≡ Menu

Apa yang dibutuhkan oleh perusahaan kamera & lensa di tahun 2014-2015?

Berikut ini beberapa saran saya untuk perusahaan kamera dan lensa di tahun 2014-2015. Harap jangan tersinggung 🙂

Canon : Perlu mengembangkan kamera mirrorless Canon EOS M (koleksi lensa, aksesoris dan variasi kamera). Untuk DSLR, perlu kamera dengan sensor gambar yang lebih bagus dan beresolusi tinggi, setidaknya menyaingi sensor Nikon/Sony yang 36 MP.

Nikon : Perlu sistem autofokus yang lebih cepat di mode live view, perlu kamera penerus Nikon D300s untuk menantang Canon 7D mk2.

Sony : Perlu kamera flagship Sony A8  yang memiliki sensor 24-36 tanpa filter low-pass, setidaknya 6 foto per detik, autofokus hybrid seperti Sony A6000, kualitas badan kamera yang lebih tahan air dan kondisi cuaca buruk. Perlu mengembangkan lebih banyak lensa untuk E-mount, terutama yang terjangkau (non-Zeiss).

Fuji : Perlu sistem autofokus hybrid yang lebih baik dan perlu mengembangkan hybrid viewfinder generasi ke-2 untuk XPRO-2.

Samsung : Perlu lensa zoom wide angle profesional, dan flash profesional untuk menemani Samsung NX1.

Olympus : Perlu sistem autofokus hybrid, lensa zoom yang berbukaan besar (f/2 atau lebih besar).

Panasonic : Sama seperti Olympus plus perlu marketing yang lebih bagus.

Sigma : Perlu processor yang lebih cepat dan baterai berkapasitas lebih tinggi untuk memproses file Foveon sensor yang besar. Perlu software pemroses file RAW yang lebih baik.

Leica : Perlu buat lebih banyak kamera / lensa limited edition dan yang berwarna-warni biar bisa disesuaikan dengan warna baju atau gaun.

Ricoh Pentax : Untuk Pentax, perlu lensa-lensa baru yang lebih up to date. Perlu kamera compact yang lensanya berbukaan besar dan bersensor besar (minimum 1 inci). Perlu Ricoh GR mk 2 dengan autofokus hybrid (phase detection) dan optical stabilization.

PhaseOne, Mamiya, Hasselblad, Leica : Perlu bikin kamera medium format yang compact dengan lensa fix. Kombinasi lensa dan kamera tidak lebih berat dari 750 gram. Kamera yang ringan dan compact namun berkualitas tinggi merupakan kata kunci tahun ini dan kedepannya.

Bagaimana pendapatmu? kira-kira butuh apa lagi ya?

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 19 comments… add one }
  • Bima December 17, 2014, 9:33 pm

    Bung Enche, salam kenal.

    Saya baru saja membeli EOS 700D body only dan msh nimbang2 beli lensanya. Ada 2 pilihan yang lagi sy pikir 1). 18-55 IS STM 2). Tamron Aspherical 18-200mm. Kenapa karena yg no.2 ini ditawarin ama temen bekas dia punya.

    Secara teknis dan harga bagaimana profilenya ya bung?

    tk

    • Enche Tjin December 18, 2014, 9:52 am

      Tamron 18-200mm kualitasnya kurang bagus.

      • Bima December 18, 2014, 4:51 pm

        untuk memory card, eos 700d optimal pake yg model apa?

        • Enche Tjin December 18, 2014, 8:13 pm

          Yang penting kecepatannya minimal class 10 untuk foto video sudah oke.

  • jun November 12, 2014, 8:39 pm

    @Enche Tjin.. saya mau tanya untuk komponen pendukung seperti FLASH pada camera mirrorless seberapa penting ?
    apakah tanpa menggunakan flash bisa menghasilkan hasil foto yang cukup baik pada moment yang pencahayaannya kurang..
    #terima kasih

    • Enche Tjin November 14, 2014, 7:14 am

      Iya flash salah satu yang penting untuk dikuasai terutama foto di dalam ruangan/gelap. Maka itu termasuk pelajaran wajib untuk dasar fotografi dan lighting.

  • Rio November 11, 2014, 1:07 pm

    Salam, om Enche.
    Saya br pny kit 16-50 sm SEL 50mm f1.8 buat nemenin Sony A5000.
    Blh mnt saran lensa yg mgkn perlu saya ambil kl nanti udah bisa buka tabungan?
    Terima kasih. 🙂

  • adit October 9, 2014, 11:04 am

    kemampuan ISO tinggi a7s emang gila banget om Alu! tp saya rasa sih, 1Dx dan D4s sudah cukup usable sesuai kebutuhannya.. IMO hehe

  • Alu October 7, 2014, 12:33 pm

    Untuk canon dan nikon, perlu membuat terobosan kamera FF dengan ISO yang tinggi seperti yang sudah diperlihatkan oleh sony A7S.

  • Afif October 6, 2014, 8:36 pm

    Untuk Nikon, Pentax, dan Olympus, harus perluas jaringan service centernya. Jangan cuma di Jakarta. Kasihan konsumennya yang mau service harus kirim ke sana.
    Aftersales adalah bukti tanggung jawab produsen kepada konsumennya 🙂

    • adit October 9, 2014, 11:02 am

      untuk nikon dan canon sekarang udah ada di Surabaya lho om Afif.. hehe

      jadi lumayan terbantu untuk user di luar Jakarta.. 😀

      • Afif October 11, 2014, 4:22 pm

        Kalau Canon, jangan ditanya. Tapi, baguslah sedikit kemajuan untuk Nikon yang sudah ada di Surabaya.

  • Fino October 6, 2014, 7:43 pm

    Betul Mas Enche….kadang bingun nentuin mau beli canon apa nikon.
    Auto fokus nikon tidak sebagus canon. Sebaliknya.
    kwalitas hasil foto & dinamic range canon masih jauh dibawah nikon.
    yah..akhirnya krn kamera itu buat motret, maka sy cari yg hasil fotonya bagus.
    Andai 2 pabrikan ini bergabung jd satu… Pasti dihasilkan kamera dg hasil foto yg bagus dg auto fokus yg bagus jg.

    • adit October 9, 2014, 11:00 am

      menurut pendapat saya mas Fino, autofokus untuk kamera high-end di kedua merk saya rasa sama-sama bagusnya kalau misalkan untuk keperluan foto.. hehe. Dengan catatan lensa bagus ketemu body bagus.. hehe

  • Iqbal October 6, 2014, 7:13 pm

    saya lihat hasil wawancara dpreview dengan nikon & canon, mereka berdua kedepannya akan mengembangkan mirrorless dimana pasarnya berkembang pesat. apa benar canon & nikon akan merilis mirrorless kelas sony a7x?

  • Kang Rossi October 6, 2014, 4:05 pm

    great suggest (y). semoga brand tsb diatas baca tulisan ini untuk improve kedepannya 😀

  • adit October 6, 2014, 11:37 am

    Selain sektor fotografinya, Canon perlu improve lagi fitur videonya ko Enche. biar nggak di bully mulu sama Sony, Lumix dan disaingin ama Nikon.. Hehe

    Kok menurut saya kesannya Canon serba nanggung ya ko.. Setelah D750 keluar, saya masih nunggu kira2 dari Canon apa yg mau disejajarin sama D750. hehe

    Ngga cuma D750 sih, GH4, trus dari sisi mirrorles juga. Stuck di EOS M yg ngga ada penerusnya.. Malah Fujifilm yg getol bikin deretan mirrorles keren-keren.. 😀

    • Enche Tjin October 6, 2014, 11:44 am

      Iya benar, sistem mirrorless Canon jalan ditempat, dan juga videonya tadinya pionir tapi sekarang malah jalan ditempat. Sepertinya memang sengaja untuk melindungi penjualan kamera Cinemanya (C) dan DSLRnya.

  • sugianto lie October 6, 2014, 11:30 am

    @ Enche Tjin. setuju banget ,,,,mantap

Leave a Comment