<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi &#187; Lampu Kilat</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/category/lampu-kilat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 05:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Peralatan minimal untuk fotografi pernikahan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 13:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[prewed]]></category>
		<category><![CDATA[wedding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.
Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.</p>
<p>Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, apa kira-kira alat yang dibutuhkan?</p>
<h3>KAMERA</h3>
<p>Minimalnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, kenapa bukan kamera saku atau superzoom? karena kamera digital SLR dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dan juga auto fokusnya jauh lebih cepat dan akurat. Selain itu, kamera DSLR dengan lensa lebar dapat menghasilkan foto yang bagaikan di dunia fantasi. Lalu jenis kamera mana yang baik? kamera DSLR yang memiliki harga sekitar lima sampai enam jutaan cukup baik. Kalau dana terbatas, lebih baik prioritaskan lensa dan alat-alat lainnya.</p>
<h3>LENSA</h3>
<p>Biasanya, saat membeli kamera digital SLR, Anda juga otomatis membeli lensa dalam satu paket. Kebanyakan paket tersebut adalah lensa standar zoom. Lensa ini bukan yang terbaik, tapi cukup baik untuk digunakan. Anda juga perlu satu lensa lagi yang memiliki bukaan besar, seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.<span id="more-428"></span></p>
<h3>LAMPU</h3>
<p>Lampu kilat adalah wajib, terutama untuk foto di dalam ruangan. Lampu kilat berkisar antara dua sampai lima juta Rupiah. Memang ada fotografer yang tidak memakai lampu kilat, tapi untuk memakai gaya ini memerlukan alat fotografi yang berat. Belilah lampu kilat yang bisa diputar kepalanya, sehingga Anda bisa mengarahkan lampu.</p>
<h3>LAIN-LAIN</h3>
<p>Jangan lupa batere tambahan, terutama bila Anda memotret dari pagi sampai malam. Juga siapkan kartu memori yang memadai. Untuk seharian, minimal dibutuhkan antara 20-40 GB.</p>
<p>Itulah alat-alat fotografi minimal yang diperlukan untuk fotografi pernikahan. Lalu, apabila Anda dibayar sebagai profesional, Anda harus mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa kamera dan lampu kilat tambahan, untuk menjaga-jaga apabila kamera rusak mendadak. Semoga sukses!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Lampu kilat : OFF camera flash</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Di banyak kesempatan, terutama saat kita membuat foto potret baik perorangan ataupun kelompok, teknik off camera flash ini cukup penting untuk membuat foto kita lebih baik. Teknik ini cukup sederhana, kuncinya adalah lampu kilat di kamera Anda harus dilepas dari kamera dan diarahkan ke langit-langit.
Nah, lalu karena lampu kilat itu terlepas dari kamera, Anda perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fteknik-lampu-kilat-off-camera-flash%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fteknik-lampu-kilat-off-camera-flash%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Di banyak kesempatan, terutama saat kita membuat foto potret baik perorangan ataupun kelompok, teknik off camera flash ini cukup penting untuk membuat foto kita lebih baik. Teknik ini cukup sederhana, kuncinya adalah lampu kilat di kamera Anda harus dilepas dari kamera dan diarahkan ke langit-langit.</p>
<p>Nah, lalu karena lampu kilat itu terlepas dari kamera, Anda perlu cara untuk mengkomunikasi antara lampu kilat dengan kamera, untuk itu Anda perlu fitur <em>wireless flash trigger/commander</em>. Bila kamera Anda tidak memiliki fitur ini, Anda mau tidak mau harus membeli alat tambahan seperti <em>cable sync flash</em> atau <em>radio wireless trigger</em> untuk menghubungkan antara kamera dan flash. Bila kamera Anda punya fitur ini, maka tinggal pakai <em>built-in flash</em> (lampu kilat kecil di kamera) sebagai alat pengontrolnya. Beberapa kamera yang sudah memiliki fitur ini adalah Nikon D90, D300, D300s, D200, Olympus E-620, Canon 7D dan lain lain.</p>
<p>Bila kita memotret dengan mengunakan lampu kilat yang diarahkan secara langsung ke wajah orang,  maka foto yang dihasilkan akan datar. Selain itu bayangan yang dihasilkan kasar dan terlihat jelas di latar belakang. Lebih dari itu, terlihat pantulan sinar dari wajah subjek foto.</p>
<div id="attachment_412" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px">
	<img class="size-full wp-image-412" title="DSC_0260" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/DSC_0260.jpg" alt="Foto dengan mengunakan lampu kilat yang langsung diarahkan ke subjek foto" width="510" height="254" />
	<p class="wp-caption-text">Foto dengan mengunakan lampu kilat yang langsung diarahkan ke subjek foto</p>
</div>
<p>Bila mengunakan teknik OFF camera flash ini, foto wajah akan terlihat lebih alami, terlihat memiliki tiga dimensi, dan bayangan juga jatuh ke bawah sehingga tidak mengganggu.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px">
	<img class="  " src="http://www.enchetjin.com/Rally-and-Community-Services/Martin-Luther-King-Day-of/DSC7794/769676830_ERm5C-M.jpg" alt="Dengan mengunakan teknik off camera flash" width="486" height="323" />
	<p class="wp-caption-text">Dengan mengunakan teknik off camera flash</p>
</div>
<p class="note">Catatan: Pastikan langit-langit berwarna putih karena bila tidak, warna foto akan terkontaminasi dengan warna langit-langit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunakan lampu kilat kamera yang baik dan benar bagian II</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 14:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali saat kita berada di tempat yang gelap seperti malam hari atau di dalam ruangan, kita terpaksa mengunakan flash. Tapi hasil dari mengunakan flash biasanya cukup mengecewakan. Tidak hanya terlihat tidak alami, tapi juga latar belakang biasanya menjadi hitam legam. Untung ada dua mode di dalam kamera Anda yang bisa membantu mengatasi hal ini.
Cari di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fmengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fmengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii%2F" height="61" width="51" /></a></div><div id="attachment_353" class="wp-caption alignright" style="width: 210px">
	<img class="size-medium wp-image-353" title="contoh-flash" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/contoh-flash-300x213.jpg" alt="contoh-flash" width="210" height="149" />
	<p class="wp-caption-text">Contoh mengunakan flash dengan mode otomatis di lingkungan yang gelap</p>
</div>
<p>Seringkali saat kita berada di tempat yang gelap seperti malam hari atau di dalam ruangan, kita terpaksa mengunakan flash. Tapi hasil dari mengunakan flash biasanya cukup mengecewakan. Tidak hanya terlihat tidak alami, tapi juga latar belakang biasanya menjadi hitam legam. Untung ada dua mode di dalam kamera Anda yang bisa membantu mengatasi hal ini.</p>
<p class="note">Cari di panduan bila tidak tahu cara mengubah mode flash</p>
<p>Pertama adalah <strong><em>Slow sync flash</em></strong>. Saat mengunakan mode ini, kamera akan memperlama bukaan (<em>slow shutter speed</em>) sehingga semakin banyak cahaya lingkungan (ambient light) yang masuk ke dalam sensor. Akibatnya, di banyak kasus, foto akan terlihat lebih alami dan latar belakang menjadi lebih terang. Mode ini baik dipakai terutama untuk pemandangan malam atau di ruangan yang gelap.</p>
<p>Dalam mengunakan mode ini, kita harus memperhatikan beberapa faktor. Yang terpenting adalah kita harus usahakan menghindari blur entah dengan mengunakan tripod atau mengunakan lensa atau kamera yang memiliki <em>image stabilization</em>. Faktor kedua berkenaan dengan warna (<em>white balance</em>) yang akan saya bahas dikemudian hari.</p>
<div id="attachment_354" class="wp-caption aligncenter" style="width: 498px">
	<img class="size-full wp-image-354" title="contoh-slow-sync-flash" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/contoh-slow-sync-flash.jpg" alt="Contoh potret mengunakan slow sync flash" width="498" height="375" />
	<p class="wp-caption-text">Contoh potret mengunakan slow sync flash - sumber: Photography Savvy</p>
</div>
<p>Mode yang kedua yaitu <strong><em>Rear curtain sync</em></strong>. Bila mengaktifkan mode ini, kamera akan otomatis menginstruksikan kamera membuka sensor cukup lama sesuai kondisi cahaya di ruangan. Sedikit berbeda dengan Slow sync, Rear curtain sync akan menangkap gerakan subjek foto dan kemudian akan menembakkan flash sesaat sebelum kamera menutup sensor untuk membekukan foto.  Aplikasi rear curtain flash yang biasa ditemukan yaitu untuk menangkap gerakan-gerakan orang yang sedang menari atau subjek lainnya.</p>
<div id="attachment_356" class="wp-caption aligncenter" style="width: 487px">
	<img class="size-full wp-image-356 " title="contoh-rear-curtain-flash" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/contoh-rear-curtain-flash.jpg" alt="Contoh teknik rear curtain flash. Gerakan penari terekam dan kemudian penari tersebut dibekukan sesaat sebelum kamera menutup sensor" width="487" height="415" />
	<p class="wp-caption-text">Contoh teknik rear curtain flash. Gerakan penari terekam dan kemudian penari tersebut dibekukan sesaat sebelum kamera menutup sensor. Foto oleh denislim</p>
</div>
<h3><em>Dalam mode slow sync, kamera menembak flash sesaat setelah kamera membuka sensor, sedangkan di rear curtain sync, kamera menembak flash sesaat sebelum kamera menutup sensor.</em></h3>
<p>Dari sifat yang ditunjukkan pada hasil foto diatas, maka bisa disimpulkan bahwa <strong>shutter speed menentukan berapa banyak cahaya lingkungan yang masuk.</strong></p>
<p>Mungkin bagi beberapa orang materi ini cukup berat untuk dicerna, maka dari itu, cobalah di praktekkan, dengan praktek, pengertian tentang mekanisme flash ini akan lebih mudah dimengerti. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunakan lampu kilat kamera yang baik dan benar bagian I</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-i/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 21:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Lampu kilat yang ada di dalam kamera saku atau DSLR dapat menghasilkan foto yang bagus bila kita mengetahui cara memakainya dengan baik. Di lain pihak, lampu eksternal seperti speedlite flash yang besar, bisa menjadi bumerang bila kita tidak tahu cara memakainya.
Kesalahan utama yang saya perhatikan terutama adalah dalam memposisikan objek. lampu kilat biasanya memiliki jangkauan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Fmengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-i%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Fmengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-i%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Lampu kilat yang ada di dalam kamera saku atau DSLR dapat menghasilkan foto yang bagus bila kita mengetahui cara memakainya dengan baik. Di lain pihak, lampu eksternal seperti <em>speedlite flash</em> yang besar, bisa menjadi bumerang bila kita tidak tahu cara memakainya.</p>
<p>Kesalahan utama yang saya perhatikan terutama adalah dalam memposisikan objek. lampu kilat biasanya memiliki jangkauan yang terbatas, dan tergantung pada jenis kamera. Kamera saku biasanya memiliki kekuatan dan jangkauan yang lebih pendek daripada kamera digital SLR. Untuk itu, saya sarankan untuk mencobanya di rumah untuk mengetahui berapa jarak optimal lampu kilat Anda.</p>
<p>Untuk kamera digital SLR, biasanya jangkauan yang optimal sekitar satu sampai tiga meter. Bila objek Anda berada dibawah 1 meter, maka foto akan <em>overexpose</em> / terlalu terang, sedangkan kalau lebih jauh dari tiga meter, foto akan <em>underexpose</em> atau terlalu gelap. Maka dari itu mengukur atau memperkirakan jarak cukup penting.</p>
<p>Hal lain yang penting diperhatikan terutama bila kita mengambil foto banyak objek seperti mengambil foto banyak orang. Supaya wajah-wajah orang-orang terangnya sama, jarak antara lampu kilat ke tiap orang juga harus sama.</p>
<p>Contoh diagram:</p>
<div id="attachment_346" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-medium wp-image-346" title="diagram-lampu-kilat-01" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/diagram-lampu-kilat-01-300x300.jpg" alt="Posisi objek diantara 1-3m atau jarak ideal lampu kilat dan juga jarak antara tiap objek/orang ke lampu kilat sama panjang" width="300" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Posisi objek diantara 1-3m atau jarak ideal lampu kilat dan juga jarak antara tiap objek/orang ke lampu kilat sama panjang</p>
</div>
<p>Bandingkan dengan diagram dibawah ini:</p>
<div id="attachment_347" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-medium wp-image-347" title="diagram-lampu-kilat-02" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/diagram-lampu-kilat-02-300x219.jpg" alt="diagram-lampu-kilat-02" width="300" height="219" />
	<p class="wp-caption-text">Ada beberapa orang terlalu dekat dengan flash, ada pula dua orang terlalu kebelakang. Jarak antara tiap orang dengan lampu kilat tidak sama, sehingga hasil foto tidak baik</p>
</div>
<p style="text-align: left;">Contoh diatas menunjukkan bahwa jarak lampu kilat ke tiap orang berbeda, sehingga ada orang yang terlalu terang, ada yang pas dan ada yang gelap.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh foto dibawah, saya mengunakan lampu kilat, perhatikan bahwa foto anak2 wajahnya jauh lebih terang daripada pemusik yang berada agak dibelakang karena saya mengabaikan aturan main diatas.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.enchetjin.com/photos/742992265_zYJ4A-M.jpg" alt="" width="480" height="319" /></p>
<p style="text-align: left;">Demikian tips saya hari ini mengenai lampu kilat, nantikan bagian kedua. Semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips foto selama musim liburan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/tips-foto-selama-musim-liburan/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/tips-foto-selama-musim-liburan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 23:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain lain]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Tips ini dipersembahkan oleh Nikon, yang saya kira cukup membantu dan ini berlaku untuk apapun kamera yang digunakan.

Lihat ke lensa bukan ke lampu kilat sehinga terhindar dari mata merah karena pantulan lampu dan mata berkedip saat di foto.
Cari latar belakang yang sederhana yang tidak mengganggu objek utama.
Focus untuk apa yang penting, terutama bagian wajah. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Ftips-foto-selama-musim-liburan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Ftips-foto-selama-musim-liburan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Tips ini dipersembahkan oleh <a href="http://press.nikonusa.com/2009/12/nikons_picture_yourself_survey.php?utm_source=feedburner&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=Feed%3A+NikonPressCenter+%28Nikon+Press+Center%29&amp;utm_content=Google+Reader" target="_blank"><strong><em>Nikon</em></strong></a>, yang saya kira cukup membantu dan ini berlaku untuk apapun kamera yang digunakan.</p>
<ul>
<li>Lihat ke lensa bukan ke lampu kilat sehinga terhindar dari mata merah karena pantulan lampu dan mata berkedip saat di foto.</li>
<li>Cari latar belakang yang sederhana yang tidak mengganggu objek utama.</li>
<li>Focus untuk apa yang penting, terutama bagian wajah. Banyak kamera memiliki fitur deteksi wajah.</li>
<li>Saat mengunakan lampu kilat, jangan terlalu dekat karena hasil foto bisa menjadi terlalu terang.</li>
<li>Bila ingin menangkap lampu-lampu khas natal, matikan lampu kilat tapi peganglah kamera se-steady mungkin atau taruh kamera di atas tripod atau penyangga lain.</li>
<li>Coba perspektif / sudut lain dalam mengambil foto, sehingga meningkatkan variasi dan kreativitas.</li>
<li>Ambil banyak foto sehingga meningkatkan peluang mendapatkan foto yang luar biasa.</li>
</ul>
<p>Selamat hari Natal dan Tahun Baru 2009-2010!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.enchetjin.com/photos/742992557_rXg63-M.jpg" alt="" width="486" height="323" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/tips-foto-selama-musim-liburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fotografi Olahraga di dalam ruangan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/fotografi-olahraga-di-dalam-ruangan/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/fotografi-olahraga-di-dalam-ruangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 04:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Fotografi olahraga di dalam ruangan tergolong salah satu fotografi yang sulit. Seringkali fotografi jenis ini memerlukan kamera dan lensa yang bagus. Kadang diperlukan peralatan cahaya eksternal sebagai pencahayaan utama.
Kenapa fotografi jenis ini sulit? pertama pencahayaan gedung olahraga biasanya buruk (temaram). Selain itu, subjek foto bergerak dengan kecepatan tinggi. Hal ini mempersulit kamera untuk mendapatkan cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Ffotografi-olahraga-di-dalam-ruangan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Ffotografi-olahraga-di-dalam-ruangan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Fotografi olahraga di dalam ruangan tergolong salah satu fotografi yang sulit. Seringkali fotografi jenis ini memerlukan kamera dan lensa yang bagus. Kadang diperlukan peralatan cahaya eksternal sebagai pencahayaan utama.</p>
<p>Kenapa fotografi jenis ini sulit? pertama pencahayaan gedung olahraga biasanya buruk (temaram). Selain itu, subjek foto bergerak dengan kecepatan tinggi. Hal ini mempersulit kamera untuk mendapatkan cukup cahaya.</p>
<p>Sol<img class="alignright" src="http://www.enchetjin.com/Sports/Men-Basketball-Fall-2008/Picture-003/528896005_tAkvC-S.jpg" alt="" width="200" height="300" />usi yang saya ketahui ada dua. Pertama, set ISO tinggi, sekitar 1600. Set kamera di mode <strong>AV (Aperture priority)</strong> dan set bukaan maksimal, seperti f/3.5 atau f/.2.8 (angka-angka ini tergantung lensa, semakin kecil angkanya semakin besar bukaannya).</p>
<p class="alert">Catatan: Bila bingung apa itu f/3.5 atau ISO, silahkan baca <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/segitiga-emas-fotografi/" target="_self">Segitiga Emas Fotografi</a></p>
<p>Bukaan besar dan ISO tinggi membantu kamera mendapatkan cahaya yang cukup.  Contoh gambar disamping diambil dengan ISO 1600, bukaan f/3.5 dan 1/640 detik. Kadang kala, setting ini belum cukup (ditandai dengan hasil foto yang blur).</p>
<p>Bila itu terjadi, maka diperlukan kamera yang bisa mengambil foto dengan ISO diatas 1600 (3200, 6400.. dst), lensa yang bukaannya lebih besar dari f/2.8  atau keduanya.</p>
<p>Solusi lain yaitu dengan pencahayaan eksternal. Misalnya memasang lampu kilat bertenaga besar dan mengunakan radio nirkabel seperti <em>pocket wizard</em> untuk menginstruksikan lampu blitz untuk menembakkan cahaya ketika kita mengambil foto.</p>
<p>Solusi dengan pencahayaan eksternal bagus untuk beberapa jenis olahraga tapi tidak semua karena repot memasangnya dan hasilnya tidak alami. Selain itu banyak acara olahraga tidak memperbolehkan lampu kilat. Di jenis olahraga lain seperti gulat, pencahayaan ini bisa memberikan efek yang lebih dramatis.</p>
<p>Upaya terakhir yaitu mengunakan lampu kilat di atas kamera digital. Supaya foto terlihat lebih alami, sebaiknya mengunakan ISO tinggi dikombinasikan dengan bukaan besar. Namun ingat untuk meminta ijin mengunakan lampu kilat kepada pengelola, karena lampu kilat sedikit banyak bisa mempengaruhi konsentrasi olahragawan/wati.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px">
	<img src="http://www.enchetjin.com/Sports/Wrestling/IMG6622/608354750_krFhq-M.jpg" alt="" width="480" height="320" />
	<p class="wp-caption-text">Lampu kilat eksternal dari atas menonjolkan bentuk otot dan membuat foto menjadi lebih dramatis</p>
</div>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/fotografi-olahraga-di-dalam-ruangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik menggunakan lampu kilat eksternal</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/teknik-menggunakan-lampu-kilat-eksternal/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/teknik-menggunakan-lampu-kilat-eksternal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 23:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa teknik pengunaan lampu kilat yaitu bounce flash, diffuse flash, direct flash, off camera flash.
Teknik bounce flash (pantul)
Tujuan mengunakan teknik ini adalah untuk memantulkan cahaya dari flash ke permukaan yang lebih besar seperti langit-langit atau dinding. Dengan memantulkan cahaya dari flash, maka cahaya ruangan yang ada menjadi lebih merata dan halus. Teknik ini baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fteknik-menggunakan-lampu-kilat-eksternal%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fteknik-menggunakan-lampu-kilat-eksternal%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Ada beberapa teknik pengunaan lampu kilat yaitu bounce flash, diffuse flash, direct flash, off camera flash.</p>
<p><strong>Teknik bounce flash (pantul)</strong><br />
Tujuan mengunakan teknik ini adalah untuk memantulkan cahaya dari flash ke permukaan yang lebih besar seperti langit-langit atau dinding. Dengan memantulkan cahaya dari flash, maka cahaya ruangan yang ada menjadi lebih merata dan halus. Teknik ini baik digunakan di dalam ruangan dengan langit-langit yang tidak terlalu tinggi.</p>
<p><strong>Teknik Diffuse Light (menyebarkan cahaya)</strong><br />
Tujuannya sama dengan bounce yaitu membuat cahaya lebih merata dan halus. Teknik ini bisa dicapai dengan mengunakan aksesori seperti Gari Fong lightsphere atau stofen omnibounce. Dengan salah satu aksesori ini, kita bisa menyebarkan cahaya ke seluruh arah. Teknik ini baik digunakan di dalam ruangan yang relatif kecil.</p>
<p><strong>Teknik Direct Flash (langsung)</strong><br />
Cara mengunakan teknik ini adalah dengan mengarahkan flash langsung ke subjek. Biasanya hasil dari direct flash cukup kasar, maka dari itu sering dihindari. Tapi kalau kita tidak bisa melakukan teknik bounce atau diffuse karena keterbatasan lingkungan, maka teknik ini bisa dilakukan.</p>
<p><strong>Teknik Off Camera Flash</strong><br />
Tujuan teknik ini adalah untuk menghasilkan cahaya yang tearah pada suatu subjek. Misalnya dalam potret manusia, mengunakan teknik ini dengan benar dapat menghasilkan foto objek seperti tiga dimensi. Untuk mengunakan teknik ini, diperlukan penghubung antara kamera dan lampu kilat. Alat penghubung antara lain seperti kabel sinkronisasi (cable sync flash), atau wireless trigger (alat pemantik nirkabel). Dengan adanya alat penghubung, kamera bisa mengatur satu lampu kilat ataupun beberapa lampu kilat yang disusun dalam beberapa kelompok.  Ada beberapa kamera digital SLR tingkat menengah seperti Nikon D90 dan Olympus E-620 memiliki wireless trigger built-in sehingga tidak memerlukan alat penghubung tambahan. Tapi biasanya, fitur ini ada kelemahannya seperti jangkauan yang pendek dan tidak terlalu bisa diandalkan di setiap situasi.</p>
<p>Sebagai fotografer, kita dituntut untuk bisa menyadari dan memilih teknik terbaik tergantung situasi, kondisi dan hasil yang ingin dicapai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/teknik-menggunakan-lampu-kilat-eksternal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan mengunakan lampu kilat?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/kapan-mengunakan-lampu-kilat/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/kapan-mengunakan-lampu-kilat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 23:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Flash atau lampu kilat merupakan alat yang bisa membantu bila digunakan secara benar dan bisa juga menjadi alat perusak gambar bila digunakan secara sembrono. Lampu kilat secara umum digunakan untuk menerangi subjek foto di kondisi lingkungan yang gelap. Kegunaan lain yang tidak kalah penting adalah sebagai “fill flash” atau penerang bayangan. Contoh: misalnya kita ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fkapan-mengunakan-lampu-kilat%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fkapan-mengunakan-lampu-kilat%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Flash atau lampu kilat merupakan alat yang bisa membantu bila digunakan secara benar dan bisa juga menjadi alat perusak gambar bila digunakan secara sembrono. Lampu kilat secara umum digunakan untuk menerangi subjek foto di kondisi lingkungan yang gelap. Kegunaan lain yang tidak kalah penting adalah sebagai “fill flash” atau penerang bayangan. Contoh: misalnya kita ingin mengambil gambar potret seseorang, tapi cahaya yang kuat datang dari arah belakang orang tersebut, maka kita perlu mengunakan lampu kilat supaya orang tersebut menjadi terang dan jelas.</p>
<p>Ada beberapa jenis lampu kilat. Pertama built-in flash atau yang biasa terdapat dalam kamera. Ada juga lampu kilat eksternal. Lampu kilat ini lebih kuat dayanya. Penyebaran cahaya juga lebih baik karena ukuran permukaan lampu kilat eksternal ini juga lebih besar. Keunggulan lain yaitu lampu kilat ini bisa diarahkan sesuai dengan keinginan kita, bahkan bisa dipisahkan dari kamera atau istilahnya off camera flash.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/kapan-mengunakan-lampu-kilat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
