≡ Menu

Review lensa Leica SL 75mm f/2 APO ASPH.

Lensa SL 75mm f/2 adalah lensa yang dibuat untuk sistem kamera yang mengunakan L-mount seperti Leica SL, Panasonic Lumix S1/S1R atau Sigma FP. Lensa ini juga dapat digunakan untuk kamera L-mount bersensor APS-C, misalnya Leica CL dan TL, tapi akan ada crop 1.5x sehingga jarak fokalnya menyerupai 112mm.

Pada awalnya, lensa-lensa sistem kamera SL itu berat-berat, misalnya SL 24-90mm f/2.8-4, 90-280mm f/2.8-4 dan 50mm f/1.4. Setelah diberikan masukan dan penggunanya, Leica memutuskan untuk membuat lensa-lensa dengan ukuran yang lebih compact dan ringan, yaitu keluarga lensa Summicron atau f/2.

75mm f/2 tidak sendiri, ada lensa-lensa lain seperti 35mm f/2, 50mm f/2, dan 90mm f/2. Di masa depan juga akan ada lensa 21mm f/2, 24mm dan 28mm f/2. Kesemuanya memiliki casing yang sama dengan filter thread yang sama.

Meskipun ukurannya dikecilkan, tapi kualitas optik dan built-quality-nya tetap tanpa kompromi, seperti lensa SL lainnya, yaitu dari logam dan weathersealed. Elemen depan lensa dilindungi dengan coating Aquadura yang anti air dan mudah dibersihkan.

Secara fisik, lensa ini tergolong compact tapi tidak bisa dibilang ringan. Beratnya 720gram. Saat dipasang di kamera Leica SL (850g), rasanya pas, tidak besar/berat di depan seperti lensa zoomnya Leica SL. Panjang lensa 75mm ini hanya 10cm tanpa lens hood, dan filter threadnya 67mm.

Dual Synchro Drive

Kinerja autofokusnya cepat, karena didukung oleh mekanisme yang dinamakan dual synchro drive. Kinerjanya jauh lebih cepat dari lensa 50mm f/1.4, hampir menyerupai SL 24-90mm f/2.8-4. Tapi karena kamera Leica SL hanya mendukung sistem contrast detect dan tidak ada phase detect, maka kalau kita motret di kondisi yang low contrast autofokusnya akan hunting. Mungkin kalau sistem autofokus kameranya lebih baik di masa depan, lensa ini akan terasa lebih cepat autofokusnya.

Kualitas gambar yang bisa dihasilkan SL 75mm f/2 saat saya padukan dengan Leica SL sangat bagus, hampir bisa dibilang sempurna. Ketajaman dan kontras sangat tinggi di bagian yang fokus, dan bagian blur sangat lembut dan tidak kontras sehingga tidak menarik perhatian. Warna juga tertangkap dengan baik berkat desain APO mengeliminasi adanya CA (Chromatic Abberation).

Lensa ini mungkin tergolong janggal jarak fokalnya bagi yang tidak mengunakan Leica. Biasanya jarak fokal lensa yang populer adalah 85mm dan 100mm, tapi Leica memilih 75mm dan 90mm.

Jarak fokal 75mm ini sebenarnya cukup ideal buat foto portrait 3/4 badan atau foto detail, karena tidak terlalu sempit. Jika ingin agak close-up bisa mendekat ke subjek. Lensa 75mm ini bisa fokus cukup dekat sampai 50cm (magnifikasi 0.2x). Dibandingkan dengan lensa Leica M hanya bisa sampai 70cm, tapi lensa ini tidak termasuk lensa makro sehingga tidak ideal untuk foto serangga.

f/2, ISO 1000, 1/125
f/2, ISO 100, 1/1250

Kesimpulannya, lensa ini cocok untuk beberapa jenis fotografi, diantaranya foto portrait, foto still life (termasuk makanan) dan street photography. Meski bukaan maksimumnya hanya f/2, tapi kualitas mekanik, optik lensa ini bisa dibilang sempurna sesuai dengan idealisme Leica.

Pelabuhan Rembang, f/5.6, ISO 250, 1/250

Untuk foto-foto tambahan bisa menonton review saya di Youtube Infofotografi:


Bagi teman teman pembaca yang ingin belajar fotografi, atau mengikuti trip foto silahkan pantau jadwal kami di halaman ini.

Bagi yang ingin membeli kamera atau lensa Leica juga dapat menghubungi kami di WA 0858 1318 3069 / infofotografi@gmail.com

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment