<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Fotografi</title>
	<atom:link href="http://www.infofotografi.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infofotografi.com/blog</link>
	<description>Mengulas segala hal yang berkaitan dengan fotografi digital</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Mar 2010 07:29:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kamera pro dan kamera amatir</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/03/kamera-pro-dan-kamera-amatir/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/03/kamera-pro-dan-kamera-amatir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 05:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Baru baru ini ada yang berkomentar di blog ini bahwa ada temannya yang memilih kamera bekas Canon 1d mark IIn (2005) dibanding dengan Canon 7D (2009). Alasan teman tersebut cukup sederhana, karena Canon 1d mark IIn adalah kamera pro.
Sebenarnya, apa sih yang membedakan antara kamera pro dan bukan? Menurut saya, sebenarnya tidak ada kamera yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F03%2Fkamera-pro-dan-kamera-amatir%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F03%2Fkamera-pro-dan-kamera-amatir%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Baru baru ini ada yang berkomentar di blog ini bahwa ada temannya yang memilih kamera bekas Canon 1d mark IIn (2005) dibanding dengan Canon 7D (2009). Alasan teman tersebut cukup sederhana, karena Canon 1d mark IIn adalah kamera pro.</p>
<p>Sebenarnya, apa sih yang membedakan antara kamera pro dan bukan? Menurut saya, sebenarnya tidak ada kamera yang berlabel pro atau amatir. Yang ada yaitu kamera pemula, yang identik dengan mudah dipakai dan relatif lebih ringan dan kecil. Sedangkan kamera canggih adalah kamera yang lebih rumit untuk dioperasikan dan memiliki kualitas badan kamera yang lebih berat dan tahan cuaca.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-460" title="canon-7d-vs-canon-1d-mark-iin" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/canon-7d-vs-canon-1d-mark-iin.jpg" alt="canon-7d-vs-canon-1d-mark-iin" width="484" height="157" /></p>
<p>Label pro lebih cocok untuk diberikan kepada fotografer daripada kamera. Fotografer pro adalah seseorang yang mengandalkan sebagian besar penghasilannya dari sektor fotografi.</p>
<p>Kaerena itulah, meski seorang fotografer mengunakan kamera SLR pemula, kamera saku atau kamera ponsel sekalipun, fotografer tersebut tetap fotografer profesional. Demikian juga sebaliknya, meski memakai kamera canggih, tapi hanya mengunakan kamera untuk hobi, maka orang tersebut tetap disebut fotografer amatir.</p>
<p>Tapi Anda perlu waspada juga, bila Anda ingin mencari uang dengan kamera pemula, maka Anda harus pastikan hasil foto Anda memuaskan klien, karena bila tidak, hal ini bisa dijadikan sebuah alasan untuk menggugat Anda di pengadilan.</p>
<p>Kembali ke pertanyaan awal, apakah keputusan membeli Canon 1d mark IIn lebih bijak daripada 7D? Kalau dilihat dari sisi teknologi, 1d mark IIn yang merupakan keluaran tahun 2005 tentunya sudah ketinggalan jaman. Hampir semua aspek kamera dari resolusi foto, auto fokus, kualitas layar LCD, fitur video dari Canon 7D melebihi Canon 1d mark IIn. Maka dari itu dalam membeli kamera, seyogyanya jangan terjebak dengan label kamera pro semata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/03/kamera-pro-dan-kamera-amatir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan membeli kamera saku / kompak</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/panduan-membeli-kamera-saku-kompak/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/panduan-membeli-kamera-saku-kompak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 11:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[kamera saku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Ingin membeli kamera saku  tapi bingung memilih? Anda bukan sendiri karena banyak sekali orang-orang yang bingung apa yang sebenarnya perlu diperhatikan sebelum membeli kamera saku. Nah, apa saja fitur yang menurut saya penting?
1. Lensa: Baik di digital SLR atau kamera saku, kualitas lensa sangat menentukan kualitas foto. Saya sendiri sangat menyukai lensa lebar, terutama lensa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fpanduan-membeli-kamera-saku-kompak%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fpanduan-membeli-kamera-saku-kompak%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Ingin membeli kamera saku  tapi bingung memilih? Anda bukan sendiri karena banyak sekali orang-orang yang bingung apa yang sebenarnya perlu diperhatikan sebelum membeli kamera saku. Nah, apa saja fitur yang menurut saya penting?</p>
<p><strong>1. Lensa</strong>: Baik di digital SLR atau kamera saku, kualitas lensa sangat menentukan kualitas foto. Saya sendiri sangat menyukai lensa lebar, terutama lensa yang berukuran kurang lebih 24mm, karena lensa lebar ini sangat baik untuk foto pemandangan, foto gedung, atau foto di dalam ruangan. Lensa yang memiliki image stabilization (IS) juga sangat membantu untuk foto di kondisi cahaya yang gelap.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong></p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 225px">
	<img src="http://www.enchetjin.com/Philadelphia/Street-Architecture/R1020708/787237137_F7Dde-S.jpg" alt="Dengan lensa lebar yaitu 28mm, saya bisa mengambil foto gedung tinggi dengan mudah" width="225" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Dengan lensa lebar yaitu 28mm, saya bisa mengambil foto gedung tinggi dengan mudah</p>
</div>
<p></strong></p>
<p><strong>2. Interface kamera:</strong> Yang dimaksud adalah bagaimana susunan tombol-tombol dan menu. Apakah tombol-tombol di susun sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan kamera? dan apakah menu kamera mudah dimengerti dan disusun secara logis? Hal ini penting diperiksa karena sangat mempengaruhi keasyikan dan kecepatan pengambilan foto.</p>
<p><strong>3. Kualitas badan kamera:</strong> Banyak kamera yang kualitas casingnya terbuat dari plastik yang sangat tipis, sehingga mudah tergores atau bonyok. Saya sarankan untuk menghindari badan kamera yang terlalu rapuh, terutama bila Anda adalah orang yang cukup selebor.</p>
<p><strong>4. Kontrol manual eksposur:</strong> Fitur ini penting apabila Anda ingin belajar prinsip dasar fotografi dan ingin membuat foto-foto kreatif.</p>
<p><strong>5. Terakhir adalah kualitas layar LCD.</strong> Kualitas LCD penting karena dalam kamera saku, Anda akan mengunakan layar LCD untuk mengkomposisikan foto, dan juga untuk memeriksa foto apakah foto yang diambil baik atau tidak.</p>
<h3>Lalu fitur apa yang menurut saya tidak begitu penting tapi sering dipikir penting?</h3>
<p><strong>1. Megapiksel: </strong>Asalkan kamera digital Anda memiliki kemampuan merekam foto enam megapixel atau lebih, itu sudah cukup untuk mencetak ukuran poster. Jadi tidak perlu memfokuskan pilihan pada kamera yang memiliki ukuran megapixel terbesar.</p>
<p><strong>2.  Panjang zoom:</strong> Ada kamera yang bisa zoom sampai 30x, tapi menurut saya antara 5 sampai 10 kali sudah cukup baik. Saya sendiri menyukai kamera dengan lensa yang tidak bisa zoom, saya merasa dengan mengunakan kamera tersebut saya bisa lebih berhati-hati dalam mengambil gambar dan memaksa saya untuk bergerak mencari sudut pandanga terbaik.</p>
<p><strong>3. Proses foto di dalam kamera:</strong> Seperti kroping gambar, proses efek-efek tertentu, tidak penting dan tidak dianjurkan karena proses tersebut menghabiskan baterai dengan waktu cepat dan juga tidak sebaik bila kita mengunakan komputer.</p>
<p><strong>4. Beberapa fitur tambahan</strong> seperti deteksi wajah, anti kedip, gps, rekam video dan lain-lain tidak penting tapi biasanya sudah di bundel di kamera saku yang tersedia di pasaran.</p>
<p>Demikian panduan singkat saya dalam memilih kamera saku / kompak. Semoga membantu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/panduan-membeli-kamera-saku-kompak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supaya foto tidak blur bagian II</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/supaya-foto-tidak-blur-bagian-ii/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/supaya-foto-tidak-blur-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 02:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan yang lalu, saya menulis tentang bagaimana mencegah blur pada foto. Di artikel tersebut, saya menjelaskan tentang beberapa faktor penting seperti setting shutter speed dan kaitannya dengan rentang fokal lensa, kecepatan gerak subjek, dan besarnya megapixel.
Selain yang disebut diatas, masih ada lagi faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi, antara lain:
Bila semua setting kamera sama, maka faktor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fsupaya-foto-tidak-blur-bagian-ii%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fsupaya-foto-tidak-blur-bagian-ii%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Beberapa bulan yang lalu, saya menulis tentang <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/08/supaya-foto-tidak-blur/" target="_blank">bagaimana mencegah blur pada foto</a>. Di artikel tersebut, saya menjelaskan tentang beberapa faktor penting seperti setting shutter speed dan kaitannya dengan rentang fokal lensa, kecepatan gerak subjek, dan besarnya megapixel.</p>
<p>Selain yang disebut diatas, masih ada lagi faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi, antara lain:</p>
<p>Bila semua setting kamera sama, maka faktor lain yang mempengaruhi adalah:</p>
<p><strong>1. Arah gerak subjek yang bergerak</strong> : Subjek yang bergerak mendekati dan menjauhi kamera akan lebih mudah dibekukan daripada subjek yang bergerak dari kiri ke kanan atau sebaliknya.</p>
<p><strong>2. Jarak antara kamera dengan subjek yang bergerak :</strong> Semakin jauh jaraknya, semakin mudah membekukan subjek tersebut daripada subjek yang dekat.</p>
<div id="attachment_448" class="wp-caption alignright" style="width: 225px">
	<img class="size-medium wp-image-448" title="tips-foto-kabur" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/tips-foto-kabur-225x300.jpg" alt="Taxi yang di depan terlihat lebih kabur daripada taxi yang dibelakang. Hal ini disebabkan karena jarak antara Taxi terdepan ke kamera lebih dekat." width="225" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Taxi yang di depan terlihat lebih kabur daripada taxi yang dibelakang. Hal ini disebabkan karena jarak antara Taxi terdepan ke kamera lebih dekat.</p>
</div>
<p>Dalam praktek di lapangan, seringkali kita tidak dapat mengunakan shutter speed tinggi untuk membekukan subjek foto terutama karena  kondisi lapangan yang gelap. Maka dari itu, dengan mengunakan prinsip-prinsip diatas untuk keuntungan kita.</p>
<p>Apabila kita memotret orang atau benda yang mendekati kita dari depan, maka kita dapat mengunakan shutter speed sedikit lebih pelan, demikian juga memotret subjek yang jauh dari kita. Tetapi hati-hati kalau subjek foto dekat dengan kita ataupun gerakannya dari kiri ke kanan/kanan ke kiri kamera, kita perlu menaikkan kecepatan rana/shutter speed bila ingin membekukan subjek tersebut.</p>
<p>Semoga cukup jelas dan membantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/supaya-foto-tidak-blur-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips menyusun portofolio fotografi</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-menyusun-portofolio-fotografi/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-menyusun-portofolio-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 09:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[portofolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan pertanyaan, bagaimana cara menyusun portofolio fotografi, dan hari ini saya ingin membahasnya lebih terperinci.
Portofolio seharusnya adalah representasi dari karya terbaik Anda. Portofolio pada umumnya berisi foto-foto yang paling disukai dan menggambarkan jenis dan gaya fotografi Anda dengan jelas.
Portfolio tidak perlu berisi banyak foto. Bila terlalu banyak, apalagi tercampur dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Ftips-menyusun-portofolio-fotografi%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Ftips-menyusun-portofolio-fotografi%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan pertanyaan, bagaimana cara menyusun portofolio fotografi, dan hari ini saya ingin membahasnya lebih terperinci.</p>
<p>Portofolio seharusnya adalah representasi dari karya terbaik Anda. Portofolio pada umumnya berisi foto-foto yang paling disukai dan menggambarkan jenis dan gaya fotografi Anda dengan jelas.</p>
<p>Portfolio tidak perlu berisi banyak foto. Bila terlalu banyak, apalagi tercampur dengan foto-foto yang biasa-biasa saja, calon klien, bos atau sekolah akan menganggap karya Anda tidak konsisten dan merupakan fotografer biasa-biasa saja. Selain itu semakin banyak foto semakin besar kemungkinan gagal dalam meninggalkan kesan yang mendalam. Oleh sebab itu, portfolio yang baik cukup berisi kurang lebih 12-30 foto. <span id="more-442"></span></p>
<p>Foto-foto yang ditampilkan juga sebaiknya merupakan jenis foto yang Anda paling sukai, contohnya bila Anda menyukai foto model atau potret, maka portfolio Anda seharusnya adalah foto potret bukan foto satwa atau foto lain lainnya.</p>
<p>Apabila Anda memang memiliki minat lebih dari satu jenis fotografi, dan Anda sangat mahir di keduanya, misalnya foto pernikahan dan foto model, maka siapkan dua kategori portofolio, jangan dicampur aduk.</p>
<p>Saat sekarang ini, meskipun banyak fotografer menampilkan portfolionya lewat website berupa galeri foto atau slideshow, portfolio yang berisi foto yang dicetak tetap lebih baik.  Website cukup berguna, tapi jangan hanya mengandalkan website saja.</p>
<p>Kualitas cetak dan kemasan portofolio Anda juga harus di perhatikan. Cetaklah foto dengan kualitas kertas yang baik, jangan mengandalkan printer pribadi atau lab foto yang biasa mencetak foto untuk umum. Carilah lab foto berkualitas profesional yang bisa dipercaya. Lalu jangan pula asal memasukkan foto-foto ke dalam map. Tapi bikin kemasan yang kreatif dan sesuai dengan visi Anda. Bila Anda tidak menghargai karya Anda sendiri, bagaimana mengharapkan orang lain untuk menghargai karya Anda.</p>
<p>Kemasan portofolio Anda akan memberikan suatu sinyal penting berapa tingkat kreatifitas dan tingkat perhatian Anda terhadap detil. Bila Anda menemui kesulitan, Anda bisa meminta bantuan desainer komunikasi visual / grafis untuk membantu Anda.</p>
<p>Demikian tips tips saya tentang cara menyusun portofolio, semoga bermanfaat.</p>
<p>Situs yang berguna:</p>
<p><a href="http://blog.noplasticsleeves.com/" target="_blank">No Plastic Sleeves</a>: Ide-ide menyusun kemasan portfolio</p>
<p><a href="http://www.photoshelter.com/" target="_blank">Photo Shelter</a> : webhosting dan foto galeri siap pakai.</p>
<p>Contoh:<br />
<object width="560" height="340"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9XDxCCifMY8&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/9XDxCCifMY8&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="560" height="340"></embed></object></p>
<p>and</p>
<p><object width="560" height="340"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xyxeie8aqE8&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/xyxeie8aqE8&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="560" height="340"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-menyusun-portofolio-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips buat pemakai kamera saku &#8211; gunakan self timer</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 01:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kamera saku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Ada tips kecil dari saya hari ini untuk pemakai kamera saku, terutama yang berukuran kecil. Seringkali bila kita memotret di ruangan yang agak gelap, gambar yang kita hasilkan banyak yang kabur.
Salah satu penyebab utamanya adalah sewaktu kita menekan tombol shutter untuk mengambil gambar, tidak terasa tangan kita membuat kamera tersebut bergoyang, karena itulah gambar kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Ftips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Ftips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer%2F" height="61" width="51" /></a></div><p><img class="alignright size-medium wp-image-435" title="self-timer" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/self-timer-291x300.jpg" alt="self-timer" width="175" height="180" />Ada tips kecil dari saya hari ini untuk pemakai kamera saku, terutama yang berukuran kecil. Seringkali bila kita memotret di ruangan yang agak gelap, gambar yang kita hasilkan banyak yang kabur.</p>
<p>Salah satu penyebab utamanya adalah sewaktu kita menekan tombol shutter untuk mengambil gambar, tidak terasa tangan kita membuat kamera tersebut bergoyang, karena itulah gambar kita bisa jadi kabur. Hal ini menjadi lebih parah apabila kamera Anda kecil dan tipis. Untuk itu maka saya sarankan mengunakan self timer.</p>
<p>Self timer adalah fungsi dimana kamera mengambil gambar otomatis setelah kita menekan tombol shutter. Kita bisa menentukan jeda waktunya selama dua atau sepuluh detik. Biasanya fungsi ini digunakan untuk foto grup, tapi bisa digunakan juga untuk foto biasa. Dengan mengunakan self timer, maka kamera lebih stabil saat gambar diambil. Semoga membantu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/tips-buat-pemakai-kamera-saku-gunakan-self-timer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peralatan minimal untuk fotografi pernikahan</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 13:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[prewed]]></category>
		<category><![CDATA[wedding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.
Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fperalatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.</p>
<p>Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, apa kira-kira alat yang dibutuhkan?</p>
<h3>KAMERA</h3>
<p>Minimalnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, kenapa bukan kamera saku atau superzoom? karena kamera digital SLR dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dan juga auto fokusnya jauh lebih cepat dan akurat. Selain itu, kamera DSLR dengan lensa lebar dapat menghasilkan foto yang bagaikan di dunia fantasi. Lalu jenis kamera mana yang baik? kamera DSLR yang memiliki harga sekitar lima sampai enam jutaan cukup baik. Kalau dana terbatas, lebih baik prioritaskan lensa dan alat-alat lainnya.</p>
<h3>LENSA</h3>
<p>Biasanya, saat membeli kamera digital SLR, Anda juga otomatis membeli lensa dalam satu paket. Kebanyakan paket tersebut adalah lensa standar zoom. Lensa ini bukan yang terbaik, tapi cukup baik untuk digunakan. Anda juga perlu satu lensa lagi yang memiliki bukaan besar, seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.<span id="more-428"></span></p>
<h3>LAMPU</h3>
<p>Lampu kilat adalah wajib, terutama untuk foto di dalam ruangan. Lampu kilat berkisar antara dua sampai lima juta Rupiah. Memang ada fotografer yang tidak memakai lampu kilat, tapi untuk memakai gaya ini memerlukan alat fotografi yang berat. Belilah lampu kilat yang bisa diputar kepalanya, sehingga Anda bisa mengarahkan lampu.</p>
<h3>LAIN-LAIN</h3>
<p>Jangan lupa batere tambahan, terutama bila Anda memotret dari pagi sampai malam. Juga siapkan kartu memori yang memadai. Untuk seharian, minimal dibutuhkan antara 20-40 GB.</p>
<p>Itulah alat-alat fotografi minimal yang diperlukan untuk fotografi pernikahan. Lalu, apabila Anda dibayar sebagai profesional, Anda harus mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa kamera dan lampu kilat tambahan, untuk menjaga-jaga apabila kamera rusak mendadak. Semoga sukses!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/peralatan-minimal-untuk-fotografi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto apa yang bagus?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/foto-apa-yang-bagus/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/foto-apa-yang-bagus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 11:47:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Kadang mungkin Anda bertanya, apa sih yang membuat sebuah foto itu bagus? ini pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Setiap orang memiliki ide atau kriteria masing-masing dalam menilai apakah sebuah foto dianggap bagus atau jelek.
Pada dasarnya, foto dianggap baik apabila memiliki kualitas teknis yang baik, seperti apakah foto tersebut cahayanya baik, cukup terang atau tidak terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Ffoto-apa-yang-bagus%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Ffoto-apa-yang-bagus%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Kadang mungkin Anda bertanya, apa sih yang membuat sebuah foto itu bagus? ini pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Setiap orang memiliki ide atau kriteria masing-masing dalam menilai apakah sebuah foto dianggap bagus atau jelek.</p>
<p>Pada dasarnya, foto dianggap baik apabila memiliki kualitas teknis yang baik, seperti apakah foto tersebut cahayanya baik, cukup terang atau tidak terlalu gelap, apakah subjek foto itu kabur atau tajam, apakah komposisi foto sesuai dengan situasi yang ada.</p>
<p>Tapi kualitas teknis jauh dari cukup, sebenarnya, kualitas teknik terkadang tidak sepenting hal-hal dibawah ini:</p>
<p><strong>Hubungan antara foto dan permirsa:</strong> Bila sebuah foto memiliki suatu ikatan atau hubungan antara seorang dengan yang lain, maka foto tersebut dianggap bagus. Misalnya, foto waktu kecil, atau foto pernikahan  menurut kebanyakan orang adalah foto yang bagus karena ada ikatan emosi antara pemirsa dan foto tersebut.</p>
<p><strong>Proses:</strong> Dalam mengambilan foto, kadang prosesnya yang membuat foto itu bermakna lebih dari foto itu sendiri. Contohnya foto perang di garis depan atau foto di tempat-tempat sulit seperti gunung Everest, foto dibulan dan sebagainya. Proses mendapatkan foto inilah yang lebih dihargai daripada teknis belaka.</p>
<p><strong>Emosi dan Aksi:</strong> Ada foto yang bisa membangkitkan emosi permirsa, dan juga membuat pemirsa ingin melakukan sesuatu. Foto jenis ini sering di dapati di koran-koran atau majalah, seperti foto korban bencana perang, alam dan lain-lain.</p>
<p>Dan mungkin masih banyak lagi yang lain yang termasuk kategori bagus. Menurut saya, kita tetap perlu belajar fotografi secara teknis, kemudian meningkatkannya dengan memperhatikan relevansinya terhadap pemirsa, proses dan kekuatan emosi yang terdapat dalam foto tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/foto-apa-yang-bagus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa mengajar fotografi?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/mengapa-mengajar-fotografi/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/mengapa-mengajar-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 09:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, seiring dengan perkembangan fotografi digital dan sosial media (Facebook, Friendster, blog..) yang pesat, banyak sekali yang ingin belajar fotografi. Orang-orang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada yang ingin belajar untuk keperluan pribadi, seperti foto acara keluarga dan anak, ada juga yang untuk hobi, dan sebagian lainnya untuk bekerja di bidang fotografi.
Lalu, bila Anda memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fmengapa-mengajar-fotografi%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F02%2Fmengapa-mengajar-fotografi%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Saat ini, seiring dengan perkembangan fotografi digital dan sosial media (Facebook, Friendster, blog..) yang pesat, banyak sekali yang ingin belajar fotografi. Orang-orang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada yang ingin belajar untuk keperluan pribadi, seperti foto acara keluarga dan anak, ada juga yang untuk hobi, dan sebagian lainnya untuk bekerja di bidang fotografi.</p>
<p>Lalu, bila Anda memiliki pengetahuan dalam bidang fotografi, kenapa tidak Anda mengajar fotografi? Banyak yang enggan mengajarkan ilmunya karena beberapa faktor. Pertama, bila kita mengajarkan kepada orang lain, katakanlah teman, dan kalau dia menjadi lebih mahir dari kita, tentunya dinamika hubungan antara pertemanan tersebut akan berubah, kemungkinan Anda akan merasa cemburu. <span id="more-419"></span></p>
<p>Selain itu, kalau mengajarkan kepada orang yang ingin bekerja di bidang fotografi, dapat mengakibatkan Anda kehilangan pelanggan potenial karena meningkatnya persaingan.</p>
<p>Mengajar memiliki keuntungan juga, baik secara material atau batiniah. Secara materi, mengajar fotografi secara formal atau informal, bisa menghasilkan uang. Tidak lama ini, saya mendapatkan info bahwa enam pertemuan kursus fotografi dasar biayanya sekitar satu juta enam ratus ribu per orang. Mengingat kursus tersebut dibuka untuk grup, maka penghasilan guru fotografi sangat lumayan dibandingkan menjadi pegawai kantoran biasa.</p>
<p>Tidak kalah penting juga, mengajar fotografi baik di bayar maupun tidak, memiliki keuntungan lain yang jauh lebih besar pahalanya. Dengan mengajar, kita bisa lebih memahami fotografi. Dulu, kata guru saya, bila kamu bisa menjelaskan atau mengajarkan kepada teman bahan pelajaran ini maka itu tandanya kamu sudah memahami.</p>
<p>Selain itu, bila kita mengajar fotografi, otomatis kita akan didorong untuk mencari bahan-bahan fotografi sehingga meningkatkan ilmu kita sendiri.</p>
<p>Mengajar juga memberikan kepuasan batin. Dosen saya dulu berkata, ketika dia berusaha menjelaskan mahasiswa tentang konsep fotografi yang sulit, terkadang dia melihat mata mahasiswa bahwa mereka memahami konsep itu, dan itulah kepuasan batin seorang guru. Dia juga menambahkan bahwa pada akhirnya, kepuasan bukan ditentukan dari barang atau uang yang bisa direguk, tapi lebih ke kepuasan karena bisa membantu orang lain.</p>
<p>Pada akhirnya, kita mengajar atau tidak, orang-orang juga akan mencari ilmu di tempat lain, oleh sebab itu, mengajarlah, supaya pengetahuan dan pahala Anda terus bertambah.</p>
<blockquote><p>&#8220;To teach is to learn twice.&#8221; ~Joseph Joubert</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/02/mengapa-mengajar-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Lampu kilat : OFF camera flash</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampu Kilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Di banyak kesempatan, terutama saat kita membuat foto potret baik perorangan ataupun kelompok, teknik off camera flash ini cukup penting untuk membuat foto kita lebih baik. Teknik ini cukup sederhana, kuncinya adalah lampu kilat di kamera Anda harus dilepas dari kamera dan diarahkan ke langit-langit.
Nah, lalu karena lampu kilat itu terlepas dari kamera, Anda perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fteknik-lampu-kilat-off-camera-flash%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fteknik-lampu-kilat-off-camera-flash%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Di banyak kesempatan, terutama saat kita membuat foto potret baik perorangan ataupun kelompok, teknik off camera flash ini cukup penting untuk membuat foto kita lebih baik. Teknik ini cukup sederhana, kuncinya adalah lampu kilat di kamera Anda harus dilepas dari kamera dan diarahkan ke langit-langit.</p>
<p>Nah, lalu karena lampu kilat itu terlepas dari kamera, Anda perlu cara untuk mengkomunikasi antara lampu kilat dengan kamera, untuk itu Anda perlu fitur <em>wireless flash trigger/commander</em>. Bila kamera Anda tidak memiliki fitur ini, Anda mau tidak mau harus membeli alat tambahan seperti <em>cable sync flash</em> atau <em>radio wireless trigger</em> untuk menghubungkan antara kamera dan flash. Bila kamera Anda punya fitur ini, maka tinggal pakai <em>built-in flash</em> (lampu kilat kecil di kamera) sebagai alat pengontrolnya. Beberapa kamera yang sudah memiliki fitur ini adalah Nikon D90, D300, D300s, D200, Olympus E-620, Canon 7D dan lain lain.</p>
<p>Bila kita memotret dengan mengunakan lampu kilat yang diarahkan secara langsung ke wajah orang,  maka foto yang dihasilkan akan datar. Selain itu bayangan yang dihasilkan kasar dan terlihat jelas di latar belakang. Lebih dari itu, terlihat pantulan sinar dari wajah subjek foto.</p>
<div id="attachment_412" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px">
	<img class="size-full wp-image-412" title="DSC_0260" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/DSC_0260.jpg" alt="Foto dengan mengunakan lampu kilat yang langsung diarahkan ke subjek foto" width="510" height="254" />
	<p class="wp-caption-text">Foto dengan mengunakan lampu kilat yang langsung diarahkan ke subjek foto</p>
</div>
<p>Bila mengunakan teknik OFF camera flash ini, foto wajah akan terlihat lebih alami, terlihat memiliki tiga dimensi, dan bayangan juga jatuh ke bawah sehingga tidak mengganggu.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px">
	<img class="  " src="http://www.enchetjin.com/Rally-and-Community-Services/Martin-Luther-King-Day-of/DSC7794/769676830_ERm5C-M.jpg" alt="Dengan mengunakan teknik off camera flash" width="486" height="323" />
	<p class="wp-caption-text">Dengan mengunakan teknik off camera flash</p>
</div>
<p class="note">Catatan: Pastikan langit-langit berwarna putih karena bila tidak, warna foto akan terkontaminasi dengan warna langit-langit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/teknik-lampu-kilat-off-camera-flash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin kelihatan seperti fotografer profesional ?</title>
		<link>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/ingin-kelihatan-seperti-fotografer-profesional/</link>
		<comments>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/ingin-kelihatan-seperti-fotografer-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 00:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enche</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain lain]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infofotografi.com/blog/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang saya suka heran mengapa banyak fotografer amatir atau bahkan pemula ingin terlihat seperti fotografer profesional. Saya sendiri lebih suka tampil low profile atau sesuai dengan keadaan, misalnya kalau di acara pernikahaan, saya akan pakai jas dan celana sopan, bila memotret acara kampus, saya akan pakai baju biasa seperti mahasiswa lainnya. Tujuannya biar tidak banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fingin-kelihatan-seperti-fotografer-profesional%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.infofotografi.com%2Fblog%2F2010%2F01%2Fingin-kelihatan-seperti-fotografer-profesional%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Terkadang saya suka heran mengapa banyak fotografer amatir atau bahkan pemula ingin terlihat seperti fotografer profesional. Saya sendiri lebih suka tampil <em>low profile</em> atau sesuai dengan keadaan, misalnya kalau di acara pernikahaan, saya akan pakai jas dan celana sopan, bila memotret acara kampus, saya akan pakai baju biasa seperti mahasiswa lainnya. Tujuannya biar tidak banyak mata menuju pada saya sehingga orang disekitar saya tidak melulu memperhatikan saya atau terganggu karena kehadiran saya.</p>
<p>Tapi mungkin Anda berpendapat lain. Mungkin Anda ingin tampil beda atau ingin dikenali sebagai fotografer pro sehingga orang segan pada Anda atau untuk menarik orang untuk menjadi klien Anda. Oleh sebab itu, ada beberapa saran supaya Anda terlihat seperti fotografer profesional.</p>
<ul>
<li>Pakai kamera yang besar lalu pasang battery grip dibawahnya sehingga kamera terlihat lebih besar. Kalau perlu bawa dua kamera atau lebih.</li>
<li>Pakai lensa telephoto zoom yang panjang, lalu sering keker-keker dan mainkan zoom atau fokusnya.</li>
<li>Pakai jas khusus fotografer yang berkantong banyak.</li>
<li>Bawa tripod yang besar dan panjang</li>
<li>Bawa buku catatan kecil dan pena, kemudian kadang-kadang mencatat-catat sesuatu. Ini akan membuat orang berpikir, wah serius juga fotografernya.</li>
</ul>
<p>Dengan mempraktekkan ide-ide diatas ini, semoga Anda terlihat lebih profesional, tapi jangan sampai overdosis seperti dibawah ini:<br />
<span id="more-400"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-401" title="fotografer-kamera-banyak" src="http://www.infofotografi.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/fotografer-kamera-banyak.jpg" alt="fotografer-kamera-banyak" width="450" height="676" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infofotografi.com/blog/2010/01/ingin-kelihatan-seperti-fotografer-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
