entertainment, gadget dan travel.

Sulit untuk tidak kagum atas antusiasme kapten Vincent untuk berbagi info. Baginya content nomor satu, kualitas video nomor dua.

Semangat kolaborasi antara vlogger Titan Tyra dan Vincent Raditya

Di acara tersebut, Naoko Sekiguchi, Managing director menyatakan tren pembuatan vlog semakin meningkat, oleh sebab itu Sony menawarkan solusi teknologi untuk mendukung aktivitas tersebut, baik dengan hardware seperti kamera dan shooting grip, dan juga software seperti peningkatan dalam system autofocus deteksi mata (eye-AF) dan kulit wajah yang alami/natural.

Satoshi Hatano, General manager untuk digital imaging product mengenalkan berbagai produk Sony untuk kebutuhan vlog. Masing-masing memiliki keunggulan sendiri-sendiri, contohnya Sony RX100 VI dan RX0 memiliki sensor 1 inci, Sony A6400 yang memiliki sensor APS-C dan kemampuan tukar lensa dan camcorder seri AX yang memiliki lensa zoom 20x dan baterai dengan kapasitas tinggi.

Dalam sesi tanya jawab dengan media, Satoshi Hatano menjelaskan bahwa di Indonesia dan China, budaya vlogging masih muda tapi berkembang cepat, sedangkan negara India, Jepang, vlogging baru dimulai. Di Amerika Serikat, kegiatan vlogging sudah merupakan kegiatan umum dan kebanyakan sudah berkembang ke produksi video yang lebih panjang dan berkualitas tinggi. Seiring berkembangnya budaya vlog ini, dibutuhkan kamera yang lebih berkualitas.

Satoshi menekankan bahwa kamera-kamera Sony termasuk RX0 II dan A6400 tidak diposisikan untuk berkompetisi dengan smartphone tapi sebagai komplemen. Sebagai contohnya, pengguna kamera Sony bisa mentransfer video ke ponsel dengan aplikasi (app) baru Sony, Imaging Edge Mobile, dimana vlogger bisa secara langsung mengedit di ponsel dan mengunggahnya ke media sosial.

Saat ditanya tentang mengapa A6400 tidak memiliki built-in stabilization, Satoshi mengakui bahwa ia menerima banyak pertanyaan serupa dari media. tapi keputusan ini adalah hasil dari keputusan manajemen produk, dan ia mengatakan bahwa akan mendengar dan menampung usulan-usulan dari pengguna.

Akadika, fotografer wedding dari Bengkulu sedang beraksi.

Kru JWestBros bersiap untuk syuting

Satu hal unik yang ditawarkan Sony adalah aksesoris grip untuk mempermudah vlogging. Grip yang dirancang khusus oleh Sony ini bisa menjadi pegangan atau menjadi mini tripod, juga berfungsi untuk mengendalikan kamera, karena memiliki beberapa tombol seperti zoom, dan dua tombol shutter untuk foto dan video. Shooting grip juga mengakomodir untuk memasang aksesoris tambahan seperti microphone dan lampu tambahan dengan bracket.

Dengan kampanye dan pengenalan produk baru ini, Sony berharap dapat mempererat hubungan dan mendukung kemajuan vlogger-vlogger muda di Asia Tenggara untuk menghasilkan video yang berkualitas tinggi.

Ikhsan, Bang Ripiu dari DI Yogyakarta

Titan Tyra & Partner

Aksi Erwin Estech Media dengan dua kamera

Melihat semangat vlogger-vlogger yang tinggi dalam membuat content video meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan panasnya kota Singapura, membuat saya terinspirasi untuk lebih serius untuk membuat vlog secara rutin di channel YouTube Infofotografi. Stay tuned!

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 3 comments… add one }
  • salam March 31, 2019, 1:16 am

    bang hotshoe slot itu bisa ada jamur nya kh…klo memang bisa bgaimana cara mengatasi nya

  • Ronaldo March 29, 2019, 8:30 pm

    A6400 tu nanggung.. Andaikan RX100 series ada mic inputnya, baru tu vlog & camera traveller sejati utk ngalahin smartphone..

    Sekarang lebih enak pake smartphone, apalagi videonya kini super stabil..

    • Enche Tjin March 30, 2019, 8:14 am

      thanks usulannya pak, nanti saya sampaikan 😀

Leave a Comment