≡ Menu

Bagaimana cara cari uang dari fotografi?

Sudah punya kamera yang cukup canggih, sudah belajar fotografi, mengapa tidakmemanfaatkan ketrampilan tersebut untuk cari uang/duit dari fotografi?

Beberapa waktu yang lalu, saya dan Erwin berbincang-bincang tentang apa saja yang bisa dilakukan jika kita memiliki ketrampilan fotografi.

  1. Jasa fotografi
    Sebagai fotografer bisa menawarkan jasa fotografi, misalnya foto wedding/pre-wedding, foto portrait, foto keluarga, foto liputan, bahkan foto liburan. Foto produk seperti makanan dan fashion.
  2. Foto komersil / Iklan
    Biasanya menawarkan ke klien seperti perusahaan atau institusi pemerintahan. Untuk bisa menawarkan ke klien yang tingkatnya lebih tinggi, biasanya kita perlu tim, perlu portfolio, pengalaman dan mungkin juga sertifikat kompetensi atau sertifikat fotografer profesional.
  3. Sebagai pegawai / staf dokumentasi
    Di berbagai perusahaan, sering dibutuhkan fotografer untuk mengisi pegawai tetap seperti di media cetak atau online, juga bisa di perusahaan yang punya divisi komunikasi atau Humas, yang semakin membutuhkan fotografer terutama di era sosial media saat ini. Kami sendiri di Infofotografi sering diminta untuk melatih pegawai tetap untuk “melek” kamera dan fotografi supaya hasil foto liputan mereka lebih bagus.
  4. Menjual foto lewat penyedia stok foto
    Kita bisa mengunggah foto kita ke penyedia stok foto seperti Stockphoto, 123RF, dan lainnya. Jika ada yang membeli foto yang kita unggah, akan mendapatkan komisi. Sebagian besar sifatnya part time, tapi ada juga yang full time, tapi yang full time harusnya memahami kebutuhan pasar akan foto yang dibutuhkan, foto yang dibutuhkan sering kali bukan yang keren sekali / indah sekali. Lebih ke konseptual seperti terutama untuk kebutuhan perusahaan.
  5. Bisnis edukasi & sekolah
    Seperti yang kita jalanin selama 10 tahun belakangan adalah menjadi guru fotografi, yaitu menyelenggarakan kelas-kelas fotografi, editing secara rutin. Untuk bisa sukses di bisnis edukasi, dibutuhkan karakter pengajar yang sabar, dan bisa menjelaskan hal rumit dengan bahasa yang sederhana. Bisa juga sebagai guru di sekolah atau kampus jurusan fotografi, broadcasting, desain komunikasi atau multimedia.
  6. Penyelenggara tour fotografi
    Kami juga sering menyelenggarakan tour fotografi, dimana di lapangan instruktur/pemandu akan membantu peserta untuk memotret untuk mendapatkan foto yang baik. Diperlukan pribadi yang berkemampuan mengorganisir dan bekerjasama dengan baik untuk bisa menjalankan tour fotografi secara rutin.
  7. Fotografi sebagai penunjang bisnis lain
    Fotografi bisa digunakan menunjang bisnis lain, misalnya bila kita menjual produk seperti fashion, makanan, keterampilan fotografi bisa dimanfaatkan untuk membuat foto yang menarik dari produknya sehingga meningkatkan penjualan produknya.
  8. Membuat Youtube / Blog
    Membuat konten Youtube tentang fotografi, jika menjadi populer dan banyak pemirsanya, bisa jadi mendapatkan penghasilan dari iklan atau deal dengan brand-brand yang berhubungan dengan fotografi seperti kamera, lensa, aksesoris, software dll atau jadi influencer dan ambassador.
[continue reading…]
{ 1 comment }

Telah terbit, ebook panduan setting Canon EOS M50

Infofotografi menyediakan berbagai ebook dalam bentuk PDF untuk berbagai macam kamera, dan khusus untuk pengguna Canon mirrorless EOS M sudah dibuatkan satu buklet ringkas. Namun karena di Indonesia ini Canon EOS M50 termasuk populer dan banyak penggunanya maka kami buatkan satu lagi ebook khusus Canon EOS M50.

Contoh isi ebook membahas Image Quality

Ebook ini cukup padat, dengan isi 30 halaman yang mengupas dari mode kamera, auto fokus, image quality, video, kustomisasi hingga tips setting kamera. Dirancang untuk mudah dipahami dan mengangkat esensi utama dari setting kamera EOS M50, buklet ini cocok untuk pemula sekalipun.

Contoh isi ebook membahas video

Untuk mendapatkan ebook ini silahkan menghubungi Iesan di 0858-1318-3069, dengan harga Rp. 50.000,- ebook PDF ini akan di kirim ke email anda untuk dibaca di komputer atau dicetak.

{ 0 comments }

Rekomendasi lensa untuk kamera Fuji X

Lima tahun terakhir, sistem kamera Fujifilm X-mount berkembang cukup besar, terutama di Indonesia. Fuji X terkenal sebagai sistem kamera yang ringkas, dengan desain retro seperti kamera film/analog.

Seiring dengan waktu, lensa-lensa Fuji juga berkembang. Dibawah ini saya rekomendasikan lensa-lensa Fuji yang cocok untuk berbagai keadaan.

Koleksi lensa Fuji X

Lensa Ultra Wide

Biasanya digunakan untuk foto landscape, arsitektur, wedding

  • Fuji 8-16mm f/2.8 WR – Lensa zoom terlebar dengan bukaan besar dan tahan cuaca buruk. Permukaan lensa cembung jadi membutuhkan adaptor untuk memasang filter. Harga Rp 27jt.
  • Fuji 10-24mm f/4 OIS – Lensa zoom lebar yang praktis dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Harga Rp 10jt.
  • Laowa 9mm f/2.8 – Lensa ultra-wide alternatif yang manual fokus. Harga Rp7.6jt.
[continue reading…]
{ 2 comments }

Dari tahun 2017 sampai saat ini, Leica aktif dengan produksi lensa-lensa fix /prime SL dengan bukaan f/2 (dalam term Leica, Summilux). Diantaranya 21mm, 24mm, 28mm, 35mm, 50mm, 75mm, 90mm. Ketujuh lensa memiliki ukuran dan bobot yang hampir sama sekitar 750g dengan diameter filter 67mm. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang ide pembuatan dan kinerja lensa-lensa ini.

Tujuh lensa dibagi menjadi tiga kelompok (lebar, nromal, tele) yang masing-masing memiliki konfigurasi lensa yang sama seperti saudara kandung. Ketujuh lensa mengunakan beberapa bagian lensa yang sama, sehingga produksi bisa lebih efisien.
[continue reading…]
{ 0 comments }

Review harddisk portable SSD Extreme Pro dari Sandisk

Kebutuhan penyimpanan yang besar tapi praktis semakin meningkat akhir-akhir ini, terutama untuk content creator (foto maupun video) yang sedang traveling. Salah satu jenis media penyimpanan yang kekinian yaitu Portable SSD (Solid State Drive).

Type SSD ini berbeda dengan harddisk external biasa, pertama ukurannya yang lebih ramping dan kecil, juga tidak memiliki moving part, sehingga lebih tahan banting.

Infofotografi beberapa saat lalu dipinjami SanDisk Extreme PRO® Portable SSD. Perangkat ini dirancang terutama untuk content creator on the Go / travel yang perlu memindahkan file besar dengan cepat, serta melakukan pengeditan real-time saat bepergian.

[continue reading…]
{ 1 comment }

Kursus kilat videografi untuk penggemar fotografi

Kursus kilat/workshop pengenalan videografi untuk fotografer ini berguna supaya fotografer dapat mendapatkan keterampilan untuk merekam video terutama saat traveling. Workshop videografi ini akan dibagi dalam beberapa bagian:

Bagian I Basic Story telling

Video yang bagus memiliki alur cerita yang menarik sehingga pemirsa bisa bertahan untuk melihatnya sampai selesai. Di bagian ini peserta akan mendapatkan wawasan bagaimana mempersiapkan dan membuat cerita yang yang menarik untuk video.

Bagian II Camera Setup

Setting kamera untuk video memang ada persamaannya dengan fotografi, tapi banyak juga perbedaannya. Di bagian ini peserta dapat mempelejari setting-setting penting sebelum memotret, termasuk aksesoris yang dibutuhkan.

Bagian III Basic Directing

Di bagian ini peserta akan belajar bagaimana cara mengarahkan, mengendalikan kamera, membuat berbagai komposisi dasar dan gerakan dalam membuat video.

[continue reading…]
{ 0 comments }

Tips memilih kamera untuk travel atau jalan-jalan

Sebelum saya membahas tentang jenis kamera yang cocok untuk travel, kita harus tau apa saja kriteria kamera travel yang bagus. Pertama, kamera tersebut harus bisa menghasilkan kualitas gambar yang bagus. Jika tidak sayang sekali jika sudah traveling jauh-jauh tapi hasil gambarnya kurang memuaskan.

Kedua adalah soal ukuran dan bobot kamera. Kamera & lensa yang terlalu besar dan berat tentunya akan menjadi beban, saat menjadi beban, kita menjadi tidak enjoy, cepat capai sehingga harus sering beristirahat, dan saat memotret, komposisi foto menjadi jadi kurang baik dan semangat kita berkurang. Memang bobot kamera relatif tergantung dari fotografernya. Jika fotografernya tinggi besar dan kuat, kamera 1-2 kg mungkin baginya masih enteng. Tapi kalau misalnya yang tidak biasa, sebaiknya memilih kamera yang lebih ringan.

Ketiga, kita harus tau juga kita travel di kondisi apa, kalau kita travel di kondisi ekstrim seperti suhu yang sangat rendah misalnya -20 °C  atau di kondisi yang sangat berdebu dan sering badai hujan, maka sebaiknya mempersiapkan kamera dan lensa yang punya weathersealing yang bagus supaya kameranya tidak rusak atau macet saat digunakan di lapangan.

Topik ini juga bisa disaksikan di Youtube Infofotografi dengan contoh gambar

[continue reading…]
{ 2 comments }

Bagi teman-teman yang mencari kamera dibawah 10 juta di tahun 2019 & 2020, tentunya akan ketemu Sony A6000 dan Canon M50. Kedua kamera ini memang sudah diluncurkan beberapa tahun lalu, tapi masih worth it digunakan saat ini.

Sekilas mungkin harganya tidak banyak berbeda, tapi dari fiturnya, banyak perbedaan. Yang perlu kita perhatikan adalah, Canon M50 jauh lebih baru daripada A6000. M50 diluncurkan Maret 2018, sedangkan A6000 sudah lebih lama, yaitu Februari 2014, jadi kedua kamera ini terpaut 4 tahun, waktu yang cukup lama di dunia kamera. Jadi tidak heran kalau M50 yang lebih baru, lebih canggih fiturnya.

[continue reading…]
{ 3 comments }

Sepuluh Lensa Terbaik 2019 versi infofotografi

Di tahun 2019, ini, banyak sekali lensa yang diumumkan, baik dari produsen kamera seperti Canon, Nikon, Sony maupun pihak ketiga seperti Sigma dan Tamron. Di artikel kali ini, kami memilih sepuluh lensa yang menarik perhatian kami dari sisi keunikan dan terobosan teknologinya.

Lensa-lensa tersebut antara lain:

Tamron 35-150mm f/2.8-4 Di VC OSD

Lensa untuk DSLR ini dibuat oleh Tamron dengan kode ‘Di’ yang artinya punya cakupan sensor full frame, yang memberi rentang fokal serbaguna dari 35mm (masih cukup lebar) hingga 150mm (cukup tele). Bila lensa ini dipasang di sensor APS-C maka fokalnya akan setara 50-200mm yang juga akan menarik karena seperti lensa tele zoom pendek. Lensa ini sudah dilengkapi stabilizer VC dan auto fokus yang cukup oke dan senyap dengan teknologi motor OSD.

Tamron 35-150mm f2.8-4 Di VC OSD

Sony FE 600mm f/4 GM OSS

Lensa super-tele G Master dari Sony yang satu ini merupakan terobosan desain baru yang berhasil membuat satu lensa telefoto 600mm yang beratnya hanya 3,04 kg saja sementara lensa sejenis dari merk lain umumnya beratnya hampir mencapai 4 kg. Lensa weathersealed ini akan cocok dipakai memotret satwa liar ataupun liputan olahraga yang cepat di lingkungan ekstrim sekalipun.

Sony FE 600mm f/4 GM OSS

Tamron 17-28mm f/2.8 Di III RXD

Tamron akhirnya membuat berbagai lensa untuk mirrorless yaitu dengan E-mount untuk Sony, dan salah satu yang menarik di tahun ini adalah hadirnya Tamron 17-28mm f/2.8 RXD yang menjadi alternatif menarik untuk pengguna Sony A7 yang mencari lensa ultra lebar dengan bukaan besar. Dengan rentang fokalnya yang pendek (berakhir di 28mm) maka Tamron justru berhasil membuat lensa ini cukup kecil dan ekonomis, yaitu 420 gram saja (diameter filter 67mm).

Tamron 17-28mm f/2.8 Di III RXD

7Artisans 75mm f/1.25

Lensa 7Artisans 75mm f/1.25 adalah lensa manual, dengan berbagai opsi mount misalnya Leica M-mount, yang punya kelebihan di bukaan besarnya f/1.25 pada fokal lensa fix 75mm. Lensa ini tentu cocok untuk potret dan dengan bukaan besar memang perlu pengaturan manual fokus yang teliti. Kelebihan lensa ini adalah pada bokehnya. Fisik lensa ini cukup berat karena terbuat dari logam yaitu 608 gram dengan diameter filter 62mm.

[continue reading…]
{ 2 comments }

Review kamera mirrorless Canon EOS M6 II

Canon tahun ini merilis kamera mirrorless generasi kedua dari EOS M6 dengan membawa sejumlah peningkatan seperti di sensor, kecepatan dan video 4K. Untuk pertama kalinya sebuah sensor APS-C kini mampu mencapai resolusi gambar 32 MP atau 6960×4640 piksel, setiap file JPG-nya ukurannya bisa melampaui 10 MB.

Canon EOS M6 II

Secara fisik EOS M6 II ini tampak ada kemiripan desain dengan sebelumnya, meski dari dimensi lebih besar, dan lebih berat dari M6 lama. Layar LCD masih mengusung desain lipat atas bawah dan bisa dilipat menghadap depan untuk vlogging. Urusan jendela bidik juga masih sama, artinya kamera EOS M6 memang tidak ada jendela bidik tapi bisa memasang jendela bidik opsional pada dudukan hot-shoe. Permukaan bodinya kini berbalut tekstur karet yang lembut dan mantap untuk digenggam.

Tombol DIAL FUNC di atas kini lebih fungsional

Perbedaan paling terlihat dari EOS M6 generasi kedua dengan sebelumnya adalah pada bagian kanan atas, bila dulu disitu terdapat roda kompensasi eksposur, maka kini diganti menjadi tombol DIAL FUNC seperti di EOS M5. Sedangkan pada mode dial ditemukan mode baru Flexible Priority (Fv) yang sebelumnya dijumpai di mirrorless EOS R.

Dalam mode Fv, dan tombol Dial Func diputar

Dari segi jeroannya, EOS M6 II yang sudah dibekali prosesor Digic 8 ini menjadi mirrorless Canon pertama yang bisa merekam video 4K full sesuai lensanya tanpa crop, dan dengan Dual Pixel AF yang tetap berfungsi.

[continue reading…]
{ 16 comments }