<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi &#187; Kamera</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/category/kamera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 11:33:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Suka yang simple atau complex?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/suka-yang-simple-atau-complex/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/suka-yang-simple-atau-complex/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 06:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lain lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2205</guid>
		<description><![CDATA[Desain kamera saat ini bermacam-macam, ada yang simple dan ada yang complex. Yang desainnya simple punya kelebihan yaitu tidak rumit, ideal buat yang ingin membuat foto tanpa memikirkan ganti-ganti setting.
Sedangkan yang desainnya rumit biasanya banyak tombol-tombol, knop, tuas. Keberadaan tombol-tombol tersebut supaya mudah dan cepat untuk ganti setting. Biasanya fotografer yang berpengalaman suka desain seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2012%2F01%2Fsuka-yang-simple-atau-complex%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2012%2F01%2Fsuka-yang-simple-atau-complex%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Desain kamera saat ini bermacam-macam, ada yang simple dan ada yang complex. Yang desainnya simple punya kelebihan yaitu tidak rumit, ideal buat yang ingin membuat foto tanpa memikirkan ganti-ganti setting.</p>
<div id="attachment_2206" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-medium wp-image-2206" title="sony-nexc3-back" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/sony-nexc3-back-300x163.jpg" alt="Sony NEX C3 - desain simple, kualitas setara dengan kamera DSLR tingkat menengah" width="300" height="163" />
	<p class="wp-caption-text">Sony NEX C3 - desain simple, kualitas setara dengan kamera DSLR tingkat menengah</p>
</div>
<p>Sedangkan yang desainnya rumit biasanya banyak tombol-tombol, knop, tuas. Keberadaan tombol-tombol tersebut supaya mudah dan cepat untuk ganti setting. Biasanya fotografer yang berpengalaman suka desain seperti ini.</p>
<div id="attachment_2207" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-full wp-image-2207" title="Nikon-D4-Back" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/Nikon-D4-Back.jpg" alt="Nikon D4, kamera canggih penuh tombol" width="300" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Nikon D4, kamera canggih penuh tombol</p>
</div>
<p>Nah, kalian sendiri suka desain yang seperti apa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/suka-yang-simple-atau-complex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam-macam jendela bidik dan layar LCD kamera</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/macam-macam-jendela-bidik-kamera-layar/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/macam-macam-jendela-bidik-kamera-layar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 05:06:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[jendela bidik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2171</guid>
		<description><![CDATA[Ada tiga medium untuk mengkomposisikan foto antara lain:
Layar LCD di belakang tiap digital kamera, biasanya 2.5-3 inci. Biasanya ditemukan di banyak kamera saku, dan beberapa tipe sistem kamera yang bukan SLR. Kelebihan layar LCD adalah ukurannya yang besar, dan kekurangannya kalau di cahaya matahari yang terlalu terang sulit dilihat karena permukaannya yang reflektif.
Saat ini ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2012%2F01%2Fmacam-macam-jendela-bidik-kamera-layar%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2012%2F01%2Fmacam-macam-jendela-bidik-kamera-layar%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Ada tiga medium untuk mengkomposisikan foto antara lain:</p>
<p><strong>Layar LCD di belakang tiap digital kamera</strong>, biasanya 2.5-3 inci. Biasanya ditemukan di banyak kamera saku, dan beberapa tipe sistem kamera yang bukan SLR. Kelebihan layar LCD adalah ukurannya yang besar, dan kekurangannya kalau di cahaya matahari yang terlalu terang sulit dilihat karena permukaannya yang reflektif.</p>
<p>Saat ini ada tipe layar OLED yang tidak begitu reflektif di kondisi cahaya terang, tapi tidak sepenuhnya menghilangkan refleksi. Kekurangan lainnya yaitu layar LCD  menguras tenaga baterai.</p>
<p>Ada pula layar LCD yang bisa diputar dan dilipat, nah yang ini sangat membantu saat kita ingin mengkomposisikan foto di sudut yang sulit seperti diatas kepala atau di kaki. Dan layar LCD putar juga membantu sekali saat merekam video atau saat kita tidak ingin subjek foto kita mengetahui bahwa kita sedang berusaha memotret mereka.</p>
<div id="attachment_2172" class="wp-caption aligncenter" style="width: 376px">
	<img class="size-full wp-image-2172 " title="layar-lcd-kamera-saku" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/layar-lcd-kamera-saku.jpg" alt="Layar lcd pada kamera saku kamera Sony ini cukup besar dan punya teknologi touchscreen" width="376" height="270" />
	<p class="wp-caption-text">Layar lcd pada kamera saku kamera Sony ini cukup besar dan punya teknologi touchscreen</p>
</div>
<p><strong>Jendela bidik optik</strong> ditemukan biasanya di semua kamera DSLR. Dari jendela ini kita bisa melihat langsung apa yang dilihat oleh lensa dengan jelas. Jendela bidik optik efektif di segala kondisi cahaya baik gelap maupun terang. Kualitas jendela bidik optik tidak sama antara satu model kamera dengan lainnya. Jendela bidik kamera full frame seperti Canon 5D, Nikon D3, jauh lebih besar dan jelas dibanding dengan kamera DSLR pemula seperti Canon 550D atau Nikon D3100.</p>
<p>Di beberapa kamera saku, terdapat jendela bidik optik juga, seperti Canon seri G dan Fujifilm X10, namun jendela bidik keduanya tidak akurat atau berukuran relatif kecil dibandingkan dengan jendela bidik di kamera DSLR.</p>
<p>Dengan mengunakan jendela bidik optik, maka kamera akan lebih rapat ke wajah kita dan membuat kamera lebih stabil. Dengan berkurangnya getaran tangan kita, maka foto yang dibuat akan cenderung lebih tajam daripada kita mengunakan layar LCD untuk mengkomposisikan foto.</p>
<div id="attachment_2173" class="wp-caption aligncenter" style="width: 331px">
	<img class="size-full wp-image-2173" title="nikon-d700-jendela-bidik" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/nikon-d700-jendela-bidik.gif" alt="Di dalam jendela bidik optik DSLR, biasanya ditemukan garis bantu / grid, titik fokus dan informasi setting kamera" width="331" height="255" />
	<p class="wp-caption-text">Di dalam jendela bidik optik DSLR, biasanya ditemukan garis bantu / grid, titik fokus dan informasi setting kamera</p>
</div>
<p><strong>Jendela bidik elektronik</strong> sekilas mirip jendela bidik optik, tapi sebenarnya tampilannya sama dengan layar LCD. Kualitas tampilan sampai saat ini tidak sejelas jendela bidik terutama di tempat yang gelap. Meskipun demikian, jendela bidik elektronik lebih baik dibandingkan dengan layar LCD saat di kondisi cahaya yang terlalu terang.</p>
<p>Seiring perkembangan teknologi, jendela bidik elektronik semakin jelas dan ukuran resolusinya semakin besar sehingga hampir menyamai kualitas jendela bidik optik dan suatu saat mungkin akan melampauinya. Kelemahan lain yaitu jendela bidik elektronik sangat menguras baterai seperti layar LCD.</p>
<p>Contoh kamera yang mengunakan jendela bidik elektronik antara lain Sony Alpha SLT, kamera-kamera prosumer, kamera mirrorless (melalui jendela bidik tambahan) dan lain-lain.</p>
<div id="attachment_2175" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px">
	<img class="size-full wp-image-2175 " title="ricoh-gxr-evf" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/ricoh-gxr-evf.jpg" alt="Jendela bidik elektronik tambahan kamera Ricoh GRD ini membantu saat berada di kondisi cahaya yang sangat terang" width="360" height="332" />
	<p class="wp-caption-text">Jendela bidik elektronik tambahan kamera Ricoh GRD ini membantu saat berada di kondisi cahaya yang sangat terang</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/macam-macam-jendela-bidik-kamera-layar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih sistem kamera: Saku, DSLR, Micro four thirds, NEX, NX, Nikon 1</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/memilih-sistem-kamera-saku-dslr-micro-four-thirds-nex-nx-nikon-1/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/memilih-sistem-kamera-saku-dslr-micro-four-thirds-nex-nx-nikon-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 08:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2001</guid>
		<description><![CDATA[Di saat sekarang, banyak sekali pilihan sistem kamera. Beberapa tahun yang lalu, hanya ada satu sistem kamera yang populer, yaitu kamera DSLR. Tapi kini muncul banyak saingan dari sistem kamera yang telah puluhan tahun mendominasi pasar ini.
Pada intinya, ada trade off antara ukuran kamera &#38; lensa dengan kualitas foto dan kontrol kamera. Semakin besar sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Fmemilih-sistem-kamera-saku-dslr-micro-four-thirds-nex-nx-nikon-1%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Fmemilih-sistem-kamera-saku-dslr-micro-four-thirds-nex-nx-nikon-1%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Di saat sekarang, banyak sekali pilihan sistem kamera. Beberapa tahun yang lalu, hanya ada satu sistem kamera yang populer, yaitu kamera DSLR. Tapi kini muncul banyak saingan dari sistem kamera yang telah puluhan tahun mendominasi pasar ini.</p>
<h3><span style="color: #3366ff;"><strong>Pada intinya, ada <em>trade off</em> antara ukuran kamera &amp; lensa dengan kualitas foto dan kontrol kamera. Semakin besar sebuah kamera, semakin baik hasil fotonya dan juga semakin banyak tombol tombol dan fitur yang memudahkan fotografer.</strong></span></h3>
<p>Idealnya, sebuah sistem kamera berukuran relatif kecil, ringan dan menghasilkan foto yang sempurna, tapi sampai sekarang, masih sulit ditemukan sistem kamera ideal tersebut.</p>
<p>Maka dari itu, kita terpaksa memilih, jika kita ingin kamera yang kecil dan bisa dikantongin, maka kamera saku cocok bagi kita. Jika kita ingin kualitas dan kinerja kamera yang terbaik, sistem kamera DSLR cocok untuk itu.</p>
<p>Jika kita mencari kompromi antara kualitas foto, kinerja dan ukuran, maka ada sistem kamera baru seperti Micro four thirds, Sony NEX, Samsung NX, Ricoh GXR, Pentax Q dll.</p>
<p>Artikel ini akan membahas secara ringkas bersama ilustrasi yg membedakan antara satu sistem dengan yang lainnya. Mudah-mudahan yang baru ingin mencari sistem kamera baru dapat terbantu dengan ulasan saya.</p>
<p><strong>Kamera saku</strong><br />
Jika ingin kamera yang mungil dan bisa masukkan ke saku, maka kamera saku merupakan pilihan yang cocok. Kamera saku memiliki lensa yang bergabung dengan badan kamera sehingga kita tidak bisa menukar lensa.</p>
<p>Ada beberapa jenis kamera saku yang tersedia di pasar, antara lain adalah kamera saku canggih dan kamera saku superzoom. Kamera saku canggih menghasilkan kualitas foto sedikit di atas kamera saku biasa. Kamera saku juga bisa merekam kamera foto format RAW.</p>
<p>Sedangkan kamera saku jalan-jalan adalah jenis kamera saku yang memiliki lensa dengan jangkauan lebar sampai sangat jauh atau tele. Kekurangan dari kamera ini adalah kualitas foto yang tidak begitu baik dan tidak bisa berganti lensa. Kamera semacam ini cocok untuk yang hobi jalan2 tapi tidak mau repot repot bawa kamera berukuran lebih besar.</p>
<div id="attachment_2002" class="wp-caption aligncenter" style="width: 400px">
	<img class="size-full wp-image-2002 " title="nikon-p300-canon-s95-lumix-lx5" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/nikon-p300-canon-s95-lumix-lx5.jpg" alt="Depan: Canon S95, Kiri: Nikon P300, Kanan: Panasonic LX5" width="400" height="200" />
	<p class="wp-caption-text">Depan: Canon S95, Kiri: Nikon P300, Kanan: Panasonic LX5</p>
</div>
<p>Rekomendasi</p>
<ul>
<li>Nikon Coolpix P300 &#8211; kamera kecil yang mudah dipakai, punya lensa yang lebar (24mm) dengan bukaan besar. Cukup baik di kondisi cahaya yang kurang baik.</li>
<li>Canon S95 &#8211; mungil tapi berkualitas tinggi. Menurut standar kamera saku kualitas foto yg dihasilkan sangat baik meskipun di kondisi cahaya yg krg baik. bisa merekam format RAW.</li>
<li>Sony HX5 kamera yg memiliki zoom 10x ideal buat jalan-jalan. Ada fitur seperti panaroma stiching yang cocok untuk mengambil foto panorama secara otomatis.</li>
</ul>
<p><strong>Nikon 1</strong><br />
Sistem ini dinamakan Nikon 1 karena sistem ini berdasarkan ukuran sensor gambar yang berukuran satu inci. Ukuran sensor ini ber-crop factor 2.7x artinya lebih kecil dari kamera DSLR yang ada di pasaran (1.5x) atau kamera Nikon full frame (FX) (1x).</p>
<p>Sistem baru Nikon ini lebih ditujukan kepada khalayak umum yang ingin kualitas foto yang lebih baik dan kamera yang lebih handal dari kamera saku tetapi tidak ingin sistem kamera sebesar sistem kamera DSLR. Fitur-fitur kamera ini dioptimalkan untuk orang yang belum memahami dasar fotografi.</p>
<p>Lebih lengkap dengan sistem Nikon 1 bisa dibaca di artikel <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-kamera-mungil-nikon-v1-j1/">Sistem kamera mungil Nikon V1 &amp; J1</a></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-2006" title="sistem-nikon-1" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/sistem-nikon-1-300x110.jpg" alt="sistem-nikon-1" width="300" height="110" /></p>
<p><strong>Micro Four Thirds</strong><br />
Jika ingin kamera berukuran tidak terlalu besar seperti kamera DSLR, tapi ingin kualitas foto yang lebih baik dari kamera saku, pilihan yang cocok adalah sistem kamera micro four thirds. Sistem ini didukung oleh Panasonic, Olympus, Leica dan beberapa produsen lensa lainnya. Kamera m43 ini berukuran jauh lebih kecil dari kamera DSLR karena tidak memiliki cermin untuk jendela bidik optikal.</p>
<p>Sensor gambar kamera juga lebih kecil dari kamera DSLR. Akibatnya desain lensa juga bisa ikut diperkecil. Sampai saat ini, lensa-lensa yang ditawarkan lensa sistem ini paling banyak dibandingkan dengan sistem bukan DSLR.</p>
<p>Sistem m43 adalah kompromi yang baik antara kualitas foto dan ukuran kamera &amp; lensa.</p>
<div id="attachment_2003" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-full wp-image-2003" title="panasonic-gf1-vs-canon-450d" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/panasonic-gf1-vs-canon-450d.jpg" alt="Panasonic GF1, kamera m43 terlihat jauh lebih ramping dibandingkan dengan kamera DSLR pemula Canon" width="300" height="285" />
	<p class="wp-caption-text">Panasonic GF1, kamera m43 terlihat jauh lebih ramping dibandingkan dengan kamera DSLR pemula Canon</p>
</div>
<p>Rekomendasi kamera M43</p>
<ul>
<li>Panasonic GH2 kamera yang handal baik untuk foto maupun video. Punya jendela bidik built in dan layar LCD putar. Ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan kamera DSLR.</li>
<li>Panasonic GX1 Kamera yang bentuknya relatif kecil tapi berkualitas tinggi. Disukai oleh street photographer.</li>
</ul>
<p><span id="more-2001"></span><br />
<strong>Mirrorless system dengan sensor APS-C</strong><br />
Jika yang diinginkan adalah kualitas foto yang setara dengan kamera DSLR tapi ingin bodi kamera yang lebih kecil, ada dua pilihan yaitu sistem SONY NEX dan Samsung NX.</p>
<p>Keduanya memiliki konsep yang kurang lebih sama, yaitu memiliki sensor sebesar yang terdapat di kamera DSLR. Kekurangannya, meski bodi kameranya berukuran kecil, tapi banyak lensanya yang berukuran relatif besar dan panjang.</p>
<div id="attachment_2004" class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px">
	<img class="size-full wp-image-2004 " title="sony-nex-5-canon-550d" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/sony-nex-5-canon-550d.jpg" alt="Sony NEX-5 (kiri) memiliki badan kamera yang sangat mungil, tapi lensanya hampir sebesar lensa kamera DSLR" width="486" height="264" />
	<p class="wp-caption-text">Sony NEX-5 (kiri) memiliki badan kamera yang sangat mungil, tapi lensanya hampir sebesar lensa kamera DSLR</p>
</div>
<p>Rekomendasi</p>
<ul>
<li>Sony NEX 5N kamera ini sangat mungil dan ringan tapi kualitas fotonya sangat baik meski di kondisi cahaya yg kurang baik. Tidak banyak tombol sehingga ganti setting agak merepotkan.</li>
<li>Samsung NX200. Punya antar muka yang sangat baik dan koleksi lensa yang sampai saat ini lebih baik dari SONY NEX. Tapi masih kurang populer di Indonesia.</li>
</ul>
<p><strong>Kamera DSLR</strong><br />
Jika menginginkan kamera yang dapat menghasilkan kualitas foto yg tinggi dengan jendela bidik optik dan koleksi lensa dan aksesoris lain yg lengkap, kamera DSLR boleh jadi andalan.</p>
<p>Secara garis besar, kamera DSLR dibagi dua macam berdasarkan besarnya sensor kamera. Kamera DSLR yg dipasaran biasanya bersensor APS-C Kamera bersensor lebih besar dari ASP-C sering disebut kamera full frame, setara dengan ukuran film.</p>
<p>Kamera DSLR bersensor APS-C terbagi atas beberapa model:</p>
<ul>
<li>Model pemula biasanya murah, kinerjanya tidak begitu cepat dan fiturnya terbatas.</li>
<li>Model menengah ditujukan kepada yang ingin lebih serius mendalami fotografi atau membutuhkan kamera dgn kinerja lebih cepat. Biasanya bodinya lebih banyak tombol untuk memudahkan penggantian setting</li>
<li>Model canggih ditujukan untuk fotografer yang menyukai jenis fotografi aksi seperti olahraga, tari, jurnalisme, satwa liar, dst</li>
</ul>
<p>Rekomendasi</p>
<ul>
<li>Model pemula Canon 550D, Nikon D5100</li>
<li>Model menengah Canon 60D, Nikon D7000</li>
<li>Model canggih Canon 7D, Nikon D300s</li>
</ul>
<p>Sedangkan kamera yang memiliki sensor full frame terdiri dari dua jenis model berdasarkan prioritasnya. Jika prioritasnya adalah ukuran foto, maka yang cocok adalah kamera berresolusi besar, seperti Nikon D3X, Canon 5D mk II, Sony A900.</p>
<p>Jika prioritasnya adalah kualitas foto di ISO tinggi dan kinerja kamera yang sangat tinggi untuk foto liputan seperti olahraga, maka  yang cocok adalah kamera seperti Nikon D700, D3S atau <a href="http://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=2&amp;ved=0CCcQFjAB&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fcanon-1dx-kamera-dslr-baru%2F&amp;ei=DEy7TvmmKsnLrQeg24CpBA&amp;usg=AFQjCNESRWpWpJklGH6BYZ5UTvq4TrDVFA" target="_blank">Canon 1DX</a>.</p>
<p><strong>Kamera SLT</strong><br />
Kamera DSLR memilliki kelemahan saat merekam video. Pada umumnya, kinerja auto fokus sangat lamban dan tidak bisa mengikuti subjek yang bergerak. Sony mengeluarkan sistem kamera SLT (semi translucent mirror) untuk mengatasi masalah ini.</p>
<p>Dengan sistem ini, kinerja auto fokus di saat live view atau merekam video sangat baik. Kecepatan tembak per detiknya juga cepat (dengan batasan tertentu). Kelemahan sistem ini adalah tidak memiliki jendela bidik optik. Meskipun demikian, jendela bidik elektronik tersedia.</p>
<p>Sistem ini cocok dengan kamera DSLR Sony Alpha, jadi kita bisa mengunakan lensa-lensa Sony dan juga mengunakan aksesoris Sony.</p>
<p>Kelemahan jendela bidik elektronik adalah kualitasnya akan menurun saat di kondisi cahaya yang kurang baik, dan menguras baterai lebih cepat daripada kamera DSLR. Meski kita bisa mengambil foto dengan cepat, tapi settingnya lebih terbatas, misalnya hanya bisa mengunakan bukaan terbesar.</p>
<p>Sistem ini patut di pertimbangkan oleh yang gemar merekam video (selain foto) dan yang sudah memiliki banyak lensa DSLR Sony Alpha.</p>
<p>Lebih jauh tentang kelebihan dan kekurangan sistem ini : <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/sony-bangkit/" target="_blank">Sony Bangkit</a></p>
<p>Rekomendasi</p>
<ul>
<li>Model pemula: Sony A33, A55</li>
<li>Model canggih: Sony a77</li>
</ul>
<div id="attachment_2005" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-medium wp-image-2005" title="sony-a77" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/sony-a77-300x213.jpg" alt="A77 adalah model terbaru kamera SLT Sony yang terbaru" width="300" height="213" />
	<p class="wp-caption-text">A77 adalah model terbaru kamera SLT Sony yang terbaru</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/memilih-sistem-kamera-saku-dslr-micro-four-thirds-nex-nx-nikon-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun yang mengecewakan untuk sistem kamera DSLR</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/tahun-yang-mengecewakan-untuk-sistem-kamera-dslr/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/tahun-yang-mengecewakan-untuk-sistem-kamera-dslr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 03:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lain lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1978</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2011 ini adalah tahun yang cukup mengecewakan untuk pengguna dan fans kamera dslr karena tidak banyak kamera atau teknologi baru yang diluncurkan.
Nikon
Nikon tahun ini hanya mengumumkan Nikon D5100, kamera pemula yang memiliki sensor seperti abangnya Nikon D7000. Kamera ini memiliki layar putar dan dimensi yg lebih kecil selain itu tidak menawarkan sesuatu yg baru.
Sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Ftahun-yang-mengecewakan-untuk-sistem-kamera-dslr%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Ftahun-yang-mengecewakan-untuk-sistem-kamera-dslr%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Tahun 2011 ini adalah tahun yang cukup mengecewakan untuk pengguna dan fans kamera dslr karena tidak banyak kamera atau teknologi baru yang diluncurkan.</p>
<p><strong>Nikon</strong><br />
Nikon tahun ini hanya mengumumkan Nikon D5100, kamera pemula yang memiliki sensor seperti abangnya Nikon D7000. Kamera ini memiliki layar putar dan dimensi yg lebih kecil selain itu tidak menawarkan sesuatu yg baru.</p>
<p>Sampai tulisan ini ditulis, Nikon belum mengumumkan kamera canggih pengganti Nikon D700; D300s maupun D3s. Kalaupun diumumkan, kemungkinan baru tersedia dipasaran tahun depan karena pabrik nikon di Thailand tutup karena banjir. Di tahun ini, Nikon malah meluncurkan sistem kamera baru yaitu <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-kamera-mungil-nikon-v1-j1/">Nikon 1</a>.</p>
<p><strong>Canon</strong><br />
Aktifitas Canon di kamera DSLR juga lesu. Canon hanya mengeluarkan Canon 600D, saingan Nikon D5100 dan Canon 1100D, perbaharuan dari kamera entry-level Canon.</p>
<p>Baru-baru ini, Canon mengumumkan <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/canon-1dx-kamera-dslr-baru/" target="_blank">Canon 1D-X</a>, kamera tercanggih Canon yang baru akan tersedia Maret tahun depan.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan produsen kamera lain?</strong><br />
Sony tampaknya sudah tidak memproduksi kamera DSLR lagi, karena beberapa kamera barunya mengunakan teknologi dan desain baru yaitu Sony Alpha SLT A77 atau Sony NEX. Pentax belum mengumumkan apa-apa paska diakuisisi oleh Ricoh. Sedangkan Olympus sudah cukup lama berkomitmen ke kamera compact micro four thirds seperti Olympus PEN daripada memperbaharui sistem kamera DSLR mereka.</p>
<p>Sedikitnya produk kamera DSLR pada tahun 2011 ini memberi beberapa pertanda<br />
1. Teknologi kamera DSLR sudah matang alias sudah sulit diperbaharui<br />
2. Produsen mengerahkan sebagian besar sumber dayanya untuk menciptakan kamera model baru yang berukuran lebih kecil sehingga sistem DSLR terabaikan.</p>
<p>Akankah Sistem DSLR akan terus mendominasi pasar di masa depan? Sepertinya kalaupun ada, tidak akan secepat perkembangan DSLR lima tahun belakangan ini. Tapi jangan kuatir, sistem DSLR akan tetap eksis setidaknya lima tahun kedepan, karena sudah terbukti handal dan lengkap lensa maupun aksesorisnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/tahun-yang-mengecewakan-untuk-sistem-kamera-dslr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem kamera mungil Nikon V1 &amp; J1</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-kamera-mungil-nikon-v1-j1/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-kamera-mungil-nikon-v1-j1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 07:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1909</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar sebulan yang lalu, Nikon mengumumkan sistem kamera baru yang bernama Nikon 1. Dinamakan Nikon 1 karena sistem ini berdasarkan ukuran sensor gambar yang berukuran satu inci. Ukuran sensor ini ber-crop factor 2.7x artinya lebih kecil dari kamera DSLR yang ada di pasaran (1.5x) atau kamera Nikon full frame (FX) (1x).

Ukuran sensor memiliki pengaruh yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fsistem-kamera-mungil-nikon-v1-j1%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fsistem-kamera-mungil-nikon-v1-j1%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Sekitar sebulan yang lalu, Nikon mengumumkan sistem kamera baru yang bernama Nikon 1. Dinamakan Nikon 1 karena sistem ini berdasarkan ukuran sensor gambar yang berukuran satu inci. Ukuran sensor ini ber-crop factor 2.7x artinya lebih kecil dari kamera DSLR yang ada di pasaran (1.5x) atau kamera Nikon full frame (FX) (1x).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1917" title="Nikon-V1-vs-Nikon-J1-system" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/Nikon-V1-vs-Nikon-J1-system.jpg" alt="Nikon-V1-vs-Nikon-J1-system" width="480" height="177" /></p>
<p>Ukuran sensor memiliki pengaruh yang besar atas kualitas foto terutama di ISO tinggi. Selain itu, relatif lebih sulit mendapatkan foto dengan latar belakang kabur. Kelebihan sensor kecil adalah jangkauannya yang akan lebih panjang jika kita memakai lensa DSLR. Selain itu ukuran lensa untuk sistem ini desainnya jauh lebih kecil dari lensa DSLR.</p>
<p>Ada dua kamera yang diluncurkan Nikon yaitu V1 dan J1. V1 memiliki jendela bidik elektronik dan berukuran lebih besar dibanding dengan Nikon J1.  Nikon juga meluncurkan 4 lensa baru dan sebuah adapter untuk lensa DSLR Nikon.</p>
<p>Sistem baru Nikon ini lebih ditujukan kepada khalayak umum yang ingin kualitas foto yang lebih baik dan kamera yang lebih handal dari kamera saku tetapi tidak ingin sistem kamera sebesar sistem kamera DSLR. Fitur-fitur kamera ini dioptimalkan untuk orang yang belum memahami dasar fotografi.</p>
<p>Untuk yang sudah memahami dasar fotografi dan biasanya memakai kamera DSLR, kamera ini mungkin kurang begitu menarik karena tombol-tombol untuk mengganti setting sedikit, dan pilihan lensa sangat terbatas.</p>
<div id="attachment_1921" class="wp-caption aligncenter" style="width: 468px">
	<img class="size-full wp-image-1921 " title="nikon-v1-j1-vs-nikon-d3100" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/nikon-v1-j1-vs-nikon-d3100.jpg" alt="Perbandingan dengan kamera DSLR Nikon D3100" width="468" height="169" />
	<p class="wp-caption-text">Perbandingan Nikon V1 (tengah) dengan kamera saku Nikon (kiri) dan kamera DSLR pemula, Nikon D3100 (kanan)</p>
</div>
<p>Untuk yang memiliki banyak lensa Nikon untuk kamera DSLR bisa mengunakan adapter khusus untuk memakai lensa-lensa di kamera Nikon V1 / J1. Dengan mengunakan lensa DSLR, kita memiliki keuntungan jangkauan yang lumayan besar. Contohnya, bila kita mengunakan lensa 200mm, maka jangkauannya menjadi (200&#215;2.7=540mm). Dengan jangkauan sepanjang itu, memotret kegiatan olahraga atau satwa liar menjadi lebih mudah dan relatif murah (lensa super telefoto DSLR sangat mahal).</p>
<p><strong>Secara singkat, keunggulan sistem ini dibanding DSLR adalah:</strong></p>
<ul>
<li>Kecil, ringan</li>
<li>Kualitas foto lebih baik dari kamera saku</li>
<li>Mudah digunakan terutama untuk yang tidak mengenal dasar fotografi</li>
<li>auto fokus sangat cepat terutama di keadaan cahaya yang terang</li>
<li>Material dari logam (alumunium dan magnesium)</li>
<li>Bisa ganti lensa dan lensanya relatif kecil</li>
<li>Bisa merekam video dengan mudah dan bisa merekam video slow motion</li>
</ul>
<p><strong>Kelemahan dibanding sistem DSLR</strong></p>
<ul>
<li>Cukup mahal</li>
<li>Koleksi lensa dan aksesoris terbatas</li>
<li>Tidak banyak tombol sehingga agak repot saat ingin ganti setting</li>
<li>auto fokus di keadaan yang gelap tidak begitu cepat</li>
<li>Kualitas foto tidak sebaik kamera DSLR</li>
<li>Sulit membuat latar belakang menjadi kabur</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-kamera-mungil-nikon-v1-j1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Canon 1DX &#8211; si jago ngebut dari Canon</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/canon-1dx-kamera-dslr-baru/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/canon-1dx-kamera-dslr-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 16:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar tiga tahun yang lalu, saya adalah pengguna Canon 40D dan saya mencari kamera Canon DSLR yang cepat, tangguh, auto fokus yang akurat dan mampu menghasilkan foto di ISO tinggi dengan noise yang minimal. Sayangnya saat itu saya tidak mendapatkannya. Canon 1Ds dan Canon 5D mk 2 lebih ditujukan untuk fotografer studio karena ukuran foto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fcanon-1dx-kamera-dslr-baru%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fcanon-1dx-kamera-dslr-baru%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Sekitar tiga tahun yang lalu, saya adalah pengguna Canon 40D dan saya mencari kamera Canon DSLR yang cepat, tangguh, auto fokus yang akurat dan mampu menghasilkan foto di ISO tinggi dengan noise yang minimal. Sayangnya saat itu saya tidak mendapatkannya. Canon 1Ds dan Canon 5D mk 2 lebih ditujukan untuk fotografer studio karena ukuran foto yang dihasilkan besar, tapi fotonya tidak terlalu bersih di ISO tinggi.</p>
<p>Canon 1D mk 3 dan 4 sebenarnya cukup menarik, tapi ukuran sensornya tanggung (berkrop faktor 1.3x). Maka saya berpaling ke Nikon D700, meski berbadan relatif kecil, D700 cukup gesit  dan menghasilkan foto yang relatif bersih di ISO 4000.</p>
<p>Hari ini, Canon akhirnya mengumumkan kamera yang saya inginkan tiga tahun yang lalu: Berkecepatan tinggi, bersih dari noise di ISO tinggi, berukuran sensor yang besar.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1902" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="canon-1dx" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/canon-1dx.jpg" alt="canon-1dx" width="450" height="320" /></p>
<p>Menurut banyak orang, Canon 1D-X merupakan gabungan dari Canon 1Ds dan 1D. Jadi di masa depan tidak akan ada lagi Canon 1Ds. Model ini bertujuan untuk memikat dua kubu fotografer, yang satu mementingkan ukuran foto, satunya lagi kecepatan dan kebersihan foto di ISO tinggi.</p>
<p>Sementara itu, Nikon, pesaing ketat Canon, juga akan mengumumkan kamera model barunya akhir bulan ini, tapi kemungkinan besar akan tertunda karena musibah banjir di Thailand. Menurut kabar burung yang saya baca, Nikon akan mengeluarkan model dengan resolusi foto yang tinggi (36 MP) dan berbadan kecil seperti Nikon D700. Hal ini merupakan kebalikan dari apa yang ciri kamera Nikon, yaitu lebih mementingkan kualitas foto di ISO tinggi dibandingkan dengan ukuran foto yang besar.</p>
<p>Mungkin karena banyak pelanggan Nikon yang meminta Nikon mengeluarkan model kamera yang bisa membuat foto beresolusi tinggi dan sebaliknya, banyak pelanggan Canon yang meminta Canon untuk mengeluarkan model kamera yang cepat dan bisa membuat foto bersih dari noise di ISO tinggi maka Canon &amp; Nikon mengeluarkan model kamera yang berbeda dengan konsep kamera mereka yang biasa mereka pegang.</p>
<p>Karena itu, bisa saja sebagian pengguna Nikon kepincut dengan Canon 1D X, dan sebaliknya, sebagian pengguna Canon mungkin agak kecewa dan menunggu Nikon mengeluarkan kamera yang beresolusi foto tinggi. Rumput tetangga biasanya memang lebih hijau.</p>
<p>Realitasnya, Sebagian besar fotografer tidak butuh kamera yang canggih seperti 1D X, tapi kita semua bisa ikut senang karena pada dasarnya kita perlu sesuatu kamera yang kita bisa banggain meskipun kita cuma pakai kamera DSLR Canon untuk pemula. Setidaknya pengguna kamera Canon bisa menyebut nama besar 1D X ini saat di remehkan oleh pengguna Nikon atau kamera DSLR lainnya. Selain itu, kehadiran kamera canggih ini memicu produsen kamera lain untuk membuat kamera yang lebih baik lagi.</p>
<p><strong>Spesifikasi penting Canon 1D X</strong></p>
<ul>
<li>18 MP full frame sensor</li>
<li>12-14 foto per detik</li>
<li>Sistem autofokus baru 61 titik</li>
<li>ISO 100-51200 (bisa di perluas ke 50 sampai 204800)</li>
<li>Merekam video 1080p di 30, 25 atau 24 frame per detik</li>
<li>Merekam video 720p sampai dengan 60 frame per detik</li>
<li>Merekam video sampai dengan 4GB atau 30 menit per shot</li>
<li>Harga: $6800</li>
<li>Tersedia: Maret 2012</li>
<li>Cocok untuk: Fotografer olahraga, satwa liar, reporter/fotojurnalis</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/canon-1dx-kamera-dslr-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem DSLR ringkas untuk jalan-jalan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-dslr-ringkas/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-dslr-ringkas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 00:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1845</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak diantara kita yang sudah memiliki kamera dan lensa yang canggih, mahal tapi kita seringkali malah jarang memakainya di lokasi. Alasannya karena ukuran dan berat kamera dan lensa yang besar dan berat. Alasan lain karena harganya mahal dan alasan keamanan.
Lalu apa sistem kamera DSLR yang ringkas buat jalan-jalan?

Kamera DSLR berukuran kecil /biasanya ditujukan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fsistem-dslr-ringkas%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fsistem-dslr-ringkas%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Mungkin banyak diantara kita yang sudah memiliki kamera dan lensa yang canggih, mahal tapi kita seringkali malah jarang memakainya di lokasi. Alasannya karena ukuran dan berat kamera dan lensa yang besar dan berat. Alasan lain karena harganya mahal dan alasan keamanan.</p>
<p><strong>Lalu apa sistem kamera DSLR yang ringkas buat jalan-jalan?</strong></p>
<ul>
<li>Kamera DSLR berukuran kecil /biasanya ditujukan untuk pemula seperti Canon 550D, Nikon D3100</li>
<li>Lensa standard 18-55mm f/3.5-5.6 biasanya cukup lebar dan cukup panjang untuk foto jalan-jalan</li>
<li>Lensa telefoto zoom seperti 55-200mm f/4-5.6 (kalau di Canon 55-250mm) praktis karena ringan, harga tidak begitu mahal</li>
<li> Lensa fix berbukaan besar seperti 50mm f/1.8</li>
</ul>
<p>Dengan tiga lensa tersebut, sudah cukup baik dan fleksibel untuk segala jenis keadaan yang kita jumpai selama jalan-jalan. Meskipun ada kompromi terhadap kualitas foto, tapi dengan satu kamera kecil dan tiga lensa diatas, kita lebih enjoy jalan-jalan tanpa harus merasa terbebani dengan peralatan yang terlalu besar dan berat.</p>
<p><strong>FAQ : Yang sering ditanyakan<br />
</strong><br />
Meskipun terkesan praktis dan banyak penjual merekomendasikan lensa sapu jagat seperti lensa <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2010/11/memilih-lensa-sapujagat/" target="_blank">18-200mm</a>. Saya tidak menganjurkan <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2010/11/memilih-lensa-sapujagat/" target="_blank">lensa sapujagat</a> karena relatif berat dan panjang, harganya pun relatif lebih mahal dari kombinasi 18-55mm dan 55-200 sedangkan kualitasnya tidak lebih baik.</p>
<p>Saya juga tidak menganjurkan lensa baru Nikon 55-300mm VR karena ukurannya lebih besar, berat dan mahal dari Nikon 55-200mm VR.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-dslr-ringkas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang saya bawa untuk hunting foto ke Kamboja?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/apa-yang-saya-bawa-untuk-hunting-foto-ke-kamboja/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/apa-yang-saya-bawa-untuk-hunting-foto-ke-kamboja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 02:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1816</guid>
		<description><![CDATA[Ada pembaca yang menanyakan saya apa kamera,  lensa dan peralatan yang saya bawa ke Kamboja. Tulisan ini akan membahas apa yang saya bawa kesana berikut alasan dan pengalaman saya semasa disana.
Kamera: Nikon D700 &#8211; Kamera DSLR full frame ini saya pilih karena ukurannya relatif &#8220;kecil&#8221; dibandingkan dengan kamera full frame lainnya. Selain itu D700 jagoan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fapa-yang-saya-bawa-untuk-hunting-foto-ke-kamboja%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fapa-yang-saya-bawa-untuk-hunting-foto-ke-kamboja%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Ada pembaca yang menanyakan saya apa kamera,  lensa dan peralatan yang saya bawa ke Kamboja. Tulisan ini akan membahas apa yang saya bawa kesana berikut alasan dan pengalaman saya semasa disana.</p>
<p>Kamera: <strong>Nikon D700</strong> &#8211; Kamera DSLR full frame ini saya pilih karena ukurannya relatif &#8220;kecil&#8221; dibandingkan dengan kamera full frame lainnya. Selain itu D700 jagoan di tempat gelap. Meski ISO saya tingkatkan ke 4500 bahkan 6400 di beberapa keadaan, foto masih terlihat cukup baik.</p>
<p>Lensa: <strong>Nikon 16-35mm f/4 VR</strong> &#8211; Sebagian besar foto saya di Kamboja dibuat dengan lensa lebar ini. Lensa lebar cocok untuk membuat foto pemandangan dan budaya/human interest. VR nya sangat membantu di kondisi cahaya yang kurang baik dan saat sulit mengunakan tripod. <strong>Catatan: </strong>Di kamera bersensor APS-C, lensa ekuivalennya adalah sekitar 10-24mm.</p>
<p>Lensa: <strong>Sigma 70-200mm f/2.8 HSM + Sigma 1.4 extender </strong>- Saat saya tidak bisa bergerak mendekati subjek seperti saat saya berada di <a href="http://www.enchetjin.com/Travel/Cambodia/Kampong-Khleang-Fishing/19275754_HrF8Zm#1504859781_nqDt7qR" target="_blank">perahu</a>, saya mengunakan lensa telefoto zoom. Terkadang saya menambahkan lensa extender 1.4 supaya jangkauan saya bisa lebih panjang. Di Kamera full frame seperti D700, jangkauan 70-200mm tidak sejauh dibandingkan dengan kamera dengan sensor crop / APS-C. Lensa ini juga saya pakai untuk foto close-up penari-penari di <a href="http://www.enchetjin.com/Travel/Cambodia/Apsara-Show/19323993_rzcMHJ#1509768044_9jFm5nQ" target="_blank">Apsara show</a>.</p>
<p>Lensa: <strong>Nikon 50mm f/1.8</strong> dan <strong>Nikon 85mm f/1.4</strong> &#8211; Jarang dipakai, hanya digunakan untuk beberapa foto seperti untuk foto detil makanan dan portrait.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1817" title="enche-tjin-foto" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/enche-tjin-foto.jpg" alt="enche-tjin-foto" width="512" height="340" /></p>
<h3><strong>Aksesoris</strong></h3>
<ul>
<li><strong>3 Batere kamera dan charger</strong> &#8211; Supaya bisa foto dari pagi sampai malam</li>
<li><strong>Beberapa kartu memori total 32 GB</strong> &#8211; Saya biasanya foto dengan format RAW, jadi cukup menguras media penyimpanan. Setiap hari usai foto saya selalu memindahkan foto ke notebook</li>
<li><strong>Tripod </strong>- Untuk foto di dalam keadaan yang gelap misalnya ruangan dalam kuil, pemandangan, air terjun.</li>
<li><strong>Rocket blower dan micro fiber cloth</strong> &#8211; Untuk membersihkan debu di lensa, kamera. Sangat penting dan sering digunakan terutama disaat cuaca buruk.</li>
<li><strong>Filter circular polarizer dan ND8</strong> &#8211; Membantu dalam foto air terjun dan membuat langit lebih biru (kalau posisi sinar mataharinya lagi pas).</li>
<li><strong>Flash Nikon SB900</strong> &#8211;  Hanya saya gunakan sekali untuk foto detail pahatan di dalam ruangan candi yang gelap gulita</li>
</ul>
<h3><strong>Pakaian dan lain-lain</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Topi</strong> &#8211; Melindungi dari sengatan sinar matahari dan hujan rintik-rintik</li>
<li><strong>Payung, jas hujan plastik, rain cover</strong> &#8211;  Digunakan supaya kita tetap bisa foto di saat hujan.</li>
<li><strong>Ransel foto</strong> &#8211; untuk menyimpan semua peralatan foto saat tidak digunakan <img src='http://www.infofotografi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Ikat pinggang dan kantong tempat lensa atau aksesoris</strong> &#8211; supaya saya bisa mengubah lensa dengan mudah dan cepat</li>
<li><strong>Spider holster, pengait kamera</strong> &#8211; Supaya tangan dan leher bebas dari beban</li>
</ul>
<p>&#8212;-</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1820" title="enche-tjin-foto-kamboja" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/enche-tjin-foto-kamboja.jpg" alt="enche-tjin-foto-kamboja" width="425" height="640" /></p>
<p>Kurang lebih itulah peralatan fotografi yang saya bawa saat hunting foto, dan peralatan yang saya bawa akan berbeda bila saya foto jenis yang berbeda seperti wedding atau portrait.</p>
<p><strong>Catatan</strong>: Bagi yang suka travel photography, tentunya tidak perlu meniru peralatan yang seperti saya, karena mungkin gaya fotografi kita tidak sama. Bagi yang dananya terbatas, kita bisa gunakan kamera dan lensa yang sudah ada. Kadang-kadang saya pikir malah lebih enak cuma pakai satu kamera dan satu lensa, jadi lebih ringan dan bebas hehe. Selamat berfoto ria.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/apa-yang-saya-bawa-untuk-hunting-foto-ke-kamboja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peralatan buat fotografi pemandangan (landscape photography) bagian 1</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/09/peralatan-buat-fotografi-pemandangan-landscape-photography-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/09/peralatan-buat-fotografi-pemandangan-landscape-photography-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 13:06:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1713</guid>
		<description><![CDATA[Fotografi pemandangan atau landscape photography merupakan salah satu jenis fotografi yang populer. Untuk mendukung kesuksesan menggeluti fotografi landscape, kita perlu peralatan yang menunjang.
1. KAMERA
Hal yang perlu diperhatikan ketika memilih kamera ideal untuk fotografi pemandangan ada beberapa faktor sbb. Semakin besar ukuran sensor, semakin bagus hasil fotonya. Kamera saku (compact camera) biasanya memiliki sensor kecil, jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F09%2Fperalatan-buat-fotografi-pemandangan-landscape-photography-bagian-1%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F09%2Fperalatan-buat-fotografi-pemandangan-landscape-photography-bagian-1%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Fotografi pemandangan atau <em>landscape photography</em> merupakan salah satu jenis fotografi yang populer. Untuk mendukung kesuksesan menggeluti fotografi landscape, kita perlu peralatan yang menunjang.</p>
<h3>1. KAMERA</h3>
<p>Hal yang perlu diperhatikan ketika memilih kamera ideal untuk fotografi pemandangan ada beberapa faktor sbb. Semakin besar <strong>ukuran sensor</strong>, semakin bagus hasil fotonya. Kamera saku (compact camera) biasanya memiliki sensor kecil, jadi kualitas fotonya terbatas. Kamera DSLR, memiliki sensor yang lebih besar, terutama yang full frame seperti Canon 5D mark II atau Nikon D700.</p>
<p>Selain besarnya sensor,<strong> besarnya resolusi gambar</strong> (megapixel) juga penting terutama bila kita ingin mencetak foto pemandangan dalam ukuran besar. Jika resolusi gambar kecil, foto akan terlihat tidak tajam saat diperbesar. Hanya saja, semakin besar megapixel sebuah kamera, biasanya <em>noise</em> juga semakin banyak jika kita mengunakan ISO tinggi.</p>
<p><strong>Kualitas badan</strong> kamera juga menentukan terutama bila kita melakukan pemotretan di tempat-tempat yang bercuaca buruk seperti hujan, badai, salju, ataupun tempat yang sangat berdebu seperti gurun pasir. Beberapa tipe kamera yang tahan banting dan cuaca antara lain Canon 7D, Nikon D3 atau Pentax K5.</p>
<p><strong>Fitur lain yang membantu (dan sebagian besar kamera DSLR jaman sekarang sudah memiliki fitur-fitur dibawah ini) </strong></p>
<ul>
<li><strong>Mirror Lockup</strong> : Untuk mengurangi getaran kamera saat long exposure (1/4 detik atau lebih lambat). Rata-rata di kamera DSLR canggih ada fitur ini.</li>
<li><strong>Self Timer</strong> : Supaya getaran tangan kita saat menjepret tidak mempengaruhi ketajaman foto, kita bisa mengunakan self-timer</li>
<li><strong>Bracketing /AEB</strong> : Fitur yang berfungsi untuk menginstruksikan kamera untuk mengubah setting exposure sehingga saat kita menjepret beberapa kali, foto yang dihasilkan akan memiliki pencahayaan/exposure yang berbeda (lebih gelap, sedang, terang). Tujuan bracketing adalah supaya kita bisa memiliki foto dengan pencahayaan yang terbaik atau untuk membuat foto HDR (menggabungkan beberapa foto untuk membuat foto dengan dynamic range yang tinggi).</li>
<li><strong>RAW</strong> : Merekam file RAW memungkinkan kita memperbaiki pencahayaan, warna dalam proses pengeditan tanpa / sedikit mengurangi kualitas foto. Semua kamera DSLR memiliki kemampuan untuk menyimpan foto dalam tipe RAW. Kamera saku biasanya tidak bisa, kecuali <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/kamera-compact-canggih-terbaik-2011/" target="_blank">kamera saku canggih</a>.</li>
</ul>
<h3>2. LENSA</h3>
<p>Lensa favorit untuk fotografi pemandangan adalah <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2010/04/mengapa-saya-menyukai-lensa-lebar/" target="_blank"><strong>lensa lebar</strong></a>. Dengan mengunakan lensa lebar dan memposisikan diri dekat dengan subjek foto, kita bisa menghasilkan foto yang memiliki kedalaman atau tiga dimensi. Lensa wide biasanya cukup mahal karena sulit didesain. Contohnya adalah Nikon 10-24mm, Canon 10-22mm atau Sony 11-18mm.</p>
<p>Fitur-fitur lain lensa yang perlu diperhatikan yaitu:</p>
<ul>
<li>Lensa <strong>berbukaan besar</strong> memiliki kelebihan yaitu bisa membuat latar belakang menjadi lebih blur dan juga baik untuk cahaya yang gelap. Tapi masalahnya lensa berbukaan besar biasanya mahal dan cukup berat, terutama lensa zoom. Di fotografi pemandangan, lensa berbukaan besar itu baik, tapi tidak harus punya. Karena biasanya saat foto pemandangan, kita mengunakan bukaan yang cukup kecil untuk membuat foto pemandangan menjadi tajam dari ujung ke ujung frame.</li>
<li>Fitur <strong>image stabilization</strong> atau peredam getar membantu ketika kita foto pemandangan di cahaya yang kurang baik dan saat kita tidak bisa/sulit mengunakan tripod.</li>
<li><strong>Auto fokus</strong> yang cepat dan tidak berisik seperti USM atau AF-S tidak terlalu penting di dalam foto pemandangan, karena kecepatan auto fokus tidak sepenting fotografi jurnalistik.</li>
<li><strong>Zoom vs Fix</strong> : Dahulu, lensa zoom kualitas gambarnya jauh lebih buruk dibandingkan dengan lensa fix. Tapi sekarang banyak lensa zoom yang berkualitas tinggi. Lensa zoom lebih praktis untuk jenis fotografi pemandangan.</li>
</ul>
<p>Bersambung <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/09/peralatan-untuk-fotografi-pemandangan-bagian-2/">ke bagian dua (aksesoris, tripod)&#8230;.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/09/peralatan-buat-fotografi-pemandangan-landscape-photography-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fungsi tombol AF-ON</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/09/af-on-button/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/09/af-on-button/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 06:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1676</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang punya kamera DSLR yang agak canggih seperti Nikon D300, Canon 60D atau lebih canggih lagi, pasti punya tombol AF-ON yang terletak di bagian belakang kamera. Nah tombol itu sebenarnya buat apa sih?

AF-ON gunanya sama seperti menekan setengah tombol jepret (shutter) yaitu untuk mengunci fokus. Tapi kenapa tombol ini diperlukan? bukannya tinggal menekan setengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F09%2Faf-on-button%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F09%2Faf-on-button%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Bagi yang punya kamera DSLR yang agak canggih seperti Nikon D300, Canon 60D atau lebih canggih lagi, pasti punya tombol AF-ON yang terletak di bagian belakang kamera. Nah tombol itu sebenarnya buat apa sih?</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1680" title="af-on" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/09/af-on-300x199.jpg" alt="af-on" width="300" height="199" /></p>
<p>AF-ON gunanya sama seperti menekan setengah tombol jepret (shutter) yaitu untuk mengunci fokus. Tapi kenapa tombol ini diperlukan? bukannya tinggal menekan setengah tombol jepret untuk fokus saja sudah cukup? Lalu apa guna AF-ON sebenarnya?</p>
<p>Bila kita mengunakan AF-ON untuk fokus. Maka kita bisa memisahkan antara mekanisme auto fokus dengan pengambilan gambar (eksposur).</p>
<p class="note"><strong>PS:</strong> Sewaktu mengunakan AF-ON untuk fokus, jangan lupa mematikan fungsi auto fokus saat menekan tombol jepret (cari di menu kamera masing-masing).</p>
<p><strong>Manfaat mengunakan tombol AF-ON untuk auto fokus antara lain:</strong></p>
<ul>
<li> Bisa mengunci fokus hanya saat kita mau saja. Misalnya saat kita mau manual fokus, kita tidak perlu bolak balik mematikan fungsi auto fokus.</li>
<li>Lebih mudah ketika fokus dan recompose. Kita bisa menekan AF-ON sekali untuk mengunci fokus kemudian kita bisa lepas tombolnya dan recompose (menggeser posisi kamera &amp; lensa) untuk mengubah komposisi foto. Jadi tidak usah menahan tombol jepret saat recompose. Hasil metode ini pun lebih akurat.</li>
<li>Dengan menekan AF-ON terus menerus, kita bisa mengikuti subjek foto yang bergerak seperti foto olahraga atau satwa liar dan kemudian mengambil gambar dengan tombol jepret <strong>sambil terus mengikuti subjek foto</strong>. Di cara yang tradisional, setiap kita usai mengambil foto, auto fokus sudah tidak aktif dan tidak mengikuti subjek foto lagi.</li>
</ul>
<p>Karena kelebihan itu, AF-ON banyak digunakan fotografer yang berpengalaman, terutama yang berspesialisasi dalam foto olahraga atau satwa liar.</p>
<p class="note"><strong>PS:</strong> Untuk yang kamera DSLRnya ga ada AF-ON mungkin bisa program tombol lain seperti * (pada Canon) atau A-EL/AF-L untuk menjadi tombol AF-ON.</p>
<p>Bagi yang ingin belajar lebih jauh dengan fungsi dan tombol kamera, saya rekomendasikan untuk mengikuti acara <a href="http://infofotografi.com/kursus-fotografi.html" target="_blank">Kupas Tuntas kamera DSLR Canon atau Nikon</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/09/af-on-button/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

