<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi &#187; Potret</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/category/potret/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 05:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Etika Fotografer</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/06/etika-fotografer/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/06/etika-fotografer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 02:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai makhluk sosial, sebagai fotografer, kita tidak luput dari hubungan manusia. Bila kita hobi foto potret, maka kita akan berhubungan langsung dengan modelnya. Kalaupun hobi kita foto pemandangan, tetap saja kita harus berhubungan dengan orang lain di lokasi  untuk mendapatkan informasi atau bantuan.
Maka dari itu masalah etika, adalah masalah yang penting. Namun topik ini biasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F06%2Fetika-fotografer%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F06%2Fetika-fotografer%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Sebagai makhluk sosial, sebagai fotografer, kita tidak luput dari hubungan manusia. Bila kita hobi foto potret, maka kita akan berhubungan langsung dengan modelnya. Kalaupun hobi kita foto pemandangan, tetap saja kita harus berhubungan dengan orang lain di lokasi  untuk mendapatkan informasi atau bantuan.</p>
<p>Maka dari itu masalah etika, adalah masalah yang penting. Namun topik ini biasanya jarang di bahas, fotografer biasanya lebih tertarik membahas soal kamera, lensa, pencahayaan dan lain lain.</p>
<p>Maksud dari etika versi saya adalah bagaimana cara kita berhubungan antar manusia, antara fotografer dan model, antara fotografer dengan asisten, atau dengan masyarakat lokal. Dengan memiliki etika yang baik, fotografer tentunya diuntungkan dengan mendapatkan foto yang lebih berarti, enak dilihat dan alami. Orang-orang di sekitar kita pun akan lebih senang membantu kita.</p>
<p>Secara garis besar, memiliki etika yang baik berarti fotografer bersikap rendah hati, hormat terhadap orang lain, antusias dan baik hati. Dalam foto potret, misalnya, terutama bila modelnya wanita, kita menghormatinya dengan tidak menyentuh saat mengarahkan. Menyentuh model wanita sangat tidak sopan terutama di Asia dan membuat model tersebut menjadi tidak nyaman. Selain itu, hindari kebiasaan berbicara dengan nada memerintah  dan sering-seringlah memuji atau berterima kasih bila memang patut.</p>
<p>Saat foto potret, seringkali model kita tidak berpengalaman atau kaku di depan kamera. Hal ini wajar, dan bisa diatasi dengan banyak berkomunikasi dengan mereka. Banyaklah bertanya kepada mereka, tentang hal-hal yang berkaitan dengan mereka, misalnya bila ia seorang musisi, maka tanyakanlah tentang hal berbau musik, atau paling tidak hidup mereka secara umum. Hindari perbincangan tentang hal-hal negatif seperti perang, dan hindari topik SARA.</p>
<p>Seiring dengan waktu, dengan berkomunikasi dengan mereka, mereka akan merasa lebih nyaman. Saat berinteraksi dengan mereka, Anda bisa memperhatikan bahasa tubuh mereka, sehingga memiliki ide sudut pandang  dan pose yang terbaik untuk mengambil foto. Hasilnya adalah foto yang lebih alami dan lebih cocok dengan karakter mereka.</p>
<div id="attachment_571" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px">
	<img class="size-full wp-image-571 " title="hana-erna" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/06/hana-erna1.jpg" alt="Dengan berkomunikasi dan berusaha mengenal keluarga multikultural ini, mereka menjadi nyaman akan kehadiran saya, alhasil saya bisa mengambil foto ini. Saya menyukai foto ini karena secara alami melukiskan cinta ibu terhadap anak dan kesibukan sang ayah di depan komputer" width="480" height="320" />
	<p class="wp-caption-text">Dengan berkomunikasi dan berusaha mengenal keluarga multikultural ini, mereka menjadi nyaman akan kehadiran saya, alhasil saya bisa mengambil foto ini. Saya menyukai foto ini karena secara alami melukiskan cinta ibu terhadap anak dan kesibukan sang ayah di depan komputer</p>
</div>
<p>Maka dari itu, untuk foto potret, saya lebih menyukai foto sendiri daripada foto bersama kelompok fotografer lainnya. Dengan kehadiran banyak fotografer atau asisten dengan peralatan-peralatan yang rumit, kesempatan untuk berkomunikasi dengan model menjadi hampir tidak ada. Malahan yang terjadi adalah model akan merasa semakin tidak nyaman dan ini akan tercermin pada raut muka dan bahasa tubuh mereka.</p>
<div id="attachment_574" class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px">
	<img class="size-full wp-image-574 " title="Fashion shoot model" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/06/pwa2009-fashion-shoot-1.jpg" alt="Bayangkan bila Anda adalah modelnya, sangat tidak nyaman bukan? Seperti rusa muda yang siap diterkam serigala-serigala lapar" width="486" height="323" />
	<p class="wp-caption-text">Bayangkan bila Anda adalah modelnya, sangat tidak nyaman bukan? Seperti rusa muda yang siap diterkam serigala-serigala lapar dari segala penjuru, depan, bawah dan samping.</p>
</div>
<p>Singkatnya, perlakukan orang-orang sekitar seperti Anda ingin diperlakukan. Dengan demikian, fotografi Anda akan bisa lebih maju. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/06/etika-fotografer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips foto selama musim liburan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/tips-foto-selama-musim-liburan/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/tips-foto-selama-musim-liburan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 23:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain lain]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Tips ini dipersembahkan oleh Nikon, yang saya kira cukup membantu dan ini berlaku untuk apapun kamera yang digunakan.

Lihat ke lensa bukan ke lampu kilat sehinga terhindar dari mata merah karena pantulan lampu dan mata berkedip saat di foto.
Cari latar belakang yang sederhana yang tidak mengganggu objek utama.
Focus untuk apa yang penting, terutama bagian wajah. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Ftips-foto-selama-musim-liburan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F12%2Ftips-foto-selama-musim-liburan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Tips ini dipersembahkan oleh <a href="http://press.nikonusa.com/2009/12/nikons_picture_yourself_survey.php?utm_source=feedburner&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=Feed%3A+NikonPressCenter+%28Nikon+Press+Center%29&amp;utm_content=Google+Reader" target="_blank"><strong><em>Nikon</em></strong></a>, yang saya kira cukup membantu dan ini berlaku untuk apapun kamera yang digunakan.</p>
<ul>
<li>Lihat ke lensa bukan ke lampu kilat sehinga terhindar dari mata merah karena pantulan lampu dan mata berkedip saat di foto.</li>
<li>Cari latar belakang yang sederhana yang tidak mengganggu objek utama.</li>
<li>Focus untuk apa yang penting, terutama bagian wajah. Banyak kamera memiliki fitur deteksi wajah.</li>
<li>Saat mengunakan lampu kilat, jangan terlalu dekat karena hasil foto bisa menjadi terlalu terang.</li>
<li>Bila ingin menangkap lampu-lampu khas natal, matikan lampu kilat tapi peganglah kamera se-steady mungkin atau taruh kamera di atas tripod atau penyangga lain.</li>
<li>Coba perspektif / sudut lain dalam mengambil foto, sehingga meningkatkan variasi dan kreativitas.</li>
<li>Ambil banyak foto sehingga meningkatkan peluang mendapatkan foto yang luar biasa.</li>
</ul>
<p>Selamat hari Natal dan Tahun Baru 2009-2010!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.enchetjin.com/photos/742992557_rXg63-M.jpg" alt="" width="486" height="323" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/tips-foto-selama-musim-liburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips foto Potret untuk pemula</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/10/tips-foto-potret-untuk-pemula/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/10/tips-foto-potret-untuk-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 22:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Foto potret adalah salah satu jenis fotografi yang paling diminati oleh fotografer setelah foto pemandangan. Dalam kehidupan sehari-hari, foto potret mungkin lebih populer daripada foto jenis apapun. Kalau kita melihat jejaring sosial seperti facebook dan myspace, kita akan melihat jutaan foto potret beredar dan terus bertambah dengan kecepatan eksponensial.
Maka itu, mengetahui foto potret yang baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F10%2Ftips-foto-potret-untuk-pemula%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F10%2Ftips-foto-potret-untuk-pemula%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Foto potret adalah salah satu jenis fotografi yang paling diminati oleh fotografer setelah foto pemandangan. Dalam kehidupan sehari-hari, foto potret mungkin lebih populer daripada foto jenis apapun. Kalau kita melihat jejaring sosial seperti facebook dan myspace, kita akan melihat jutaan foto potret beredar dan terus bertambah dengan kecepatan eksponensial.</p>
<p>Maka itu, mengetahui foto potret yang baik  menurut saya sangat penting, terutama untuk mengabadikan momen-momen penting.</p>
<p>Inilah beberapa foto potret dengan berbagai tips and trik</p>
<p>1.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676195623_4a2Q9-S.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p>Masalah dengan foto diatas adalah kekuatan cahaya dari belakang yang jauh melebihi cahaya dari depan model. Maka dari wajah orang tersebut terlihat gelap, sedangkan latar belakang sangat terang.</p>
<p>2.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676195905_YrdYT-S.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p>Solusi praktisnya adalah mengunakan lampu kilat / flash untuk menerangi bagian wajah. Kalau Anda memakai kamera saku, cari dan aktifkan fill in flash atau force flash. Kalau di kamera DSLR, biasanya Anda tinggal membuka lampu kilat tersebut. <span id="more-193"></span></p>
<p>3.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676196306_QoCxy-S.jpg" alt="" width="201" height="300" /></p>
<p>Selain mengunakan lampu kilat, mengubah rentang focal lensa (zoom length) juga sangat berpengaruh dalam foto potret. Di foto diatas, saya mengunakan Nikon D3000 dengan lensa 18-55mm, di posisi 35mm atau ekuivalen di 52mm di kamera film. Rentang lensa mendekati 50mm ini memiliki perspektif yang hampir sama seperti yang kita liat dengan mata kita.</p>
<p>4.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676196635_btKEh-S.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p>Foto diatas mengunakan rentang lensa 24mm (ekuivalen dengan 35mm). rentang lensa yang lebih lebar ini menimbulkan efek distorsi pada wajah.</p>
<p>5.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676197939_vjmsp-S.jpg" alt="" width="400" height="268" /></p>
<p>Foto diatas diambil dengan rentang lensa 24mm (ekuivalen dengan 35mm). Kita bisa melihat sedikit distorsi pada wajah, selain itu, ada masalah dengan cahaya terutama bagian kiri wajah. Bayangan sangat kasar. Solusi dari masalah diatas adalah dengan mencari posisi lain atau mengunakan reflektor untuk menerangi bayangan di sisi kiri wajah.</p>
<p>6.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676198243_gHxrE-S.jpg" alt="" width="400" height="268" /></p>
<p>Foto diatas masih memiliki masalah dengan bayangan yang kasar, hanya kini saya mengunakan rentang fokal 55mm (ekuivalen 82mm) dengan zoom sampai mentok lensa 18-55mm yang saya gunakan. Wajah model terlihat lebih menarik dengan rentang lensa ini karena efek kompresi wajah sehingga wajah tidak terdistorsi.</p>
<p>Selain itu, latar belakang juga menjadi lebih kabur dan objek di latar belakang terlihat lebih dekat dari yang sebenarnya.</p>
<p>7.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676198559_y6Cyg-S.jpg" alt="" width="240" height="300" /></p>
<p>Di foto diatas diambil dengan lensa 85mm f/1.4. Dengan mengunakan bukaan maksimal di 1.4, saya bisa membuat latar belakang menjadi sangat kabur. Rentang lensa 85mm (ekuivalen dengan 135mm) menurut saya ideal untuk foto potret, terutama dengan tujuan keindahan (beauty shot).</p>
<p>8.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676199402_NnFwq-S.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p>Seringkali foto candid seperti diatas lebih menarik daripada foto model yang melihat langsung ke lensa. Selain itu, saya juga menunjukkan bagaimana penyuntingan foto (photo editing) bisa secara signifikan mengganti suasana, warna, intensitas foto. Dengan foto editing, Anda dapat mengkomunikasikan dengan pemirsa bagaimana Anda melihat dunia.</p>
<p>9.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.enchetjin.com/photos/676199111_zeaLP-S.jpg" alt="" width="240" height="300" /></p>
<p>Sama dengan foto no.8 diatas, dengan mengunakan alat penyuntingan foto, Anda bisa mengubah foto biasa menjadi foto klasik. Foto potret tidak perlu selalu tajam sampai ke pori-pori, terutama foto wanita.</p>
<p>Semoga panduan dan contoh-contoh diatas dapat membantu Anda untuk menghasilkan karya foto potret yang baik, untuk keperluan profesional, hobi atau keluarga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/10/tips-foto-potret-untuk-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana membuat latar belakang menjadi blur</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/08/bagaimana-membuat-latar-belakang-menjadi-blur/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/08/bagaimana-membuat-latar-belakang-menjadi-blur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 02:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pemula sering bertanya, bagaimana membuat latar belakang menjadi blur saat foto potret? Sebenarnya caranya mudah, dan tidak kurang dari tiga langkah. Sebelumnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, karena kamera DSLR memiliki sensor besar dan Anda dapat menukarnya dengan lensa potret. Walaupun demikian, Anda bisa mencoba mengunakan kamera compact meski hasilnya kurang maksimal.
Langkah Pertama: Set [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F08%2Fbagaimana-membuat-latar-belakang-menjadi-blur%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F08%2Fbagaimana-membuat-latar-belakang-menjadi-blur%2F" height="61" width="51" /></a></div><div class="wp-caption alignright" style="width: 191px">
	<img class="  " src="http://i269.photobucket.com/albums/jj74/enche_zein/DSC_1111-1.jpg" alt="70mm f/2.8 dengan lensa Sigma 24-70mm f/2.8" width="191" height="287" />
	<p class="wp-caption-text">70mm f/2.8 dengan lensa Sigma 24-70mm f/2.8</p>
</div>
<p>Banyak pemula sering bertanya, bagaimana membuat latar belakang menjadi blur saat foto potret? Sebenarnya caranya mudah, dan tidak kurang dari tiga langkah. Sebelumnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, karena kamera DSLR memiliki sensor besar dan Anda dapat menukarnya dengan lensa potret. Walaupun demikian, Anda bisa mencoba mengunakan kamera compact meski hasilnya kurang maksimal.</p>
<h3>Langkah Pertama: Set zoom anda ke titik maksimal</h3>
<p>Contoh, bila anda memiliki lensa 18-55m, maka set zoom lensa Anda ke 55mm. Bila Anda memiliki lensa telephoto zoom, seperti 55-250mm, ini lebih baik lagi. Pakai lensa ini dan set zoom lensa Anda ke 85mm sampai 135mm. Rentang fokal ini ideal untuk foto potret</p>
<h3>Langkah Kedua: Posisikan model Anda sejauh mungkin dari latar belakang</h3>
<p>Semakin jauh jarak antara latar belakang dengan model dibanding jarak model ke kamera, semakin blur latar belakang kamera.</p>
<h3>Langkah Ketiga: Set bukaan / aperture lensa Anda sebesar mungkin</h3>
<p>Semakin besar bukaan semakin blur latar belakangnya, bila Anda memiliki lensa 18-55mm f/3.5-5.6. Maka, set bukaan Anda ke f/5.6 (ini bukaan maksimal di rentang fokal 55mm.</p>
<p>Bila Anda kurang puas dengan hasil lensa 18-55mm, saya sarankan untuk membeli lensa 50mm f/1.8 atau 85mm f/1.8. Meski lensa tersebut tidak bisa zoom, tapi maksimal bukaan sangat besar, sehingga lebih cocok untuk foto potret.</p>
<p>Baca juga <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/10/faktor-yang-menyebabkan-latar-belakang-foto-menjadi-blur-kabur/" target="_blank">faktor penyebab latar belakang menjadi blur</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/08/bagaimana-membuat-latar-belakang-menjadi-blur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis Foto Potret</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/jenis-foto-potret-2/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/jenis-foto-potret-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 00:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Foto potret biasanya terdiri dari dua jenis, foto potret “head and shoulder” wajah dan pundak dan “environmental portrait” potret lingkungan. Foto wajah yang baik biasanya menunjukkan karakter orang tersebut. Sedangkan environmental portrait memasukkan elemen lingkungan ke dalam foto sehingga orang yang melihatnya dapat mengetahui hal-hal yang lebih dalam dari orang tersebut. Misalnya, foto seorang pilot [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fjenis-foto-potret-2%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2009%2F07%2Fjenis-foto-potret-2%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Foto potret biasanya terdiri dari dua jenis, foto potret “head and shoulder” wajah dan pundak dan “environmental portrait” potret lingkungan. Foto wajah yang baik biasanya menunjukkan karakter orang tersebut. Sedangkan environmental portrait memasukkan elemen lingkungan ke dalam foto sehingga orang yang melihatnya dapat mengetahui hal-hal yang lebih dalam dari orang tersebut. Misalnya, foto seorang pilot di depan pesawat jet tempur dibelakangnya menunjukkan bahwa orang yang difoto adalah seorang pilot jet tempur. Foto seorang di dalam kantor di gedung tinggi dengan gelas kaca dan pemandangan kota dilatar belakang menceritakan bahwa orang yang difoto adalah seorang eksekutif.</p>
<p>Untuk foto head and shoulder, biasanya kita ingin meminimalisir distorsi pada wajah sehingga orang yang difoto lebih terlihat mirip dengan aslinya dan menarik. Untuk itu digunakan lensa telephoto atau bagi pengguna kamera saku, bisa dengan mengunakan zoom sampai mencapai jangkauan fokal sekitar   85-135mm.</p>
<p>Selain itu dianjurkan memakai setting bukaan besar untuk membuat latar belakang menjadi kabur. Dengan latar belakang kabur, maka orang yang melihat foto akan lebih fokus pada wajah daripada latar belakang.</p>
<p>Foto environmental portrait lebih sulit dari sekedar head and shoulder karena diperlukan pemikiran dan persiapan. Beberapa hal yang perlu dipikirkan adalah pemilihan latar belakang, cahaya antara orang yang dipotret dengan latar belakang, pose, dan komposisi. Untuk foto environmental potret, lensa yang digunakan biasanya adalah lensa wide, dengan jangkauan fokal sekitar 16-35mm.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/jenis-foto-potret-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
