≡ Menu

Review Sony RX0 II kamera mungil tapi tangguh

Banyak orang yang mengira Sony RX0 II adalah actioncam, tapi banyak orang salah paham. RX0 meski kecil dan punya sifat seperti actioncam seperti tahan air dan bisa underwater sampai 10 meter, tahan banting (tahan dijatuhkan dari ketinggian 2 meter) tapi RX0 memiliki sensor 1 inci, sehingga kualitasnya mirip dengan kamera compact premium seri RX100 dan lebih baik dari kamera actioncam/ ponsel pada umumnya.

Review Sony RX0 II di Youtube:

Kualitas kamera RX0 II untuk foto dan video sama bagusnya, tidak seperti kamera actioncam yang dioptimalkan untuk video saja. Untuk handling-nya memang kalau cuma pegang kameranya saja agak sulit karena selain fisiknya kecil sekali, tidak ada pegangan dan tidak punya cantelan untuk tali kamera.

Kelebihan RX0 II dari generasi sebelumnya adalah punya layar yang bisa dilipat ke depan untuk selfie/vlogging. Supaya lebih nyaman dan aman untuk foto dan video, Sony menyediakan shooting grip khusus untuk kamera ini.

Shooting grip VCT-SGR1 dijual terpisah, saat pre-order ada bonus paket dengan grip ini. Dalam pengalaman saya mengunakan kamera ini, grip ini sangat membantu dan bisa saya bilang “harus punya” supaya saat memotret atau merekam video lebih oke.

Untuk memotret tinggal pencet tombol Photo dan untuk merekam video tinggal tekan tombol Movie, sedangkan kalau tidak mengunakan grip ini, pengguna perlu masuk ke menu untuk mengubah dari mode foto ke video atau sebaliknya, sehingga jadi repot.

Terdapat port untuk memasang mic audio external. Untuk memasangnya, kita bisa mengunakan aksesoris bracket dari Sony. Juga ada port untuk charging dan mengunakan memory card type micro SD. Saat mengunakan grip dengan pintu port terbuka, tentunya tidak tahan air.

Saat saya coba untuk selfie, kualitas foto & videonya sangat baik, sangat detail dan punya kesan dimensi karena depth of field (ruang tajamnya) tidak terlalu dalam. Saat dipakai untuk merekam video dan vlog dengan berjalan, kualitas gambarnya tajam dan meski tidak ada built-in stabilization secara hardware, saya mendapatkan videonya masih enak dinikmati.

Jika ingin video footagenya sangat stabil dan mulus, RX0 II bisa dihubungkan dengan aplikasi Imaging Edge Movie Edit Add-on. Setelah import video ke App ini, maka video akan otomatis akan di stabilized, tapi video akan sedikit di cropping (jadi agak sempit).

RX0 II punya baterai yang relatif cukup besar mengingat kamera ini sangat kecil, dan bisa di charge melalui USB dan bisa diganti. Kapasitas baterai cukup baik untuk penggunaan foto-video. Saya mengunakannya kira-kira setengah hari dan baterai masih bersisa.

Kamera ini cocok untuk petualang yang suka traveling jauh dan butuh kamera yang cukup tangguh tapi mungil dan mampu merekam foto dan video dengan kualitas yang lebih bagus dari sekedar pakai ponsel.


Bagi yang berminat dengan kamera ini, kami dapat membantu. Hubungi Iesan 0959 1319 3069 via WA.

Yang ingin ikutan belajar foto dan mengikuti trip foto silahkan kunjungi jadwal kami di halaman ini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 2 comments… add one }
  • UNTUNG June 25, 2019, 8:58 am

    Saya merasa cukup senang dengan langkah infofotografi me-review kamera yang memiliki fokus pada video karena sekarang sedang booming content creator dan vlogger dan ini bisa menarik lebih banyak pemirsa baik itu yang sedang belajar untuk memperdalam ilmu fotografi maupun yang hobi dengan videografi karena jaman sekarang kebanyakan orang lebih memilih mencari informasi dan juga hiburan melalui gadget mereka dan mungkin beberapa tahun mendatang tayangan televisi akan banyak ditinggalkan oleh penontonnya karena content hiburan online semakin berkembang.

Leave a Comment