<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi &#187; Lensa</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/category/lensa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 11:33:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tips mengganti lensa kamera dengan cepat</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2012/02/tips-mengganti-lensa-kamera-cepat/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2012/02/tips-mengganti-lensa-kamera-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 11:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2245</guid>
		<description><![CDATA[Peminat serius fotografi biasanya memiliki lebih dari satu lensa. Nah, biasanya, banyak orang tidak menyukai mengganti-ganti lensa karena merepotkan dan cukup makan waktu bagi yang belum terlalu berpengalaman. Maka itu saya ingin berbagi tips saya dalam mengganti lensa dengan cepat dan aman.
1. Jika sering mengganti lensa, sebaiknya menggunakan tas kamera selempang atau tas khusus lensa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2012%2F02%2Ftips-mengganti-lensa-kamera-cepat%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2012%2F02%2Ftips-mengganti-lensa-kamera-cepat%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Peminat serius fotografi biasanya memiliki lebih dari satu lensa. Nah, biasanya, banyak orang tidak menyukai mengganti-ganti lensa karena merepotkan dan cukup makan waktu bagi yang belum terlalu berpengalaman. Maka itu saya ingin berbagi tips saya dalam mengganti lensa dengan cepat dan aman.</p>
<p>1. Jika sering mengganti lensa, sebaiknya menggunakan tas kamera selempang atau tas khusus lensa. Lensa yang disimpan harus mudah dijangkau. Sulit untuk mengganti lensa jika tas yang digunakan bertipe ransel atau memiliki penutup berlapis-lapis.</p>
<p>2. Penutup lensa baik yang depan dan belakang sebaiknya dibuka supaya tidak menghabiskan waktu saat membuka kedua penutup sehingga penggantian lensa lebih cepat. Memang ada resikonya yaitu debu bisa lebih mudah menempel di lensa. Tapi tidak perlu terlalu kuatir jika tas kita ada penutupnya.</p>
<div id="attachment_2246" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-medium wp-image-2246" title="shootsac" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2012/02/shootsac-300x199.jpg" alt="Shootsac, salah satu merek tas khusus lensa dan aksesoris" width="300" height="199" />
	<p class="wp-caption-text">Shootsac, salah satu merek tas khusus lensa dan aksesoris</p>
</div>
<p>3. Pastikan kamera sedang pada posisi OFF. Jika tidak, sensor dapat menarik debu saat lensa terbuka.</p>
<p>4. Saat menukar lensa, pastikan kamera mengarah ke bawah supaya debu tidak mudah masuk ke sensor.</p>
<p>5. Hindari tempat yang sangat kotor atau sangat berdebu saat mengganti lensa</p>
<p>6. Diperlukan banyak latihan untuk dapat mengganti lensa kamera dengan cepat. Semakin banyak latihan, semakin mudah dan lancar penggantian lensa.</p>
<p>Selamat berlatih!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2012/02/tips-mengganti-lensa-kamera-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi lensa untuk kamera Olympus &amp; Panasonic Micro four thirds</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-olympus-panasonic-micro-four-thirds/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-olympus-panasonic-micro-four-thirds/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 04:28:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[m43]]></category>
		<category><![CDATA[olympus pen]]></category>
		<category><![CDATA[panasonic g]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2223</guid>
		<description><![CDATA[Kamera-kamera mirrorless saat ini sedang tren, termasuk kamera-kamera dari Olympus dan Panasonic. Tren ini akan terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Sistem kamera ini disukai karena ukurannya yang hanya sedikit lebih besar dari kamera saku tapi bisa ganti lensa dan menghasilkan kualitas foto yang bagus.
Rekomendasi lensa untuk kamera sistem micro four thirds (m43): Olympus PEN dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2012%2F01%2Frekomendasi-lensa-untuk-kamera-olympus-panasonic-micro-four-thirds%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2012%2F01%2Frekomendasi-lensa-untuk-kamera-olympus-panasonic-micro-four-thirds%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Kamera-kamera mirrorless saat ini sedang tren, termasuk kamera-kamera dari Olympus dan Panasonic. Tren ini akan terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Sistem kamera ini disukai karena ukurannya yang hanya sedikit lebih besar dari kamera saku tapi bisa ganti lensa dan menghasilkan kualitas foto yang bagus.</p>
<div id="attachment_2227" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px">
	<img class="size-full wp-image-2227" title="olympus-ep3" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/olympus-ep3.jpg" alt="Olympus PEN E-P3" width="450" height="297" />
	<p class="wp-caption-text">Olympus PEN E-P3</p>
</div>
<h3>Rekomendasi lensa untuk kamera sistem micro four thirds (m43): Olympus PEN dan Panasonic Lumix G</h3>
<p>Lensa Zoom &#8211; praktis untuk digunakan untuk berbagai jenis fotografi</p>
<ul>
<li><strong>Panasonic 14-42mm f/3.5-5.6 POWER OIS X</strong> Rp. 4 juta &#8211; Lensa zoom sehari-hari dengan ukuran yang sangat kecil, ringan dan kualitas fotonya sangat baik</li>
<li><strong>Panasonic 45-200mm f/4-5.6</strong> Rp. 4 juta Rp. 4  juta &#8211; Lensa telefoto untuk foto olahraga, satwa liar, portrait</li>
<li><strong>Panasonic 14-140mm f/4-5.8</strong> Rp. 8 juta &#8211; Lensa zoom serba guna, cocok untuk jalan-jalan dan merekam video</li>
<li><strong>Panasonic 7-14mm f/4</strong> Rp. 10.4 juta &#8211; Lensa super lebar cocok untuk pemandangan, budaya, interior</li>
</ul>
<p>Lensa Fix &#8211; berbukaan besar, ideal untuk foto kondisi cahaya yang gelap dan untuk membuat latar belakang blur</p>
<ul>
<li><strong>Olympus 12mm f/2</strong> Rp. 8 juta &#8211; Lensa lebar kualitas tinggi untuk pemandangan dan interior</li>
<li><strong>Panasonic 20mm f/1.7</strong> Rp. 4.35 juta &#8211; Lensa standar untuk mendapatkan perspektif alami seperti mata manusia</li>
<li><strong>Olympus 45mm f/1.8</strong> Rp. 3.75 juta &#8211; Lensa medium-telefoto untuk foto portrait dan candid</li>
<li><strong>Panasonic 45mm f/1.8 G Macro</strong> &#8211; Mega OIS, Leica Rp. 6.5 &#8211; Lensa makro untuk food photography, detail, serangga, bunga</li>
</ul>
<p>Untuk kamera lainnya, baca <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-canon/" target="_blank">Rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Canon</a> | <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-sony/" target="_blank">Sony</a> | <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-pentax/" target="_blank">Pentax</a> | <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-nikon/" target="_blank">Nikon</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-olympus-panasonic-micro-four-thirds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Pentax</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-pentax/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-pentax/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 06:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[lensa pentax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2096</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menulis rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Canon, Nikon dan Sony, belum lengkap rasanya kalau tidak ada rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Pentax. Pemakai kamera DSLR Pentax di Indonesia sepertinya cukup sedikit. Akan cukup sulit juga menemukan toko yang menjual/menyetok lensa Pentax. Kemungkinan harga jualnya juga tinggi. Kadang kita harus mencarinya sampai keluar negeri. Sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F12%2Frekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-pentax%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F12%2Frekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-pentax%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Setelah menulis rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Canon, Nikon dan Sony, belum lengkap rasanya kalau tidak ada rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Pentax. Pemakai kamera DSLR Pentax di Indonesia sepertinya cukup sedikit. Akan cukup sulit juga menemukan toko yang menjual/menyetok lensa Pentax. Kemungkinan harga jualnya juga tinggi. Kadang kita harus mencarinya sampai keluar negeri. Sangat disayangkan karena beberapa lensa Pentax unik dan berkualitas tinggi. Berikut rekomendasi untuk kamera Pentax.</p>
<p><strong>Rekomendasi lensa untuk kamera Pentax pemula, Kx, Kr, K200d</strong></p>
<ul>
<li>Sigma 10-22mm f/4-5.6 HSM Rp 5.3 juta – Lensa lebar untuk pemandangan, arsitektur, liputan acara.</li>
<li>Pentax 10-17mm fisheye, 5,3 juta– Lensa super lebar (fisheye) untuk pemandangan, arsitektur</li>
<li>Sigma 50-200mm f/4-5.6 OS HSM, 1.7 juta &#8211; Lensa telefoto zoom untuk olahraga, candid, satwa liar, portrait</li>
<li>Pentax 17-70mm f/4 SDM 7.5 juta &#8211; Lensa untuk kegiatan sehari-hari yang lebih praktis dan lebih tajam daripada lensa zoom biasa.</li>
<li>Sigma 17-50mm f/2.8 OS HSM 6.5 juta &#8211; Lensa untuk liputan, jalan-jalan, terutama di lingkungan cahaya yang gelap</li>
<li>Pentax 35mm f/2.4, 2.8 juta &#8211; untuk jalan-jalan, belajar, sehari-hari</li>
<li>Pentax 100mm f/2.8 Macro WR, 6.1 juta &#8211; untuk foto close-up, foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain</li>
</ul>
<p><strong>Rekomendasi lensa untuk kamera Pentax K5, K7, K20D</strong></p>
<ul>
<li>Pentax 16-50mm f/2.8 SDM, 11,1 juta &#8211; Lensa untuk kegiatan sehari-hari yang lebih praktis dan lebih tajam daripada lensa zoom biasa.</li>
<li>Pentax 70mm f/2.4, 5.1 juta atau 77mm f/1.8, 7.9 juta &#8211; untuk portrait</li>
<li>Sigma 70-200mm f/2.8 HSM II, 9,5 juta &#8211; Lensa telefoto zoom untuk olahraga, candid, satwa liar, portrait</li>
<li>Pentax 100mm f/2.8 Macro WR, 6.1 juta &#8211; untuk foto close-up, foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain</li>
</ul>
<p>Rekomendasi lensa untuk kamera DSLR <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-nikon/" target="_blank">Nikon</a> | <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-canon/">Canon</a> | <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-sony/" target="_blank">Sony</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/rekomendasi-lensa-untuk-kamera-dslr-pentax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memilih lensa Makro</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/tips-memilih-lensa-makro/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/tips-memilih-lensa-makro/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 05:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[lensa makro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2058</guid>
		<description><![CDATA[Memilih lensa makro/mikro memang agak rumit karena banyak pilihan lensa, dari yang 2 jutaan sampai 15 jutaan. Apa saja yang kita butuhkan untuk memperoleh lensa makro yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong kita? Supaya tidak menyesal karena memilih lensa makro yang kurang tepat, maka sebaiknya kita memperhatikan beberapa fitur lensa makro dibawah ini:
1. Berapa perbesarannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Ftips-memilih-lensa-makro%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Ftips-memilih-lensa-makro%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Memilih lensa makro/mikro memang agak rumit karena banyak pilihan lensa, dari yang 2 jutaan sampai 15 jutaan. Apa saja yang kita butuhkan untuk memperoleh lensa makro yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong kita? Supaya tidak menyesal karena memilih lensa makro yang kurang tepat, maka sebaiknya kita memperhatikan beberapa fitur lensa makro dibawah ini:</p>
<p><strong>1. Berapa perbesarannya ?</strong><br />
Cari informasi tentang lensanya, apakah <em>magnification</em>-nya 1:1 atau 1:2 atau 1:3.5 Yang terbaik adalah perbesaran 1:1 yang artinya kita bisa fokus sangat dekat dengan subjeknya dan ukuran subjek sama dengan ukuran sensor kamera atau film. Kalau kita foto sebuah penggaris, 1 cm di penggaris akan sama dengan 1 cm yang ditangkap di sensor kamera. Lensa makro yang 1:1 biasanya lensa yang tidak bisa zoom.</p>
<p><strong>2. Lensa makro buat fullframe atau bukan?</strong><br />
Sebagian besar lensa makro didesain untuk kamera DSLR biasa dengan kamera DSLR bersensor full frame. Lensa untuk kamera fullframe memiliki diameter lebih besar, jadinya lebih mahal. Belakangan ini ada lensa yang khusus untuk kamera DSLR bersensor lebih kecil dari full frame, maka itu, lensa makro berjenis ini lebih murah dan ringan. Contohnya adalah lensa Nikon DX 40mm f/2.8 micro, Canon EF-S 60mm f/2.8 macro.</p>
<p><strong>3. Berapa jarak fokal lensanya</strong><br />
Semakin tele, atau jauh jangkauannya, otomatis lensa akan lebih mahal. Lensa yang jangkauannya jauh, seperti 100-200m, dibutuhkan di luar ruangan untuk foto serangga, atau benda bergerak lainnya. Lensa yang jangkauannya pendek seperti 60mm, cocok untuk indoor seperti fotografi makanan atau still life.</p>
<p><strong>4. Kecepatan auto fokus</strong><br />
Sebagian besar lensa makro memiliki kinerja auto fokus yang lambat karena desain rentang fokus yang lebar. Menurut pengalaman saya, ada beberapa lensa makro yang memiliki kecepatan auto fokus cukup tinggi yaitu lensa Canon yang memiliki motor USM. Setiap lensa makro juga biasanya memiliki <em>focus limit switch</em>, yang artinya kita bisa membatasi rentang fokus sehingga mempercepat kecepatan auto fokus.</p>
<p>Kecepatan auto fokus sebenarnya tidak begitu penting bagi fotografer yang menyukai close-up fotografi, tapi untuk fotografer yang juga memotret jenis fotografi aksi dan olahraga, lensa makro yang memiliki auto fokus cepat lebih efektif untuk dipakai.</p>
<p><strong>5. Peredam getar</strong><br />
Tidak banyak lensa Makro yang memiliki fungsi peredam getar, dan yang memiliki fitur ini biasanya harganya relatif mahal, diantaranya adalah Canon 100mm L f/2.8 IS USM, Nikon 105mm f/2.8 VR dan Sigma 150mm f/2.8 OS HSM. Peredam getar ini membantu mencegah getaran tangan kita mempengaruhi hasil foto. Meski sangat membantu terutama jika kita memotret di kondisi lapangan yang sulit, sebagian besar fotografer mengunakan tripod untuk hasil maksimal.</p>
<p><strong>6. Tahan debu dan air</strong><br />
Jika sering memotret di kondisi cuaca yang kurang bersahabat, maka lensa makro yang memiliki fitur tahan debu dan air patut di pertimbangkan. Contohnya, lensa seri L Canon biasanya tahan debu dan air.</p>
<p><strong>7. Lensa makro yang bisa zoom?</strong><br />
Ada beberapa lensa zoom, terutama telefoto yang memiliki fitur makro. Biasanya perbesarannya hanya sekitar 1:3 sampai 1:5 dan kualitas foto yang dihasilkan tidak begitu detail dan tajam jika dibandingkan dengan lensa khusus makro. Tapi harganya jauh lebih murah dan bisa berfungsi ganda sehingga menarik perhatian banyak orang.</p>
<p><strong>8. Bukaan maksimal</strong><br />
Bukaan maksimal lensa makro biasanya relatif besar yaitu f/2.8, dan ada juga yang f/2. Bukaan maksimal tidak begitu penting di lensa makro, karena  biasanya fotografer close-up memilih bukaan yang cukup besar supaya subjek fotonya tajam dari sisi ke sisi. Meskipun ditulis f/2.8, lensa makro jika semakin dekat dengan subjek foto, semakin kecil bukaan maksimumnya. Misalnya jika jarak kita ke subjek 1 m, maka bukaan maksimum yang bisa kita bisa pilih adalah f/2.8, tapi jika kita hanya berada 10 cm dari subjek foto, maka bukaan maksimumnya mengecil menjadi f/4.5 atau lebih kecil lagi.</p>
<p>Pembahasan tambahan tentang lensa makro dan close-up photography secara umum bisa dibaca di artikel <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/01/serba-serbi-lensa-makro/" target="_blank">serba-serbi lensa makro</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/tips-memilih-lensa-makro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah dan jenis lensa Canon</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/sejarah-dan-jenis-lensa-canon/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/sejarah-dan-jenis-lensa-canon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 07:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[lensa canon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2050</guid>
		<description><![CDATA[Lensa Canon EF, dirilis pertama kali tahun 1987, bersamaan dengan sistem Canon EOS. Lensa Canon EF memiliki motor auto fokus sehingga tidak tergantung dari mekanik dari kamera. Kamera mengirimkan sinyal ke lensa melalui kontak elektronik yang terdapat di lensa dan kamera.
Lensa EF cocok untuk kamera bersensor besar / full frame dan juga bisa dipakai untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Fsejarah-dan-jenis-lensa-canon%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Fsejarah-dan-jenis-lensa-canon%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Lensa Canon EF, dirilis pertama kali tahun 1987, bersamaan dengan sistem Canon EOS. Lensa Canon EF memiliki motor auto fokus sehingga tidak tergantung dari mekanik dari kamera. Kamera mengirimkan sinyal ke lensa melalui kontak elektronik yang terdapat di lensa dan kamera.</p>
<p>Lensa EF cocok untuk kamera bersensor besar / full frame dan juga bisa dipakai untuk kamera yang bersensor lebih kecil (APS-H, APS-C). Di tahun 2003, Canon memperkenalkan lensa EF-S, yang merupakan lensa khusus untuk kamera yang bersensor APS-C. Lensa EF-S berukuran relatif lebih kecil, dan lebih terjangkau harganya dibandingkan dengan lensa EF yang sekelas, namun lensa EF-S tidak bisa digunakan untuk kamera bersensor full frame.</p>
<p><strong>Teknologi lensa EF dan EF-S</strong></p>
<p><strong>Ultrasonic motor (USM)</strong><br />
Lensa yang memiliki teknologi USM memiliki kinerja auto fokus yang lebih cepat, akurat dan tidak bersuara. Ada dua tipe USM, yaitu ring-type dan micromotor. Lensa yang memiliki USM ring-type memiliki kemampuan manual focus override (M/A), yang artinya kita bisa mengunakan lensa itu untuk manual fokus kapan saja kita inginkan dengan memutar cincin auto fokus. Di lensa tanpa ring-type, kita harus switch ke manual fokus terlebih dahulu. Tipe micromotor dibuat untuk mengurangi harga produksi lensa.</p>
<p><strong>Image Stabilization</strong><br />
Teknologi Image Stabilization (IS) terdapat di sebagian lensa EF dan EF-S. Image stabilization ini membantu meredam efek getaran dengan mengkompensasi gerakan lensa, sehingga hasil foto tidak blur akibat getaran tangan kita. Teknologi ini sangat membantu saat kita mengunakan shutter speed yang lambat, biasanya di kondisi cahaya yang kurang baik. Fitur ini sangat berguna di lensa telefoto / panjang, karena lensa telefoto sangat sensitif terhadap getaran.</p>
<p>Karena Canon menetapkan teknologi lensa ini di dalam lensa, bukan kamera, maka kita bisa melihat efek peredaman getaran lensa di jendela bidik. Teknologi ini tidak membantu membekukan subjek yang bergerak cepat seperti motor, olahragawan atau satwa liar. Karena IS hanya meredam getaran tangan fotografer, maka, kita tidak perlu mengaktifkan IS ketika kamera sedang dipasang di tripod.</p>
<p><strong>Hybrid IS</strong><br />
Teknologi ini dikembangkan Canon tahun 2009. Hybrid IS dapat meredam getaran yang bersifat linear (naik turun), atau rotational (putar). Biasanya efektif untuk lensa makro. Di akhir tahun 2009, Canon merilis lensa Canon EF 100mm f/2.8 L IS USM, yang mengunakan teknologi ini.</p>
<p><strong>DO (Diffractive Optics)</strong><br />
Lensa dengan elemen DO lebih ringan dan kecil daripada lensa biasa. Sampai saat ini, hanya dua lensa yang memiliki elemen DO, yaitu Canon EF 70-300mm f/4.5-5.6 DO IS dan Canon EF 400mm f/4 DO IS USM. Tanda lensa DO yaitu cincin berwarna hijau. Adanya elemen ini membuat harga menjadi lebih mahal daripada lensa sejenis. Teknologi ini adalah teknologi unik yang dikembangkan oleh Canon.</p>
<div id="attachment_2051" class="wp-caption aligncenter" style="width: 433px">
	<img class="size-full wp-image-2051 " title="lensa DO Canon" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/lensa-DO-Canon.jpg" alt="lensa DO Canon" width="433" height="184" />
	<p class="wp-caption-text">Lensa DO (paling kiri) terlihat kerdil dibandingkan dengan lensa telefoto Canon lainnya. Dari Kiri ke kanan: Canon 70-300mm IS DO, Canon 70-300mm IS, Canon 70-300mm L IS, Canon 70-200mm f4, Canon 100-400mm IS, Canon 70-200mm f/2.8</p>
</div>
<p style="text-align: center;">
<p><strong>L (Luxury)</strong><br />
Lensa berlabel &#8220;L&#8221; bukanlah sebuah teknologi, tetapi label ini berfungsi untuk membedakan antara lensa dengan kualitas standar dengan lensa berkualitas tinggi. Lensa berlabel L biasanya memiliki kualitas yang sangat baik, memiliki teknologi USM, dan bisa dipakai untuk kamera bersensor full frame atau kamera bersensor lebih kecil. Lensa L paling cocok digunakan di kamera full frame dan dimudah diidentifikasi karena dibalut cincin berwarna merah.</p>
<p>Banyak lensa L yang memiliki bukaan maksimum yang lebih besar dari lensa standar dan juga lebih kokoh. Banyak yang tahan cuaca buruk seperti hujan dan salju. Karena kualitas tinggi tersebut, lensa L dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi dari lensa standar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/sejarah-dan-jenis-lensa-canon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lensa Nikon &#8211; sejarah dan kecocokannya</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/lensa-nikon-sejarah-dan-kecocokannya/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/lensa-nikon-sejarah-dan-kecocokannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 07:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[lensa nikon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2033</guid>
		<description><![CDATA[Keunggulan sistem lensa Nikon adalah kecocokannya dengan kamera dari tahun 1959. Hal ini dikarenakan Nikon tetap mempertahankan F-mount, yaitu koneksi dari lensa ke kamera. Meskipun demikian, lensa-lensa lama tersebut tidak ideal lagi dipakai di era DSLR. Karena lensa lama banyak yang tidak memiliki auto fokus, tidak bisa mengukur cahaya, dan tidak diproduksi lagi. Teknologi lensa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Flensa-nikon-sejarah-dan-kecocokannya%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Flensa-nikon-sejarah-dan-kecocokannya%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Keunggulan sistem lensa Nikon adalah kecocokannya dengan kamera dari tahun 1959. Hal ini dikarenakan Nikon tetap mempertahankan F-mount, yaitu koneksi dari lensa ke kamera. Meskipun demikian, lensa-lensa lama tersebut tidak ideal lagi dipakai di era DSLR. Karena lensa lama banyak yang tidak memiliki auto fokus, tidak bisa mengukur cahaya, dan tidak diproduksi lagi. Teknologi lensa Nikon terus berkembang di wariskan ke lensa generasi berikutnya. Misalnya, semua lensa AF-S akan memiliki teknologi yang dimiliki lensa generasi sebelumnya (AF-D).</p>
<p>Di tahun 2003, Nikon memperkenalkan lensa DX. Lensa ini cocok dipakai untuk kamera DSLR yang bersensor APS-C, atau sebagian besar kamera DSLR Nikon dipasaran. Lensa DX ini berukuran lebih kecil dan relatif lebih murah.</p>
<p>Lensa DX dapat dipakai untuk kamera DSLR Nikon yang bersensor lebih besar (Fullframe/FX), tapi ujung-ujungnya akan gelap (vinyet) karena diameter lensa yang kecil. Di kamera full frame Nikon, kita bisa menginstruksikan kamera untuk otomatis memotong bagian ujung yang gelap tersebut. Akibatnya, hasil foto akan berukuran lebih kecil, dan lebih pemandangan menjadi lebih sempit (tele).</p>
<p>Lensa Nikon atau Nikkor terbagi beberapa jenis menurut kecocokan dengan kamera DSLR</p>
<p><strong>Lensa manual fokus Nikon AI, AI-S (1977)</strong><br />
Lensa manual dari jaman dulu. Sebagian lensa masih di produksi sampai saat ini. Misalnya lensa Nikon 50mm f/1.2. Lensa manual ini dapat digunakan di kamera digital SLR. Biasanya kontruksi lensa lebih solid, karena terbuat dari logam. Cincin manual fokusnya juga lebih besar, sehingga mudah digunakan untuk fokus yang sangat akurat. Di era digital sekarang, lensa ini adalah alternatif yang baik untuk merekam klip video atau untuk foto still life di dalam studio.</p>
<div id="attachment_2034" class="wp-caption aligncenter" style="width: 355px">
	<img class="size-full wp-image-2034" title="Nikon-50mm-f1.2-ai-s" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/Nikon-50mm-f1.2-ai-s.jpg" alt="Nikon-50mm-f1.2-ai-s" width="355" height="355" />
	<p class="wp-caption-text">Nikon 50mm AI-S f/1.2 : Manual fokus</p>
</div>
<p style="text-align: center;">
<p><strong>Lensa Nikon AF (1986), AF-D (1992)</strong><br />
Lensa AF (auto fokus) memungkinkan kita untuk mengunakan auto fokus. Lensa semacam ini tidak bisa auto fokus jika kita memasangnya ke kamera Nikon yang tidak memiliki penggerak motor fokus (terutama kamera DSLR Nikon untuk pemula) seperti Nikon D3100, D5100 dan sebagainya.</p>
<p>Lensa AF-D, memiliki kemampuan untuk mengetahui jarak fokus. Informasi ini membuat kamera lebih bijak dalam menentukan setting exposure yang tepat, terutama saat memakai lampu kilat. Kecepatan auto fokus lensa tergantung dari kamera, dan jenis lensa. Semakin canggih sebuah kamera dan semakin sederhana rancangan lensa, semakin cepat kinerja auto fokusnya.</p>
<div id="attachment_2036" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px">
	<img class="size-full wp-image-2036" title="nikon-50mm-f14d" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/nikon-50mm-f14d.gif" alt="nikon-50mm-f14d" width="250" height="250" />
	<p class="wp-caption-text">Nikon AF 50mm f/1.4D</p>
</div>
<p><strong>Lensa Nikon AF-S (1998)</strong><br />
Lensa AF-S telah memiliki motor fokus internal sehingga kita bisa auto fokus saat memasangnya di sebagian kamera DSLR Nikon. Lensa ini juga memiliki teknologi Silent Wave Motor (SWM) yang membuat operasi auto fokus tidak bersuara dan lebih mulus. AF-S tidak berarti kecepatan auto fokus lensa bertambah, malahan di beberapa lensa, kecepatan auto fokus lensa berkurang, tapi konstan, tidak terpengaruh oleh jenis kamera yang digunakan. Contoh: Nikon AF-S 50mm f/1.4G</p>
<div id="attachment_2038" class="wp-caption aligncenter" style="width: 400px">
	<img class="size-full wp-image-2038" title="Nikon-50mm-f1.4G-AF-S" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/Nikon-50mm-f1.4G-AF-S.jpg" alt="Nikon-50mm-f1.4G-AF-S" width="400" height="340" />
	<p class="wp-caption-text">Nikon AF-S 50mm f/1.4G : Tidak memiliki cincin aperture</p>
</div>
<p style="text-align: center;">
<p><strong>Lensa G (2000)</strong><br />
Sebagian besar lensa AF-S berlabel G (Gelded) yang artinya, lensa ini tidak memiliki cincin untuk mengatur bukaan secara mekanik. Seperti lensa digital kamera merek lain, setting aperture lensa akan diatur secara elektronik oleh kamera. Tidak seperti lensa tipe lain, lensa semacam ini tidak cocok dipakai di kamera SLR analog. Alasan Nikon mengeliminasi cincin bukaan adalah untuk menekan biaya produksi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/lensa-nikon-sejarah-dan-kecocokannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangkauan Focal Length (rentang fokal lensa)</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/focal-length-rentang-fokal-lensa/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/focal-length-rentang-fokal-lensa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 04:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain lain]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[fokal lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2022</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali saya mendapat pertanyaan seperti ini: Lensa 200mm jangkauannya seberapa jauh?
Terus terang, agak sulit menjelaskannya karena 200mm itu bukan indikator jarak, tapi merupakan jarak titik api lensa. Nah lalu pengaruhnya ke hasil foto apa? Pengaruhnya lebih ke sudut pandang (angle of view). Semakin besar angka fokal lensanya, semakin sempit sudut pandangnya (tele), sedangkan semakin kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Ffocal-length-rentang-fokal-lensa%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Ffocal-length-rentang-fokal-lensa%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Seringkali saya mendapat pertanyaan seperti ini: Lensa 200mm jangkauannya seberapa jauh?</p>
<p>Terus terang, agak sulit menjelaskannya karena 200mm itu bukan indikator jarak, tapi merupakan jarak titik api lensa. Nah lalu pengaruhnya ke hasil foto apa? Pengaruhnya lebih ke sudut pandang (angle of view). Semakin besar angka fokal lensanya, semakin sempit sudut pandangnya (tele), sedangkan semakin kecil angka fokal lensanya, semakin lebar (wide) cakupannya.</p>
<p>Contohnya :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2028" title="10mm" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/10mm1.jpg" alt="10mm" width="440" height="309" /></p>
<p style="text-align: center;">Foto diatas dibuat dengan fokal lensa 10mm (ekuivalen 16mm di full frame). menghasilkan sudut pandang 109 derajat.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2024" title="18mm" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/18mm.jpg" alt="18mm" width="440" height="309" />Foto diatas dibuat dengan fokal lensa 18mm, sudut pandang menjadi 76 derajat</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2025" title="200mm" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/200mm.jpg" alt="200mm" width="440" height="306" />Foto diatas dibuat dengan fokal lensa 202mm, menghasilkan sudut pandang 8 derajat</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2026" title="300mm" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/300mm.jpg" alt="300mm" width="440" height="310" />Terakhir, foto ini dibuat dengan mengunakan fokal lensa 302mm, menghasilkan sudut pandang 5 derajat.</p>
<p>Pelajaran yang bisa kita petik dari sini adalah perubahan fokal lensa di sisi lebar, yaitu dari 10-18mm, akan sangat mempengaruhi sudut pandang foto (109-76=33 derajat). Padahal perbedaan fokal lensa hanya 8mm.</p>
<p>Sebaliknya, perubahan fokal lensa di sisi tele, dari 202-302mm, tidak terlalu banyak mempengaruhi sudut pandang (8-5=3 derajat saja). Padahal perbedaan fokal lensa sangat besar, yakni 100mm.</p>
<p>Bagi yang ingin melihat perbedaan fokal lensa lainnya, bisa mencoba langsung di situs <a href="http://imaging.nikon.com/lineup/lens/simulator/" target="_blank">Nikon Lens Simulator</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/focal-length-rentang-fokal-lensa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lensa fix hanya bisa bikin blur background?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/lensa-fix-hanya-bisa-bikin-blur-background/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/lensa-fix-hanya-bisa-bikin-blur-background/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 15:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1968</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah beberapa kali menerima pertanyaan apakah mengunakan lensa fix sepperti 35mm, 50mm dan 85mm berbukaan besar (f/1.4 atau f/1.8) hasil fotonya akan selalu menyebabkan latar belakangnya blur?
Jawabannya adalah tidak benar, karena bukaan lensa tersebut bisa kita kecilkan ke f/8 atau lebih kecil lagi. Akibatnya ruang tajam akan luas sehingga foto akan tajam dari ujung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Flensa-fix-hanya-bisa-bikin-blur-background%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F11%2Flensa-fix-hanya-bisa-bikin-blur-background%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Saya pernah beberapa kali menerima pertanyaan apakah mengunakan lensa fix sepperti 35mm, 50mm dan 85mm berbukaan besar (f/1.4 atau f/1.8) hasil fotonya akan <strong>selalu</strong> menyebabkan latar belakangnya blur?</p>
<p>Jawabannya adalah <strong>tidak benar</strong>, karena bukaan lensa tersebut bisa kita kecilkan ke f/8 atau lebih kecil lagi. Akibatnya ruang tajam akan luas sehingga foto akan tajam dari ujung ke ujung.</p>
<p>Kebanyakan pemula yang saya amati mengunakan bukaan yang besar-besar seperti f/1.8 di setiap jepretan. Masalahnya, tidak semua foto optimal dengan setting bukaan f/1.8.</p>
<div id="attachment_1974" class="wp-caption alignright" style="width: 257px">
	<img class="size-full wp-image-1974" title="nikon-35mm-f18" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/nikon-35mm-f18.jpg" alt="Nikon 35mm f/1.8 DX" width="257" height="170" />
	<p class="wp-caption-text">Nikon 35mm f/1.8 DX</p>
</div>
<p><strong>Contoh praktisnya:</strong></p>
<p>F/1.4 &#8211; F/2 saya pakai untuk membuat latar belakang sangat blur dan hanya bagian yang saya fokus saja yang tajam, misalnya mata.</p>
<p>Bagian telinga, hidung, rambut biasanya sudah blur. Saya akan sangat berhati-hati mengunakan bukaan sebesar ini karena meleset sedikit fokusnya, maka foto menjadi tidak tajam.</p>
<p>F/2.8 sering saya gunakan untuk portrait karena ruang tajamnya lebih luas, sehingga seluruh wajah orang terlihat tajam.</p>
<p>F/4 saya gunakan untuk memastikan foto dua orang dalam satu frame tajam/fokus.</p>
<p>F/8 atau lebih kecil saya gunakan untuk foto kelompok (lebih dari 4 orang) atau foto pemandangan.</p>
<p>Jadi, jangan hanya mengunakan lensa fix di bukaan yang terbesarnya saja, tapi cobalah bukaan-bukaan yang lain sesuai kondisi dan keinginan Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/11/lensa-fix-hanya-bisa-bikin-blur-background/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips membeli lensa bekas</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/tips-membeli-lensa-bekas/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/tips-membeli-lensa-bekas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 09:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1864</guid>
		<description><![CDATA[Lensa bekas, terutama yang cukup lama kadang-kadang bisa didapatkan jauh lebih murah dan bisa menghasilkan kualitas foto yang sama baiknya dengan lensa baru. Tapi sebelum kita membeli lensa bekas, kita butuh memeriksa keadaannya. Biasanya, jika saya membeli lensa bekas, saya akan memeriksa:
1. Apakah ada goresan di bagian depan dan belakang lensa?
Untuk memeriksanya dengan seksama, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Ftips-membeli-lensa-bekas%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Ftips-membeli-lensa-bekas%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Lensa bekas, terutama yang cukup lama kadang-kadang bisa didapatkan jauh lebih murah dan bisa menghasilkan kualitas foto yang sama baiknya dengan lensa baru. Tapi sebelum kita membeli lensa bekas, kita butuh memeriksa keadaannya. Biasanya, jika saya membeli lensa bekas, saya akan memeriksa:</p>
<p><strong>1. Apakah ada goresan di bagian depan dan belakang lensa?</strong><br />
Untuk memeriksanya dengan seksama, saya biasanya membersihkan bagian depan dan belakang lensa dari debu dengan blower/peniup debu, dan kemudian membersihkan noda membandel dengan mengunakan cairan pembersih lensa dengan kain microfiber. Setelah itu saya baru memeriksa lensa dengan seksama.</p>
<p>Jika ada goresan di bagian depan lensa, saya akan melihat apakah goresan itu cukup besar dan terdapat di bagian tengah? Jika terletak di bagian tengah dan cukup besar, itu kemungkinan besar akan mempengaruhi kualitas foto. Sedangkan bila goresan itu kecil dan terdapat di bagian pinggir lensa, itu tidak akan menurunkan kualitas foto.</p>
<p>Sebaliknya, goresan yang terletak di bagian belakang lensa kemungkinan besar akan menurunkan kualitas foto.</p>
<p><strong>2. Apakah ada debu di bagian dalam / internal lensa?</strong><br />
Jika ada sedikit debu di bagian dalam lensa, itu tidak akan mempengaruhi kualitas foto. Tapi bila sudah banyak dan berkelompok, maka kualitas foto akan menurun. Untuk membersihkan debu di dalam lensa cukup sulit dan sebaiknya dilakukan oleh profesional.</p>
<p><strong>3. Apakah ada jamur?</strong><br />
Bila ada jamur, kualitas foto yang dihasilkan lensa akan sangat menurun. Bila jamurnya sedikit, hasil foto menjadi agak gelap. Jika banyak jamurnya, foto akan gelap dan tidak tajam. Jamur timbul karena lensa di letakkan di tempat yang kelembabannya tinggi dan lingkungan yang kotor (banyak debu). Untuk melindungi lensa dari jamur, kita menyimpan lensa di tempat yang bersih dan kelembabannya terkendali, seperti di dry box/dry cabinet.</p>
<div id="attachment_1868" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1868" title="lens-fungus" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/lens-fungus.jpg" alt="lens-fungus" width="500" height="401" />
	<p class="wp-caption-text">Lensa jamuran</p>
</div>
<p style="text-align: center;">
<p>Jika lensa kita sudah terlanjur tumbuh jamur, kita bisa mencoba mematikannya dengan menyinarinya dengan sinar matahari. Sewaktu menyinarinya dengan matahari, jangan melihat lensa karena mata kita bisa rusak.</p>
<p>Jamur hidup dari air yang diserap dari udara dan nutrisi dari debu. Jamur bisa kita lihat dengan menyinari lensa. Bentuknya noda hitam yang memiliki cabang-cabang seperti akar yang disebut mycellium.</p>
<p>Untuk membersihkan lensa dari jamur, kita butuh tenaga profesional dan biasanya ongkos reparasinya tidak murah. Kadang kala kita harus mengganti elemen lensa karena zat kimia lensa sudah merusak lensa.</p>
<p><strong>4. Apakah mekanik lensa bekerja dengan baik?</strong><br />
Setelah memeriksa bagian dalam lensa, kita juga harus memeriksa mekanik lensa yaitu zoom dan fokusnya. Apakah barrel zoom saat kita zoom in dan zoom out? Jika tidak mulus, kemungkinan ada pasir atau batu halus yang menghambat.</p>
<p>Memang, ada juga lensa yang memang yang di desain supaya zoomnya agak berat, hal ini dilakukan sengaja untuk mencegah lensa memanjang sendiri saat digantung.</p>
<p>Semoga info ini bisa membantu yang sedang mencari lensa bekas yang murah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/tips-membeli-lensa-bekas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem DSLR ringkas untuk jalan-jalan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-dslr-ringkas/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-dslr-ringkas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 00:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1845</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak diantara kita yang sudah memiliki kamera dan lensa yang canggih, mahal tapi kita seringkali malah jarang memakainya di lokasi. Alasannya karena ukuran dan berat kamera dan lensa yang besar dan berat. Alasan lain karena harganya mahal dan alasan keamanan.
Lalu apa sistem kamera DSLR yang ringkas buat jalan-jalan?

Kamera DSLR berukuran kecil /biasanya ditujukan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fsistem-dslr-ringkas%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Fsistem-dslr-ringkas%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Mungkin banyak diantara kita yang sudah memiliki kamera dan lensa yang canggih, mahal tapi kita seringkali malah jarang memakainya di lokasi. Alasannya karena ukuran dan berat kamera dan lensa yang besar dan berat. Alasan lain karena harganya mahal dan alasan keamanan.</p>
<p><strong>Lalu apa sistem kamera DSLR yang ringkas buat jalan-jalan?</strong></p>
<ul>
<li>Kamera DSLR berukuran kecil /biasanya ditujukan untuk pemula seperti Canon 550D, Nikon D3100</li>
<li>Lensa standard 18-55mm f/3.5-5.6 biasanya cukup lebar dan cukup panjang untuk foto jalan-jalan</li>
<li>Lensa telefoto zoom seperti 55-200mm f/4-5.6 (kalau di Canon 55-250mm) praktis karena ringan, harga tidak begitu mahal</li>
<li> Lensa fix berbukaan besar seperti 50mm f/1.8</li>
</ul>
<p>Dengan tiga lensa tersebut, sudah cukup baik dan fleksibel untuk segala jenis keadaan yang kita jumpai selama jalan-jalan. Meskipun ada kompromi terhadap kualitas foto, tapi dengan satu kamera kecil dan tiga lensa diatas, kita lebih enjoy jalan-jalan tanpa harus merasa terbebani dengan peralatan yang terlalu besar dan berat.</p>
<p><strong>FAQ : Yang sering ditanyakan<br />
</strong><br />
Meskipun terkesan praktis dan banyak penjual merekomendasikan lensa sapu jagat seperti lensa <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2010/11/memilih-lensa-sapujagat/" target="_blank">18-200mm</a>. Saya tidak menganjurkan <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2010/11/memilih-lensa-sapujagat/" target="_blank">lensa sapujagat</a> karena relatif berat dan panjang, harganya pun relatif lebih mahal dari kombinasi 18-55mm dan 55-200 sedangkan kualitasnya tidak lebih baik.</p>
<p>Saya juga tidak menganjurkan lensa baru Nikon 55-300mm VR karena ukurannya lebih besar, berat dan mahal dari Nikon 55-200mm VR.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/sistem-dslr-ringkas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

