≡ Menu

Sebulan belakangan ini, banyak yang melakukan siaran langsung / livestream di media sosial seperti Youtube, Facebook, instagram, Zoom dll. Saya sendiri lebih fokus mengunakan platform Youtube karena setahun belakangan ini Infofotografi aktif dalam membuat konten Youtube setidaknya dua video per minggu.

Ternyata untuk livestream dibutuhkan alat yang berbeda dibandingkan dengan membuat video Youtube biasa (peralatan kami bisa dibaca di artikel ini). Ada beberapa aksesoris tambahan yang penting, beberapa diantaranya adalah:

  1. Capture card : Fungsi dari capture card adalah untuk menangkap layar kamera pengganti webcam (karena kualitas webcam kurang bagus). Contoh capture card yang populer yaitu Elgato Camlink, Ez Capture, dan Blackmagic Atem Mini. Infofotografi memilih Ez Cap. Awalnya ingin membeli Elgato Camlink atau Atem Mini tapi tidak ada stoknya, jadi akhirnya Iesan pilih Ez Capture, karena sesuai dengan filosofi dia membeli barang, yang penting murah dan bisa dipakai. Kelemahan Ez Cap adalah cuma bisa satu kamera saja, sedangkan yang Atem mini bisa empat input kamera. [link pembelian Ez Cap |Tokopedia ]
  2. Mic : Saya sudah pernah coba mic lavalier atau mic shotgun yang biasanya dihubungkan dengan kamera, ternyata audionya sangat tidak sinkron dengan visualnya, dan kualitasnya juga kurang, agak pecah, jadi kita perlu mic khusus yang berkualitas. Setelah Iesan mencari-cari info, pilihan jatuh pada sistem mic Focus Rite Scarlett 2i2 karena selain kualitasnya bagus dan punya sound card independent dan input-nya ada dua, bisa untuk 2 mic atau 1 mic dan 1 alat musik, sehingga suatu saat kalau Iesan mau rekam dan nyanyi secara live juga bisa. Sebagai pelengkap, ada Pop filter dan tripod mini mic stand untuk atau teman-teman bisa pilih Arm stand microphone [Link pembelian dan cek harga Focus Rite di | Tokopedia ]
  3. Terakhir yang kita perlukan adalah software untuk mengatur livestreaming, supaya bisa mengatur ukuran kamera, memasukkan presentasi atau foto-foto dan sebagainya. Sebenarnya banyak pilihan software dari yang gratis sampai bebayar (iuran perbulan / sekali bayar). Kami memilih OBS Streamlabs karena software ini open source dan gratis, cuma memang agak ribet sedikit. Bagi teman-teman yang gak mo pusing ada pilihan seperti be live atau Ecamm live khusus Mac dan kalau yang profesional ada Wirecast yang bisa untuk produksi seperti siaran TV. Untuk Youtube Infofotografi, sementara saya pilih OBS Streamlabs terlebih dahulu.

Mudah-mudahan info ini bisa menjawab pertanyaan beberap teman-teman yang saya terima di livestream Infofografi. Jangan lupa terus belajar dan berkreasi selama Pandemi Covid-19.

{ 0 comments }

Dalam dua dekade ini, banyak yang terjadi di dunia kamera dan fotografi. Saya sendiri beruntung pernah berpengalaman memotret dari awal-awal era kamera digital SLR sampai era kamera mirrorless.

Pembahasan ini bisa disaksikan juga di Livestream Infofotografi:

2000-2020 – Era kamera DSLR

Di era kamera DSLR ini, pilihan kamera digital memang didominasi oleh Canon dan Nikon, pangsa pasar keduanya mencapai 80%, artinya kalau kita ketemu orang di jalan, dan dia nenteng kamera, besar kemungkinan dia memegang kamera DSLR Canon atau Nikon.

Saya pribadi pada awalnya saya mengunakan kamera Pentax K100 dari kantor, setelah setahun mengunakannya, saya mendapati ada beberapa kelemahan dari kamera ini sebagai kamera untuk liputan misalnya di foto berturut-turut dan autofokus kurang cepat. Meskipun ada juga yang positif, yaitu punya shake reduction di body kamera dan kualitas gambar yang dihasilkan bagus.

Maka dari itu saya mencari kamera DSLR yang lebih cepat, dan setelah riset, saya menemukan bahwa Canon 40D cocok buat saya, karena autofokus, kecepatan foto berturut-turutnya cepat dan body kameranya juga weathershield, terbuat dari logam magnesium alloy.

[continue reading…]
{ 4 comments }

Tanggal 20 April 2020 ini Canon mengumumkan spesifikasi EOS R5. Kamera ini adalah kamera mirrorless Canon yang mengunakan mount baru, RF mount. Spesifikasinya cukup dashyat dengan konsentrasi ke video. Belum ada info kapan kamera ini akan hadir di Indonesia tapi jika ada, tentunya kamera ini adalah kamera dengan spec video yang terbaik saat ini.

Selain 8K itu sangat detail, bahkan menurut saya 4K sudah bagus untuk standar saat ini. Untuk youtube bahkan masih banyak yang mengunakan resolusi full HD. Mungkin keuntungannya saat ini adalah untuk cropping dan stabilization jika output-nya 4K.

Spesifikasi Canon EOS R5

  • 8K RAW internal video recording up to 29.97 fps
  • 8K internal video recording up to 29.97 fps in 4:2:2 10-bit Canon Log (H.265)/4:2:2 10-bit HDR PQ (H.265).
  • 4K internal video recording up to 119.88 fps in 4:2:2 10-bit Canon Log (H.265)/4:2:2 10-bit HDR PQ (H.265). 4K external recording is also available up to 59.94 fps.
  • No crop 8K and 4K video capture using the full-width of the sensor.*
  • Dual Pixel CMOS AF available in all 8K and 4K recording modes.
  • Canon Log available in 8K and 4K internal recording modes.
  • A Canon first, the EOS R5 will feature 5-axis In-Body Image Stabilization, which works in conjunction with Optical IS equipped with many of the RF and EF lenses.
  • Dual-card slots: 1x CFexpress and 1x SD UHS-II.

Selain bisa rekam 8K RAW, yang menggagumkan juga tidak ada crop dan stabilizer 5 axis yang akan sangat membantu untuk videografer yang memegang kameranya handheld di lapangan. Dan dual pixel AF bekerja untuk semua pilihan resolusi juga melegakan, karena kamera 1DX III yang baru saya uji tidak bekerja dual pixel AF nya saat merekam video 4K.

Yang mungkin agak disesalkan adalah memory card yang digunakan tidak sama. Yang utama CFexpress yang cepat dan berkapasitas tinggi, tapi satu lagi hanya SD card UHS-II.

Kamera ini akan menjadi kamera hybrid (foto dan video) terbaik 2020 jika terealisasi, dan specnya melampaui saingannya beberapa langkah ke depan. Karena specnya yang luar biasa, harganya diperkirakan akan sangat tinggi juga. Kemungkinan mendekati Rp 100 juta.


Soal Canon EOS Cinema C300 III, bentuknya seperti kamera video profesional dengan kemampuan mengganti lensa Canon EOS EF. Fitur barunya yaitu bisa merekam Cinema RAW langsung ke memory card, punya Dual Pixel AF, dan 4K-nya bisa sampai 120fps untuk slow motion.

Selain itu, mereka mengenalkan Dual Gain Output (DGO) yang memungkinkan dynamic range yang sangat luas (16+ stop). Tapi kamera ini mungkin gak terjangkau untuk sebagian besar videografer amatir karena harganya sekitar USD11000 atau sekitar Rp170 juta.


Selama wabah Covid-19 sebaiknya belanja #dirumahaja via toko online seperti Tokopedia, Bukalapak atau Shopee

Bagi teman-teman yang ingin mengikuti kursus online fotografi dasar, silahkan menghubungi WA 0858 1318 3069

{ 0 comments }

Nikon Z6 adalah mirrorless full frame pertama Nikon yang diluncurkan bersamaan dengan Z7. Kehadiran kakak beradik Z ini memang tidak menggagetkan karena merk saingannya Sony dan Canon sudah meluncurkan kamera mirrorless full frame sebelumnya. Secara spesifikasi, Nikon Z6 ini setara dengan kamera DSLR Nikon D780.

Z6 ini dirilis Nikon di bulan November 2018, dan saat dirilis banyak dikeluhkan soal sistem autofokusnya yaitu face-eye trackingnya kurang cepat, dan 3D trackingnya sulit dipraktikkan. Nikon selama 2018-2020 ini melakukan banyak melakukan update firmware dan membuat AF-nya sekarang lebih baik: Lebih cepat dan praktis digunakan.

Saat memegang Nikon Z6 ini, terkesan kamera ini tangguh, siap untuk digunakan untuk berbagai kondisi yang ekstrim, dari hujan-hujanan sampai cuaca yang sangat dingin.

[continue reading…]
{ 1 comment }

Tidak terasa hampir satu tahun kami berusaha membuat konten video untuk Youtube Infofotografi. Kami mulai memutuskan membuat video Youtube dengan serius dan konsisten di awal bulan April 2019. Saat itu yang berlangganan (subscribe) baru sekitar 3000 pemirsa, saat ini sudah lebih dari 21.300 pemirsa.

Selama ini kami beruntung didukung oleh banyak perusahaan pembuat kamera, lensa, aksesoris dan para distributor yang mempercayai kami untuk me-review gear mereka. Tanpa kepercayaan tersebut tentunya konten Youtube dan blog Infofotografi tentu tidak akan variatif seperti saat ini.

Dalam setahun belakangan ini, kami telah membuat dan merilis sekitar 150 video, yang terbagi dalam berbagai tema seperti review kamera, lensa, aksesoris, belajar fotografi, ngobrol santai, dan dua minggu terakhir saya mencoba livestream. Saya merasa bersyukur di tengah pandemi Covid-19 ini, kami tetap bisa membuat Youtube secara konsisten meskipun setting-nya terpaksa harus di dalam rumah kantor kami.

[continue reading…]
{ 12 comments }

Nikon Z50 ini adalah kamera mirrorless Nikon dengan mengunakan Z-mount. Sistem Nikon Z pertama kali diumumkan di tahun 2018 dan kamera ini diluncurkan di tahun 2019 yang lalu. Bentuknya seperti kamera DSLR mini. Saat saya pegang, Z50 ini mengingatkan saya dengan kamera DSLR yang saya pernah punya, Nikon D5500.

Desain kamera

Z50 punya grip/pegangan yang nyaman. Tombol-tombolnya cukup banyak dan rata-rata mudah dijangkau hanya saja ukurannya agak sedikit kecil. Tombol-tombol penting di letakkan dibagian atas dekat shutter yaitu tombol rekam video, ISO dan kompensasi eksposur. Z50 juga punya dua roda kendali memudahkan untuk mengganti setting dengan cepat. Di bagian belakang kamera ada tombol empat arah dan empat tombol dibagian bawahnya.

Dengan lengkapnya roda dan tombol di kamera ini, menandakan kamera ini bukan kamera entry-level/pemula, tapi posisinya lebih ke kamera menengah seperti kalau di DSLR, padanannya adalah Nikon D7500.

Layar monitor LCD ini Z50 mekanismenya agak berbeda. Bukan diputar ke samping dan atas, tapi bisa diputar kebawah seperti kamera DSLR Nikon D5000. Dengan layar yang diputar kebawah, hot shoe bebas dipasang speaker atau alat bantu cahaya. Tapi saat dipasang di tripod, layar ini jadi terhalang.

Layar monitor Z50 ini agak besar, memiliki tiga tombol soft button yang permanen yang memudahkan untuk meninjau foto. Akibat dari layarnya yang besar ini, empat tombol di bagian kanan bawah jadi agak sedikit rapat dan kecil.

Gaya vlogging dengan layar LCD yang dilipat kebawah
[continue reading…]
{ 8 comments }

Bekerja dan belajar saat pandemi Covid 19

Kita sedang berada di kondisi pandemi, dan sebagian besar dari kita terkunci di rumah masing-masing. Tapi bukan berarti kita tidak produktif. Justru saat ini menurut saya ideal untuk berkarya, karena waktu yang biasanya habis untuk pulang-pergi kerja bisa diluangkan untuk aktivitas yang produktif.

Kerja dari rumah itu susah-susah gampang. Karena suasananya berbeda, bisa jadi kita malah jadi tidak produktif, misalnya bekerja di ranjang yang membuat kita menjadi terlalu santai, atau bagi yang telah berkeluarga bisa jadi terganggu karena orang-orang di rumah berisik.

Tapi mungkin yang paling kita tidak sadari adalah, kepribadian kita akan sangat menentukan produktivitas kita saat bekerja atau belajar dirumah. Salah satu faktor kepribadian yang penting adalah Extrovert atau Introvert.

Bagi yang belum pernah dengar istilah Extrovert/Introvert, singkatnya seorang Extrovert mendapatkan energi dari kedekatan dengan orang lain, jadi seorang Extrovert suka bergaul, berkumpul dan berkolaborasi dengan orang lain, sedangkan Introvert biasanya orangnya terkesan pendiam, suka melakukan aktivitas sendirian, dan tidak suka beraktivitas dengan keramaian terlalu lama karena akan menguras energi mental.

Pada dasarnya, Extrovert (disebut juga Extravert) akan merasa terkungkung dalam rumahnya sendiri. Meskipun demikian, seorang Extrovert bukanlah orang yang tidak bisa hidup tanpa orang lain disekitarnya, itu sering disalahpahami, hanya saja, Extrovert lebih suka bekerja dengan orang lain.

[continue reading…]
{ 0 comments }

PSBB : Pembatasan sosial berskala besar

Setelah rapat, diskusi, debat dari akhir bulan Maret 2020, akhirnya pemerintah pusat dan daerah sepakat untuk menerapkan PSBB yaitu Pembatasan Sosial Berkala Besar. Di Jakarta, tempat tinggal saya dan markas Infofotografi, PSBB akan aktif mulai hari Jum’at tanggal 10 April sampai 24 April 2020 dan akan diperpanjang jika dibutuhkan.

Apa yang boleh dan apa yang gak boleh?

Menurut Gubernur DKI, Anies Baswedan, yang tidak diperkenankan yaitu:

  1. Kegiatan perkantoran ditutup (bekerja dari rumah)
  2. Sekolah, Universitas perkuliahan (belajar online)
  3. Tempat ibadat ditutup (ibadah di rumah)
  4. Fasilitas umum hiburan ditutup, termasuk taman kota
  5. Acara pesta seperti resepsi pernikahan dilarang
  6. Kerumunan orang dibatasi lima orang
  7. Kendaran pribadi termasuk ojol boleh, maksimum 50% kapasitas
  8. Ojek online motor tidak boleh membawa penumpang, hanya barang.
  9. Transportasi umum dibatasi dari pk 06.00-18.00 WIB, kapasitas 50%

Pengecualian untuk dunia usaha

  1. Industri kesehatan, misalnya pembuat sabun
  2. Sektor pangan dan minuman (hanya boleh bawa pulang)
  3. Sektor energi : air, gas, listrik, pompa bensin
  4. Jasa komunikasi dan media
  5. Sektor keuangan termasuk pasar modal
  6. Logistik dan distribusi (jasa pengiriman barang)
  7. Toko retail termasuk warung dan kelontong
  8. Organisasi sosial & NGO
[continue reading…]
{ 1 comment }

Canon 1D adalah seri kamera DSLR Canon untuk profesional dengan sejarah yang panjang. Pertama kali diluncurkan di tahun 2001, Canon EOS 1D memiliki sensor APS-H (crop factor 1.3x) dengan resolusi 4 MP dan kemampuan memotret 8 foto per detik. Saat itu adalah kamera digital yang top di masanya. Di tahun 2011, Canon meluncurkan 1DX, kamera DSLR full frame dengan resolusi 18MP dan kecepatan memotret 12-14 fps.

Pada akhir 2019, Canon merilis Canon 1DX mark III. Jika kita lihat sekilas dari body kameranya banyak kemiripan dengan Canon 1D. Memang, body-nya sengaja dibuat mirip supaya yang fotografer yang meng-upgrade kameranya akan merasa “feel at home” atau familiar dengan handling-nya.

Canon EOS 1DX III
[continue reading…]
{ 3 comments }

Sepertinya Anda semua telah mengetahui tentang virus Covid-19, virus yang menyebar hampir ke-200 negara tanpa diskriminasi, bahkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Italia, Perancis juga terdampak, tidak terkecuali negara tercinta kita Indonesia.

Seperti yang saya bahas di artikel sebelumnya, virus ini sangat berbahaya karena penularannya yang sangat cepat bahkan oleh orang-orang yang tidak mengalami gejala, dan justru karena tidak mematikan, maka virus dengan mudah menyebar sebelum orang tersebut merasakan gejala atau sakit parah. Karena mobilitas orang-orang sangat tinggi, penyebaran virus ini sangat luas dibandingkan dengan virus flu pendahulunya (SARS CoV, MERS, H1N1 dll).

Dampak wabah yang langsung berkaitan dengan industri fotografi antara lain dibatalkannya banyak acara dan pameran fotografi internasional, diantaranya CP+ di Jepang, Photokina di Jerman, dan NAB di Amerika Serikat.

Dampak ekonomi bagi fotografer

Setiap wabah atau bencana pasti berlalu, tapi kali ini dampaknya akan panjang. Katakanlah jika wabah ini mereda akhir Mei, tapi mungkin bulan Juli 2020 baru kegiatan ekonomi masyarakat baru akan mulai normal kembali, tapi ekonomi sudah terlanjur ambruk. Perusahaan baik besar dan kecil akan mulai memecat pegawai, atau yang masih bertahan mengurangi gaji karyawannya.

Bagi yang bekerja di industri kreatif seperti fotografer profesional, baik sebagai pegawai atau sebagai pengusaha akan kehilangan pekerjaannya karena dalam situasi pembatasan sosial seperti ini. Acara-acara sosial yang perlu jasa dokumentasi akan jauh berkurang. Pekerjaan fotografi komersial juga akan berkurang karena budget perusahaan berkurang dan anggaran yang dianggap tidak penting akan dipangkas.

Industri fotografi produsen gear seperti kamera, lensa, aksesoris juga akan terdampak. Produksi kamera dan pengembangan gear tahun ini akan melambat karena gangguan supply chain untuk mendapatkan komponen-komponennya. Kamera dan lensa baru yang diumumkan awal tahun akan tertunda. Setelah stok lama yang di diskon habis, harga kamera dan lensa baru akan makin mahal karena nilai tukar Rupiah yang melemah dibanding USD plus biaya produksi dan distribusi kamera akan meningkat. Harapan saya, tidak ada perusahaan kamera yang gulung tikar di kondisi yang sulit ini.

Setelah wabah mereda, kebijakan seperti social distancing akan terus dilakukan. Mungkin sedikit lebih longgar, social distancing terus akan berlangsung selama belum ada obat atau vaksin yang bisa menghentikan virus ini. Perjalanan antar kota atau luar negeri juga akan dibatasi atau menjadi kurang nyaman. Maka itu, kegiatan traveling akan jauh berkurang dan menyebabkan penurunan kebutuhan untuk membeli gear baru. Hal ini berdampak besar untuk produsen kamera dan juga toko-toko kamera karena sebagian besar orang membeli kamera sebelum liburan untuk mendokumentasikan perjalanan mereka.

Wabah ini sangat membatasi pengembangan ekonomi, tahun ini menurut Menkeu, kemungkinan terburuk ekonomi akan mengalami kontraksi -0.4%. di 2020 dan mungkin di akhir 2021 baru akan mulai membaik menyerupai sebelum wabah.

Bagaimana melewati masa #dirumahaja ?

Sepertinya sebagai penggemar fotografi atau profesional, tentunya kita harus menyikapinya waktu luang yang tiba-tiba banyak karena pekerjaan kita berkurang dan tidak bisa memotret dengan leluasa di luar ruangan seperti biasanya. Tentunya pada masa-masa ini kita sebaiknya tidak mengganggap seperti liburan, tapi lebih baik dilakukan untuk mempersiapkan sesuatu apabila wabah berlanjut dan ekonomi tidak membaik.

Salah satu cara memanfaatkan waktu yang berlebih yaitu untuk belajar dan bereksperimen hal-hal baru, baik teknik fotografi di dalam ruangan maupun editing. Belajar videografi juga sesuatu yang menarik karena kamera digital masa kini sebagian besar bisa merekam video. Mungkin mencoba memulai merekam dan mengedit video bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu.

Selain itu, memeriksa gear yang kita punya, mungkin ada yang kotor yang perlu dibersihkan. Mungkin ada yang tidak pernah dipakai lagi bisa kita jual atau berikan kepada yang membutuhkan.

Di sisi baiknya, waktu yang kita punya jadi lebih banyak. Sebelum wabah waktu kita banyak habis di jalan, selalu bepergian di jalan. Waktu ekstra yang berlebih ini mungkin bisa dimanfaatkan untuk lebih banyak belajar, berpikir dan menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga.


Selama wabah Covid-19 sebaiknya belanja #dirumahaja via toko online seperti Tokopedia, Bukalapak atau Shopee

Jika tertarik belajar fotografi, silahkan kunjungi artikel kami yang lain atau saksikan video di youtube Infofotografi

{ 6 comments }