‚Č° Menu

Mencoba Lensa Ultra Lebar Tamron 17-35mm f/2.8-4 Di OSD

Tamron sebagai produsen lensa dari Jepang yang konsisten merilis lensa untuk berbagai kamera khususnya DSLR, terus memberi alternatif menarik untuk fotografer hobi maupun profesi yang mencari harga yang wajar dengan kualitas tak kalah dengan lensa yang harganya lebih mahal. Bila sebelumnya Enche sudah membahas lensa Tamron 35-150mm yang fokal lensa zoomya mencukupi untuk bermacam kebutuhan harian seperti 35mm, 50mm, 85mm dan sebagainya, maka kali ini saya akan mengupas lensa Tamron 17-35mm yang termasuk lensa ultra lebar ekonomis untuk DSLR Canon dan Nikon.

Fokal 17mm memberi perspektif dan kesan lebar yang berbeda dari yang kita lihat

Umumnya lensa lebar disukai oleh mereka yang menekuni fotografi pemandangan atau interior. Dari golongan fokal lensa, sebetulnya 35mm sudah termasuk lebar, meski saat ini orang akan lebih terkesan oleh lensa 28mm apalagi 24mm. Tapi bila yang dicari justru fokal lensa yang sangat lebar, maka angka 17mm adalah langkah aman untuk mendapat perspektif dramatis yang ekstra luas. Memang dalam persaingan lensa masa kini, produsen terus membuat lensa yang semakin lebar seperti 16mm, 14mm hingga 10mm untuk full frame, yang berdampak pada harga yang makin mahal sedangkan belum tentu kita butuh sampai selebar itu. Saya ingat dulu itu lensa ultra lebar dari Canon yang umum itu hanya Canon 17-40mm saja, atau Nikon 16-35mm. Maka itu lensa Tamron 17-35mm ini saya lihat punya rentang fokal yang pas, dimulai dari 17mm dan diakhiri hingga 35mm, dan bila ingin meneruskan zoom diatas 35mm langsung pasang lensa Tamron 35-150mm, terus menyambung kalau belum puas ada Tamron 150-600mm, lengkap dan tanpa overlap sedikit pun, mantap..

Dipasang di bodi Nikon D600, perpaduan lensa dan kamera tampak seimbang, pas dan tidak (terlalu) memberatkan saat dibawa.

Baiklah, cukup pendahuluannya, kita langsung masuk ke topik. Saya mencoba lensa yang nama lengkapnya Tamron 17-35mm f/2.8-4 Di OSD dengan mount Nikon, dipasang di D600 full frame. Bila lensa ini dipasang di kamera DSLR APS-C maka akan rugi karena jadi tidak ultra wide lagi (akibat crop factor, baca penjelasan ekuivalensi disini). Berikut fakta-fakta lensa ini :

  • untuk dipakai di DSLR, dengan mount Canon atau Nikon
  • berat 460 mm
  • diameter filter 77mm
  • motor fokus OSD (bukan USD)
  • tidak ada penstabil getar VC
  • tidak ada indikator jarak fokus untuk membantu hiperfokal/infinity
  • lensa hanya sedikit memanjang saat diputar zoomnya
  • ada karet pencegah masuknya air di bagian mount belakang

Dipasang di Nikon D600, saya temui lensa ini tampak seimbang, proporsional dan memang lensa ini lebih kecil dan ringan dibanding lensa sejenis. Tersedia hood yang berguna untuk menahan flare, dan putaran zoom terasa enak, tidak terlalu longgar. Sebagai lensa ekonomis, saya apresiasi bahwa lensa yang punya 7 bilah diafragma ini bisa membuka sampai f/2.8 di 17mm yang membantu menangkap cahaya lebih banyak seperti di dalam ruangan atau foto bintang di malam hari (lensa lain umumnya adalah f/4 alias 1 stop lebih kecil). Memang ada juga lensa ultra lebar kelas atas dari Tamron yaitu SP 15-30mm f/2.8 VC USD G2 yang bukaannya memang konstan f/2.8 tapi segmen dan harga jualnya berbeda jauh, itu diluar topik saya kali ini.

Hal yang saya sukai dari lensa Tamron 17-35mm ini :

  • kualitas optik termasuk baik, distorsi masih dalam batas wajar
  • motor auto fokus cukup cepat dan suaranya senyap
  • rentang fokal efektif (walau seandainya lensa ini dimulai dari 16mm saya akan lebih senang lagi)
  • bukaan maksimal bisa f/2.8 di 17mm, agak mengecil jadi f/3.2 di 24mm
  • ukuran agak kecil dan ringan, enak buat travel
  • moisture-resistant yang cukup tenang saat dipakai di keadaan lembab atau basah
  • harga terjangkau (mengingat ini adalah lensa full frame).

Hal yang membuat lensa Tamron 17-35mm ini harganya terjangkau (11 jutaan) :

  • motor fokus OSD, bukan berteknologi¬†ultrasonic/USD yang terkenal akan kecepatan dan silent
  • desain motor fokus OSD itu bila mau manual fokus harus geser tuas AF ke MF dulu
  • tidak pakai penstabil VC (untungnya di fokal wideangle VC tidak terlalu diperlukan, apalagi landscape biasanya pakai tripod)
  • tidak pakai jendela indikator jarak fokus (efisiensi desain mekanik internal lensa)
  • hanya 7 bilah diafragma (bukan 9 seperti lensa premium)
  • tidak pakai coating e-BAND dan BBAR (meski hasil foto saya temui masih aman dari flare asalkan hood terus dipasang)

Tamron memang menggolongkan produknya kedalam dua kelompok utama yaitu lensa SP (Superior Performance) dan non SP. Meski lensa 17-35mm ini bukan masuk ke kelompok SP, tapi masih memenuhi kebutuhan standar harian fotografer seperti kecepatan fokus yang masih termasuk cukup cepat, dan tentunya kualitas gambar yang sudah termasuk baik, tajam, termasuk saat bukaan maksimal. Bahkan saya coba di fokal 17mm, 24mm dan 35mm ketajaman yang ditangkap masih termasuk baik (lihat tiga contoh foto diatas). Memang sebagai lensa DSLR ada saja kemungkinan kalau lensa ini akan mengalami sedikit miss-focus akibat in-akurasi kalibrasi lensa dan bodi tapi bisa disiasati dengan fitur AF microadjustement di bodi kamera (Nikon) atau AF fine tune (Canon) atau melalui prosedur Tamron tap-in console yang lebih presisi.

Secara umum saya suka dengan lensa 17-35mm ini. Sebuah lensa ultra lebar yang bisa dipertimbangkan oleh mereka yang mencari lensa berkualitas tapi dana terbatas, masih bisa diandalkan di keadaan low light berkat bisa f/2.8 meski bila ada VC pasti lebih asyik lagi. Ukuran kecil, ringan, bonus lensa hood, dan utamanya adalah hasil foto yang termasuk bagus membuat lensa ini meraih rekomendasi dari saya. Yang saya kurang sukai dari lensa ini adalah sulit untuk mendapat manual fokus ke infinity, karena absennya indikator jarak fokus, yang perlu jadi catatan buat anda yang suka main landscape pakai manual fokus.


Bagi anda yang ingin membeli lensa Tamron 17-35mm ini (untuk Canon atau Nikon DSLR) bisa menghubungi ke 0858-1318-3069.

 

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di LinkedIn dan instagram.

{ 2 comments… add one }
  • joana July 10, 2019, 11:38 am

    Om, lensa ada yg KW atau palsu ga ya? soalnya kemarin sy ditawari lensa AF-P DX 70-300mm dengan harga murah. kata penjualnya lensa itu adalah lensa kit yang tidak diambil oleh orang yg beli Nikon D5300 doble kit. dia hanya bayar untuk 1 kit aja. apakah memang ada yg seperti itu Om? kalau memang itu benar, sy ingin beli,,, makasih sebelumnya Om

    • Enche Tjin August 20, 2019, 10:58 pm

      Halo, mungkin saja murah karena copotan dari kit. Biasanya memang kalau paket memang lebih murah jatuhnya.

Cancel reply

Leave a Comment