≡ Menu

Review Fuji GFX100 Kamera MF Revolusioner 155 juta

Kamera medium format biasanya terkenal sebagai kamera yang tidak hanya mahal, tapi juga kurang fleksibel untuk digunakan di lapangan karena ukurannya besar dan berat, autofokus lambat atau hanya manual fokus.

Fuji GFX 100, tampilan depan dan belakang
Fuji GFX 100, ISO 50, f/5.6, 1/240, lensa 110mm

Dengan hadirnya GFX100 ini, menepis semua anggapan-anggapan diatas. Setelah mencoba dalam beberapa kesempatan, saya merasakan kinerja kamera ini mirip dengan kamera mirrorless era 2015 keatas, artinya bukan yang tercepat tapi juga tidak bisa dibilang lambat/lelet.

Salah satu yang bisa dikeluhkan mungkin ukuran dan beratnya yang masih 1.4kg termasuk 2 baterai, tapi masih masuk akal dan saya masih tahan membawanya untuk mendaki bukit saat dipasang dengan lensa GFX 32-64mm f/4 (875gram) dan GFX 110mm f/2 (1kg).

Fitur yang saya anggap revolusioner adalah hybrid phase detection seperti kamera mirrorless Fujifilm X-T plus built-in image stabilization yang membuat semua lensa yang dipasang akan mendapatkan keuntungan stabilizer.

Hal yang perlu dicermati lainnya adalah sensor gambar Fuji GFX aspek rasionya 4:2 bukan 3:2 seperti kamera Fuji X-T dan filter sensornya Bayer bukan X-Trans dan resolusinya berbeda cukup jauh, yaitu 100MP dibandingkan dengan 26MP kepunyaan X-T3/X-T30).

Secara fisik, Fuji GFX100 seperti kamera profesional DSLR Canon dan Nikon dengan integrated battery /vertical grip, yang berfungsi ganda, sebagai penyimpan dua baterai, dan juga punya tombol-tombol untuk memudahkan memotret secara vertikal/portrait. GFX100 juga memiliki dua slot untuk memory card.

Di bagian atas kamera terdapat TOP LCD dimana kita bisa mengganti tampilannya untuk melihat setting kamera, atau histogram. Di bagian belakang kamera terdapat LCD yang bisa diputar ke atas, bawah dan di tekuk ke dalam untuk memudahkan foto low angle saat kamera dalam orientasi vertikal/portrait.

Layar LCD bisa ditekuk untuk memudahkan saat memotret secara vertikal

Sayangnya, LCD ini tidak bisa diputar keluar seperti kamera Fuji X-T100. Di bawah layar LCD utama juga ada layar LCD kecil (Sub rear LCD) yang berisi info setting kamera. Layar ini bisa diubah menjadi info lain seperti histogram.

Secara kualitas gambar, hasil dari Fuji GFX100 ini sangat baik, dengan detail 100 MP ISO tinggi cukup baik. Di ISO 3200 noise akan terlihat saat kita zoom, tapi tidak begitu mengganggu saat di liat fotonya secara utuh di layar.

Dari desainnya, sudah jelas Fuji mengincar segmen fotografer profesional terutama yang masih mengunakan kamera DSLR dan ingin upgrade ke kamera yang lebih baik terutama dari segi kualitas gambar dan kemudahan autofokusnya. Dari hal itu, 100MP jelas memberikan keuntungan, tapi dari sisi kinerja autofokus meskipun jauh diatas kamera medium format merk lain dan juga GFX50, tapi belum bisa menyamai kamera DSLR dan mirrorless profesional.

Fuji GFX100, f/4, 1/30 detik, ISO 3200 lensa 32-64mm
Fuji GFX 100, ISO 100, f/8, 1/300 detik, lensa 32-64mm

Foto-foto lainnya dan pembahasan Fuji GFX100 dapat ditonton di video kami dibawah ini:

Di sisi video, Fuji GFX100 juga keren fiturnya, bisa merekam sampai 4K dengan kualitas 4:2:0 warna 10 bit tanpa crop 400Mbps 24/30p, dengan autofokus yang dapat mengikuti subjek bergerak. GFX juga mendukung F-Log/HLG dan memiliki film simulation Eterna yang membuat nuansa video sinematik.

Kesimpulannya, Fuji GFX 100 ini ditujukan ke segmen yang sangat khusus dan saya merasa Fuji tidak terlalu mengharapkan bisa menjual banyak. Setelah mengujinya saya rasa GFX 100 akan banyak diterima oleh fotografer profesional/komersial karena fitur-fiturnya membuka peluang untuk melakukan hal-hal kreatif yang baru.


Punya kamera Fujifilm atau lainnya? Kami punya panduan e-book yang membantu untuk mendapatkan setting yang bagus untuk berbagai kondisi pemotretan. Dapatkan di halaman ini.

Spesifikasi Fujifilm GFX 100

  • 102 MP CMOS medium format dengan filter warna Bayer
  • Hybrid autofocus (Phase detection)
  • 5 Axis built in stabilization
  • 2 Baterai (kapasitas total 800 shot) 400 per shot
  • ISO 100-12800
  • Electronic shutter 1/16000, mechanic 1/4000
  • Video 4K, 4:2:2 (external)
  • Autofokus phase detection
  • Electronic Viewfinder resolution 5.76jt titik
  • Monitor resolution 2.3 juta titik
  • Max sync speed : 1/125 detik
  • Berat: 1.4kg
  • Dimensi 156.2 x 163.6 x 102.9 mm
  • Harga: Rp 154.999.000 saat launch 2019

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+

{ 2 comments… add one }
  • Bowo September 22, 2019, 5:20 pm

    Koh, maaf nih keluar dari topik, adakah tutorial cara memfoto perhiasan/cincin ? kalau belum ada tutorialnya disini, bisa minta tolong untuk dibikinkan tutorialnya?

    saat ini saya baru belajar fotografi untuk perhiasan /cincin

    terimakasih

Cancel reply

Leave a Comment