<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi &#187; Potret</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/category/potret/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 11:33:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Meningkatkan kualitas foto portrait</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/meningkatkan-kualitas-foto-portrait/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/meningkatkan-kualitas-foto-portrait/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 07:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Editing]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[komposisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2132</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, ada seorang fotografer semi-pro dengan spesialisasi foto portrait yang belajar privat dengan saya tentang manajemen dan editing foto dengan Adobe Lightroom. Di tengah diskusi, dia melontarkan suatu pertanyaan penting yang jarang ditanyakan.
Bagaimana meningkatkan kualitas foto sehingga hasilnya kesannya mewah dan pada akhirnya dapat meningkatkan fee foto? Bagaimana dengan peran editing? Apakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F12%2Fmeningkatkan-kualitas-foto-portrait%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F12%2Fmeningkatkan-kualitas-foto-portrait%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Beberapa hari yang lalu, ada seorang fotografer semi-pro dengan spesialisasi foto portrait yang <a href="http://infofotografi.com/les-privat-fotografi.html" target="_blank">belajar privat</a> dengan saya tentang <a href="http://infofotografi.com/kursus-fotografi-lightroom.html" target="_blank">manajemen dan editing foto dengan Adobe Lightroom</a>. Di tengah diskusi, dia melontarkan suatu pertanyaan penting yang jarang ditanyakan.</p>
<blockquote><p>Bagaimana meningkatkan kualitas foto sehingga hasilnya kesannya mewah dan pada akhirnya dapat meningkatkan fee foto? Bagaimana dengan peran editing? Apakah dengan menguasai foto editing bisa membuat foto berkesan mewah?</p></blockquote>
<p>Banyak cara untuk menjawab pertanyaan yang menarik ini. Pertama-tama kita kembali dulu ke dasar portraiture. Portrait photography pada dasarnya bertujuan menangkap esensi dari subjek foto termasuk ekspresi, perasaan, kepribadian dan sebagainya. Foto portrait tidak hanya foto glamour (bertujuan untuk menampilkan sisi cantik dari seseorang saja).</p>
<p>Untuk membuat foto portrait yang bagus dan tepat sasaran, kita butuh persiapan, misalnya merumuskan konsep foto, survei lokasi, menetapkan pakaian dan props (alat bantu untuk membantu menjelaskan subjek foto).</p>
<p>Supaya foto terlihat mewah, komposisi foto adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Komposisi foto yang bagus adalah komposisi yang <strong>sederhana (simple)</strong> terutama latar belakangnya. Sebuah toko yang menjual barang murah, biasanya ramai dan padat sekali susunannya. Sedangkan toko yang mewah dan berkualitas biasanya justru tidak menampilkan banyak barang dagangan di etalasenya.</p>
<div id="attachment_2134" class="wp-caption aligncenter" style="width: 505px">
	<img class="size-full wp-image-2134" title="gucci-store" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/gucci-store.jpg" alt="Toko Gucci terlihat mewah karena pilihan warnanya terbatas (sekitar 2-3 warna), Saturasi warnanya tidak tinggi, tampilannya sederhana, barang-barang yang ditampilkan tidak terlalu rapat." width="505" height="265" />
	<p class="wp-caption-text">Toko Gucci terlihat mewah karena pilihan warnanya terbatas (sekitar 2-3 warna), Saturasi warnanya tidak tinggi, tampilannya sederhana, barang-barang yang ditampilkan tidak terlalu rapat.</p>
</div>
<div id="attachment_2135" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-2135" title="thrift-store" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/thrift-store.jpg" alt="Bandingkan dengan toko pakaian bekas: Barang-barangnya banyak dan rapat, pilihan warnanya banyak dan saturasinya cukup tinggi. Barang yang dijual banyak variasinya" width="500" height="375" />
	<p class="wp-caption-text">Bandingkan dengan toko pakaian bekas: Barang-barangnya banyak dan rapat, pilihan warnanya banyak dan saturasinya cukup tinggi. Barang yang dijual banyak variasinya</p>
</div>
<p>Untuk komposisi foto juga harus dipikirkan, terutama tentang <strong>warna</strong>. Warna merupakan alat yang sangat penting untuk melukiskan mood/suasana. Warna sebaiknya jangan terlalu banyak, pilihlah maksimal tiga warna, dan aplikasi warna harus konsisten dari foto ke foto supaya berkesan satu kesaturan tema.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang warna, cari kombinasi warna yang sesuai dengan tema. Jika bingung arti warna, coba cari referensi buku desain tentang teori warna. Dari buku-buku desain kita bisa belajar dengan rinci tentang arti warna dan kombinasi warna.</p>
<p>Lalu apa peran editing? Editing dapat mempermudah kita untuk <strong>mengendalikan warna</strong>: menonjolkan atau meredupkan warna. Di program seperti Adobe Photoshop / Lightroom atau yang lain, kita bisa mengatur saturasi warna. Kita bisa meningkatkan saturasi warna tertentu dan menurunkan saturasi warna tertentu yang tidak sesuai dengan tema.</p>
<div id="attachment_2137" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-2137" title="gredyxu-3" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/gredyxu-3.jpg" alt="Foto dengan judul Break Free karya Gredy Xu ini memilih dua warna saja, yaitu biru sebagai warna utama dan kuning sebagai warna aksen. Pakaian dan props (skateboard, topi), dipilih sesuai dengan tema yaitu anak remaja yang tidak biasa (outcast)." width="500" height="372" />
	<p class="wp-caption-text">Foto dengan judul Break Free karya Gredy Xu ini memilih dua warna saja, yaitu biru sebagai warna utama dan kuning sebagai warna aksen. Pakaian dan props (skateboard, topi), dipilih sesuai dengan tema yaitu anak remaja yang tidak biasa (outcast).</p>
</div>
<div id="attachment_2138" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-2138" title="violin-romance-gredy-xu" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/violin-romance-gredy-xu.jpg" alt="Di foto tema biola ini, Gredy Xu menonjolkan warna orange sebagai warna utama dan hijau sebagai aksen. Alam dan pemain biola adalah tema yang sering terlihat dalam fotografi, tapi disini eksekusi fotonya sangat baik" width="500" height="282" />
	<p class="wp-caption-text">Di foto tema pemain biola ini, Gredy Xu menonjolkan warna orange sebagai warna utama dan hijau sebagai aksen. Alam dan pemain biola adalah tema yang sering terlihat dalam fotografi, tapi disini konsep dan eksekusi fotonya sangat baik</p>
</div>
<p>Dari foto-foto diatas kita pelajari bahwa foto portrait yang bagus sebenarnya tidak harus modelnya yang cantik atau ganteng, tapi yang penting adalah fotografernya bisa membuat foto yang menceritakan kepribadian dari subjek foto tersebut.</p>
<p>Dengan memperhatikan aspek-aspek diatas, kita bisa meningkatkan hasil foto portrait kita. Intinya sih semakin sederhana, semakin jelas dan bagus foto kita, tapi ironisnya, membuat foto yang sederhana justru perlu persiapan dan kesulitannya lebih tinggi. Meski demikian, saya yakin kita semua bisa dengan rajin belajar dan belatih.</p>
<p>Selamat Tahun Baru 2012!</p>
<p>Credit photo: <a href="http://www.facebook.com/gredy.xu" target="_blank">Gredy Xu</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/meningkatkan-kualitas-foto-portrait/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip Face-ism Ratio (Rasio wajah)</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/prinsip-face-ism-ratio-rasio-wajah/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/prinsip-face-ism-ratio-rasio-wajah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 15:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=2107</guid>
		<description><![CDATA[Face-ism ratio adalah perbedaan rasio wajah dan badan dalam suatu foto. Prinsip ini mengatakan rasio ini akan mempengaruhi bagaimana orang-orang menanggapi suatu foto.
Di dalam foto yang menonjolkan wajah, yaitu kepala dan bahu, semakin orang-orang memperhatikan kepribadian seperti kepintaran, sifat seseorang. Sedangkan di dalam foto satu badan atau 3/4 badan, maka orang-orang akan lebih memperhatikan kualitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F12%2Fprinsip-face-ism-ratio-rasio-wajah%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F12%2Fprinsip-face-ism-ratio-rasio-wajah%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Face-ism ratio adalah perbedaan rasio wajah dan badan dalam suatu foto. Prinsip ini mengatakan rasio ini akan mempengaruhi bagaimana orang-orang menanggapi suatu foto.</p>
<p>Di dalam foto yang menonjolkan wajah, yaitu kepala dan bahu, semakin orang-orang memperhatikan kepribadian seperti kepintaran, sifat seseorang. Sedangkan di dalam foto satu badan atau 3/4 badan, maka orang-orang akan lebih memperhatikan kualitas fisik dan sensualitas daripada kepribadian.</p>
<p>Di prakteknya, kita bisa mengunakan prinsip ini untuk membuat foto yang sesuai dengan yang kita/klien inginkan. Jika klien ingin menonjolkan kepribadiannya, kita bisa membuat foto yang rasio wajahnya relatif tinggi, sedangkan jika kualitas fisik yang ingin ditampilkan, maka kita membuat foto 3/4 atau satu badan penuh.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2113" title="Natalie-Portman-wajah" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/Natalie-Portman-wajah.jpg" alt="Natalie-Portman-wajah" width="300" height="225" /></p>
<p>Contoh foto headshot diatas membuat orang-orang terfokus pada kepribadian model</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2114" title="natalie-portman-badan" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/natalie-portman-badan.jpg" alt="natalie-portman-badan" width="300" height="383" /></p>
<p>Sedangkan jika foto satu badan membuat orang-orang lebih memperhatikan kualitas fisik model daripada kepribadiannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/12/prinsip-face-ism-ratio-rasio-wajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips komposisi &amp; pencahayaan foto portrait model 2</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/tips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model-2/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/tips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 07:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1828</guid>
		<description><![CDATA[Tantangan utama fotografer pemula untuk mendapatkan foto yang menarik biasanya terletak pada komposisi dan pencahayaan (lighting). Tips dibawah ini mungkin bisa membantu.
Langkah pertama merupakan langkah penting untuk kesuksesan foto, yaitu mencari latar belakang yang menarik. Latar belakang yang menarik itu adalah yang cukup sederahana, tidak ada/banyak elemen yang mengganggu fokus kita ke subjek utama foto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Ftips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model-2%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F10%2Ftips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model-2%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Tantangan utama fotografer pemula untuk mendapatkan foto yang menarik biasanya terletak pada komposisi dan pencahayaan (lighting). Tips dibawah ini mungkin bisa membantu.</p>
<p><strong>Langkah pertama</strong> merupakan langkah penting untuk kesuksesan foto, yaitu mencari latar belakang yang menarik. Latar belakang yang menarik itu adalah yang cukup sederahana, tidak ada/banyak elemen yang mengganggu fokus kita ke subjek utama foto (dalam hal ini model).</p>
<p><strong>Langkah kedua</strong> adalah mengamati pencahayaannya, bila kita ada di luar ruangan, kita harus mengamati darimana asal cahaya matahari dan perbedaan terang gelap antara subjek foto dan latar belakang.</p>
<p><strong>Langkah ketiga</strong> yaitu kita memposisikan model di lokasi yang telah kita tentukan. Kemudian kita tinggal arahkan model supaya cahaya yang jatuh ke wajah membentuk wajah model dengan lembut dan kemudian tinggal kita &#8220;align (sesuaikan/luruskan)&#8221; pose model dengan latar belakang.</p>
<p>Supaya jelas, mari kita simak langkah-langkah pembuatan foto dibawah ini</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1829" title="Komposisi dan lighting foto portrait model" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/DSC_4260.JPG" alt="Komposisi dan lighting foto portrait model" width="333" height="500" />Untuk membuat foto diatas, saya melihat lokasi ini cukup menarik karena latar belakang terang benderang dan ada dedaunan hijau. Di depan saya juga ada pohon yang cukup besar. Saya juga melihat ada sedikit cahaya dari sebelah kanan kamera (perhatikan batang pohon dan bayangan yang jatuh di sebelah kanan wajah model). Cahaya yang jatuh ke wajah model jauh lebih lemah daripada cahaya di latar belakang karena tertutup dedaunan.</p>
<p>Pengukuran dan setting terang-gelap (<em>exposure</em>) cahaya juga penting. Caranya bisa dengan trial and error dengan mode manual, atau memakai metering spot dan fokuskan ke wajah model. Jika pengukuran meleset, maka wajah model akan terlihat gelap.</p>
<p>Foto ini dibuat dengan Nikon D700 dan 85mm f/1.4 | ISO 200 f/1.4, 1/320 detik.</p>
<p>Saya memilih salah satu lensa favorit saya, lensa fix 85mm f/1.4 supaya tidak ada distorsi pada wajah dan cukup efektif untuk membuat latar belakang blur.</p>
<p>Bukaan yang besar (f/1.4) membuat latar belakang menjadi sangat blur dan tidak terlalu mengganggu pandangan dari subjek utama.<br />
ISO yang dipilih merupakan ISO 200, dan shutter speed diatur menyesuaikan keadaan cahaya yang ada.</p>
<p>WB saya pilih cloudy (berawan) karena model berada dalam bayangan pohon dan dedaunan. Tujuan saya memilih setting ini supaya warna kulit tidak pucat. Jika kita mengunakan AWB, besar kemungkinan nuansa warna foto lebih kebiruan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1830" title="Komposisi dan lighting foto portrait model" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/DSC_4268.JPG" alt="DSC_4268" width="333" height="500" /></p>
<p>Foto diatas diambil dengan sudut pandang yang lebih rendah sehingga model dan latar belakang lebih padu dan pose yang lebih santai.</p>
<p>Catatan: foto-foto diatas tidak diedit (murni dari kamera).</p>
<p>Selamat berlatih <img src='http://www.infofotografi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Foto-foto untuk tips hari ini diambil saat <a href="http://infofotografi.com/kursus-fotografi-potret-model.html" target="_blank">kelas foto portrait model</a> di lokasi tanggal 9 Oktober 2011.</p>
<p>Tips foto portrait #1 : <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/06/tips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model/" target="_blank">Tips #1</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/10/tips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Behind the scene syuting video untuk buku ke-2 saya tentang lighting untuk pemula</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/syuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/syuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 15:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain lain]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1647</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya baru selesai syuting video untuk buku kedua saya yang akan naik cetak tanggal 10 September 2011. Biasanya, Ternyata menerangkan di video kamera jauh lebih sulit dari mengajar langsung haha..
Berikut ini ada beberapa foto behind the scene syutingnya.
Di buku &#38; videonya saya juga akan membahas tentang teknik lampu untuk studio
Selain sharing diatas, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F08%2Fsyuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F08%2Fsyuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Hari ini saya baru selesai syuting video untuk buku kedua saya yang akan naik cetak tanggal 10 September 2011. Biasanya, Ternyata menerangkan di video kamera jauh lebih sulit dari mengajar langsung haha..</p>
<p>Berikut ini ada beberapa foto behind the scene syutingnya.</p>
<div id="attachment_1648" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1648" title="DSC_0410" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_0410.JPG" alt="Suasana syuting video tentang lighting" width="500" height="281" />
	<p class="wp-caption-text">Suasana syuting video tentang lighting</p>
</div>
<div id="attachment_1649" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1649" title="DSC_0557" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_0557.JPG" alt="Memberikan tips lighting untuk foto outdoor di siang hari" width="500" height="281" />
	<p class="wp-caption-text">Memberikan tips lighting untuk foto outdoor di siang hari</p>
</div>
<div id="attachment_1650" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1650" title="Foto model outdoor" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_0931-c.jpg" alt="Kiri: Biasanya di foto portrait outdoor, bila cahaya latar belakang terlalu terang, maka subjek fotonya akan gelap. Dengan menambahkan lighting, seperti lampu kilat (baik di kamera, maupun diluar kamera) kita bisa membuat subjek foto seterang layar belakang." width="500" height="375" />
	<p class="wp-caption-text">Kiri: Biasanya di foto portrait outdoor, bila cahaya latar belakang terlalu terang, maka subjek fotonya akan gelap. Dengan menambahkan lighting, seperti lampu kilat (baik di kamera, maupun diluar kamera) kita bisa membuat subjek foto seterang layar belakang. no edit</p>
</div>
<p>Di buku &amp; videonya saya juga akan membahas tentang teknik lampu untuk studio</p>
<div id="attachment_1651" class="wp-caption aligncenter" style="width: 333px">
	<img class="size-full wp-image-1651" title="foto studio model" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_1064.JPG" alt="Posisi lighting studio favorit saya ada butterfly lighting yaitu menempatkan lampu kilat diatas kepala model dan reflektor di bagian bawah untuk mengisi sedikit cahaya di bawah dagu." width="333" height="500" />
	<p class="wp-caption-text">Posisi lighting studio favorit saya ada butterfly lighting yaitu menempatkan lampu kilat diatas kepala model dan reflektor di bagian bawah untuk mengisi sedikit cahaya di bawah dagu. - no edit</p>
</div>
<div id="attachment_1652" class="wp-caption aligncenter" style="width: 334px">
	<img class="size-full wp-image-1652" title="foto studio model" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/DSC_1043.JPG" alt="Mengunakan lampu studio dengan standard reflector dan honeycomb membuat penyebaran cahaya sangat sempit sehingga cahaya dan bayangan yang terbentuk terlihat dramatis" width="334" height="500" />
	<p class="wp-caption-text">Mengunakan lampu studio dengan standard reflector dan honeycomb membuat penyebaran cahaya sangat sempit sehingga cahaya dan bayangan yang terbentuk terlihat dramatis - no edit</p>
</div>
<p>Selain sharing diatas, saya ingin mengajak pembaca di Jakarta dan sekitarnya untuk acara buka bersama</p>
<p>Hari Kamis, Tanggal 25 Agustus 2011</p>
<p>Lokasi: D&#8217;Class Jl. Taman Margasatwa no. 16 Pejaten, pasar minggu. Jakarta Selatan</p>
<p>Acaranya bebas, berkenalan dan silahturahmi antar pembaca dan alumni. Bagi yang ingin sharing/tanya-tanya teknik-teknik foto atau foto karyanya juga boleh.</p>
<p>Tidak dikenakan biaya apapun. Harga makanannya berkisar antara Rp. 35,000 &#8211; Rp. 100,000.</p>
<p>Sampai ketemu nanti.</p>
<p>PS: Ada saran untuk materi bukunya? silahkan beri komentar di bawah ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/08/syuting-video-buku-kedua-saya-tentang-lighting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips komposisi &amp; pencahayaan foto portrait model</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/06/tips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/06/tips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 09:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1479</guid>
		<description><![CDATA[Selama saya mengadakan workshop foto portrait model, pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana mendapatkan komposisi yang baik. Untuk pemula, ada beberapa aturan yang bisa membantu, seperti aturan sepertiga (rule of thirds), pola, bentuk, frame/bingkai, perspektif dan lain-lain.
Kali ini saya akan memberikan beberapa tips bagaimana membuat komposisi lebih baik dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum. Salah satu kesalahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F06%2Ftips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F06%2Ftips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Selama saya mengadakan workshop foto portrait model, pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana mendapatkan komposisi yang baik. Untuk pemula, ada beberapa aturan yang bisa membantu, seperti aturan sepertiga (rule of thirds), pola, bentuk, frame/bingkai, perspektif dan lain-lain.</p>
<div id="attachment_1481" class="wp-caption alignleft" style="width: 268px">
	<img class="size-full wp-image-1481 " title="workshop potret model" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/DSC_7992.jpg" alt="workshop potret model" width="268" height="403" />
	<p class="wp-caption-text">Di foto ini, cahaya di latar belakang yaitu lampu-lampu gantung mengarah ke model, juga pantulan sinar dari bawah menuju model. Pencahayaan juga membantu membentuk wajah dan tubuh model. Wajah dan lengan model terlihat lebih tirus.</p>
</div>
<p>Kali ini saya akan memberikan beberapa tips bagaimana membuat komposisi lebih baik dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum. Salah satu kesalahan yang saya sering temui adalah ruang diatas kepala terlalu banyak.</p>
<p><strong>#1</strong> Bila daerah dibagian atas kepala model memang mendukung dan membentuk suasana foto, maka hal tersebut oke-oke saja. Tapi kalau tidak, sebaiknya tidak perlu membiarkan kebanyakan ruang di atas kepala model.</p>
<p><strong>#2</strong> Untuk fotografer yang berpostur tinggi, jangan lupa untuk mensejajarkan lensa sesuai dengan tinggi model dengan sedikit menekuk lutut. Bila yang di foto adalah foto close-up (foto kepala dan bahu saja) maka sejajarkan dengan hidung, bila komposisinya adalah 1/2 badan, sejajarkan dengan dada, bila komposisinya satu badan, sejajarkan dengan pinggang. Bila tidak disejajarkan, maka model akan terlihat lebih pendek dari sebenarnya. Sebaliknya, bila terlalu rendah, model akan terlihat lebih tinggi dan bagian bawah badan model (kaki, pinggul) akan terlihat lebih besar.</p>
<p><strong>#3 </strong>Hal yang sangat penting lainnya yaitu memperhatikan latar belakang. Jangan hanya terpusat ke model saja, tapi perhatikan juga latar belakangnya. Sering sekali terdapat sesuatu di latar belakang yang menganggu, misalnya tiang listrik, kabel, orang-orang lain yang sedang berjalan, dan sebagainya. Bila latar belakangnya mengganggu dan memancing perhatian orang, sebaiknya memilih sudut lain atau pindah lokasi.</p>
<p><strong>#4</strong> Pencahayaan penting dalam komposisi foto, hindari cahaya frontal yang menyinari langsung ke wajah model, karena pencahayaan dari depan akan membuat wajah dan foto terlihat dua dimensi, tempatkan model atau sumber cahaya agak kesamping sehingga bayangan yang jatuh ke wajah membentuk wajah menjadi terlihat tiga dimensi.</p>
<p class="note">Bagi yang tertarik mengikuti workshop kelas foto portrait model di lokasi, silahkan lihat <a href="http://infofotografi.com/kursus-fotografi-potret-model.html" target="_blank">info jadwal</a> disini atau hubungi Enche 085813183069</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/06/tips-komposisi-pencahayaan-foto-portrait-model/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fashion Photography vs Portrait Photography</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/fashion-photography-vs-portrait-photography/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/fashion-photography-vs-portrait-photography/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 01:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1433</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas, fashion photography dan portrait photography terlihat memiliki persamaan, sama-sama subjek fotonya adalah orang, dan kedua jenis foto berusaha membuat fotonya terlihat menarik. Kesuksesan sebuah foto juga tergantung pada keterampilan fotografer, pengetahuan fotografer atas gaya pakaian, make-up dan juga tim yang menunjang, seperti make-up artist, hair stylist, koreografer dan sebagainya.
Tapi banyak perbedaan mendasar antara fotografi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Ffashion-photography-vs-portrait-photography%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Ffashion-photography-vs-portrait-photography%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Sekilas, fashion photography dan portrait photography terlihat memiliki persamaan, sama-sama subjek fotonya adalah orang, dan kedua jenis foto berusaha membuat fotonya terlihat menarik. Kesuksesan sebuah foto juga tergantung pada keterampilan fotografer, pengetahuan fotografer atas gaya pakaian, make-up dan juga tim yang menunjang, seperti make-up artist, hair stylist, koreografer dan sebagainya.</p>
<p><strong>Tapi banyak perbedaan mendasar antara fotografi portrait dengan fotografi fashion:</strong></p>
<p>Fashion photography bertujuan untuk membuat baju yang di desain terlihat menarik sehingga orang ingin membelinya, sedangkan portrait fotografer bertujuan untuk menonjolkan karakter dan kepribadian dari subjek foto. Dalam upayanya, pengetahuan fotografer akan pencahayaan menjadi penting. Misalnya untuk menonjolkan tekstur sebuah baju, fotografer mengunakan cahaya yang cukup keras dengan kontras yang cukup tinggi. Sedangkan untuk memunculkan karakter lembut dari subjek foto portrait, fotografer mengunakan cahaya yang lembut. [ Baca: <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2011/02/cahaya-yang-keras-vs-cahaya-yang-lembut-untuk-foto-potret/" target="_blank">Beda cahaya keras dan lembut</a> ]</p>
<div id="attachment_1435" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px">
	<img class="size-full wp-image-1435 " title="Javier-Valhonrat-fashion-photography." src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/05/Javier-Valhonrat-fashion-photography..png" alt="Foto fashion oleh Javier Valhonrat. Fotografer ini mengunakan cahaya dan warna dengan baik sehingga pakaian model terlihat menarik" width="490" height="319" />
	<p class="wp-caption-text">Foto fashion oleh Javier Valhonrat. Fotografer ini mengunakan cahaya dan warna dengan baik sehingga pakaian model terlihat menarik</p>
</div>
<p>Fashion fotografer biasanya berganti-ganti gaya mengikuti tren, karena fashion sendiri merupakan sesuatu yang sangat trendy, yaitu berubah-ubah dengan cepat. Sulit bagi seorang fotografer fashion yang tidak mengikuti trend, karena bila gayanya sama terus, maka kemungkinan fotografer fashion tidak akan dipakai oleh sebagian besar desainer.  Sedangkan sebagai portrait fotografer gayanya cenderung lebih sama, dan biasanya justru seorang fotografer portrait mendapat pekerjaan karena gayanya yang unik dan konsisten.</p>
<p>Untuk model fashion, pose pose ditujukan lebih untuk menonjolkan fitur pakaian yang dikenakan, tapi di portrait photography, pose-pose yang alami yang bisa memunculkan kepribadian subjek foto yang lebih penting.</p>
<div id="attachment_1434" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px">
	<img class="size-full wp-image-1434 " title="bresson-henri-matisse-portrait" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/05/bresson-henri-matisse-portrait.jpg" alt="Potret pelukis Henri Matisse oleh Henri Cartier-Bresson. Pose-pose alami lebih mudah didapatkan bila subjek foto berada di lingkungan yang nyaman dan familiar" width="480" height="321" />
	<p class="wp-caption-text">Potret pelukis Henri Matisse oleh Henri Cartier-Bresson. Pose-pose alami lebih mudah didapatkan bila subjek foto berada di lingkungan yang nyaman dan familiar. Gaya fotografi Bresson juga tidak banyak berubah seiring waktu berjalan.</p>
</div>
<p>Ada juga fotografer yang menggabungkan kedua teknik fashion dan portrait, contohnya foto glamor, dimana fotografer berusaha membuat subjek foto terlihat cantik dan juga berusaha menonjolkan kepribadiannya.</p>
<div id="attachment_1436" class="wp-caption alignright" style="width: 195px">
	<img class="size-full wp-image-1436 " title="annie-leibovitz-portraiture" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/05/annie-leibovitz-portraiture.jpg" alt="Annie Leibovitz, fotografer portrait untuk majalah Vogue, memiliki gaya yang pencahayaan yang khas dan foto-foto potraitnya terkenal memunculkan kepribadian dan jiwa dari subjek fotonya" width="195" height="282" />
	<p class="wp-caption-text">Annie Leibovitz, fotografer portrait untuk majalah Vogue, memiliki gaya yang pencahayaan yang khas dan foto-foto potraitnya terkenal memunculkan kepribadian dan jiwa dari subjek fotonya</p>
</div>
<p>Nah dari perbedaan-perbedaan diatas, saya tarik kesimpulan bahwa masing-masing jenis fotografi membutuhkan skill/keterampilan yang sedikit berbeda. Untuk menjadi fotografer portrait maupun fashion yang baik, dibutuhkan wawasan dan ketrampilan. Kemampuan menjalin hubungan yang baik dan membuat subjek foto nyaman dan mengambil momen yang tepat menjadi suatu yang sangat penting bagi fotografer portrait, dan pengetahuan akan gaya pakaian, tren fashion, penguasaan pencahayaan alami+buatan dan fleksibilitas dalam berganti gaya foto merupakan kemampuan yang penting bagi fotografer fashion.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/fashion-photography-vs-portrait-photography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips foto orang yang pakai kacamata</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/tips-foto-orang-yang-pakai-kacamata/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/tips-foto-orang-yang-pakai-kacamata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 05:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1408</guid>
		<description><![CDATA[Membuat foto orang yang memakai kacamata biasanya mengalami kendala apabila kita mengunakan lampu kilat. Hal ini disebabkan karena cahaya lampu kilat dari depan memantul balik ke kamera. Untuk mencegahnya bacalah tips dibawah ini:

Lepaskan kacamatanya.
Cara lain yaitu melepas lensa dari kacamata (bila Anda memiliki alat dan mengetahui caranya).
Atur pose supaya jangan menghadap sumber cahaya (lampu kilat) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Ftips-foto-orang-yang-pakai-kacamata%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F05%2Ftips-foto-orang-yang-pakai-kacamata%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Membuat foto orang yang memakai kacamata biasanya mengalami kendala apabila kita mengunakan lampu kilat. Hal ini disebabkan karena cahaya lampu kilat dari depan memantul balik ke kamera. Untuk mencegahnya bacalah tips dibawah ini:</p>
<ol>
<li>Lepaskan kacamatanya.</li>
<li>Cara lain yaitu melepas lensa dari kacamata (bila Anda memiliki alat dan mengetahui caranya).</li>
<li>Atur pose supaya jangan menghadap sumber cahaya (lampu kilat) secara langsung, tapi lebih menyerong ke kanan atau ke kiri, sehingga pantulannya tidak balik ke lensa tau ke samping.</li>
<li>Geser kacamatanya sehingga mengarah sedikit kebawah, sehingga cahaya dari lampu kilat tidak dipantulkan balik ke lensa tapi ke bawah lensa.</li>
<li>Hindari menembakkan lampu kilat secara langsung, coba memakai teknik bounce (ke langit-langit)</li>
<li>Bila memakai lampu kilat “off camera” (dilepas dari kameranya), maka sebaiknya lampu kilatnya ditempatkan setinggi mungkin sehingga pantulan cahaya ke kacamata terpantul ke bawah tidak lurus ke lensa.</li>
</ol>
<p>Semoga berhasil!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/05/tips-foto-orang-yang-pakai-kacamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips persiapan sebelum sesi foto keluarga</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/tips-persiapan-sebelum-sesi-foto-keluarga/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/tips-persiapan-sebelum-sesi-foto-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 13:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1196</guid>
		<description><![CDATA[Tips umum:

Pakaian yang memiliki satu warna saja (polos) biasanya paling netral dan bagus untuk foto keluarga. Hindari pakaian yang memiliki banyak gambar, tulisan, logo atau ornamen.
Dalam foto keluarga, sebaiknya jenis dan warna pakaian sama antar anggota keluarga sehingga melukiskan keluarga yang kompak dan bersatu.
Hindari memotong rambut sesaat sebelum sesi foto. Sebaiknya menggunting atau mengganti gaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F03%2Ftips-persiapan-sebelum-sesi-foto-keluarga%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F03%2Ftips-persiapan-sebelum-sesi-foto-keluarga%2F" height="61" width="51" /></a></div><p><strong>Tips umum:</strong></p>
<ul>
<li>Pakaian yang memiliki satu warna saja (polos) biasanya paling netral dan bagus untuk foto keluarga. Hindari pakaian yang memiliki banyak gambar, tulisan, logo atau ornamen.</li>
<li>Dalam foto keluarga, sebaiknya jenis dan warna pakaian sama antar anggota keluarga sehingga melukiskan keluarga yang kompak dan bersatu.</li>
<li>Hindari memotong rambut sesaat sebelum sesi foto. Sebaiknya menggunting atau mengganti gaya rambut beberapa hari sebelum sesi foto supaya terlihat dan terasa lebih alami.</li>
<li>Hindari pemakaian perhiasaan yang berlebihan dan mengkilap karena akan menarik perhatian orang ke perhiasaan daripada orangnya.</li>
</ul>
<div id="attachment_1199" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-medium wp-image-1199" title="christine-szeto" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/03/christine-szeto-300x300.jpg" alt="christine-szeto" width="300" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Pakaian yang bernuansa biru dan putih membuat kesan keluarga ini bersatu - foto oleh Christine Szeto</p>
</div>
<p style="text-align: center;">
<p><strong>Tips untuk wanita</strong></p>
<ul>
<li>Hindari make-up yang bernuansa gelap terutama di sekitar mata dan pipi</li>
<li>Pakailah pakaian dan aksesoris yang berwarna cerah tapi tidak terlalu &#8220;cas&#8221;</li>
<li>Hindari memakai lipstik yang glossy karena akan memantulkan cahaya sehingga di bagian bibir nantinya akan ada bintik putih</li>
<li>Hindari lotion yang berkilau karena bisa memantulkan cahaya</li>
<li>Jangan terlalu kuatir dengan jerawat atau bintik bintik pada wajah karena bisa dibersihkan dengan mudah setelah foto diambil</li>
<li>Bijaksanalah dalam memilih pakaian. Pakaian yang terlalu ketat atau terlalu longgar bisa membuat Anda terlihat lebih gemuk. Baju/blus yang tidak memiliki lengan bisa membuat lengan kelihatan lebih besar. Warna pakaian dalam juga sebaiknya yang sesuai dengan warna baju. Bila warnanya terang, maka sebaiknya pakaian dalam berwarna kulit yang dipakai. Sedangkan bila bajunya berwarna gelap atau hitam, sebaiknya memakai pakaian dalam berwarna gelap atau hitam juga.</li>
</ul>
<p><span id="more-1196"></span><br />
<strong>Tips untuk pria</strong></p>
<ul>
<li>Tidak dianjurkan untuk memakai kaus dalam seperti t-shirt atau singlet putih karena bisa muncul di daerah leher atau lengan.</li>
<li>Dianjurkan bercukur sampai bersih sebelum sesi foto karena sulit untuk diperbaiki setelah foto diambil.</li>
</ul>
<p>Semoga tips-tips ini membantu untuk fotografer ataupun untuk yang difoto juga <img src='http://www.infofotografi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_1201" class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px">
	<img class="size-full wp-image-1201  " title="family-portrait" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/03/family-portrait.jpg" alt="Pakaian yang sama dan ekspresi muka yang sama akan membuat foto keluarga menjadi menarik dan solid - foto oleh Enche Tjin" width="486" height="323" />
	<p class="wp-caption-text">Pakaian yang sama dan ekspresi muka yang sama akan membuat foto keluarga menjadi menarik dan solid - foto oleh Enche Tjin</p>
</div>
<div id="attachment_1200" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1200" title="Brianna-lehman" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/03/Brianna-lehman.jpg" alt="Foto keluarga jaman dulu ini terlihat solid karena jenis pakaian yang dipakai dan di proses monokrom / hitam putih-sepia" width="500" height="327" />
	<p class="wp-caption-text">Foto keluarga jaman dulu ini terlihat solid karena jenis pakaian yang dipakai sama (formal) dan di proses monokrom / hitam putih-sepia - foto oleh Brianna Lehman</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/tips-persiapan-sebelum-sesi-foto-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips membuat foto yang indah dan cantik</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/tips-foto-yang-indah-dan-cantik/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/tips-foto-yang-indah-dan-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 14:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan]]></category>
		<category><![CDATA[portrait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=1021</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar dari kita bertujuan membuat foto yang indah dan cantik. Jika kita lihat foto-foto yang beredar di internet seperti foto model, fashion, wedding, dan iklan, biasanya terfokus pada keindahan atau kecantikan.
Lalu bagaimana kita bisa membuat foto yang indah? Tentunya kita harus mempelajari apa yang dipersepsikan indah dan cantik oleh orang-orang kebanyakan.
Dalam sebuah riset di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F03%2Ftips-foto-yang-indah-dan-cantik%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F03%2Ftips-foto-yang-indah-dan-cantik%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Sebagian besar dari kita bertujuan membuat foto yang indah dan cantik. Jika kita lihat foto-foto yang beredar di internet seperti foto model, fashion, wedding, dan iklan, biasanya terfokus pada keindahan atau kecantikan.</p>
<p>Lalu bagaimana kita bisa membuat foto yang indah? Tentunya kita harus mempelajari apa yang dipersepsikan indah dan cantik oleh orang-orang kebanyakan.</p>
<div id="attachment_1022" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px">
	<img class="size-full wp-image-1022 " title="beauty-01-chris-willis" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/03/beauty-01-chris-willis.jpg" alt="beauty-01-chris-willis" width="160" height="240" />
	<p class="wp-caption-text">Cantik = Model yang berawajah cantik dan berkulit putih mulus - Foto oleh Chris Willis, Creative Commons</p>
</div>
<p>Dalam sebuah riset di bidang psikologi, didapatkan bahwa orang-orang cenderung menyukai foto yang  <strong>terang</strong> dan <strong>kontrasnya tinggi</strong>. Selain itu biasanya orang-orang menyukai foto yang <strong>kaya warna</strong>, seperti pemandangan alam, sunset dan sunrise.</p>
<p>Orang-orang juga menyukai foto yang terlihat <strong>tajam</strong>, sehingga perdebatan antara lensa atau merek kamera yang mana yang membuat foto lebih tajam selalu ramai di forum-forum fotografi.</p>
<p>Di dalam foto portrait (foto orang), sebagian orang pun menyukai foto model yang cantik. Wajah yang cantik biasanya memiliki bentuk yang <strong>simetri dan proporsional</strong>. Wajah yang cantik juga memiliki kulit yang<strong> bebas jerawat</strong> atau bintik-bintik pada wajah dan tentunya <strong>mulus</strong>. Maka dari itu, banyak fotografer mengunakan pengolah gambar untuk memuluskan wajah manusia yang biasanya tidak sempurna.</p>
<p>Di foto portrait wanita, biasanya orang-orang menyukai model yang tinggi semampai dengan kaki yang panjang, pinggang yang ramping tapi berukuran dada yang besar. Sedangkan untuk pria, orang-orang menyukai dada dan perut yang berotot, tinggi dan berbahu lebar.</p>
<p>Tapi hati-hati juga karena setiap daerah dan budaya berbeda-beda. Misalnya saja, di Indonesia, wanita cantik itu berkulit putih seperti bule, sedangkan di negeri barat, malah kulit yang kecoklat-coklatan atau sawo matang justru lebih cantik daripada kulit pucat. Maka dari itu bule-bule suka ke pantai untuk &#8220;menggosongkan kulit mereka.&#8221;</p>
<h3>Membuat foto cantik itu gak sesukar yang dibayangkan:</h3>
<p>1. Komposisi foto yang baik<br />
2. Pengunaan / penempatan sumber cahaya/lighting yang tepat untuk menonjolkan hal-hal yang indah dan menutupi hal yang kurang indah<br />
3. Penguasaan digital imaging untuk membuat gambar lebih cantik lagi (tapi awas berlebihan!)<br />
4. Less is more : Fokus ke yang cantik &amp; indah saja<br />
5. Cari pemandangan atau orang yang cantik untuk di foto<br />
6. Kuasai dasar fotografi dan pengunaan lensa yang tepat<br />
7. Perhatikan harmoni dan keseimbangan : Warna, tekstur dan hubungan antara subjek dan latar belakang perlu dipertimbangkan.</p>
<div id="attachment_1023" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-1023" title="Wave Goodbye" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/03/beauty-sunset-kevin-cole.jpg" alt="Indah = Pemandangan alam yang kaya warna - foto oleh Kevin Cole - Creative Commons" width="500" height="333" />
	<p class="wp-caption-text">Indah = Pemandangan alam yang kaya warna - foto oleh Kevin Cole - Creative Commons</p>
</div>
<p>Nah gampang kan membuat foto yang cantik dan indah? Tapi fotografi bukan terbatas hanya membuat foto yang cantik dan indah saja. Fotojurnalisme misalnya, justru sengaja menghindari yang cantik-cantik dan indah-indah. Malahan mencari kondisi kehidupan yang kurang baik, misalnya korban perang, gempa bumi dan lain-lain.</p>
<p>Ada pula human interest yang fokus kepada adegan-adegan dan realita kehidupan yang  alami.  Selain itu ada fotografer yang memfokuskan untuk mengabadikan hal-hal yang sering dijumpai sekitar rumah. Meski bagi sebagian orang akan menganggap fotografi yang tidak indah dan tidak cantik membosankan, tapi dengan komposisi dan pencahayaan tertentu, foto bisa terlihat lebih menarik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/03/tips-foto-yang-indah-dan-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cahaya yang keras vs Cahaya yang lembut untuk foto potret</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2011/02/cahaya-yang-keras-vs-cahaya-yang-lembut-untuk-foto-potret/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2011/02/cahaya-yang-keras-vs-cahaya-yang-lembut-untuk-foto-potret/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 15:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[lighting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[Cahaya yang seperti apa yang bagus buat potret?
Cahaya yang keras, sumber cahayanya relatif kecil, yaitu sinar matahari di sore hari. Arah cahaya dari arah samping kanan model.
Mungkin ada yang bingung, sinar matahari kok disebut sumber cahaya yang kecil? Ini karena letaknya yang sangat jauh dari bumi sehingga menjadi relatif kecil dipandang dari bumi, kecuali bila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: left;margin-right: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F02%2Fcahaya-yang-keras-vs-cahaya-yang-lembut-untuk-foto-potret%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2011%2F02%2Fcahaya-yang-keras-vs-cahaya-yang-lembut-untuk-foto-potret%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Cahaya yang seperti apa yang bagus buat potret?</p>
<div id="attachment_962" class="wp-caption alignright" style="width: 200px">
	<img class="size-medium wp-image-962 " title="potret-cahaya-keras" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/02/potret-cahaya-keras-200x300.jpg" alt="potret-cahaya-keras" width="200" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Foto potret dengan cahaya ang keras</p>
</div>
<p>Cahaya yang keras, sumber cahayanya relatif kecil, yaitu sinar matahari di sore hari. Arah cahaya dari arah samping kanan model.</p>
<p>Mungkin ada yang bingung, sinar matahari kok disebut sumber cahaya yang kecil? Ini karena letaknya yang sangat jauh dari bumi sehingga menjadi relatif kecil dipandang dari bumi, kecuali bila awan menutupi sinar matahari.</p>
<p>Kalau kita perhatikan, cahaya yang keras menghasilkan foto yang sangat kontras. Bayangan yang terbentuk juga sangat jelas dan ngeblok (pemisahan yang jelas antara bagian yang disinari dan bayangan). Bayangan semacam ini menutupi sebagian sisi wajah sehingga wajah model terlihat menjadi kurus. Tekstur kulit seperti jerawat, keriput akan menonjol (untungnya, model kita ini memiliki wajah yang cukup mulus).</p>
<p>Sebaliknya cahaya yang lembut akan menghasilkan foto yang tidak sekontras cahaya yang keras, tekstur muka tidak terlalu menonjol, dan bayangannya bergradasi atau hampir tidak ada.</p>
<div id="attachment_968" class="wp-caption alignright" style="width: 189px">
	<img class="size-medium wp-image-968" title="potret-cahaya-lembut" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2011/02/potret-cahaya-lembut2-189x300.jpg" alt="potret-cahaya-lembut" width="189" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Foto potret dengan cahaya yang lembut</p>
</div>
<p>Untuk mendapatkan cahaya yang lembut, kita perlu sumber cahaya yang relatif besar, dalam foto ini, sebuah reflektor berbentuk bulat di gunakan untuk memblok sinar matahari yang datang dari sebelah kanan model. Sehingga jatuhnya cahaya lingkungan lebih merata di wajah model.</p>
<p>Nah yang mana yang lebih bagus? cahaya yang keras atau lembut? semua tergantung selera. Menurut saya dua-duanya sama bagus. Cahaya yang keras terlihat lebih dramatis, sedangkan cahaya yang lembut membuat wajah lebih halus.</p>
<p>Nah, buat teman-teman sekalian, menurut kalian sendiri, mana yang lebih bagus? foto yang atas atau yang bawah? terus alasannya apa?</p>
<p>Jawabannya ditunggu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2011/02/cahaya-yang-keras-vs-cahaya-yang-lembut-untuk-foto-potret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

