<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi &#187; Lampu Kilat</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/category/lampu-kilat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 11:33:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Behind the scene syuting video untuk buku ke-2 saya tentang lighting untuk pemula</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/syuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/syuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 15:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain lain]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1647</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya baru selesai syuting video untuk buku kedua saya yang akan naik cetak tanggal 10 September 2011. Biasanya, Ternyata menerangkan di video kamera jauh lebih sulit dari mengajar langsung haha..
Berikut ini ada beberapa foto behind the scene syutingnya.
Di buku &#38; videonya saya juga akan membahas tentang teknik lampu untuk studio
Selain sharing diatas, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F08%2Fsyuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F08%2Fsyuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Hari ini saya baru selesai syuting video untuk buku kedua saya yang akan naik cetak tanggal 10 September 2011. Biasanya, Ternyata menerangkan di video kamera jauh lebih sulit dari mengajar langsung haha..</p>
<p>Berikut ini ada beberapa foto behind the scene syutingnya.</p>
<div id="attachment_1648" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1648" title="DSC_0410" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_0410.JPG" alt="Suasana syuting video tentang lighting" width="500" height="281" />
	<p class="wp-caption-text">Suasana syuting video tentang lighting</p>
</div>
<div id="attachment_1649" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1649" title="DSC_0557" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_0557.JPG" alt="Memberikan tips lighting untuk foto outdoor di siang hari" width="500" height="281" />
	<p class="wp-caption-text">Memberikan tips lighting untuk foto outdoor di siang hari</p>
</div>
<div id="attachment_1650" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1650" title="Foto model outdoor" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_0931-c.jpg" alt="Kiri: Biasanya di foto portrait outdoor, bila cahaya latar belakang terlalu terang, maka subjek fotonya akan gelap. Dengan menambahkan lighting, seperti lampu kilat (baik di kamera, maupun diluar kamera) kita bisa membuat subjek foto seterang layar belakang." width="500" height="375" />
	<p class="wp-caption-text">Kiri: Biasanya di foto portrait outdoor, bila cahaya latar belakang terlalu terang, maka subjek fotonya akan gelap. Dengan menambahkan lighting, seperti lampu kilat (baik di kamera, maupun diluar kamera) kita bisa membuat subjek foto seterang layar belakang. no edit</p>
</div>
<p>Di buku &amp; videonya saya juga akan membahas tentang teknik lampu untuk studio</p>
<div id="attachment_1651" class="wp-caption aligncenter" style="width: 333px">
	<img class="size-full wp-image-1651" title="foto studio model" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_1064.JPG" alt="Posisi lighting studio favorit saya ada butterfly lighting yaitu menempatkan lampu kilat diatas kepala model dan reflektor di bagian bawah untuk mengisi sedikit cahaya di bawah dagu." width="333" height="500" />
	<p class="wp-caption-text">Posisi lighting studio favorit saya ada butterfly lighting yaitu menempatkan lampu kilat diatas kepala model dan reflektor di bagian bawah untuk mengisi sedikit cahaya di bawah dagu. - no edit</p>
</div>
<div id="attachment_1652" class="wp-caption aligncenter" style="width: 334px">
	<img class="size-full wp-image-1652" title="foto studio model" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_1043.JPG" alt="Mengunakan lampu studio dengan standard reflector dan honeycomb membuat penyebaran cahaya sangat sempit sehingga cahaya dan bayangan yang terbentuk terlihat dramatis" width="334" height="500" />
	<p class="wp-caption-text">Mengunakan lampu studio dengan standard reflector dan honeycomb membuat penyebaran cahaya sangat sempit sehingga cahaya dan bayangan yang terbentuk terlihat dramatis - no edit</p>
</div>
<p>Selain sharing diatas, saya ingin mengajak pembaca di Jakarta dan sekitarnya untuk acara buka bersama</p>
<p>Hari Kamis, Tanggal 25 Agustus 2011</p>
<p>Lokasi: D&#8217;Class Jl. Taman Margasatwa no. 16 Pejaten, pasar minggu. Jakarta Selatan</p>
<p>Acaranya bebas, berkenalan dan silahturahmi antar pembaca dan alumni. Bagi yang ingin sharing/tanya-tanya teknik-teknik foto atau foto karyanya juga boleh.</p>
<p>Tidak dikenakan biaya apapun. Harga makanannya berkisar antara Rp. 35,000 &#8211; Rp. 100,000.</p>
<p>Sampai ketemu nanti.</p>
<p>PS: Ada saran untuk materi bukunya? silahkan beri komentar di bawah ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/syuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips untuk foto grup / Keluarga</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/tips-untuk-foto-grup/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/tips-untuk-foto-grup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 02:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1637</guid>
		<description><![CDATA[Liburan sebentar lagi, sebagian besar dari kita pasti bersilahturahmi dengan keluarga besar. Mengapa tidak mengabadikan momen ini untuk foto keluarga?
Supaya foto keluarganya keren, ada beberapa tips untuk teknik fotonya
1. Posisi kamera jangan terlalu dekat dengan subjeknya
Karena bila terlalu dekat, maka terpaksa kita akan zoom out atau memakai lensa yang terlalu lebar karena bila terlalu lebar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F08%2Ftips-untuk-foto-grup%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F08%2Ftips-untuk-foto-grup%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Liburan sebentar lagi, sebagian besar dari kita pasti bersilahturahmi dengan keluarga besar. Mengapa tidak mengabadikan momen ini untuk foto keluarga?</p>
<p>Supaya foto keluarganya keren, ada beberapa tips untuk teknik fotonya</p>
<p><strong>1. Posisi kamera jangan terlalu dekat dengan subjeknya</strong><br />
Karena bila terlalu dekat, maka terpaksa kita akan zoom out atau memakai lensa yang terlalu lebar karena bila terlalu lebar, maka bentuk muka orang yang berada di pinggir akan distorsi / berubah bentuk. Bila tempat memungkinkan, usahakan memakai fokal lensa minimal 30-50mm.</p>
<p><strong>2. Atur orang-orang dalam kelompok supaya berdekatan </strong><br />
Tujuannya supaya komposisinya lebih bagus dan tidak ada celah-celah antar orang. Selain itu juga berguna untuk membantu pemerataan distribusi cahaya bila memakai lampu kilat. Tapi awas bila terlalu dekat, ada potensi ada orang-orang yang tertutup bayangan.</p>
<p><strong>3. Komposisi segitiga</strong><br />
Komposisi foto grup merupakan salah satu faktor penting yang membuat foto terlihat lebih baik. Salah satu komposisi yang saya pikir solid, adalah segitiga. Caranya, kita mengatur orang yang berpostur paling tinggi di tengah kemudian yang paling pendek di bagian pinggir.</p>
<p><strong>4. Menyeimbangkan cahaya lingkungan dengan flash</strong><br />
Bila di dalam ruangan yang agak gelap, dan kita terpaksa mengunakan lampu kilat, jangan lupa untuk menyeimbangkan cahaya flash dengan ruangan. Bila tidak diseimbangkan, latar belakang akan terlalu gelap dan suasananya akan hilang. Caranya tidak susah, yaitu dengan melambatkan shutter speed sehingga cahaya lingkungan bisa terekam. Saat memakai shutter speed yang relatif lambat, jangan lupa memegang kamera dengan steady atau mengunakan penyangga seperti tripod.</p>
<p><strong>5. Pakai teknik pantul</strong><br />
Bila memakai flash eksternal yang bisa diputar kepalanya, kita kemungkinan bisa mengunakan teknik pantul. Bila langit-langit berwarna putih dan tidak terlalu tinggi, kita bisa memantulkan cahaya sehingga cahaya yang jatuh ke subjek foto lembut.</p>
<p><strong>6. Memisahkan flash dengan kamera</strong><br />
Lebih baik lagi bila kita bisa memisahkan flash dengan kamera. Dengan memisahkan flash dengan kamera, kita bisa mengarahkan cahaya sehingga wajah tampak berdimensi. Bila kita merasa cahaya yang jatuh terlalu keras, kita bisa memanfaatkan payung fotografi.</p>
<p><strong>8. Di luar ruangan, cari tempat teduh</strong><br />
Bila kita berada di luar ruangan, jangan lupa mencari tempat yang teduh bagi semua orang sehingga jatuhnya cahaya ke wajah setiap orang sama / tidak belang-belang. Juga pastikan cahaya matahari tidak langsung menyinari wajah karena bisa menyilaukan. Bila cahaya matahari di belakang, seringkali kita perlu bantuan tambahan cahaya dari lampu kilat supaya subjek foto tidak menjadi gelap.</p>
<p><strong>9. Di meja makan atau restoran</strong><br />
Bila kita foto grup di restoran. Hindari mengambil foto dari ujung meja, karena wajah orang yang dekat akan terlihat besar sekali dan yang jauh akan kecil sekali. Bila kita memakai flash, hal ini menjadi lebih bermasalah karena wajah orang yang dekat akan sangat terang dan yang jauh akan gelap. Dalam kasus seperti ini, lebih baik memanfaatkan bagian meja yang panjang sehingga jarak antara kamera dan setiap orang kurang lebih sama.</p>
<div id="attachment_1638" class="wp-caption aligncenter" style="width: 461px">
	<a href="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_0807.JPG"><img class="size-full wp-image-1638  " title="foto kursus fotografi" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_0807.JPG" alt="Angkatan 23 Kursus Basic fotografi: Flash di pisahkan dari kamera dan diletakkan disebelah kiri kamera. Flash didudukan di lighstand yang ditinggikan kurang lebih 1.8m. Saya juga mengunakan payung transparan dan saya arahkan ke ibu yang berjilbab biru." width="461" height="306" /></a>
	<p class="wp-caption-text">Angkatan 23 Kursus Basic fotografi: Flash di pisahkan dari kamera dan diletakkan disebelah kiri kamera. Flash didudukan di lighstand yang ditinggikan kurang lebih 1.8m. Saya juga mengunakan payung transparan dan saya arahkan ke ibu yang berjilbab biru.</p>
</div>
<p>Selamat berliburan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/tips-untuk-foto-grup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan flash untuk membekukan subjek foto</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/manfaatkan-flash-untuk-membekukan-subjek-foto/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/manfaatkan-flash-untuk-membekukan-subjek-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 05:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1610</guid>
		<description><![CDATA[Kita kadang frustasi waktu cahaya lingkungan kurang sehingga kita kesulitan untuk mendapatkan shutter speed tinggi untuk membekukan subjek foto. Bila kita ketemu saat-saat seperti itu, kita bisa mengunakan lampu kilat (baik di kamera maupun speedlites eksternal).
Lampu kilat memiliki flash duration yang cukup singkat, biasanya hanya 1/1000-1/20000 detik. Flash duration itu adalah lamanya lampu kilat bersinar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F08%2Fmanfaatkan-flash-untuk-membekukan-subjek-foto%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F08%2Fmanfaatkan-flash-untuk-membekukan-subjek-foto%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Kita kadang frustasi waktu cahaya lingkungan kurang sehingga kita kesulitan untuk mendapatkan shutter speed tinggi untuk membekukan subjek foto. Bila kita ketemu saat-saat seperti itu, kita bisa mengunakan lampu kilat (baik di kamera maupun speedlites eksternal).</p>
<p>Lampu kilat memiliki flash duration yang cukup singkat, biasanya hanya 1/1000-1/20000 detik. Flash duration itu adalah lamanya lampu kilat bersinar menerangi subjek foto.</p>
<p>Nah karena durasi cahaya yang singkat, maka subjek foto kita bisa menjadi beku meskipun shutter speed yang kita pilih relatif pelan (misalnya 1/60 detik) di kondisi lingkungan yang agak gelap.</p>
<p>Di lingkungan yang terang benderang seperti di luar ruangan di bawah sinar matahari, trik ini tidak berlaku karena shutter speed yang lambat malahan akan menangkap gerakan subjek foto, bukan membekukannya.</p>
<p>Oleh sebab itu, kalau misalnya kita ingin membekukan subjek foto di kondisi lingkungan yang relatif gelap, kita bisa memanfaatkan lampu kilat.</p>
<div id="attachment_1611" class="wp-caption aligncenter" style="width: 240px">
	<img class="size-full wp-image-1611" title="tomas-sobek" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/tomas-sobek.jpg" alt="Oleh Tomas Sobek - CC" width="240" height="160" />
	<p class="wp-caption-text">Oleh Tomas Sobek - CC</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/manfaatkan-flash-untuk-membekukan-subjek-foto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan memilih flash ori atau non-original</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/panduan-memilih-flash-original-non-original/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/panduan-memilih-flash-original-non-original/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 05:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[flash]]></category>
		<category><![CDATA[nissin]]></category>
		<category><![CDATA[speedlite]]></category>
		<category><![CDATA[yongnuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1416</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu alat yang sangat membantu untuk meningkatkan fotografi kita adalah lampu kilat eksternal. Lampu kilat eksternal bisa membantu kita bukan hanya di kondisi cahaya yang sulit, tapi juga membantu kita mewujudkan visi kreatif pencahayaan kita.
Bagi pemula, flash mungkin sebuah hal yang asing, maka itu perlu sedikit wawasan sebelum membeli flash. Di pasaran, ada flash [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Fpanduan-memilih-flash-original-non-original%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Fpanduan-memilih-flash-original-non-original%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Salah satu alat yang sangat membantu untuk meningkatkan fotografi kita adalah <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/beli-lensa-atau-beli-lampu-kilat-flash/" target="_blank">lampu kilat eksternal</a>. Lampu kilat eksternal bisa membantu kita bukan hanya di kondisi cahaya yang sulit, tapi juga membantu kita mewujudkan visi kreatif pencahayaan kita.</p>
<p>Bagi pemula, flash mungkin sebuah hal yang asing, maka itu perlu sedikit wawasan sebelum membeli flash. Di pasaran, ada flash yang mereknya sama dengan merek kamera, misalnya Canon, Nikon, Sony, (yang akan saya sebut versi original /ori) dan juga banyak flash buatan pihak ketiga seperti dari Cina seperti YongNuo dan Nissin.</p>
<p>Beda flash yang ori dengan non-ori biasanya terletak pada harga dan kontrol kualitas (QC). Produk ori memiliki QC yang lebih ketat namun harganya bisa berlipat lebih mahal karena penjualannya melalui sistem distribusi tradisional yaitu dari pabrik-&gt;distributor besar-&gt; distributor grosiran/dealer/agen -&gt;pengecer sehingga jatuhnya ke pelanggan mahal. Sedangkan sistem distribusi seperti produk non-ori biasanya langsung didistribusikan oleh pabrik langsung ke pengecer atau pelanggan, sehingga jatuhnya lebih murah.</p>
<p>Kelebihan lain produk ori yaitu terletak pada teknologi yang dipakai biasanya up-to date dengan teknologi kamera, dan juga memperhatikan kompatibilitas dengan banyak produk di masa lalu dan di masa depan, sedangkan yang non-ori sering berubah-ubah setiap tahun sehingga aksesoris yang dibeli saat ini, satu, dua tahun lagi saat ganti kamera mungkin sudah tidak kompatibel lagi dan harus membeli versi barunya. Hasil dari flash ori juga lebih konsisten dan akurat.</p>
<p>Bagi mempunyai budget rendah, tapi membutuhkan flash, sepertinya merek non-ori bisa menjadi andalan, tapi bila yang memiliki dana lebih, tidak ada salahnya membeli yang ori, karena lebih tahan banting, layanan purna jual lebih baik dan juga hasil lebih konsisten. Bila ingin membeli beberapa lampu kilat, sebaiknya memilih merek atau model yang sama karena hasilnya akan lebih konsisten dari suhu warna cahaya dan output. Selamat menimbang-nimbang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/panduan-memilih-flash-original-non-original/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips foto orang yang pakai kacamata</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/tips-foto-orang-yang-pakai-kacamata/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/tips-foto-orang-yang-pakai-kacamata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 05:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1408</guid>
		<description><![CDATA[Membuat foto orang yang memakai kacamata biasanya mengalami kendala apabila kita mengunakan lampu kilat. Hal ini disebabkan karena cahaya lampu kilat dari depan memantul balik ke kamera. Untuk mencegahnya bacalah tips dibawah ini:

Lepaskan kacamatanya.
Cara lain yaitu melepas lensa dari kacamata (bila Anda memiliki alat dan mengetahui caranya).
Atur pose supaya jangan menghadap sumber cahaya (lampu kilat) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Ftips-foto-orang-yang-pakai-kacamata%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Ftips-foto-orang-yang-pakai-kacamata%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Membuat foto orang yang memakai kacamata biasanya mengalami kendala apabila kita mengunakan lampu kilat. Hal ini disebabkan karena cahaya lampu kilat dari depan memantul balik ke kamera. Untuk mencegahnya bacalah tips dibawah ini:</p>
<ol>
<li>Lepaskan kacamatanya.</li>
<li>Cara lain yaitu melepas lensa dari kacamata (bila Anda memiliki alat dan mengetahui caranya).</li>
<li>Atur pose supaya jangan menghadap sumber cahaya (lampu kilat) secara langsung, tapi lebih menyerong ke kanan atau ke kiri, sehingga pantulannya tidak balik ke lensa tau ke samping.</li>
<li>Geser kacamatanya sehingga mengarah sedikit kebawah, sehingga cahaya dari lampu kilat tidak dipantulkan balik ke lensa tapi ke bawah lensa.</li>
<li>Hindari menembakkan lampu kilat secara langsung, coba memakai teknik bounce (ke langit-langit)</li>
<li>Bila memakai lampu kilat “off camera” (dilepas dari kameranya), maka sebaiknya lampu kilatnya ditempatkan setinggi mungkin sehingga pantulan cahaya ke kacamata terpantul ke bawah tidak lurus ke lensa.</li>
</ol>
<p>Semoga berhasil!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/tips-foto-orang-yang-pakai-kacamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beli lensa atau beli lampu kilat / flash?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/beli-lensa-atau-beli-lampu-kilat-flash/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/beli-lensa-atau-beli-lampu-kilat-flash/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 04:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1349</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu pertanyaan menarik yang saya dapat dari komentar di blog ini adalah apakah lebih baik membeli flash dulu atau membeli lensa yang lebih baik kualitasnya daripada lensa kit (lensa bawaan saat membeli kamera untuk pertama kali).
Apa yang saya baca dari laman InfoFotografi di facebook, jauh lebih banyak yang memprioritaskan lensa daripada lampu kilat. Saya sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Fbeli-lensa-atau-beli-lampu-kilat-flash%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Fbeli-lensa-atau-beli-lampu-kilat-flash%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Salah satu pertanyaan menarik yang saya dapat dari komentar di blog ini adalah apakah lebih baik membeli flash dulu atau membeli lensa yang lebih baik kualitasnya daripada lensa kit (lensa bawaan saat membeli kamera untuk pertama kali).</p>
<p>Apa yang saya baca dari laman <a href="http://www.facebook.com/home.php#/pages/Info-Fotografi/189120560249" target="_blank">InfoFotografi di facebook</a>, jauh lebih banyak yang memprioritaskan lensa daripada lampu kilat. Saya sendiri pada awalnya juga begitu. Dahulu, saya sering ditugaskan sebagai fotografer dokumentasi acara. Saya pikir lensa yang berkualitas tinggi dan berbukaan besar akan bisa memecahkan masalah saya. Tapi lensa sendiri, baik yang kualitasnya tinggi sekalipun, gagal memecahkan masalah saya dalam pencahayaan.</p>
<p>Seringkali di ruangan, cahaya lingkungan bercampur baur dari cahaya dari lampu di dalam ruangan yang kadang berwarna tidak sama, dan matahari dari luar yang masuk ke dalam ruangan melalui jendela. Selain itu, cahaya di dalam ruangan biasanya sangat sedikit, sehingga meski saya mengunakan lensa dengan bukaan sangat besar pun masih harus menaikkan ISO cukup tinggi, akibatnya kualitas foto menurun karena noise yang tinggi dan saturasi warna yang hilang.</p>
<div id="attachment_1355" class="wp-caption alignright" style="width: 150px">
	<img class="size-thumbnail wp-image-1355" title="canon_speedlite_430ex" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/05/canon_speedlite_430ex-150x150.jpg" alt="Canon Speedlite 430 EX lampu kilat pertama saya yang merupakan investasi yang sangat baik" width="150" height="150" />
	<p class="wp-caption-text">Canon Speedlite 430 EX lampu kilat pertama saya yang merupakan investasi yang sangat baik</p>
</div>
<p>Setelah menghabiskan puluhan juta untuk membeli lensa, akhirnya saya membeli lampu kilat pertama saya yang seharga dua jutaan. Dengan lampu kilat ini, kualitas foto saya secara konsisten meningkat dari acara ke acara.</p>
<p>Dari sini saya menyadari bahwa, mengandalkan lensa dan cahaya lingkungan semata, sering sekali sulit mendapatkan hasil foto sesuai dengan yang kita inginkan. Maka dari itu, lampu kilat merupakan suatu investasi yang sangat baik untuk saya.</p>
<p>Beberapa tahun belakangan ini, saya semakin menyadari bahwa dengan mengunakan lampu kilat, saya bisa belajar banyak tentang pencahayaan (salah satu pilar utama fotografi) dan saya berharap membeli lampu kilat jauh-jauh hari sebelumnya.</p>
<p>Lalu kenapa sebagian besar dari kita berbondong-bondong memilih lensa berkualitas tinggi daripada lampu kilat? Ada beberapa asumsi yang terbersit di benak saya diantaranya:</p>
<ul>
<li>Lampu kilat apalagi lampu studio itu mahal</li>
<li>Lampu kilat susah dipakai (tekniknya sulit dipelajari)</li>
<li>Sulit mendapatkan foto yang alami dengan lampu kilat</li>
</ul>
<p> <span id="more-1349"></span><br />
Sebenarnya asumsi itu tidak semuanya benar, misalnya lampu kilat itu sebenarnya tidak begitu mahal relatif dibandingkan dengan lensa dengan kualitas tinggi yang lebih dari 10 juta rupiah. Dengan 10 juta, Anda bisa mendapatkan 2 set lampu studio lengkap dengan payung, tas, dan sebagainya (buatan Cina tentunya hehe). Lampu kilat portable (yang bisa dipasang di atas kamera) rata-rata <em>hanya</em> dua jutaan per lampu.</p>
<p>Lalu, apakah lampu kilat susah dipakai? Nah untuk yang ini saya rasa ada benarnya. Bila kita mengunakan lampu kilat, eksposur cahaya tidak hanya bergantung pada bukaan, shutter speed dan ISO saja, tapi sudah ada variabel baru yaitu kekuatan flash, jarak flash terhadap subjek dan overlap antara cahaya flash dan cahaya lingkungan.</p>
<p>Dan apakah memakai flash membuat foto kelihatan tidak alami? Nah ini tergantung, flash bisa merusak foto bila tidak digunakan dengan baik, tapi akan menjadi luar biasa bila digunakan dengan benar. Untuk ini memang harus di pelajari tekniknya (lihat poin diatas).</p>
<p><strong>Balik ke topik utama</strong></p>
<p>Siapa yang memerlukan lensa, siapa memerlukan flash? Saya pikir ini balik lagi ke kepribadian dan jenis foto yang disukai:</p>
<ul>
<li>Bila Anda menyukai suka foto di luar ruangan secara alami seperti pemandangan/landscape, street photography maka kemungkinan besar flash bukan aksesoris yang penting. Aksesoris seperti tripod yang kokoh, atau filter yang berkualitas mungkin lebih penting.</li>
<li>Bila Anda menyukai bekerja di dalam ruangan (studio) sehingga bisa bekerja kapan saja baik siang, malam, subuh, dan menyukai kemampuan mengendalikan pencahayaan secara total maka investasi ke sistem lampu kilat lah yang lebih penting daripada lensa.</li>
<li>Ada juga yang suka-dua-duanya atau campuran, yaitu fotografer yang menyukai mengunakan cahaya alami dan dipadu dengan lampu kilat. Untuk golongan ini, saya sarankan untuk mengatur dana yang cukup seimbang untuk lensa dan lampu kilat.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/beli-lensa-atau-beli-lampu-kilat-flash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami mode Nikon speedlite &#8211; TTL dan TTL-BL</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/10/memahami-mode-nikon-speedlite-ttl-dan-ttl-bl/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/10/memahami-mode-nikon-speedlite-ttl-dan-ttl-bl/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 04:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[Nikon flash atau speedlite, punya banyak mode, selain mode otomatis TTL (Through the lens), ada TTL-BL, M (Manual), RPT, GN, AA, FP dan sebagainya.
Kali ini saya ingin membahas sedikit perbedaan mode yang paling populer yaitu TTL dan TTL-BL.
TTL (Through the lens) cara kerjanya yaitu kamera mengukur kuantitas cahaya yang diperlukan untuk menerangi subjek foto secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F10%2Fmemahami-mode-nikon-speedlite-ttl-dan-ttl-bl%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F10%2Fmemahami-mode-nikon-speedlite-ttl-dan-ttl-bl%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Nikon flash atau speedlite, punya banyak mode, selain mode otomatis TTL (Through the lens), ada TTL-BL, M (Manual), RPT, GN, AA, FP dan sebagainya.</p>
<p>Kali ini saya ingin membahas sedikit perbedaan mode yang paling populer yaitu TTL dan TTL-BL.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">TTL (Through the lens)</span></strong> cara kerjanya yaitu kamera mengukur kuantitas cahaya yang diperlukan untuk menerangi subjek foto secara otomatis melalui lensa. Yang dipentingkan oleh mode ini adalah <strong>subjek utama</strong> (yang berada dalam fokus) terang. Mode ini <strong>tidak memperhitungkan pencahayaan latar belakang. </strong></p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">TTL-BL (Through the lens &#8211; Balance)</span></strong> memperhitungkan<strong> seluruh bagian dalam foto</strong>, baik subjek utama, maupun latar belakang dari sisi ke sisi, atas bawah. Setelah mengukur semuanya, baru kamera dan flash menentukan setting terbaik supaya latar belakang dan subjek foto <strong>seimbang</strong> pencahayaannya.</p>
<p>Apabila latar belakang lebih terang dari subjek foto, maka flash akan mengeluarkan cahaya dengan kuantitas yang besar supaya subjek foto terlihat sama terangnya dengan latar belakang.</p>
<p>Sebaliknya, apabila subjek fotolebih gelap dari subjek foto, maka flash akan mengeluarkan cahaya dengan kuantitas yang kecil, sehingga mengimbangi latar belakangnya. Bila mode kamera Anda dalam bentuk auto atau semi auto (Aperture priority (Av/A) atau Shutter priority (S/Sv)), maka kamera akan otomatis menyeimbangkan pencahayaan antara flash dan setting kamera. Hasilnya adalah foto yang terkesan lebih alami dan tidak terlalu keliatan bahwa Anda mengunakan lampu kilat, karena cahaya lampu kilat dan latar belakang telah tercampur.</p>
<p class="note">Setting TTL-BL tidak bisa diaktifkan bila Anda mengunakan spot metering, karena spot hanya mengukur cahaya dititik fokus (sebagian kecil dari foto) saja.</p>
<p>Untuk mengetahui hasilnya, silahkan mencoba sendiri-sendiri <img src='http://www.infofotografi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/10/memahami-mode-nikon-speedlite-ttl-dan-ttl-bl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peralatan minimal untuk fotografi pernikahan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 13:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[prewed]]></category>
		<category><![CDATA[wedding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.
Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.</p>
<p>Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, apa kira-kira alat yang dibutuhkan?</p>
<h3>KAMERA</h3>
<p>Minimalnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, kenapa bukan kamera saku atau superzoom? karena kamera digital SLR dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dan juga auto fokusnya jauh lebih cepat dan akurat. Selain itu, kamera DSLR dengan lensa lebar dapat menghasilkan foto yang bagaikan di dunia fantasi. Lalu jenis kamera mana yang baik? kamera DSLR yang memiliki harga sekitar lima sampai enam jutaan cukup baik. Kalau dana terbatas, lebih baik prioritaskan lensa dan alat-alat lainnya.</p>
<h3>LENSA</h3>
<p>Biasanya, saat membeli kamera digital SLR, Anda juga otomatis membeli lensa dalam satu paket. Kebanyakan paket tersebut adalah lensa standar zoom. Lensa ini bukan yang terbaik, tapi cukup baik untuk digunakan. Anda juga perlu satu lensa lagi yang memiliki bukaan besar, seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.<span id="more-428"></span></p>
<h3>LAMPU</h3>
<p>Lampu kilat adalah wajib, terutama untuk foto di dalam ruangan. Lampu kilat berkisar antara dua sampai lima juta Rupiah. Memang ada fotografer yang tidak memakai lampu kilat, tapi untuk memakai gaya ini memerlukan alat fotografi yang berat. Belilah lampu kilat yang bisa diputar kepalanya, sehingga Anda bisa mengarahkan lampu.</p>
<h3>LAIN-LAIN</h3>
<p>Jangan lupa batere tambahan, terutama bila Anda memotret dari pagi sampai malam. Juga siapkan kartu memori yang memadai. Untuk seharian, minimal dibutuhkan antara 20-40 GB.</p>
<p>Itulah alat-alat fotografi minimal yang diperlukan untuk fotografi pernikahan. Lalu, apabila Anda dibayar sebagai profesional, Anda harus mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa kamera dan lampu kilat tambahan, untuk menjaga-jaga apabila kamera rusak mendadak. Semoga sukses!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>134</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Lampu kilat : OFF camera flash</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Di banyak kesempatan, terutama saat kita membuat foto potret baik perorangan ataupun kelompok, teknik off camera flash ini cukup penting untuk membuat foto kita lebih baik. Teknik ini cukup sederhana, kuncinya adalah lampu kilat di kamera Anda harus dilepas dari kamera dan diarahkan ke langit-langit.
Nah, lalu karena lampu kilat itu terlepas dari kamera, Anda perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fteknik-lampu-kilat-off-camera-flash%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fteknik-lampu-kilat-off-camera-flash%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Di banyak kesempatan, terutama saat kita membuat foto potret baik perorangan ataupun kelompok, teknik off camera flash ini cukup penting untuk membuat foto kita lebih baik. Teknik ini cukup sederhana, kuncinya adalah lampu kilat di kamera Anda harus dilepas dari kamera dan diarahkan ke langit-langit.</p>
<p>Nah, lalu karena lampu kilat itu terlepas dari kamera, Anda perlu cara untuk mengkomunikasi antara lampu kilat dengan kamera, untuk itu Anda perlu fitur <em>wireless flash trigger/commander</em>. Bila kamera Anda tidak memiliki fitur ini, Anda mau tidak mau harus membeli alat tambahan seperti <em>cable sync flash</em> atau <em>radio wireless trigger</em> untuk menghubungkan antara kamera dan flash. Bila kamera Anda punya fitur ini, maka tinggal pakai <em>built-in flash</em> (lampu kilat kecil di kamera) sebagai alat pengontrolnya. Beberapa kamera yang sudah memiliki fitur ini adalah Nikon D90, D300, D300s, D200, Olympus E-620, Canon 7D dan lain lain.</p>
<p>Bila kita memotret dengan mengunakan lampu kilat yang diarahkan secara langsung ke wajah orang,  maka foto yang dihasilkan akan datar. Selain itu bayangan yang dihasilkan kasar dan terlihat jelas di latar belakang. Lebih dari itu, terlihat pantulan sinar dari wajah subjek foto.</p>
<div id="attachment_412" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px">
	<img class="size-full wp-image-412" title="DSC_0260" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/DSC_0260.jpg" alt="Foto dengan mengunakan lampu kilat yang langsung diarahkan ke subjek foto" width="510" height="254" />
	<p class="wp-caption-text">Foto dengan mengunakan lampu kilat yang langsung diarahkan ke subjek foto</p>
</div>
<p>Bila mengunakan teknik OFF camera flash ini, foto wajah akan terlihat lebih alami, terlihat memiliki tiga dimensi, dan bayangan juga jatuh ke bawah sehingga tidak mengganggu.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px">
	<img class="  " src="http://www.enchetjin.com/Rally-and-Community-Services/Martin-Luther-King-Day-of/DSC7794/769676830_ERm5C-M.jpg" alt="Dengan mengunakan teknik off camera flash" width="486" height="323" />
	<p class="wp-caption-text">Dengan mengunakan teknik off camera flash</p>
</div>
<p class="note">Catatan: Pastikan langit-langit berwarna putih karena bila tidak, warna foto akan terkontaminasi dengan warna langit-langit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunakan lampu kilat kamera yang baik dan benar bagian II</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 14:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali saat kita berada di tempat yang gelap seperti malam hari atau di dalam ruangan, kita terpaksa mengunakan flash. Tapi hasil dari mengunakan flash biasanya cukup mengecewakan. Tidak hanya terlihat tidak alami, tapi juga latar belakang biasanya menjadi hitam legam. Untung ada dua mode di dalam kamera Anda yang bisa membantu mengatasi hal ini.
Cari di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fmengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fmengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii%2F" height="61" width="51" /></a></div><div id="attachment_353" class="wp-caption alignright" style="width: 210px">
	<img class="size-medium wp-image-353" title="contoh-flash" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/contoh-flash-300x213.jpg" alt="contoh-flash" width="210" height="149" />
	<p class="wp-caption-text">Contoh mengunakan flash dengan mode otomatis di lingkungan yang gelap</p>
</div>
<p>Seringkali saat kita berada di tempat yang gelap seperti malam hari atau di dalam ruangan, kita terpaksa mengunakan flash. Tapi hasil dari mengunakan flash biasanya cukup mengecewakan. Tidak hanya terlihat tidak alami, tapi juga latar belakang biasanya menjadi hitam legam. Untung ada dua mode di dalam kamera Anda yang bisa membantu mengatasi hal ini.</p>
<p class="note">Cari di panduan bila tidak tahu cara mengubah mode flash</p>
<p>Pertama adalah <strong><em>Slow sync flash</em></strong>. Saat mengunakan mode ini, kamera akan memperlama bukaan (<em>slow shutter speed</em>) sehingga semakin banyak cahaya lingkungan (ambient light) yang masuk ke dalam sensor. Akibatnya, di banyak kasus, foto akan terlihat lebih alami dan latar belakang menjadi lebih terang. Mode ini baik dipakai terutama untuk pemandangan malam atau di ruangan yang gelap.</p>
<p>Dalam mengunakan mode ini, kita harus memperhatikan beberapa faktor. Yang terpenting adalah kita harus usahakan menghindari blur entah dengan mengunakan tripod atau mengunakan lensa atau kamera yang memiliki <em>image stabilization</em>. Faktor kedua berkenaan dengan warna (<em>white balance</em>) yang akan saya bahas dikemudian hari.</p>
<div id="attachment_354" class="wp-caption aligncenter" style="width: 498px">
	<img class="size-full wp-image-354" title="contoh-slow-sync-flash" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/contoh-slow-sync-flash.jpg" alt="Contoh potret mengunakan slow sync flash" width="498" height="375" />
	<p class="wp-caption-text">Contoh potret mengunakan slow sync flash - sumber: Photography Savvy</p>
</div>
<p>Mode yang kedua yaitu <strong><em>Rear curtain sync</em></strong>. Bila mengaktifkan mode ini, kamera akan otomatis menginstruksikan kamera membuka sensor cukup lama sesuai kondisi cahaya di ruangan. Sedikit berbeda dengan Slow sync, Rear curtain sync akan menangkap gerakan subjek foto dan kemudian akan menembakkan flash sesaat sebelum kamera menutup sensor untuk membekukan foto.  Aplikasi rear curtain flash yang biasa ditemukan yaitu untuk menangkap gerakan-gerakan orang yang sedang menari atau subjek lainnya.</p>
<div id="attachment_356" class="wp-caption aligncenter" style="width: 487px">
	<img class="size-full wp-image-356 " title="contoh-rear-curtain-flash" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/contoh-rear-curtain-flash.jpg" alt="Contoh teknik rear curtain flash. Gerakan penari terekam dan kemudian penari tersebut dibekukan sesaat sebelum kamera menutup sensor" width="487" height="415" />
	<p class="wp-caption-text">Contoh teknik rear curtain flash. Gerakan penari terekam dan kemudian penari tersebut dibekukan sesaat sebelum kamera menutup sensor. Foto oleh denislim</p>
</div>
<h3><em>Dalam mode slow sync, kamera menembak flash sesaat setelah kamera membuka sensor, sedangkan di rear curtain sync, kamera menembak flash sesaat sebelum kamera menutup sensor.</em></h3>
<p>Dari sifat yang ditunjukkan pada hasil foto diatas, maka bisa disimpulkan bahwa <strong>shutter speed menentukan berapa banyak cahaya lingkungan yang masuk.</strong></p>
<p>Mungkin bagi beberapa orang materi ini cukup berat untuk dicerna, maka dari itu, cobalah di praktekkan, dengan praktek, pengertian tentang mekanisme flash ini akan lebih mudah dimengerti. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/mengunakan-lampu-kilat-kamera-yang-baik-dan-benar-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

