<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi &#187; Kamera</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/category/kamera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 05:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Alasan untuk pindah sistem digital SLR</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/alasan-untuk-pindah-sistem-digital-slr/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/alasan-untuk-pindah-sistem-digital-slr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 07:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Kamera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita membeli kamera digital SLR yang pertama, berarti kita telah membeli sebuah sistem untuk jangka panjang. Hal ini karena lensa aksesoris dan lensa kamera digital SLR merek tertentu, sebagian besar tidak bisa dipakai di kamera merk lain.
Akibatnya, bila pindah merk, maka semua lensa dan aksesoris juga harus diganti. Selain itu, kita juga harus kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F07%2Falasan-untuk-pindah-sistem-digital-slr%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F07%2Falasan-untuk-pindah-sistem-digital-slr%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Saat kita membeli kamera digital SLR yang pertama, berarti kita telah membeli sebuah sistem untuk jangka panjang. Hal ini karena lensa aksesoris dan lensa kamera digital SLR merek tertentu, sebagian besar tidak bisa dipakai di kamera merk lain.</p>
<p>Akibatnya, bila pindah merk, maka semua lensa dan aksesoris juga harus diganti. Selain itu, kita juga harus kembali mempelajari dan membiasakan diri untuk memakai sistem yang baru ini. Kadang-kadang bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk benar-benar terbiasa.</p>
<p>Lantas, banyak fotografer dari amatir sampai profesional pindah dari satu merek yang satu ke merek yang lain, tentunya masing-masing memiliki alasan sendiri sendiri. Ada alasan yang saya kira tepat, ada yang saya rasa kurang tepat.</p>
<h3>Alasan yang saya kira tepat antara lain</h3>
<ol>
<li><strong>Bila tidak ada ada produk yang di tawarkan merek tersebut yang memenuhi syarat yang kita butuhkan padahal waktu mendesak</strong></li>
<p>Saat itu, saya memiliki kamera Canon 40D dan cukup banyak lensa dan aksesoris bermerek sama. Tapi akan ditugaskan untuk foto di keadaan yang gelap seperti foto tarian, foto candle lighting dan olahraga indoor dan lainnya yang tidak memperbolehkan penggunaan lampu kilat.</p>
<p>Alhasil saya sempat melirik kamera Canon 5D mark II dan Nikon D700. Saya akhirnya memutuskan untuk memilih kamera Nikon D700 karena auto fokusnya yang cepat dan juga kemampuannya di cahaya ruangan yang temaram. Selain itu Canon 5D mark II lebih mahal karena saat itu baru diluncurkan dan menurut tes, auto fokusnya tidak begitu baik.</p>
<p>Kalau dihitung-hitung, akibat perpindahan ini, saya menderita kerugian sekitar $1500 (13.5 juta rupiah) . Kalau saya ada waktu untuk menunggu, saya tentu saja menunggu kamera Canon yang seperti Canon EOS 7D atau 1d mark IV.</p>
<li><strong>Sulit mencari pelayanan purna jual, lensa dan aksesoris</strong><br />
Terkadang, Anda sulit menemukan aksesoris atau layanan purna jual di dekat tempat tinggal Anda. Hal ini tentu bisa mengesalkan terutama saat kamera Anda rusak atau ketika Anda ingin membeli lensa tertentu tapi tidak tersedia di daerah. Maka dari itu pertimbangkanlah untuk pindah ke merek yang memberikan layanan dan ketersediaan lensa dan aksesoris yang memadai</li>
<p></p>
<li><strong>Sistem yang Anda pakai sekarang sudah tidak sesuai dengan visi atau gaya fotografi Anda.</strong></li>
<p>Ada merek / system fotografi yang sasaran utamanya adalah mengembangkan produk untuk fotografer pemula dan amatir seperti Panasonic, Samsung, Pentax, dan Olympus sehingga bila Anda bertujuan untuk menjadi fotografer professional, terutama untuk fotojurnalistik, mungkin kurang tepat untuk memakai merek tersebut.</p>
<p>Disisi lain, bila Anda mencari system yang ramah dengan pemula, memberikan nilai lebih dengan harga yang lebih murah, pertimbangkan untuk mencari merk-merk yang perhatian utamanya adalah pemula dan amatir.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah kini banyak sistem kamera yang berukuran kecil, seperti Panasonic GF1 dan Olympus PEN E-P1, bila gaya fotografi Anda lebih ideal mengunakan sistem seperti ini, mengapa tidak pindah?</p>
<li><strong>Sponsor</strong></li>
<p>Produsen kamera selalu mencari fotografer berbakat untuk disponsori, bila Anda merupakan salah satu fotografer yang beruntung itu, kenapa tidak menerimanya?</p>
<p>Namun sebaiknya Anda sudah mencoba merek tersebut dan produk tersebut bisa memenuhi kebutuhan fotografi Anda, sehingga tetap bisa berkarya dengan baik dan tidak dicap munafik oleh  fans dan khalayak umum.</ol>
<p><span id="more-593"></span></p>
<h3>Alasan yang kurang tepat untuk pindah sistem</h3>
<ol>
<li><strong>Merk lain lebih popular</strong></li>
<p>Kadang kita merasa minder karena banyak teman-teman atau khayalak ramai mengunakan merek kamera yang lebih populer.  Hal ini kadang membuat kita ingin pindah.</p>
<p>Tapi renungkan terlebih dahulu apakah memang merek yang anda punya tidak bisa memenuhi kebutuhan fotografi Anda?<br />
Dengan memakai system kamera yang berbeda, justru bisa membuat karya Anda menjadi unik. Jangan kuatir tampil beda.</p>
<li><strong>Fotografer atau teman yang dikagumi pindah sistem</strong></li>
<p>Kadang-kadang ada fotografer terkenal yang ganti merek dari satu ke yang lain. Jangan jadikan ini alasan kenapa pindah, karena kita seringkali tidak mengetahui alasan sebenarnya mereka pindah.</p>
<p>Seringkali fotografer terkenal dan berpengaruh di incar oleh produsen alat fotografer untuk memakai produk mereka secara gratis dan mempromosikan produk mereka. Oleh sebab itu jangan menjadi korban iklan dan tidak perlu tergesa-gesa untuk pindah ke merek lain.<br />
Selain itu, mungkin mereka memiliki dana yang besar sehingga ongkos perpindahan tidak menjadi masalah untuk mereka. Dan lagi, kebutuhan mereka mungkin berbeda dengan kebutuhan Anda.</p>
<li><strong>Produk merk lain lebih baik</strong></li>
<p>Seperti kata pepatah yaitu rumput tetangga selalu lebih hijau. Seringkali kita melihat keunggulan kamera atau lensa merek lain dan hanya melihat kekurangan kamera kita sendiri. Hal ini menjebak kita untuk berpikiran tidak objektif.</p>
<p>Kita juga kadang tidak sabar untuk menunggu model baru dari merek yang kita pakai dalam mengeluarkan produk yang memiliki fitur yang tidak dimiliki model saat ini, tapi dimiliki oleh produk merek lain.</p>
<p>Contohnya beberapa tahun yang lalu kamera Nikon tidak memiliki sensor full frame sedangkan Canon telah memiliki Canon 5D, tapi beberapa tahun kemudian Nikon mengeluarkan Nikon D3 dan selanjutnya D700, yang merupakan full frame dengan kualitas yang lebih baik terutama di foto di kondisi pencahayaan yang kurang bersahabat.</p>
<p>Selanjutnya, Canon berhasil meningkatkan kualitas perekaman video ke full HD, tapi kamera Nikon masih di HD 720p.  Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan Nikon mengungguli Canon dalam hal ini. Oleh sebab itu, daripada buru-buru pindah merek dan kehilangan banyak uang, maka lebih baik sabar menunggu.</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/alasan-untuk-pindah-sistem-digital-slr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda kamera canggih dengan pemula</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/beda-kamera-canggih-dengan-pemula/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/beda-kamera-canggih-dengan-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 13:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Kamera yang canggih biasanya memiliki kualitas badan kamera yang lebih tahan banting karena sebagian besar terbuat dari logam, sedangkan kamera pemula biasanya terbuat dari plastik sehingga lebih ringan dan kecil.
Kamera yang canggih juga memiliki kecepatan tembak yang lebih cepat. Misalnya, bisa menembak lima sampai delapan foto per detik dibandingkan kamera pemula yang biasanya hanya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F07%2Fbeda-kamera-canggih-dengan-pemula%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F07%2Fbeda-kamera-canggih-dengan-pemula%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Kamera yang canggih biasanya memiliki kualitas badan kamera yang lebih tahan banting karena sebagian besar terbuat dari logam, sedangkan kamera pemula biasanya terbuat dari plastik sehingga lebih ringan dan kecil.</p>
<p>Kamera yang canggih juga memiliki kecepatan tembak yang lebih cepat. Misalnya, bisa menembak lima sampai delapan foto per detik dibandingkan kamera pemula yang biasanya hanya bisa menembak sekitar tiga foto per detik.</p>
<div id="attachment_585" class="wp-caption alignright" style="width: 150px">
	<img class="size-full wp-image-585" title="Nikon D90 top lcd screen" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/07/nikon-d90-lcd.jpg" alt="Top LCD screen on top of Nikon D90" width="150" height="106" />
	<p class="wp-caption-text">Top LCD screen on top of Nikon D90</p>
</div>
<p>Kamera canggih biasanya juga memiliki dua layar LCD, satu di belakang dan satu diatas. Fungsi layar LCD yaitu memudahkan kita untuk melihat setting-setting utama kamera, terutama di bawah sinar matahari.</p>
<p>Lalu, kamera canggih memiliki jendela bidik yang lebih besar dan lebih jelas sehingga lebih memudahkan komposisi dan manual fokus.</p>
<p><strong>Apakah kamera canggih selalu lebih baik daripada kamera pemula?</strong></p>
<p>Meski kamera canggih biasanya lebih baik dari kamera pemula. Kadangkala, kamera pemula merupakan pilihan yang lebih baik bila kamera canggih terlalu berat dan mengambil banyak tempat untuk perjalanan jauh. Atau Anda baru belajar fotografi sehingga kamera canggih mungkin dapat membingungkan Anda.</p>
<p>Kadang kala, ada kamera canggih harganya lebih murah dari kamera pemula, misalnya Canon 40D termasuk kamera canggih, tapi lebih murah daripada Canon 550D karena Canon 40D adalah kamera keluaran beberapa tahun yang lalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/beda-kamera-canggih-dengan-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan kamera full frame dengan crop sensor</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/04/perbedaan-kamera-full-frame-dengan-crop-sensor/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/04/perbedaan-kamera-full-frame-dengan-crop-sensor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 06:24:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya tentang beda kamera digital full frame dengan kamera digital crop frame (biasa). Maka dari itu mari kita bahas secara mendalam dan mudah-mudahan lengkap.
Kamera full frame berukuran sensor lebih besar dari kamera SLR crop, berapa bedanya? Luas penampang kamera full frame adalah 864 mm2 dibandingkan dengan kamera crop sensor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F04%2Fperbedaan-kamera-full-frame-dengan-crop-sensor%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F04%2Fperbedaan-kamera-full-frame-dengan-crop-sensor%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya tentang beda kamera digital full frame dengan kamera digital crop frame (biasa). Maka dari itu mari kita bahas secara mendalam dan mudah-mudahan lengkap.</p>
<p>Kamera full frame berukuran sensor lebih besar dari kamera SLR crop, berapa bedanya? Luas penampang kamera full frame adalah 864 mm<sup>2</sup> dibandingkan dengan kamera crop sensor Canon: 329 mm<sup>2</sup>, Nikon, Sony, Pentax : 370 mm<sup>2</sup> dan Olympus: 225 mm<sup>2</sup></p>
<div id="attachment_486" class="wp-caption aligncenter" style="width: 483px">
	<img class="size-full wp-image-486   " title="canon-5d-mark-2-eos-7d" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/canon-5d-mark-2-eos-7d1.jpg" alt="Canon EOS 5D mark II dan 7D, bentuk fisik hampir sama, tapi isi dan teknologi jauh berbeda" width="483" height="187" />
	<p class="wp-caption-text">Canon EOS 5D mark II dan 7D, bentuk fisik hampir sama, tapi isi dan teknologi jauh berbeda</p>
</div>
<p>Dampak perbedaan ukuran inilah yang menjadi sumber perbedaan-perbedaan dibawah ini:</p>
<h3>1. Kualitas foto</h3>
<p>Kamera bersensor berukuran besar lebih baik terutama di ISO tinggi (foto di tempat yang gelap). Untuk ketajaman foto, ini tergantung juga dengan lensa yang dipakai. Kalau lensa yang dipakai jelek, maka kualitas foto di kamera bersensor besar malah bisa lebih buruk.</p>
<h3>2. Jangkauan fokal lensa</h3>
<p>Bila kita mengunakan lensa yang sama dan kita pasang di kamera full frame dan satunya lagi kamera crop frame, maka ada perbedaan jangkauan fokal lensa. Di kamera full frame, foto akan terlihat lebih lebar, sedangkan di kamera crop frame, lebih sempit. Hal ini dikarenakan kamera crop frame otomatis mengkrop foto yang diambil.</p>
<p>Tiap merek kamera memiliki rasio yang agak berbeda dengan yang lain. Contoh Canon 1.6, Nikon, Pentax dan Sony 1.5, Olympus 2. Artinya bila lensa 100mm di pasang di kamera crop Canon, maka akan keliatan seperti 160mm di kamera full frame.</p>
<p>Efek ini tentunya disukai oleh fotografer olahraga atau satwa liar, karena dengan lensa 300mm misalnya, dengan mengunakan kamera crop, jangkauannya seperti 480mm.</p>
<h3>3. Tidak semua lensa cocok dipasang buat kamera full frame</h3>
<p>Ini yang penting bagi yang mempertimbangkan untuk membeli kamera full frame. Gak semua lensa kompatibel, ini dikarenakan banyak produsen lensa membuat lensa yang berukuran lebih kecil dan di optimalkan untuk kamera crop. Sebaliknya, semua lensa yang bisa dipakai di kamera full frame, bisa dipakai di kamera crop frame.</p>
<p>Contoh lensa yang tidak kompatibel antara lain Canon EF-S, Nikon DX, Tamron Dii, Sigma DC</p>
<h3>4. Depth of field atau kedalaman fokus</h3>
<p>Karena ukuran sensor lebih besar, makin tipis kedalaman fokus dibandingkan dengan kamera crop. Contoh, lensa dengan bukaan f/1.4 bila digunakan di full frame seperti lensa f/1 (Di dapat dari 1.4 dibagi crop faktor kamera misalnya 1.5 untuk kamera Nikon) bila dipakai di kamera crop sensor.  [ Baca juga <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/memahami-aperture-bukaan/" target="_blank">Memahami Bukaan</a> ]</p>
<h3>5. Lebih rentan blur*</h3>
<p>Saya pernah baca artikel yang mengatakan bahwa kamera bersensor besar sedikit lebih rentan blur bila kamera goyang. Ini mungkin ada benarnya. Akibatnya, kita perlu menaikkan shutter speed lebih tinggi untuk mengkompensasikannya. [ Baca juga <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/08/supaya-foto-tidak-blur/" target="_blank">Supaya foto tidak blur</a> ]</p>
<h3>6. Harga</h3>
<p>Karena untuk membuat sensor berukuran besar mahal, dan tidak diproduksi se-massal sensor crop, maka kamera full frame juga lebih mahal banyak daripada kamera crop. Kamera baru setidaknya berharga 20-30 juta. Ada juga yang mencapai 70 juta, sedangkan kamera crop baru bisa dibeli dengan harga mulai dari sekitar 4 &#8211; 5 jutaan.</p>
<p>Demikian perbedaan-perbedaan utama kamera full frame dan non-full frame. Tentunya kita bisa menemukan perbedaan-perbedaan lain seperti perbedaan fitur dan teknologi yang dipakai. Kadang teknologi yang dipakai di kamera crop frame lebih canggih daripada kamera full frame, contohnya Canon 7D dan Canon 5D mark II. Untuk menentukan kamera yang paling cocok untuk Anda, tentunya harus memahami perbedaan tersebut sehingga tidak membuang duit sia-sia.</p>
<p class="note"><strong>Contoh kamera full frame:</strong> Canon 5D mark II, Nikon D700, Nikon D3, Sony A900. <strong>Contoh kamera crop sensor:</strong> Canon 350D &#8211; 550D, Canon 40D, 50D, 7D, Nikon D3000, D5000, D90, Pentax kx, k20d, Olympus E-3, E-620, Sony A200 &#8211; A700 dan lain lain.</p>
<p>*belum ada riset yang pasti.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/04/perbedaan-kamera-full-frame-dengan-crop-sensor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan membeli kamera saku / kompak</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/panduan-membeli-kamera-saku-kompak/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/panduan-membeli-kamera-saku-kompak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 11:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[kamera saku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Ingin membeli kamera saku  tapi bingung memilih? Anda bukan sendiri karena banyak sekali orang-orang yang bingung apa yang sebenarnya perlu diperhatikan sebelum membeli kamera saku. Nah, apa saja fitur yang menurut saya penting?
1. Lensa: Baik di digital SLR atau kamera saku, kualitas lensa sangat menentukan kualitas foto. Saya sendiri sangat menyukai lensa lebar, terutama lensa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fpanduan-membeli-kamera-saku-kompak%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fpanduan-membeli-kamera-saku-kompak%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Ingin membeli kamera saku  tapi bingung memilih? Anda bukan sendiri karena banyak sekali orang-orang yang bingung apa yang sebenarnya perlu diperhatikan sebelum membeli kamera saku. Nah, apa saja fitur yang menurut saya penting?</p>
<p><strong>1. Lensa</strong>: Baik di digital SLR atau kamera saku, kualitas lensa sangat menentukan kualitas foto. Saya sendiri sangat menyukai lensa lebar, terutama lensa yang berukuran kurang lebih 24mm, karena lensa lebar ini sangat baik untuk foto pemandangan, foto gedung, atau foto di dalam ruangan. Lensa yang memiliki image stabilization (IS) juga sangat membantu untuk foto di kondisi cahaya yang gelap.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong></p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 225px">
	<img src="http://www.enchetjin.com/Philadelphia/Street-Architecture/R1020708/787237137_F7Dde-S.jpg" alt="Dengan lensa lebar yaitu 28mm, saya bisa mengambil foto gedung tinggi dengan mudah" width="225" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Dengan lensa lebar yaitu 28mm, saya bisa mengambil foto gedung tinggi dengan mudah</p>
</div>
<p></strong></p>
<p><strong>2. Interface kamera:</strong> Yang dimaksud adalah bagaimana susunan tombol-tombol dan menu. Apakah tombol-tombol di susun sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan kamera? dan apakah menu kamera mudah dimengerti dan disusun secara logis? Hal ini penting diperiksa karena sangat mempengaruhi keasyikan dan kecepatan pengambilan foto.</p>
<p><strong>3. Kualitas badan kamera:</strong> Banyak kamera yang kualitas casingnya terbuat dari plastik yang sangat tipis, sehingga mudah tergores atau bonyok. Saya sarankan untuk menghindari badan kamera yang terlalu rapuh, terutama bila Anda adalah orang yang cukup selebor.</p>
<p><strong>4. Kontrol manual eksposur:</strong> Fitur ini penting apabila Anda ingin belajar prinsip dasar fotografi dan ingin membuat foto-foto kreatif.</p>
<p><strong>5. Terakhir adalah kualitas layar LCD.</strong> Kualitas LCD penting karena dalam kamera saku, Anda akan mengunakan layar LCD untuk mengkomposisikan foto, dan juga untuk memeriksa foto apakah foto yang diambil baik atau tidak.</p>
<h3>Lalu fitur apa yang menurut saya tidak begitu penting tapi sering dipikir penting?</h3>
<p><strong>1. Megapiksel: </strong>Asalkan kamera digital Anda memiliki kemampuan merekam foto enam megapixel atau lebih, itu sudah cukup untuk mencetak ukuran poster. Jadi tidak perlu memfokuskan pilihan pada kamera yang memiliki ukuran megapixel terbesar.</p>
<p><strong>2.  Panjang zoom:</strong> Ada kamera yang bisa zoom sampai 30x, tapi menurut saya antara 5 sampai 10 kali sudah cukup baik. Saya sendiri menyukai kamera dengan lensa yang tidak bisa zoom, saya merasa dengan mengunakan kamera tersebut saya bisa lebih berhati-hati dalam mengambil gambar dan memaksa saya untuk bergerak mencari sudut pandang terbaik.</p>
<p><strong>3. Proses foto di dalam kamera:</strong> Seperti kroping gambar, proses efek-efek tertentu, tidak penting dan tidak dianjurkan karena proses tersebut menghabiskan baterai dengan waktu cepat dan juga tidak sebaik bila kita mengunakan komputer.</p>
<p><strong>4. Beberapa fitur tambahan</strong> seperti deteksi wajah, anti kedip, gps, rekam video dan lain-lain tidak penting tapi biasanya sudah di bundel di kamera saku yang tersedia di pasaran.</p>
<p>Demikian panduan singkat saya dalam memilih kamera saku / kompak. Semoga membantu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/panduan-membeli-kamera-saku-kompak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips buat pemakai kamera saku &#8211; gunakan self timer</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 01:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kamera saku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Ada tips kecil dari saya hari ini untuk pemakai kamera saku, terutama yang berukuran kecil. Seringkali bila kita memotret di ruangan yang agak gelap, gambar yang kita hasilkan banyak yang kabur.
Salah satu penyebab utamanya adalah sewaktu kita menekan tombol shutter untuk mengambil gambar, tidak terasa tangan kita membuat kamera tersebut bergoyang, karena itulah gambar kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Ftips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Ftips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer%2F" height="61" width="51" /></a></div><p><img class="alignright size-medium wp-image-435" title="self-timer" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/self-timer-291x300.jpg" alt="self-timer" width="175" height="180" />Ada tips kecil dari saya hari ini untuk pemakai kamera saku, terutama yang berukuran kecil. Seringkali bila kita memotret di ruangan yang agak gelap, gambar yang kita hasilkan banyak yang kabur.</p>
<p>Salah satu penyebab utamanya adalah sewaktu kita menekan tombol shutter untuk mengambil gambar, tidak terasa tangan kita membuat kamera tersebut bergoyang, karena itulah gambar kita bisa jadi kabur. Hal ini menjadi lebih parah apabila kamera Anda kecil dan tipis. Untuk itu maka saya sarankan mengunakan self timer.</p>
<p>Self timer adalah fungsi dimana kamera mengambil gambar otomatis setelah kita menekan tombol shutter. Kita bisa menentukan jeda waktunya selama dua atau sepuluh detik. Biasanya fungsi ini digunakan untuk foto grup, tapi bisa digunakan juga untuk foto biasa. Dengan mengunakan self timer, maka kamera lebih stabil saat gambar diambil. Semoga membantu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peralatan minimal untuk fotografi pernikahan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 13:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[prewed]]></category>
		<category><![CDATA[wedding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.
Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.</p>
<p>Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, apa kira-kira alat yang dibutuhkan?</p>
<h3>KAMERA</h3>
<p>Minimalnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, kenapa bukan kamera saku atau superzoom? karena kamera digital SLR dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dan juga auto fokusnya jauh lebih cepat dan akurat. Selain itu, kamera DSLR dengan lensa lebar dapat menghasilkan foto yang bagaikan di dunia fantasi. Lalu jenis kamera mana yang baik? kamera DSLR yang memiliki harga sekitar lima sampai enam jutaan cukup baik. Kalau dana terbatas, lebih baik prioritaskan lensa dan alat-alat lainnya.</p>
<h3>LENSA</h3>
<p>Biasanya, saat membeli kamera digital SLR, Anda juga otomatis membeli lensa dalam satu paket. Kebanyakan paket tersebut adalah lensa standar zoom. Lensa ini bukan yang terbaik, tapi cukup baik untuk digunakan. Anda juga perlu satu lensa lagi yang memiliki bukaan besar, seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.<span id="more-428"></span></p>
<h3>LAMPU</h3>
<p>Lampu kilat adalah wajib, terutama untuk foto di dalam ruangan. Lampu kilat berkisar antara dua sampai lima juta Rupiah. Memang ada fotografer yang tidak memakai lampu kilat, tapi untuk memakai gaya ini memerlukan alat fotografi yang berat. Belilah lampu kilat yang bisa diputar kepalanya, sehingga Anda bisa mengarahkan lampu.</p>
<h3>LAIN-LAIN</h3>
<p>Jangan lupa batere tambahan, terutama bila Anda memotret dari pagi sampai malam. Juga siapkan kartu memori yang memadai. Untuk seharian, minimal dibutuhkan antara 20-40 GB.</p>
<p>Itulah alat-alat fotografi minimal yang diperlukan untuk fotografi pernikahan. Lalu, apabila Anda dibayar sebagai profesional, Anda harus mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa kamera dan lampu kilat tambahan, untuk menjaga-jaga apabila kamera rusak mendadak. Semoga sukses!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih kamera digital: Canon atau Nikon?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/11/memilih-kamera-digital-canon-atau-nikon/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/11/memilih-kamera-digital-canon-atau-nikon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[canon]]></category>
		<category><![CDATA[nikon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang menanyakan kepada saya, beli kamera digital SLR mana yang baik, merek Canon atau Nikon. Kadang-kadang saya juga menerima pertanyaan tentang merek lain. Tapi kali ini saya akan mengupas secara singkat perbedaan antara Canon dan Nikon. Mudah-mudahan setelah membaca ini, semua menjadi lebih jelas. Kamera DSLR yang dibahas dibawah ini adalah kamera yang beredar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F11%2Fmemilih-kamera-digital-canon-atau-nikon%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F11%2Fmemilih-kamera-digital-canon-atau-nikon%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Banyak orang menanyakan kepada saya, beli kamera digital SLR mana yang baik, merek Canon atau Nikon. Kadang-kadang saya juga menerima pertanyaan tentang merek lain. Tapi kali ini saya akan mengupas <strong>secara singkat</strong> perbedaan antara Canon dan Nikon. Mudah-mudahan setelah membaca ini, semua menjadi lebih jelas. Kamera DSLR yang dibahas dibawah ini adalah kamera yang beredar tahun 2009.</p>
<h3>Kamera DSLR pemula</h3>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-254" title="nikon-d3000" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2009/11/nikon-d3000-300x225.jpg" alt="nikon-d3000" width="180" height="135" />Di bagian pemula, Canon memiliki kamera seri 1000D, 450D dan 500D.   Kamera-kamera ini relatif ringan dan kecil. Tidak seperti kamera DSLR Sony, Pentax dan Olympus, kamera Canon dan Nikon tidak memiliki built-in image stabilization, tapi mereka mengunakan teknologi image stabilization di lensa. ada beberapa akibat yang ditimbulkan, misalnya kalau Anda beli lensa lama terutama lensa fixed (yang tidak bisa zoom), Anda tidak bisa menikmati fasilitas ini. Kelebihan kamera-kamera Canon adalah fitur yang lengkap dan juga kompatibilitas ke semua lensa Canon EOS dari yang murah sampai mahal.</p>
<p>Di sisi lain, Nikon memiliki D40, D60, D3000, dan D5000. Kamera-kamera ini tidak memiliki motor auto fokus, jadi bila Anda memakai lensa-lensa lama yang tidak ada motor fokusnya termasuk banyak lensa fixed, maka Anda terpaksa mengunakan manual fokus. Ini bukan masalah besar bila Anda tidak berniat membeli lensa tambahan atau cuma berniat membeli lensa baru yang ada motor fokusnya. Nikon D40, D60, D3000 tidak memiliki live view seperti kamera-kamera Canon, tapi ergonomi kamera-kamera Nikon saya rasa lebih baik (lebih pas ditangan). Khusus untuk Nikon D5000, kamera ini memiliki LCD yang bisa diputar dan mampu merekam video seperti Canon 500D. <span id="more-248"></span></p>
<h3>Kamera DSLR tingkat menengah atas</h3>
<p><img class="alignright size-full wp-image-253" title="canon-7d" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2009/11/canon-7d.jpg" alt="canon-7d" width="165" height="133" />Di bagian kamera DSLR menengah ke atas, kamera Canon terkenal atas kualitas konstruksi badan kamera yang kokoh dan terbuat dari magnesium alloy. Kamera ini juga lebih tahan cuaca dan debu tapi tidak teruji saat hujan deras. Selain itu, kamera Canon seperti EOS 40D, 50D bisa menembak 6-6.5 kali per detik. Canon 7D yang baru bisa menembak 8 kali per detik. Kualitas gambar juga baik, walaupun ini tergantung dari lensa juga. Canon 40D hanya memiliki 10 mp, 50D memiliki 15 mp dan 7D memiliki 18 mp.</p>
<p>Di sisi lain, Keunggulan semua kamera Nikon di kelas ini terletak pada fitur wireless flash commander sehingga Anda bisa mengatur kekuatan flash dan menembak flash secara wireless. Meski sangat dasar dan tidak bisa bekerja di segala situasi, tapi ini sangat membantu terutama untuk foto potret.  Canon 7D juga memiliki fitur ini, tapi Canon 40D-50D tidak ada.  Nikon  juga memiliki keunggulan di ergonomi, kontrol kamera, dan sistem 51 auto fokusnya sudah terbukti jitu terutama mengikuti subjek. Filosofi Nikon agak berbeda dengan Canon, Nikon tetap bertahan mengunakan sensor 12 mp untuk semua kamera di kelas ini, tapi Nikon lebih memfokuskan pada kontrol noise (bintik2 pada gambar yang muncul di setting ISO yang tinggi).</p>
<h3>Kamera DSLR kelas profesional</h3>
<p>Kamera DSLR di kelas ini sangat mahal, ditandai dengan harga $2450 sampai $9900. Sensor kamera kelas ini lebih besar daripada kamera-kamera yang dibahas diatas, sehingga kualitas gambar meningkat.</p>
<p>Di kelas ini, terdapat dua jenis kamera, kamera jenis pertama berbadan kecil, seperti kamera kelas menengah.</p>
<p>Nikon memiliki Nikon D700, kamera ini terkenal karena kemampuannya menghasilkan gambar yang bersih dan terang di tempat yang gelap karena kemampuannya menekan noise di ISO tinggi. Kamera ini bisa menembak 5 kali per detik, dan bila dipakaikan battery grip, maka kamera ini bisa menembak sampai 8 kali per detik. Kekurangan kamera ini yaitu hanya beresolusi 12 megapiksel dan juga tidak bisa merekam video. Karakteristik inilah yang membuat Nikon D700 lebih diminati oleh para fotojurnalis dan fotografer olahraga. Disisi lain, Canon memiliki 5D mark II. Kamera ini beresolusi tinggi (21 mp) dan mampu merekam video. Namun ketepatan dan kecepatan auto fokusnya tidak sebaik Nikon D700.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-255" title="canon-eos-1d-mark-iv-front" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2009/11/canon-eos-1d-mark-iv-front-292x300.jpg" alt="canon-eos-1d-mark-iv-front" width="234" height="240" />Kamera profesional tingkat atas terbagi dua jenis (kamera ini ditandai dengan badan kamera yang besar dan bergabung dengan battery grip) -<em> Lihat gambar disamping kanan</em>.</p>
<p>Pertama di desain dengan penekanan kepada kecepatan, yang kedua untuk resolusi dan kualitas gambar. Di jenis pertama, Canon baru mengeluarkan Canon 1d mark IV, kamera super kencang ini bisa menembak 10 kali / detik, dan bisa merekam video. Nikon juga baru mengeluarkan Nikon D3s, yang bisa menembak 9-11 kali / detik dan juga bisa merekam video. Perbedaaan utama kamera tersebut ada dua. Canon 1d mark IV memiliki sensor lebih kecil, tapi memiliki jangkauan 1.3 lebih panjang, uniknya, Canon 1d mark IV memiliki resolusi gambar lebih besar yaitu 16 mp dibanding Nikon 12 mp. Akibatnya, Nikon D3s memiliki kontrol noise yang sangat baik di ISO tinggi. Keunggulan lain kamera Canon yaitu bisa mengatur nilai-nilai eksposur waktu merekam video. Kamera jenis ini banyak dipakai fotojurnalis atau fotografer olahraga.</p>
<p>Kamera profesional jenis kedua menekankan pada resolusi dan kualitas gambar. Kamera-kamera ini (Canon 1ds-mark III dan Nikon D3x) sangat mahal tapi  hasil gambarnya terbaik untuk kelas DSLR. Kamera-kamera ini cocok untuk studio seperti fashion, komersial, potret, produk dan sebagainya.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Kamera pemula Canon memiliki fitur yang lebih lengkap dari kamera Nikon. Kamera Canon juga sepenuhnya kompatibel dengan lensa-lensa Canon EOS. Tetapi, kamera pemula Nikon memiliki ergonomi yang lebih baik, jadi lebih pas ditangan. Di kelas menengah ke atas, Canon memiliki strategi untuk meningkatkan resolusi gambar, sedangkan Nikon lebih condong untuk meningkatkan kualitas gambar di ISO tinggi (baik untuk foto di situasi yang gelap). Kamera terbaru masing2, Nikon D300s dan Canon 7D bersaing cukup ketat dan sama-sama berkinerja dan berfitur cukup lengkap. Di kelas profesional, kamera Canon lebih cocok untuk foto studio, sedangkan kamera Nikon lebih cocok untuk foto olahraga, dan fotojurnalis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/11/memilih-kamera-digital-canon-atau-nikon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>131</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamera saku? Siapa takut</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/11/kamera-saku-siapa-takut/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/11/kamera-saku-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 05:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[kamera saku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali, pengguna kamera saku diremehkan oleh pengguna digital SLR karena anggapan bahwa semakin besar kamera, semakin baik hasilnya. Selain itu ada anggapan bahwa hasil jepretan kamera saku tidak profesional.  Hal ini tidak sepenuhnya benar tapi banyak membuat fotografer pemula yang baru belajar fotografi menjadi minder.
Memang kemampuan kamera saku memang terbatas, tapi kamera saku juga memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F11%2Fkamera-saku-siapa-takut%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F11%2Fkamera-saku-siapa-takut%2F" height="61" width="51" /></a></div><div class="wp-caption alignright" style="width: 224px">
	<img class=" " src="http://www.enchetjin.com/photos/648475619_oGkTX-S.jpg" alt="" width="224" height="168" />
	<p class="wp-caption-text">Perbedaan ukuran antara kamera digital SLR Nikon D3000 dengan kamera saku Samsung WB1000</p>
</div>
<p>Seringkali, pengguna kamera saku diremehkan oleh pengguna digital SLR karena anggapan bahwa semakin besar kamera, semakin baik hasilnya. Selain itu ada anggapan bahwa hasil jepretan kamera saku tidak profesional.  Hal ini tidak sepenuhnya benar tapi banyak membuat fotografer pemula yang baru belajar fotografi menjadi minder.</p>
<p>Memang kemampuan kamera saku memang terbatas, tapi kamera saku juga memiliki kemampuan yang unik dan bisa menghasilkan foto yang dapat membuat banyak orang tercengang.</p>
<p>Seperti kamera DSLR, Kamera saku juga merupakan alat fotografi yang handal. Dua-duanya berguna di situasi yang berbeda dan tergantung gaya masing-masing pengguna/fotografer.</p>
<h3><strong>Kelebihan kamera saku antara lain:</strong></h3>
<p><strong>Kamera saku memiliki ukuran sensor yang lebih kecil</strong> daripada kamera digital SLR, hal ini memberikan beberapa implikasi, salah satunya adalah kedalaman ruang (depth of field / DOF) yang besar, sehingga gambar yang diambil cenderung akan tajam dari ujung ke ujung. [Baca: <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/10/faktor-yang-menyebabkan-latar-belakang-foto-menjadi-blur-kabur/" target="_blank">Faktor yang menyebabkan foto menjadi blur</a>]</p>
<p><strong>Kamera saku juga memiliki ukuran badan yang relatif kecil</strong> dan bisa disimpan di saku atau tas kecil, untuk itu lebih mudah dibawa kemana-mana. Kelebihan ini cukup penting supaya Anda dapat mengambil foto di momen yang tidak terduga. Contohnya seperti foto dibawah ini, saya ambil ketika saya hampir memasuki pesawat, saya mengunakan kamera saku untuk merekam cahaya matahari yang akan terbenam dan pegawai pesawat terbang yang sedang sibuk memasukkan bagasi ke dalam pesawat.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.enchetjin.com/photos/718671033_nT3er-M.jpg" alt="" width="486" height="365" /></p>
<p>Ukuran kecil juga membuat orang-orang disekitar tidak begitu peduli dengan Anda. Lain halnya bila Anda membawa kamera besar dengan lensa panjang, Anda mungkin bisa membuat orang disekitar menjadi grogi. Ukuran kamera kecil cukup penting buat foto candid jalanan.</p>
<p><strong>Kamera saku harganya terjangkau</strong>. Dengan harga antara satu setengah sampai empat juta, Anda telah bisa membeli kamera digital saku yang handal, sedangkan kamera DSLR memerlukan dana lebih dari $500 belum termasuk lensa-lensa dan aksesoris seperti tas kamera, pembersih lensa dan sebagainya.</p>
<p><span id="more-233"></span></p>
<h3><strong>Namun kamera saku juga memiliki kekurangan-kekurangan seperti:</strong></h3>
<p><strong>Auto fokus yang lambat, terutama untuk gambar yang bergerak</strong><br />
Solusi: Karena kamera saku memiliki kedalaman ruang yang besar, maka dengan mengunakan bukaan kecil dan manual fokus Anda bisa melewati proses auto fokus di saat Anda mengambil foto subjek foto yang bergerak cepat.</p>
<p><strong>Kualitas gambar yang kurang bersih </strong><br />
Gambar menjadi kurang biasanya karena setting ISO yang digunakan terlalu tinggi. Batas ISO yang layak di kamera saku biasanya sekitar ISO 200 sampai 400. Lebih dari itu, kualitas foto akan berkurang secara signifikan, oleh sebab itu, saya sarankan mengambil foto di ISO rendah mungkin. Akibat mengunakan ISO rendah, foto Anda menjadi lebih rentan kabur, oleh sebab itu, saya sarankan mengunakan penyangga kamera seperti tripod.</p>
<p><strong>Kualitas rentang dinamis yang kurang baik</strong><br />
Untuk rentang dinamis (kisaran antara gelap dan terang) yang kurang baik dibanding kamera DSLR, Anda bisa menggunakan teknik HDR atau high dynamic range. Caranya adalah mengambil foto beberapa kali dengan eksposur yang berbeda kemudian mengkombinasikan foto tersebut dengan software seperti <a href="http://www.hdrsoft.com/download.html" target="_blank">Photomatix</a>. Untuk menghasilkan gambar terbaik, saya sarankan memakai tripod, ini berlaku juga untuk yang mengunakan kamera Digital SLR.</p>
<p>Ada beberapa kamera saku yang otomatis menjalankan fungsi HDR seperti kamera <a href="http://www.amazon.com/gp/product/B001R23JMQ?ie=UTF8&amp;tag=web06e-20&amp;linkCode=as2&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=B001R23JMQ" target="_blank">Fuji Finepix F200EXR</a> atau <a href="http://www.amazon.com/gp/product/B002IPHIFA?ie=UTF8&amp;tag=web06e-20&amp;linkCode=as2&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=B002IPHIFA" target="_blank">Sony WX1</a>.</p>
<p class="alert">Kamera saku memiliki kelebihan dan keterbatasan, tapi bila Anda bisa memaksimalkan kelebihan dan meminimalkan kekurangannya, kamera saku akan menjadi alat fotografi yang luar biasa.</p>
<p><strong>Sebagai inspirasi, Anda bisa melihat karya-karya fotografer yang mengunakan kamera saku yang sederhana</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://wouter28mm.wordpress.com/2009/08/15/personal-shorebreak/" target="_blank">Wouter Brandsma </a>- fotografer spesialis hitam putih ini banyak mengunakan kamera saku untuk membuat karya-karyanya.</li>
<li><a href="http://simonjohnsonstreet.blogspot.com/" target="_blank">Simon Johnson</a> &#8211; fotografer ini hanya mengandalkan kamera saku yang tidak bisa zoom dan tidak ada image stabilization.</li>
<li><a href="http://blog.chasejarvis.com/blog/2009/09/best-camera-iphone-app-book-community.html" target="_blank">Chase Jarvis</a> &#8211; fotografer yang mengunakan kamera telepon selular (iphone) dan aplikasi best camera kesehariannya.</li>
</ul>
<p>Ada banyak lagi fotografer yang mengunakan kamera saku, bila Anda memiliki favorit, silahkan berbagi dengan membalas komentar artikel ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/11/kamera-saku-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fitur kamera apa yang penting?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/10/fitur-kamera-apa-yang-penting/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/10/fitur-kamera-apa-yang-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Banyak produsen menjejalkan banyak fitur dalam kamera DLSR dan kompak kamera. Mereka melakukan itu untuk mengatasi pesaing dan bagian dari itu untuk tujuan pemasaran. Memang ada beberapa fitur yang penting, ada juga yang tidak berguna seperti yang kita pikir. Saya akan membahas yang fitur yang penting bagi Anda untuk dipertimbangkan sebelum Anda membeli kamera Anda.
Ukuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F10%2Ffitur-kamera-apa-yang-penting%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F10%2Ffitur-kamera-apa-yang-penting%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Banyak produsen menjejalkan banyak fitur dalam kamera DLSR dan kompak kamera. Mereka melakukan itu untuk mengatasi pesaing dan bagian dari itu untuk tujuan pemasaran. Memang ada beberapa fitur yang penting, ada juga yang tidak berguna seperti yang kita pikir. Saya akan membahas yang fitur yang penting bagi Anda untuk dipertimbangkan sebelum Anda membeli kamera Anda.</p>
<h3>Ukuran sensor (bukan resolusi gambar)</h3>
<p>Banyak orang awam mengira semakin tinggi megapixel sebuat kamera, maka akan semakin baik kualitas fotonya. Tapi sebenarnya anggapan itu salah. Kualitas gambar lebih terkait pada ukuran sensor. Semakin besar sensor, semakin tinggi kualitas foto. Misalnya, kamera saku lebih baik daripada kamera ponsel tapi tidak lebih baik dari kamera digital SLR.</p>
<p>Untuk mencetak 5X7 &#8220;foto atau lebih kecil, 3 megapiksel gambar cukup memadai, jika Anda perlu untuk mencetak 8X10, 6 megapiksel cukup baik.</p>
<p>Resolusi terlalu tinggi, juga bisa membuat gambar yang Anda ambil menjadi mudah menjadi kabur/blur. Untuk itu diperlukan setting kecepatan rana (shutter speed) sebagai kompensasi. [Baca: <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/08/supaya-foto-tidak-blur/">Supaya foto tidak blur</a>]</p>
<p>Jadi, sementara lebih megapiksel yang baik, tapi terlalu banyak megapiksel di sensor ukuran yang sama bisa menjadi masalah. Kualitas gambar akan memburuk (karena adanya bintik2 atau disebut juga noise) ketika Anda tembak di setting ISO tinggi.</p>
<p>Kepentingan: 10 / 10 <span id="more-209"></span></p>
<h3>Layar LCD (hi-res, putar)</h3>
<p>Layar LCD lebih besar biasanya lebih baik. Hi resolusi (460k atau 920k) adalah lebih baik daripada 230k (standard). Beberapa kamera memiliki layar LCD putar. Layar semacam ini sangat membantu terutama jika Anda mengkomposisikan gambar menggunakan layar LCD bukan jendela bidik. Tapi saya tidak antusias karena biasanya ukuran layar menjadi lebih kecil baik bentuk dan resolusi.</p>
<p>Layar kamera DSLR yang hanya 230k, sulit untuk memeriksa apakah gambar Anda dalam fokus / kabur atau tidak di layar. Dengan 910k, itu lebih jelas tapi tetap bukan cara terbaik untuk memeriksa gambar.<br />
Pentingnya, kepentingan: 5/1o</p>
<h3>Pengambilan gambar secara terus menerus</h3>
<p>Fitur ini penting jika Anda mengambil foto olahraga, performa atau satwa liar. Saya rekomendasikan untuk mendapatkan kamera yang dapat mengambil gambar minimal 5 fps (gambar per detik). Hal ini juga berguna untuk merekam satwa liar. Untuk masih fotografer, potret dan pemandangan, ini mungkin tidak begitu penting. 2,5-4  fps mungkin cukup baik.<br />
Kepentingan: 8 / 10 untuk fotografer olahraga, wartawan foto atau satwa liar, 3 / 10 untuk fotografer lainnya.</p>
<h3>Sistem Auto Focus (jumlah poin dan pelacakan)</h3>
<p>Seperti kecepatan pengambilan gambar terus menerus cepat, sistem fokus otomatis sangat penting dalam fotografi olahraga, satwa liar atau foto tugas jurnalistik.<br />
Kepentingan: 9 / 10 untuk wartawan foto, fotografer olahraga dan satwa liar 5 / 10 untuk fotografer lainnya.</p>
<h3>Bodi kamera: kualitas dibangun / penanganan / ergonomis / ukuran</h3>
<p>Ini adalah aspek yang paling penting Anda ingin memeriksa dan berpikir dengan hati-hati ketika membeli kamera apakah digital SLR atau kamera kompak. Sebagai contoh, jika Anda sering shooting di kondisi lingkungan yang keras, Anda mungkin ingin cuaca segel / kamera tahan air. Di sisi lain, jika Anda bepergian, Anda mungkin ingin sistem kamera yang ringan dan mudah digunakan.</p>
<p>Ergonomis juga sangat penting faktor elemen kunci dalam menentukan kamera terbaik. Setiap orang memiliki tangan yang berbeda ukuran dan bentuk. Jadi, sementara kamera yang mungkin cocok dengan tangan teman baik, mungkin tidak cocok tangan Anda dengan baik. Cara terbaik adalah untuk mencoba kamera sebelum Anda membelinya.<br />
Kepentingan: 9 / 10</p>
<h3>Built-in image stabilization</h3>
<p>Built in camera image stabilization ini cukup penting karena banyak lensa tidak memiliki image stabilization, terutama perdana / tetap panjang fokus lensa. Walaupun telah banyak lensa lensa berbasis image stabilization yang memungkinkan Anda untuk melihat efek stabilisasi dalam jendela bidik, banyak dari lensa IS tidak murah.<br />
Kepentingan: 6 / 10</p>
<h3>Jendela Bidik</h3>
<p>Banyak orang mungkin mengabaikan jendela bidik. Berdasarkan pengalaman saya, jendela bidik (kualitas dan ukuran) adalah sangat penting. Umumnya ada dua jenis jendela bidik, penta prisma dan cermin. Jendela bidik cermin biasanya digunakan dalam pemula / entry level kamera DSLR, dan penta prisma biasanya digunakan dalam kamera yang lebih canggih. Jendela bidik penta prisma jauh lebih terang dan lebih besar dari jendela bidik cermin.</p>
<p>Anda juga perlu memeriksa ukuran jendela bidik dan pembesaran. Beberapa kamera DSLR memiliki jendela bidik yang sangat kecil yang sulit untuk melihat. Ketika Anda melihat jendela bidik, kelihatannya seperti sebuah terowongan.</p>
<p>Jendela bidik penting untuk kamera digital SLR karena Anda akan mengkomposisikan gambar Anda menggunakan jendela kecil ini. Untuk pengguna kamera saku, mungkin tidak relevan karena Anda akan menggunakan kembali layar LCD sebagai gantinya.<br />
Kepentingan: 7 / 10</p>
<h3>Live view dan Movie Mode di kamera DSLR</h3>
<p>Pada tahun 2008, sebagian besar kamera sudah memiliki live view mode, yang memungkinkan Anda untuk menyusun dan fokus menggunakan layar LCD bukan viewfinder. Live view mode ini sangat membantu dalam beberapa jenis fotografi seperti still life dan close up. Tapi untuk penggunaan umum, dengan menggunakan jendela bidik jauh lebih baik karena Anda melihat frame secara langsung melalui lensa dan fokus otomatis kecepatan 4-5 kali lebih cepat.<br />
Kepentingan: Umum: 3 / 10, fotografer Makro: 8 / 10</p>
<p>Ada juga banyak kamera DSLR yang memiliki modus video. Kamera ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan camcorder biasa. Jika Anda seniman multimedia, Anda mungkin menyukai kamera yang memiliki modus video, tetapi jangan mengharapkan operasi dan merekam video pada kamera DSLR akan mudah. Banyak fitur video di kamera dSLR masih sangat primitif terutama auto fokusnya, dan hanya satu atau dua yang memiliki pilihan kendali eksposur secara manual.<br />
Kepentingan: Untuk fotografer umum: 2 / 10, Untuk seniman multimedia : 8 / 10, Untuk wartawan: 7 / 10</p>
<h3>Pengolahan foto dalam kamera</h3>
<p>Beberapa kamera DSLR kamera menawarkan beberapa dalam pengolahan foto seperti seni di Olympus, efek miniatur di D3000 Nikon, Auto HDR (High Dynamic Range) di Pentax dan Sony yang bisa menggabungkan beberapa gambar menjadi suatu gambar panorama di kamera saku. Ini adalah pilihan yang baik untuk memiliki untuk pemula yang ingin membuat foto kreatif tanpa harus memiliki pengetahuan tentang editing gambar di komputer. Tetapi bagi kebanyakan fotografer, ini berlebihan. Kebanyakan pengolahan foto di kamera memerlukan waktu proses yang lambat (sekitar 5-10 detik) untuk memproses satu foto dan juga cukup menguras baterai.<br />
Kepentingan: 2 / 10</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/10/fitur-kamera-apa-yang-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih merek kamera digital SLR</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/memilih-merek-kamera-digital-slr/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/memilih-merek-kamera-digital-slr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 04:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti membeli barang elektronik lainnya, seperti kamera saku, membeli kamera digital SLR memerlukan pertimbangan ekstra. Sebabnya karena membeli kamera dSLR seperti membeli sistem bukan hanya badan kamera. Sistem ini termasuk kamera, lensa, flash dan aksesoris lainnya.
Karena membeli sebuah sistem, maka bila Anda ingin pindah sistem, Anda akan menemui kendala kompatibilitas dan  biaya. Misalnya, bila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fmemilih-merek-kamera-digital-slr%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fmemilih-merek-kamera-digital-slr%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Tidak seperti membeli barang elektronik lainnya, seperti kamera saku, membeli kamera digital SLR memerlukan pertimbangan ekstra. Sebabnya karena membeli kamera dSLR seperti membeli sistem bukan hanya badan kamera. Sistem ini termasuk kamera, lensa, flash dan aksesoris lainnya.</p>
<p>Karena membeli sebuah sistem, maka bila Anda ingin pindah sistem, Anda akan menemui kendala kompatibilitas dan  biaya. Misalnya, bila Anda memiliki kamera merek Canon, dan ingin pindah ke Nikon, lensa Canon Anda tidak bisa digunakan di kamera Nikon (kecuali memakai adapter khusus. Alhasil, Anda harus menjual sistem Canon sebelum membeli sistem Nikon.</p>
<p>Selain itu, Anda harus belajar lagi mengunakan kamera Nikon karena tiap merek memiliki filosofi desain yang berbeda. Hal-hal tersebut membuat Anda harus berhati-hati dalam memilih sistem kamera DSLR.</p>
<p><strong>Canon EOS</strong><br />
Canon EOS adalah sistem DSLR yang komplit. Canon memiliki lensa dan kamera berbagai jenis untuk berbagai kebutuhan dari yang hobi fotografi ataupun untuk profesional. Harga kamera juga bervariasi dari sekitar $500 sampai $7000. Sampai saat ini, Canon memiliki koleksi lensa terlengkap dan tercanggih di dunia. Canon berbagi market share dengan Nikon sebesar kurang lebih 38% masing-masing.</p>
<p><strong>Nikon</strong><br />
Nikon memiliki sejarah yang kuat di era kamera film tetapi saat revolusi kamera digital, Nikon agak terlambat dibanding Canon. Canon terlebih dahulu meluncurkan kamera full frame (kamera dengan ukuran sensor seperti ukuran pada kamera film). Tapi dalam tiga tahun terakhir, Nikon berhasil mengejar ketinggalan dengan meluncurkan kamera digital full frame dimulai dari Nikon D3, D700 dan D3X. Nikon juga berhasil mendesain lensa dengan harga murah tapi berkinerja tinggi. Tapi untuk lensa profesional, rata-rata lensa Nikon lebih mahal dari lensa Canon.</p>
<p><strong>Sony</strong><br />
Pendatang baru di dunia DSLR ini menguasai keahlian Konica &amp; Minolta dalam membuat kamera dan optik. Sebagai pendatang baru, Sony sangat ambisius. Selain membeli Konica Minolta, Sony juga bekerjasama dengan perusahaan pembuat lensa ternama, Carl Zeiss. Saat ini kamera digital SLR Sony bisa dibilang agak terbelakang daripada kamera Nikon dan Canon, tapi Sony memiliki kamera full frame yang sangat diminati fotografer profesional dan amatir. Selain itu, Sony dengan gencar meluncurkan lensa-lensa canggihnya untuk berkompetisi dengan Canon dan Nikon. Saat banyak kamera dSLR memiliki fitur video recording, Sony belum memiliki kamera semacam itu, tapi dikabarkan Sony sedang membuat sebuah kamera yang mengintegrasikan video dan kamera lebih baik daripada merek lain.</p>
<p><strong>Olympus</strong><br />
Saat ini Olympus memiliki dua sistem, pertama yaitu kamera digital SLR four thirds (4/3) yang kedua adalah kamera micro four thirds (4/3). Perbedaan kedua sistem ini adalah, micro four thirds tidak memiliki cermin atau prisma layaknya SLR, tetapi memiliki karakteristik lain yang dimiliki kamera DSLR yaitu sensor berukuran relatif besar dan dapat menukar lensa. Sistem micro four thirds lagi &#8220;in&#8221; sekarang karena ukurannya yang relatif kecil dibandingkan kamera DSLR biasa.</p>
<p>Yang perlu diperhatikan mengenai sistem 4/3 ini adalah rasio ukuran foto. Lain dengan sistem konvensional, foto yang dihasilkan Olympus berasio 4:3 bukan 3:2, sehingga foto terlihat lebih bujur sangkar daripada persegi panjang.</p>
<p><strong>Panasonic</strong><br />
Panasonic bergabung dengan Olympus dalam konsorsoium 4/3. Beberapa kamera Panasonic seperti L1, kurang sukses di pasar, tapi ketika Panasonic membuat kamera micro 4/3, pasar menjadi bergairah kembali, terutama peluncuran Panasonic G1 dan GH1 beserta lensa-lensa baru berukuran kecil dan ringan.</p>
<p><strong>Pentax </strong><br />
Pentax adalah salah satu perusahaan yang terkenal dalam era kamera film / analog, yang dalam transisinya ke digital sempat mengalami krisis sehingga dibeli oleh perusahaan Hoya. Saat pertama kali menggebrak dunia digital, Pentax terkenal sebagai perusahaan yang inovatif dengan peluncuran Pentax k10D yang memiliki teknologi built-in shake reduction, dan weather sealing dengan harga terjangkau. Pentax juga mengembangkan lensa yang dioptimalkan untuk kamera digital SLR yang memiliki harga relatif cukup murah.</p>
<p>Sayangnya Pentax tidak memiliki dan belum berencana mengeluarkan kamera digital full frame (yang sangat ditunggu-tunggu pemakai kamera film tradisional), dan juga koleksi kamera dan lensanya tidak selengkap dan secanggih Canon atau Nikon.</p>
<p><strong>Samsung</strong><br />
Samsung memulai bisnis SLR sejak bekerjasama dengan Pentax untuk pembuatan komponen elektronik dari kamera, selanjutnya, Samsung juga berambisi untuk menguasai bisnis kamera saku, video camera dan dslr. Samsung bekerjasama dengan Scneider dan Pentax dalam pembuatan lensa. Saat ini, Samsung akan meluncurkan sistem baru seperti sistem micro four-thirds yang akan dinamakan Samsung NX.</p>
<p><strong>Fujifilm</strong><br />
Fujifilm pernah berkolaborasi dengan Nikon dan meluncurkan beberapa kamera SLR. Fuji mengunakan sensor buatan sendiri yang pada saat itu termasuk yang disegani karena memiliki <em>dynamic range</em> yang tinggi. Kemampuan ini membuat kamera dSLR Fuji menjadi terkenal dikalangan fotografer pernikahan.</p>
<p>Tapi seiring waktu berjalan, kamera dSLR lain pun telah memiliki kemampuan atau melebihi kekuatan kamera Fuji, sehingga Fuji memutuskan untuk tidak meneruskan untuk merilis kamera dSLR lain. Meskipun demikian, Fuji tetap aktif di dunia digital SLR sebagai pembuat sensor dan komponen lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/memilih-merek-kamera-digital-slr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
