<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi &#187; Lensa</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/category/lensa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 05:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perbedaan antara lensa berkualitas tinggi dan rendah</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/perbedaan-antara-lensa-berkualitas-tinggi-dan-rendah/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/perbedaan-antara-lensa-berkualitas-tinggi-dan-rendah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 13:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Lensa berkualitas tinggi biasanya memiliki badan / casing yang berkualitas lebih baik, misalnya dari campuran logam atau plastik yang keras. Kontak lensa ke badan kamera juga dari logam.
Selain itu bukaan lensa zoom berkualitas tinggi biasanya memiliki bukaan besar dan/atau konstan seperti f/4, f/2.8. Untuk lensa prime / non-zoom, lensa yang berkualitas tinggi biasanya memiliki maksimum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F07%2Fperbedaan-antara-lensa-berkualitas-tinggi-dan-rendah%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F07%2Fperbedaan-antara-lensa-berkualitas-tinggi-dan-rendah%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Lensa berkualitas tinggi biasanya memiliki badan / casing yang berkualitas lebih baik, misalnya dari campuran logam atau plastik yang keras. Kontak lensa ke badan kamera juga dari logam.</p>
<p>Selain itu bukaan lensa zoom berkualitas tinggi biasanya memiliki bukaan besar dan/atau konstan seperti f/4, f/2.8. Untuk <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/lensa-prime-fix-vs-lensa-zoom/" target="_blank">lensa prime </a>/ non-zoom, lensa yang berkualitas tinggi biasanya memiliki maksimum bukaan yang besar, misalnya f/1.2 dan f/1.4.</p>
<p>Hal lain yang membedakan adalah kode pada nama lensa. Contohnya: Tamron: SP, Sigma: EX, Canon: L, Tokina: Pro, Nikon: N.</p>
<div id="attachment_589" class="wp-caption aligncenter" style="width: 350px">
	<img class="size-full wp-image-589" title="canon EF 70 200mm f/2.8" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/07/canon-70-200mm.jpg" alt="Salah satu lensa kualitas tinggi Canon berlabel L dan berwarna putih. Lensa ini memiliki harga sekitar dua puluh juta rupiah." width="350" height="233" />
	<p class="wp-caption-text">Salah satu lensa kualitas tinggi Canon berlabel L dan berwarna putih. Lensa ini memiliki harga sekitar dua puluh juta rupiah.</p>
</div>
<p><strong>Lalu kualitas lensa juga bisa dilihat dari harga seperti dibawah ini:</strong></p>
<ul>
<li>2 juta kebawah : Lensa murah dengan kualitas rendah, biasanya casingnya berbahan plastik dan kualitas fotonya tidak begitu tajam dan tidak konsisten.</li>
<li>2 juta keatas : Kualitas lensa rata-rata. Meski banyak yang masih bercasing plastik, tapi kualitas gambar lebih baik dan lebih konsisten.</li>
<li>5 juta keatas : Kualitas lensa diatas rata-rata. Kualitas bahan kamera lebih baik dari sebelumnya, beberapa mengunakan bahan logam, yang lain mengunakan bahan plastik yang tebal. Kualitas foto juga sudah cukup konsisten dan tajam.</li>
<li>10 juta keatas : Kualitas lensa sangat baik. Termasuk kategori lensa mewah karena lebih mahal dari kameranya, lensa dalam kategori ini memiliki kualitas foto yang sangat baik, konsisten tapi biasanya cukup berat.</li>
</ul>
<p>Tapi ada juga beberapa lensa yang menghasilkan foto yang sangat baik tapi relatif murah, contohnya lensa 50mm f/1.8, dan 35mm f/1.8.</p>
<p>Dari kualitas gambar, Lensa berkualitas tinggi lebih konsisten di setiap bukaan dan rentang lensa (zoom). Ketajaman lensa tinggi, kontras baik, rendah aberasi warna dan vinyet terkontrol.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/07/perbedaan-antara-lensa-berkualitas-tinggi-dan-rendah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa saya menyukai lensa lebar</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/04/mengapa-saya-menyukai-lensa-lebar/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/04/mengapa-saya-menyukai-lensa-lebar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 08:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Sejak beberapa tahun yang lalu, saya telah menggunakan berbagai jenis lensa, dari lensa lebar, normal dan telefoto. Diantara lensa-lensa tersebut yang paling saya sukai adalah lensa lebar. Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi mengapa saya menyukai lensa lebar.
Tetapi, pertama-tama, saya pikir lebih baik untuk membatasi definisi lensa lebar. Saya menganggap 24mm ke 35mm (dalam format [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F04%2Fmengapa-saya-menyukai-lensa-lebar%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F04%2Fmengapa-saya-menyukai-lensa-lebar%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Sejak beberapa tahun yang lalu, saya telah menggunakan berbagai jenis lensa, dari lensa lebar, normal dan telefoto. Diantara lensa-lensa tersebut yang paling saya sukai adalah lensa lebar. Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi mengapa saya menyukai lensa lebar.</p>
<p>Tetapi, pertama-tama, saya pikir lebih baik untuk membatasi definisi lensa lebar. Saya menganggap 24mm ke 35mm (dalam format full frame atau 35mm adalah rentang lensa lebar). Bila lebih lebar dari itu, akan saya namakan lensa sangat lebar, dan bila lebih sempit dari itu, akan saya namakan lensa telefoto.</p>
<p>Jika Anda memiliki kamera digital SLR, Anda berkesempatan besar untuk memiliki lensa sudut lebar karena dalam setiap pembelian kamera baru biasanya Anda juga mendapatkan lensa 18-55mm (setara dengan 27-88mm dalam kamera full frame). Jadi jika Anda mengambil gambar di rentang 18 sampai 24mm dengan lensa itu, Anda sedang mengambil foto yang dengan sudut lebar.</p>
<p>Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa saya suka mengunakan lensa dengan sudut lebar:</p>
<h3>Sudut pandang</h3>
<p>Saya memulai fotografi ketika saya masih kuliah. Saya saat itu berpartisipasi di koran kampus. Waktu itu, saya secara rutin ditugaskan untuk mendokumentasikan acara di sekitar kampus. Karena ruang halaman koran yang terbatas, saya harus mengambil satu atau dua foto yang dapat menceritakan acara tersebut. Oleh karena itu, dengan mengambil gambar sudut lebar saya dapat memasukan banyak informasi dalam satu atau beberapa foto.</p>
<p>Kemudian, saya menemukan bahwa saya bisa memperoleh sudut pandang yang menarik dengan menggunakan lensa sudut lebar. Dengan lensa lebar, saya bisa membuat foto yang menyiratkan ilusi tiga dimensi atau kedalaman, maka itu, pemirsa akan merasa seperti berada atau menyaksikan acara tersebut secara langsung. <span id="more-498"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px">
	<img class=" " src="http://www.enchetjin.com/Student-Events/New-Student-Orientation-2009/DSC4122/633646138_Wv3pi-M.jpg" alt="Diambil dengan sudut 24mm - Mahasiswa mahasiswi baru di Universitas Bucknell saat orientasi mahasiswa baru" width="480" height="319" />
	<p class="wp-caption-text">Diambil dengan sudut 24mm - Mahasiswa mahasiswi baru di Universitas Bucknell saat orientasi mahasiswa baru</p>
</div>
<h3>Kedalaman lapangan fokus (depth of field)</h3>
<p>Secara teknis, mengambil gambar dengan sudut lebar juga memberikan beberapa manfaat. Pertama, kedalaman lapangan fokus lebih besar daripada jika Anda menembak di sudut normal atau telefoto. Ini sangat membantu ketika Anda mengambil foto kelompok orang dalam situasi cahaya yang redup. Karena dengan bukaan yang lebih besar daripada lensa telefoto, Anda bisa mendapatkan foto yang tajam dari ujung ke ujung.</p>
<p>Karena jarak fokus yang pendek, Anda dapat mengambil foto dalam kecepatan rana lebih lambat dan masih mendapatkan gambar yang tidak blur bila subjek tidak bergerak. Sebagai contoh, ketika Anda mengambil gambar di 28mm, Anda bisa menembak dengan kecepatan 1/30 detik. Dengan teknologi stabilisasi gambar (IS, VR, OS, dll), Anda bahkan dapat mendapatkan dua atau tiga stop lebih lambat! Di sisi lain, jika Anda mengambil gambar dengan lensa telefoto seperti 100mm, Anda membutuhkan setidaknya 1/100 atau 1/160 detik untuk menjaga foto bebas dari blur akibat goyangan kamera.</p>
<h3>Tantangan</h3>
<p>Jika digunakan secara tidak tepat, lensa sudut lebar dapat membuat distorsi yang tidak diinginkan. Wajah bisa lebih lebar dan hidung menjadi lebih besar dari kenyataan. Ketika Anda menembak foto pemandangan, penembakan di sudut lebar rentan terhadap flare dan penyimpangan kromatik.</p>
<p>Tapi mungkin kesalahan yang dibuat pemula adalah memasukkan elemen lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Subjek utama yang difoto menjadi terlihat kecil. Tapi ini bisa dihindari dengan mendekati subjek foto.</p>
<p>Tetapi ketika Anda mendekat dengan subjek, sudut pandang Anda akan berubah secara dramatis dan distorsi akan muncul. Jadi, Anda perlu mencari posisi yang tepat untuk meminimalisir efek distorsi atau membuat distorsi bekerja untuk Anda, bukan melawan Anda. Misalnya, Anda dapat menggunakannya untuk mengambil potret wajah anak-anak yang lucu lucu.</p>
<p>Secara pribadi, saya pikir tantangan adalah hal yang baik karena memaksa Anda untuk menjadi seorang fotografer yang lebih baik. Tantangan yang cukup akan membuat Anda termotivasi dan meningkatkan kualitas fotografi Anda. Bila Anda melakukannya dengan benar, niscaya foto Anda akan lebi menonjol daripada hasil fotografer yang lain.</p>
<h3>Serba Guna</h3>
<p>Terakhir, memotret dengan sudut lebar menarik karena sifatnya yang serbaguna, Anda dapat menggunakannya untuk foto pemandangan, fotografi jurnalisme, potret, pernikahan, dan arsitektur. Banyak pilihan lensa sudut lebar yang tersedia di pasar, termasuk lensa kit yang dibundel bersama kamera digital SLR Anda. Jika Anda memiliki lensa tersebut, saya sarankan Anda untuk berlatih untuk mengambil foto dengan lensa lebar. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/04/mengapa-saya-menyukai-lensa-lebar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peralatan minimal untuk fotografi pernikahan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 13:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[prewed]]></category>
		<category><![CDATA[wedding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.
Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.</p>
<p>Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, apa kira-kira alat yang dibutuhkan?</p>
<h3>KAMERA</h3>
<p>Minimalnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, kenapa bukan kamera saku atau superzoom? karena kamera digital SLR dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dan juga auto fokusnya jauh lebih cepat dan akurat. Selain itu, kamera DSLR dengan lensa lebar dapat menghasilkan foto yang bagaikan di dunia fantasi. Lalu jenis kamera mana yang baik? kamera DSLR yang memiliki harga sekitar lima sampai enam jutaan cukup baik. Kalau dana terbatas, lebih baik prioritaskan lensa dan alat-alat lainnya.</p>
<h3>LENSA</h3>
<p>Biasanya, saat membeli kamera digital SLR, Anda juga otomatis membeli lensa dalam satu paket. Kebanyakan paket tersebut adalah lensa standar zoom. Lensa ini bukan yang terbaik, tapi cukup baik untuk digunakan. Anda juga perlu satu lensa lagi yang memiliki bukaan besar, seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.<span id="more-428"></span></p>
<h3>LAMPU</h3>
<p>Lampu kilat adalah wajib, terutama untuk foto di dalam ruangan. Lampu kilat berkisar antara dua sampai lima juta Rupiah. Memang ada fotografer yang tidak memakai lampu kilat, tapi untuk memakai gaya ini memerlukan alat fotografi yang berat. Belilah lampu kilat yang bisa diputar kepalanya, sehingga Anda bisa mengarahkan lampu.</p>
<h3>LAIN-LAIN</h3>
<p>Jangan lupa batere tambahan, terutama bila Anda memotret dari pagi sampai malam. Juga siapkan kartu memori yang memadai. Untuk seharian, minimal dibutuhkan antara 20-40 GB.</p>
<p>Itulah alat-alat fotografi minimal yang diperlukan untuk fotografi pernikahan. Lalu, apabila Anda dibayar sebagai profesional, Anda harus mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa kamera dan lampu kilat tambahan, untuk menjaga-jaga apabila kamera rusak mendadak. Semoga sukses!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Memilih Lensa Kamera Digital SLR</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/cara-memilih-lensa-kamera-digital-slr/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/cara-memilih-lensa-kamera-digital-slr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 09:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Memilih lensa kamera merupakan suatu perkara yang rumit dan sering membingungkan. Dalam artikel ini saya mencoba menjelaskan seringkas dan sepadat mungkin. Semoga membantu.
1. Lensa Zoom atau Prime
Pertama-tama, yang kita perlu putuskan adalah apakah kita memerlukan lensa zoom atau lensa prime / fixed. Lensa zoom tentunya lensa yang lebih fleksibel, tapi lensa prime memiliki keunggulan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fcara-memilih-lensa-kamera-digital-slr%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fcara-memilih-lensa-kamera-digital-slr%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Memilih lensa kamera merupakan suatu perkara yang rumit dan sering membingungkan. Dalam artikel ini saya mencoba menjelaskan seringkas dan sepadat mungkin. Semoga membantu.</p>
<h3><strong>1. Lensa Zoom atau Prime</strong></h3>
<p>Pertama-tama, yang kita perlu putuskan adalah apakah kita memerlukan lensa zoom atau lensa prime / fixed. Lensa zoom tentunya lensa yang lebih fleksibel, tapi lensa prime memiliki keunggulan di kualitas optik dan biasanya lebih ringan dan pendek. [Baca: <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/lensa-prime-fix-vs-lensa-zoom/" target="_blank">Lensa prime vs lensa zoom</a>]</p>
<h3><strong>2. Rentang Fokal lensa</strong></h3>
<p>Kemudian, kita harus menentukan rentang fokal lensanya. Ada beberapa jenis pilihan, antara lain:</p>
<p><strong>Ultra lebar atau lensa mata ikan (fisheye</strong>) : Lensa jenis ini memiliki rentang lensa sekitar 8mm sampai 16mm. Lensa jenis ini bisa menangkap area yang sangat lebar.</p>
<p><strong>Standard</strong> : Lensa yang memiliki rentang fokal sekitar 18-55mm. Jenis lensa ini biasanya di bundel ketika Anda memilih kamera digital SLR. Lensa ini termasuk lensa serba guna karena sering digunakan untuk berbagai keperluan.</p>
<p><strong>Telephoto</strong>: Lensa yang memiliki rentang fokal sekitar 55-300mm. Jenis lensa ini untuk mengambil foto dari jarak jauh seperti burung, binatang liar, potret dan kegiatan olahraga.</p>
<p><strong>Lensa sapu jagat / superzoom</strong> : Lensa ini memiliki rentang fokal lensa yang sangat besar, yaitu dari 18-200mm atau ada pula yang mencapai 270mm. Lensa jenis ini seperti gabungan dari lensa standard dan telephoto sehingga sangat fleksibel. Cocok untuk pengguna yang tidak ingin membawa lensa lebih dari satu. Kekurangan lensa ini adalah harga yang lebih tinggi.</p>
<h3><strong>3. Bukaan lensa<br />
</strong></h3>
<p>Semakin besar bukaan, semakin banyak cahaya yang bisa diserap masuk ke kamera. Oleh sebab itu, lensa dengan bukaan besar baik bila Anda sering mengambil foto di dalam ruangan atau di situasi yang gelap. Lebih dari itu, lensa berbukaan besar, memudahkan Anda mengontrol kedalaman fokus sehingga mempermudah membuat latar belakang menjadi kabur. Namun sayangnya, lensa yang memiliki bukaan besar, biasanya lebih mahal. Biasanya, lensa prime memiliki bukaan yang lebih besar dari kebanyakan lensa zoom. Jadi bila bukaan besar menjadi prioritas, lebih baik bila melihat-lihat lensa prime.</p>
<h3><strong>4. Fungsi-fungsi lensa</strong></h3>
<p>Ada beberapa fungsi yang perlu diperhatikan diantaranya:</p>
<p><strong>IS/VR (Image Stabilization/Vibration Reduction)</strong> : lensa yang memiliki fungsi ini bisa membantu mengurangi getaran kamera saat mengambil gambar dengan shutter speed rendah sehingga mengurangi blur pada foto. Fungsi ini sangat berguna untuk mengambil gambar benda yang tidak bergerak, namun tidak berguna untuk foto subjek yang bergerak seperti foto olahraga.</p>
<p><strong>Makro :</strong> Fungsi makro lensa memungkinkan fokus dengan jarak dekat, sehingga objek yang kecil menjadi besar. Bila Anda menyukai foto serangga, bunga, atau benda-benda kecil lainnya, sebaiknya mencari lensa ini. Lensa makro yang baik biasanya termasuk kategori lensa prime.</p>
<p>Ada juga lensa yang tahan cuaca dan air. Lensa semacam ini cocok untuk dibawa dalam kegiatan outing atau hiking.</p>
<p><strong>AF-S/SDM/USM/HSM : </strong>Bila Anda menemukan kode-kode seperti ini pada lensa Anda, berarti lensa Anda memiliki motor auto fokus yang hampir/tidak bersuara ketika mengambil fokus. Sebagian besar lensa yang memiliki fungsi ini juga lebih cepat daripada lensa biasa.</p>
<h3><strong>4. Memilih lensa merek lain?</strong></h3>
<p>Ada beberapa produsen lensa yang terkenal seperti Tamron, Sigma, Tokina, dan beberapa yang lain. Biasanya, lensa buatan pihak ketiga ini lebih murah. Tapi apakah lensa buatan pihak ketiga ini bisa diandalkan? Ini tergantung pada kelas lensanya. Masing-masing produsen lensa biasanya menyediakan dua jenis lensa: kelas biasa, dan kelas atas yang berkualitas tinggi.</p>
<p>Lensa yang ditawarkan pihak ketiga ini sangat bervariasi, sehingga sulit digeneralisir. Tapi menurut pengalaman saya, inilah ciri-ciri utamanya:</p>
<p><strong>Tamron</strong>: Auto fokusnya pelan, kurang akurat dan sedikit berisik. Terkenal karena murah, dan menawarkan enam jenis lensa sapu jagat.</p>
<p><strong>Sigma</strong>: Auto fokus lebih baik kinerjanya daripada Tamron, memiliki deretan lensa yang cukup komplit dari yang kualitas rendah dan murah sampai tinggi. Sigma juga terkenal akan lensa telephoto zoomnya.</p>
<p><strong>Tokina:</strong> Koleksi lensa Tokina tidak sebanyak Sigma dan Tamron. Spesialisasi Tokina yaitu pada lensa ultra lebar. Kualitas kontruksi dan optik Tokina boleh dibilang sangat baik.</p>
<h3><strong>5. Lain-lain</strong></h3>
<p>Khusus untuk pengguna kamera Canon, banyak juga yang menanyakan soal perbedaan lensa L dan non &#8211; L. Lensa yang berlabel L (singkatannya Luxury atau mewah) adalah lensa yang berkualitas tinggi dari optik maupun konstruksinya. Sebagian besar lensa L lebih mahal daripada lensa yang bukan L.</p>
<p>Lalu ada lensa Canon EF-S. Lensa-lensa EF-S tidak di desain untuk kamera digital SLR full frame Canon, seperti Canon 5D, 1d mark, jadi hanya bisa dipakai untuk kamera digital SLR Canon biasa.</p>
<p>Bila ada yang masih bingung dan ingin menanyakan atau berbagi pengalaman tentang lensa yang dipunyai silahkan membalas melalui kotak komentar dibawah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/cara-memilih-lensa-kamera-digital-slr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>153</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa lensa fix lebih baik dari lensa zoom?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/mengapa-lensa-fix-lebih-baik-dari-lensa-zoom-untuk-belajar-fotografi/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/mengapa-lensa-fix-lebih-baik-dari-lensa-zoom-untuk-belajar-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 11:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Lensa fix atau prime lens, adalah lensa yang tidak bisa zoom. Jadi untuk mengkomposisikan foto baik jauh atau dekat, Anda dipaksa untuk bergerak maju mundur. Bisa dibayangkan repotnya?
Banyak yang mungkin bertanya, untuk apa lensa fix, mendingan lensa zoom, apalagi banyak lensa fix yang lumayan mahal. Ada beberapa alasan kenapa lensa fix masih banyak diminati, terutama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Fmengapa-lensa-fix-lebih-baik-dari-lensa-zoom-untuk-belajar-fotografi%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Fmengapa-lensa-fix-lebih-baik-dari-lensa-zoom-untuk-belajar-fotografi%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Lensa fix atau <em>prime lens</em>, adalah lensa yang <strong>tidak bisa zoom</strong>. Jadi untuk mengkomposisikan foto baik jauh atau dekat, Anda dipaksa untuk bergerak maju mundur. Bisa dibayangkan repotnya?</p>
<p>Banyak yang mungkin bertanya, untuk apa lensa fix, mendingan lensa zoom, apalagi banyak lensa fix yang lumayan mahal. Ada beberapa alasan kenapa lensa fix masih banyak diminati, terutama fotografer yang berpengalaman.</p>
<h3>1. KECIL dan RINGAN</h3>
<p>Sebagian besar lensa fix memiliki ukuran yang lebih kecil dan ringan. Hal ini membuat Anda lebih leluasa untuk bergerak dan tidak lekas capai bila membawa kamera Anda saat perjalanan jauh.</p>
<h3>2. BUKAAN BESAR</h3>
<p>Sebagian besar lensa fix juga memiliki maksimal bukaan besar seperti f/1.4 dan f/1.8. Di bandingkan dengan lensa zoom standar, bukaan f/1.8 dapat mengumpulkan cahaya 4-8 kali lebih banyak (2 sampai 3 stops) sehingga ideal untuk mengambil foto di ruangan yang gelap. Selain itu bukaan yang besar memudahkan Anda untuk membuat latar belakang menjadi blur. <span id="more-325"></span></p>
<div id="attachment_327" class="wp-caption alignright" style="width: 147px">
	<a href="http://www.amazon.com/gp/product/B001S2PPT0?ie=UTF8&amp;tag=web06e-20&amp;linkCode=as2&amp;camp=1789&amp;creative=390957&amp;creativeASIN=B001S2PPT0"><img class="size-medium wp-image-327  " title="nikon-35mm-f18" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/nikon-35mm-f18-300x298.jpg" alt="Lensa Nikon 35mm (50mm) sangat populer untuk kamera pemula Nikon" width="147" height="146" /></a>
	<p class="wp-caption-text">Lensa Nikon 35mm (50mm) sangat populer untuk kamera pemula Nikon</p>
</div>
<h3>3. KUALITAS FOTO</h3>
<p>Hampir semua foto yang dihasilkan oleh lensa fix lebih tajam dan lebih baik daripada foto yang dihasilkan lensa zoom. Selain itu, distorsi juga lebih terkendali.</p>
<h3>4. BAIK UNTUK BELAJAR</h3>
<p>Lensa fix memaksa Anda untuk bergerak dan mencari sudut pandang yang lebih baik. Sehingga hasil foto Anda bisa lebih baik.</p>
<h3>5. FOTO CLOSE-UP / MACRO</h3>
<p>Semua lensa makro yang bagus adalah lensa fix. Ada juga lensa zoom yang memiliki kemampuan makro, tapi sangat jauh kualitasnya dibandingkan dengan lensa fix. (Lens makro adalah lensa yang bisa mengambil foto objek yang sangat kecil sehingga terlihat sangat besar. Contoh: serangga, bunga)</p>
<p>Dengan kelebihan-kelebihan tersebut maka lensa fix sangat penting sebagai alat fotografi di masa lalu dan dimasa depan.</p>
<p class="note">Pengalaman saya: Lensa fix banyak saya pakai untuk foto potret, foto pertandingan bola basket, bola voli di dalam ruangan, foto candid, foto pemandangan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/mengapa-lensa-fix-lebih-baik-dari-lensa-zoom-untuk-belajar-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>77</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis jenis lensa</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/jenis-lensa/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/jenis-lensa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 01:48:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Lensa terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan focal length / rentang lensa.
Lensa Prime atau Fixed focal length
Prime lens adalah lensa yang hanya memiliki satu rentang fokal sehingga tidak bisa zoom. Lensa prime terkenal untuk potret, kegiatan olahraga dan lain-lain. Beberapa lensa prime yang sering terkenal dan sering digunakan yaitu 50mm, 85mm, 135mm, dan 300mm. Perbedaan antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fjenis-lensa%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fjenis-lensa%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Lensa terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan focal length / rentang lensa.</p>
<p><strong>Lensa Prime atau Fixed focal length</strong><br />
Prime lens adalah lensa yang hanya memiliki satu rentang fokal sehingga tidak bisa zoom. Lensa prime terkenal untuk potret, kegiatan olahraga dan lain-lain. Beberapa lensa prime yang sering terkenal dan sering digunakan yaitu 50mm, 85mm, 135mm, dan 300mm. Perbedaan antara lensa prime dengan lensa zoom dapat dibaca disini.</p>
<p><strong>Lensa Standard Zoom</strong><br />
Lensa ini disering disebut juga lensa jalan-jalan. Lensa ini biasanya mempunyai rentang fokal antara 16-85mm. Rentang fokal ini sangat fleksibel dan 80% dari foto Anda kemungkinan di jepret mengunakan lensa ini. Contoh: Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS, Nikon 18-55mm f/3.5-5.6 VR, Nikon 16-85mm f/3.5-5.6 VR, Pentax 16-50mm f/2.8 dan sebagainya.</p>
<p><strong>Wide Angle Zoom</strong><br />
Lensa Wide Angle zoom adalah lensa yang populer bagi fotografi pemandangan atau arsitektur karena kemampuan lensa ini untuk menangkap bidang yang luas dengan perspektif yang dinamis. Contoh: Sigma 10-20mm, Canon EF-S 10-22mm, Tokina 12-24mm, dan sebagainya.</p>
<p><strong>Telephoto Zoom</strong><br />
Lensa Telephoto ini dapat membuat objek yang jauh terasa dekat. Sangat populer dikalangan fotografer binatang liar, olahraga, fotojurnalistik dan banyak lagi. Lensa ini juga populer untuk potret karena kemampuannya dalam mengkompresi latar bekalang sehingga model Anda terlihat lebih enak dipandang. Biasanya lensa telephoto rawan getar, maka dari itu lensa telephoto zoom yang memiliki Image stabilization sangat dianjurkan. Contoh: Canon 55-250mm IS, Sony 70-200mm f/2.8, Pentax 65-250mm f/4, Sigma 50-500mm dan sebagainya.</p>
<p><strong>Lensa Superzoom (lensa sapu jagat)</strong><br />
Lensa ini seperti gabungan dari lensa standard zoom dengan telephoto zoom. Rentang fokal lensa ini sangat lebar, dari 18mm sampai telephoto 200mm bahkan ada yang sampai 270mm. Karena itu, lensa ini sangat populer untuk lensa jalan-jalan dan travel. Ideal untuk orang yang tidak ingin mengganti-ganti lensa. Kekurangan lensa ini yaitu pada kualitas optiknya secara umum tidak seprima lensa standard atau lensa telephoto.</p>
<p><strong>Lensa Makro</strong><br />
Lensa Makro adalah lensa ideal untuk mengambil foto close-up atau detail shot dari benda-benda berukuran kecil, misalnya perhiasaan, bunga, serangga, dan sebagainya. Lensa makro mampu membesarkan objek yang difoto dan menangkap detail dan warna dengan tajam. Lensa Makro kadang dipakai untuk potret karena rentang fokal lensa makro biasanya sekitar 90-200mm. Tapi banyak yang tidak menyukai hasil foto potret dengan mengunakan lensa makro karena terlalu tajam, sehingga ketidaksempurnaan dalam kulit menjadi terlalu ketara di foto. Pada umumnya lensa Makro yang baik bukan lensa zoom melainkan prime.</p>
<p>Demikian tipe-tipe lensa umum yang Ada, semoga membantu Anda dalam memutuskan lensa yang paling cocok digunakan untuk kesempatan yang ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/jenis-lensa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>103</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lensa Prime / Fix vs Lensa Zoom</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/lensa-prime-fix-vs-lensa-zoom/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/lensa-prime-fix-vs-lensa-zoom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 15:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Lensa prime / fix adalah lensa yang memiliki rentang fokal tetap alias Anda tidak bisa mengunakan zoom. Secara umum, lensa prime memiliki kelebihan dibandingkan dengan lensa zoom antara lain:

Untuk lensa prime yang berukuran pendek seperti 24, 35, 50, 85mm harganya relatif lebih murah dibanding dengan lensa zoom
Ukuran lensa prime relatif lebih kecil dan ringan daripada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Flensa-prime-fix-vs-lensa-zoom%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Flensa-prime-fix-vs-lensa-zoom%2F" height="61" width="51" /></a></div><div id="attachment_135" class="wp-caption alignright" style="width: 150px">
	<img class="size-thumbnail wp-image-135" title="Canon 50mm f/1.4 USM" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2009/07/canon-50mm-f14-150x150.jpg" alt="Prime lens Canon 50mm f/1.4 USM" width="150" height="150" />
	<p class="wp-caption-text">Prime lens Canon 50mm f/1.4 USM</p>
</div>
<p>Lensa prime / fix adalah lensa yang memiliki rentang fokal tetap alias Anda tidak bisa mengunakan zoom. Secara umum, lensa prime memiliki kelebihan dibandingkan dengan lensa zoom antara lain:</p>
<ul>
<li>Untuk lensa prime yang berukuran pendek seperti 24, 35, 50, 85mm harganya relatif lebih murah dibanding dengan lensa zoom</li>
<li>Ukuran lensa prime relatif lebih kecil dan ringan daripada lensa zoom</li>
<li>Bukaan lensa lensa prime pada umumnya beberapa kali lebih besar dari lensa zoom, sehingga lebih efektif untuk kondisi gelap. Selain itu, bukaan besar membuat depth of field menjadi tipis, sehingga efektif membuat background menjadi blur.</li>
</ul>
<p>Untuk yang baru belajar fotografi, lensa prime lensa yan baik untuk belajar karena Anda dipaksa untuk bergerak dan mengambil sudut pandang yang lebih baik. Jika Anda mengunakan lensa zoom, besar kemungkinan Anda hanya akan mengandalkan zoom sehingga perspektif komposisi Anda kurang maksimal.</p>
<p>Baca juga: <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/mengapa-lensa-fix-lebih-baik-dari-lensa-zoom-untuk-belajar-fotografi/" target="_blank">Alasan mengapa lensa fix lebih baik dari lensa zoom</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/lensa-prime-fix-vs-lensa-zoom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menerjemahkan kode lensa digital SLR</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/menerjemahkan-kode-lensa-digital-slr/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/menerjemahkan-kode-lensa-digital-slr/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 12:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita baru masuk ke dunia kamera DSLR salah satu yang cukup membingungkan adalah menerjemahkan arti dari lensa. Di blog ini saya mencoba menjelaskan berbagai model lensa dan artinya.
Canon EF-S 18-55 mm f/3.5-5.6 IS
Lensa zoom ini biasanya dipaket saat membeli kamera dSLR Canon untuk pemula seperti Canon 1000D, 450D, 500D
Canon EF-S : artinya model lensa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fmenerjemahkan-kode-lensa-digital-slr%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fmenerjemahkan-kode-lensa-digital-slr%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Saat kita baru masuk ke dunia kamera DSLR salah satu yang cukup membingungkan adalah menerjemahkan arti dari lensa. Di blog ini saya mencoba menjelaskan berbagai model lensa dan artinya.</p>
<p class="alert">Canon EF-S 18-55 mm f/3.5-5.6 IS</p>
<p>Lensa zoom ini biasanya dipaket saat membeli kamera dSLR Canon untuk pemula seperti Canon 1000D, 450D, 500D</p>
<p>Canon EF-S : artinya model lensa yang dirancang khusus untuk kamera DSLR dengan sensor krop/kecil (relatif dengan kamera film (full frame). Lensa ini tidak bisa digunakan untuk dipasang di DSLR kamera full frame seperti Canon 5D atau Canon 1Ds.</p>
<p>18-55mm : Ini rentang fokal lensa. Bagi yang berpengalaman dalam mengunakan kamera film, rentang fokal lensa ini ekuivalen dengan kurang lebih 29-88mm. Rentang fokal lensa ini cukup fleksibel untuk penggunaan sehari-hari.</p>
<p>f/3.5 &#8211; 5.6 : Ini berarti rentang maksimal bukaan lensa. Pada rentang fokal 18mm, maksimal bukaan adalah f/3.5 sedangkan pada rentang fokal 55mm, maksimal bukaan adalah f/.5.6.</p>
<p>IS : Singkatan dari Image Stabilization, artinya lensa ini memiliki kemampuan untuk meredam getaran tangan kita sehingga gambar yang dihasilkan tidak blur. Fitur ini sangat berguna terutama pada saat kita mengambil foto dengan setting kecepatan pemantik rendah.</p>
<p>Contoh lain yaitu</p>
<p class="alert">Canon EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM</p>
<p>Bila Anda melihat angka bukaan cuma 1 saja, seperti lensa diatas (f/2.8), ini berarti lensa ini memiliki bukaan konstan. Dari rentang fokal 17 sampai 55mm, maksimal bukaan yang bisa kita pergunakan adalah f/2.8.</p>
<p>USM : Singkatan dari Ultrasonic Motor. Ini menandakan di dalam lensa ada built-in auto fokus. USM juga menandakan auto fokus lebih cepat dan tidak bersuara.</p>
<p class="alert">Canon EF 50mm f/1.8</p>
<p>Lensa diatas ini hanya mempunyai sebuah rentang fokal yaitu 50mm. Artinya lensa ini bukan lensa zoom (Anda tidak bisa zoom mengunakan lensa ini, untuk memperbesar/memperkecil objek, anda harus mendekati objek atau menjauhi objek).</p>
<p>Lensa ini juga memiliki kode EF  bukan EF-S yang berarti lensa ini bisa dipakai di kamera full frame.</p>
<p class="alert">Canon EF 70-200mm f/4 IS USM</p>
<p>Lensa diatas disebut juga telephoto zoom karena rentang fokalnya cukup besar yaitu 70-200mm</p>
<p>Sayangnya kode lensa ini tidak berlaku universal, sehingga lensa merek lain akan memiliki kode yang berbeda-beda. Tetapi tidak masalah, biasanya struktur kodenya sama. Daftar singkatan dibawah ini akan mempermudah pengertian Anda terhadap lensa-lensa bukan Canon.</p>
<p>HSM : Singkatan dari Hypersonic Motor. Artinya kurang lebih sama dengan USM, auto fokus cepat dan tidak bersuara. Kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sigma.</p>
<p>AF-S : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Nikon.</p>
<p>SAM : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sony.</p>
<p>AF : Lensa Nikon yang tidak memiliki auto fokus built-in. Di kamera pemula Nikon seperti D60 dan D5000, tidak bisa mengunakan lensa ini untuk auto fokus, tapi harus dengan manual fokus.</p>
<p>VR  : Singkatan dari Vibration Reduction, fungsinya sama dengan Image Stabilization.</p>
<p>OS  : Singkatan dari Optical Stabilization, fungsinya sama dengan Image Stabilization. Kode ini akan Anda temukan di lensa Sigma.</p>
<p>VC :  Singkatan dari Vibration Compensation, fungsinya sama dengan Image Stabilization. Kode ini akan Anda temukan di lensa Tamron.</p>
<p>DX, DT, DC : Kode lensa yang di optimalkan untuk kamera sensor krop. Kode ini akan Anda temukan di lensa Nikon, Sony atau Sigma.</p>
<p>DG : Kode lensa yang di kompatibel untuk kamera sensor krop dan full frame. Kode ini akan Anda temukan di lensa Sigma.</p>
<p>Demikian, semoga dapat membantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/menerjemahkan-kode-lensa-digital-slr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
