≡ Menu

Kamera Sony vs Fuji di tahun 2020-2021

Tidak bisa dipungkiri bahwa dua merk kamera yang populer di kalangan pemula, hobbyist dan profesional pasti akan melirik merk kamera Sony atau Fujifilm. Memang, di setiap rentang harga kedua pabrikan ini bersaing secara ketat dan mungkin calon pembeli akan bingung dalam memilih. Maka dari itu artikel ini akan memberikan informasi kelebihan dan kekurangan masing-masing type kamera secara ringkas.

Harga Rp 10 juta

Sony A6100 vs Fuji X-T200

Sony A6100 dan Fuji X-T200 punya banyak persamaan yaitu bersensor APS-C 24MP. Fisiknya sama ringkasnya, dan beratnya juga hampir sama yaitu 396 vs 370g.

Kelebihan Sony A6100 terutama di kemampuan merekam video tanpa batas waktu, sistem autofokus yang lebih baik, dan koleksi lensa yang banyak dari Sony maupun pabrikan pihak ketiga.

Kelebihan Fuji X-T200 yaitu punya layar LCD yang lebih besar (3.5″ vs 3″), layarnya touchscreen dan bisa diputar ke segala arah, sedangkan Sony A6100 layar LCD-nya hanya bisa diputar ke atas, tidak bisa ke samping. Jendela bidik X-T200 juga punya resolusi yang lebih tinggi (2.3 juta titik vs 1.4 juta titik).

Untuk videografi, kedua kamera dapat merekam video sekualitas 4K 30p, Full HD 120p, yang berbeda yaitu X-T200 hanya bisa merekam maksimum 15 menit untuk 4K, dan 30 menit untuk Full HD.

Fuji X-T200 punya kelebihan misalnya punya gyro EIS (digital gimbal) untuk membantu mendapatkan gambar video yang lebih stabil dan juga headphone jack (dengan adaptor USB) untuk monitoring suara.

Jika perlu kamera yang dapat merekam lebih dari 15/30 menit, Sony pilihan yang lebih baik, tapi jika menyukai desain yang lebih mengunakan layar touchscreen yang besar dan bisa diputar ke segala arah, Fuji lebih bagus.

Dibawah 20 juta

Fuji X-S10 vs Sony A6400 & Sony A7II

Fuji X-S10 merupakan kamera mid-range (harga Rp 17.5jt dengan lensa kit 15-45mm) yang punya tugas berat bersaing dengan Sony A6400 (harga Rp 13.5jt dengan lensa kit 16-50mm). dan juga bersaing dengan Sony A7 II, kamera full frame dengan harga Rp 16 juta dengan lensa kit FE 28-70mm f/3.5-5.6.

Kelebihan Sony A6400 adalah ukuran fisik yang ringkas, bisa rekam 4K dan tanpa batas perekaman sedangkan Fuji X-S10 terbatas di 30 menit, sedangkan kelebihan Fuji X-S10 adalah punya stabilizer di body dan punya layar putar dengan pegangan yang lebih besar.

Secara fitur, Fuji X-S10 punya persamaan dengan Sony A7II misalnya punya stabilizer di body, tapi hanya sebatas itu saja persamaannya. Sony A7II punya sensor yang lebih besar (full frame) tapi teknologinya autofokusnya sudah cukup lama, dan kualitas videonya tidak semumpuni Fuji X-S10 dan Sony A6400. Kelebihan A7II dibandingkan yang lain di ukuran sensor yang membuat kamera ini lebih bersih dari noise di kondisi kurang cahaya dan dapat memaksimalkan lensa-lensa lebar-nya full frame (lensa Sony FE).

Rekomendasi: Bagi yang mementingkan kualitas fotografi di kondisi kurang cahaya dan mementingkan ekosistem pilihan lensa yang banyak, A7II merupakan pilihan yang lebih baik. Untuk penggemar video kedua pilihan bagus, bagi yang suka merekam video tanpa gimbal, X-S10 yang punya built-in stabilizer pilihan yang lebih baik, sedangkan A6400 cocok bagi yang suka merekam video dengan durasi lebih panjang dari 30 menit dan harga yang lebih terjangkau.

Harga dibawah 30 juta

Fujifilm X-T4 vs Sony A7III

Baik kedua kamera, antara Fuji dan Sony juga sudah cukup canggih untuk fotografer serius maupun profesional. X-T4 punya sensor APS-C 26MP tanpa anti alias filter jadi detail fotonya tajam, mirip dengan hasil Sony A7III yang full frame. Tapi untuk ISO yang sangat tinggi dan dynamic range Sony A7III sedikit lebih unggul.

Sebagai kamera yang lebih baru Fuji X-T4 mengunakan komponen yang lebih baru. X-T4 punya jendela bidik yang lebih tinggi resolusinya (3.6 juta titik dibanding 2.4 juta titik). X-T4 punya layar yang bisa diputar ke samping dan ke segala arah, sedangkan A7 III hanya bisa tilt ke atas dan kebawah 45 derajat, tidak bisa diputar ke depan untuk selfie.

Untuk fitur video, Fuji X-T4 juga lebih unggul karena menawarkan kemampuan merekam DCI 4K 60p dan ada pilihan 10-bit juga, sedangkan Sony A7 III mentok di 4K 30p dan 8 bit.

Hal lain yang perlu diperhatikan

Selain mempertimbangkan fitur-fiturnya, juga penting mempelajari prinsip desain dari kamera Sony dan Fuji yang agak berbeda. Sony mementingkan desain yang lebih compact dan modern. Banyak tuas, menu dll, sedangkan Fuji lebih ke desain retro seperti kamera film analog.

Bukan hanya desainnya saja, tapi Fuji juga punya film simulation bagi yang ingin bernostalgia dengan look seperti hasil kamera film langsung dari kamera mungkin akan lebih cocok memilih Fujifilm.

Bicara soal ekosistem, Sony lebih banyak pilihan lensa dengan berbagai kelas seperti G, Zeiss, GM, dan dari pihak ketiga seperti Tamron dan Sigma. Jika mengunakan kamera Fuji, kebanyakan lensa-lensanya dari Fujifilm, tapi di tahun 2021 dan kedepan sepertinya mulai ada lensa-lensa buatan pihak ketiga.


Infofotografi memiliki panduan e-book untuk berbagai kamera di halaman ini. Dan juga sering mengadakan kursus/workshop dan pelatihan baik online maupun offline.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment