≡ Menu

Flash Godox, trigger dan aksesorisnya

Godox adalah brand yang memproduksi peralatan lighting khususnya flash dan lampu studio. Banyak merk lain yang sudah lebih dulu membuat peralatan lighting tapi Godox memiliki kelebihan yaitu berhasil membangun ekosistem yang lengkap dimana setiap peralatan yang dibuat bisa saling kompatibel, salah satunya berkat fitur wireless yang bisa mengatur 5 grup dan 32 channel. Godox juga bisa mendukung teknologi TTL flash dari berbagai sistem seperti Canon, Nikon, Sony, Fuji hingga Olympus dan Panasonic.

Sebelumnya, untuk menghubungkan antara kamera dan flash (supaya saat jepret, flash menyala), dibutuhkan sepasang alat, yaitu transmitter atau kadang disebut trigger, dan receiver. Kadang hal ini cukup merepotkan karena selain bawaan nambah saat shooting outdoor, dan juga perlu ingat membawa baterainya. Belum lagi kebanyakan trigger meski wireless tapi tidak mendukung TTL. Frekuensi yang dipakai juga kadang tidak standard sehingga kerap terganggu oleh frekuensi lain seperti radio komunikasi.

Setiap flash, lampu studio Godox yang baru sudah memakai spektrum frekuensi yang aman di 2,4 GHz dan sudah dilengkapi dengan receiver built-in dan sebagian juga sudah dilengkapi dengan baterai Lithium berkapasitas tinggi dan bisa di-recharge, sehingga lebih efisien. Kelebihan Godox lainnya yaitu harga unit flash dan transmitternya juga cukup terjangkau dibandingkan dengan flash seperti merk kamera.

Produk Godox yang ada bisa dikelompokkan menjadi lampu flash dan lampu studio. Lampu flash cirinya bisa pakai baterai sehingga bisa dipakai di luar ruangan. Flash Godox terbagi dua kelompok lagi yaitu flash speedlight yang biasanya dipasang diatas kamera, dan flash Witstro yang menyerupai lampu studio (sudah ada mount/dudukan untuk memasang aksesori seperti softbox). Kini bahkan Godox membuat juga flash kecil untuk kamera ponsel (Godox A1), dan semua produk ini tetap kompatibel satu sama lain.

Kompatibel artinya untuk penggunaan beberapa lampu, kita bisa memilih unit apa yang akan dijadikan master yang akan dipasang di atas kamera (bisa flash atau trigger) dan lampu Godox apa saja bisa jadi slave dengan pengaturan RF 2,4GHz. Bahkan lampu studio bisa menerima sinyal dari trigger Godox apa saja, baik itu trigger untuk Canon, Nikon, Sony atau yang lain. Dengan lini produk lengkap, kompatibel dan harga kompetitif membuat sistem lampu Godox menjadi populer di kalangan hobi maupun profesional.

Lebih lanjut mengenai produk Godox yang ada di pasaran :

Flash

Bentuk flash TT600, TT685 dan V860

Flash eksternal yang bisa dipasang di atas kamera, untuk memberikan hasil lebih kuat dari built-in flash, dan bisa di bounce sesuai kebutuhan. Produk Godox flash cukup bervariasi sesuai kebutuhan pengguna, misal yang kekuatan tinggi, kekuatan sedang, atau yang TTL dan manual.

Produk flash Godox yang ada diantaranya :

  • V860 II atau TT685, flash TTL dengan GN60 yang sarat fitur yang jadi flagship, bedanya V860 II pakai baterai Lithium dan TT685 pakai 4x AA. Flash ini cocok digunakan di atas kamera DSLR/mirrorless besar untuk liputan atau diletakkan diatas lightstand.
  • TT600 adalah flash Manual GN60 dengan 4 baterai AA, cocok untuk jadi slave. Meski manual, tapi TT600 mendukung HSS bila dipicu melalui trigger Godox.
  • TT350 adalah flash TTL daya sedang GN36 dengan 2 baterai AA. Flash ini cocok untuk diletakkan diatas kamera untuk kamera DSLR dan mirrorless yang berukuran kecil. Karena ringan dan compact, flash ini lebih cocok untuk travel. Baterainya yang hanya 2 AA membuat kekuatannya lebih rendah daripada flash dengan kelas diatasnya.
  • A1 adalah flash kecil untuk iPhone, dengan koneksi Bluetooth ke ponsel dan tetap memiliki fitur 2,4G untuk mengendalikan lampu flash/studio Godox lainnya

Godox TT350

Godox A1

Witstro

Flash TTL yang bentuknya mirip lampu studio, dengan bulb yang bisa diganti, tapi bisa dipakai outdoor karena sudah ada baterai litium tertanam didalamnya. Kekuatan lebih besar daripada flash biasa, tapi fitur dan kemampuannya sama, misal TTL, HSS, sync dsb. Berbeda dengan flash biasa yang punya dudukan hot shoe, Wistro perlu ditempatkan di lightstand atau digenggam oleh seorang asisten. Lampunya sudah mendukung untuk dipasangi aksesori seperti softbox atau sejenisnya tergantung pilih yang Godox mount atau Bowen mount.

 

Produk yang ada diantaranya :

  • AD200 basic pocket flash ini ringkas dengan kekuatan cukup besar dengan GN52 (200W)
  • AD360 Wistro kelas menengah dengan GN80 (300W) generasi kedua kini mendukung TTL dan HSS, satu-satunya Wistro yang bisa dipasang diatas hot shoe kamera (meskipun tidak disarankan karena berat)
  • AD600 Wistro high end dengan baterai besar 8700mAh Lithium, dan punya flash duration cepat 1/10.000 detik
  • AD600PRO flash dengan baterai internal dan memiliki kecepatan sangat tinggi: 12 flash berturut-turut dengan 1/16 power. Recycle time sangat cepat, 0.01-0.9 detik. Color stability mode +75K yang artinya warna yang dihasilkan sangat konsisten.

Studio Flash

Lampu studio yang terhubung ke jala-jala listrik, sudah memiliki penerima 2,4G sehingga tidak perlu trigger lagi. Artinya lampu-lampu ini bisa dikendalikan oleh trigger Godox maupun flash Godox yang bekerja sebagai master. Namun karena lampu studio pengaturannya simpel, maka hanya ada pengendalian manual untuk mengatur daya / tidak ada dukungan TTL. Sebagaimana layaknya lampu studio pada umumnya, lampu studio Godox juga menyediakan modelling light atau lampu yang menyala kontinu.

 

Godox punya banyak tipe untuk lampu studio seperti :

  • seri QT menjadi lampu studio high end dengan high speed sync dan flash duration yang singkat (up to 1/28.000 detik)
  • seri QS adalah seri lampu studio general, dengan berbagai pilihan daya seperti 400W, 600W, 800W dan 1200W
  • seri DP menjadi lampu studio simpel, ekonomis dan banyak pilihan kekuatan dari 300W hingga 100W
  • seri SK menjadi lampu ekonomis dengan daya agak kecil (300W dan 400W) untuk berbagai kebutuhan

Trigger

Aksesori penghubung antara kamera dengan lampu. Sepasang trigger artinya satu paket unit transmitter (T) dan receiver (R). Tapi karena semua lampu Godox sudah memiliki penerima terpadu, maka biasanya yang dicari orang lebih banyak trigger untuk transmit saja. Karena setiap merk kamera berbeda teknologi TTL-nya, maka trigger Godox punya kode sesuai merk kamera, misal C untuk Canon, N untuk Nikon dan sebagainya. Dengan bermodal satu trigger, maka berbagai lampu Godox bisa dikendalikan cukup dari atas kamera. Bahkan untuk lampu studio bisa auto switcing, yaitu bisa menerima trigger apa saja baik jenis Canon, Nikon atau lainnya.

 

Godox X Pro F (for Fuji) memiliki antarmuka layar LCD yang besar, mempermudah fotografer saat harus mengendalikan lebih dari satu flash

Beberapa trigger Godox yang tersedia :

Transmitter

  • X1 trigger TTL basic dengan ukuran ringkas, bisa beli yang transmit saja, bisa beli sepasang, misal X1T-C artinya trigger X1 untuk transmit yang kompatibel dengan Canon.
  • X Pro trigger TTL transmit yang lengkap dengan layar besar dan banyak tombol, sehingga lebih mudah mengatur banyak lampu sekaligus, contoh X Pro F artinya trigger X Pro untuk transmit yang kompatibel dengan Fuji.

Receiver

Bagi yang memiliki flash merk lain atau flash Godox versi lama yang belum memiliki fungsi receiver-built-in maka alat ini bisa membantu :

  • X-1R Receiver yang diletakkan dibawah flash atau dihubungkan dengan lampu kilat dengan kabel. Sama seperti transmit, untuk memaksimalkan fitur TTL sepenuhnya, maka unit receive ini perlu disesuaikan dengan tipe kameranya apakah Canon, Nikon dsb.

Bagi pembaca Infofotografi yang membutuhkan peralatan flash Godox, bisa hubungi kami di 0858 1318 3069, jika membutuhkan cicilan atau ingin bertransaksi online, dapat melalui Bukalapak atau Tokopedia. Terima kasih.

Jika ingin mempelajari lampu kilat dari fitur, fungsi dan cara penggunaannya, silahkan ikuti kupas tuntas flash dan workshop basic lighting studio yang rutin kami selenggarakan di Green lake city, Jakarta Barat.