‚Č° Menu

Hands-on kamera dan lensa di Photokina – Bagian 2

Setelah dari Photokina, saya bertolak ke kota Prague/Praha, Republik Ceko, disana saya agak kesulitan internet dan kebanyakan waktu saya habiskan untuk keliling kota yang mengagumkan. Kemarin sore saya tiba di kota Dresden, Jerman dan baru berkesempatan untuk melanjutkan cerita dari Photokina.

Baca juga: Hands-on Photokina bagian pertama

Kali ini saya akan berbagi pengalaman saat berkunjung ke booth micro four thirds yaitu Panasonic dan Olympus. Beberapa produk baru yang saya coba antara lain:

Panasonic LX10/LX15

Merupakan kamera compact dengan sensor jenis 1 inci. Mirip dengan kamera compact dari Sony RX100, atau Canon G7X. Bedanya LX10 ini memiliki lensa dengan bukaan lebih besar di bagian lebarnya. Lensa tersebut ekuivalen dengan 24-70mm f/1.4-2.8 Sayangnya keuntungan bukaan f/1.4 hanya di bagian terlebar yaitu 24mm, saat kita zoom ke 30-72mm bukaan maksimal lensa ini menutup ke f/2.8. Lensa kamera ini memilki brand Leica.

LX15 dilengkapi juga dengan kemampuan merekam video 4K 30p dan untuk mendukungnya, terdapat fitur 5 axis stabilization saat merekam full HD (1080 video). Sama seperti kamera mirrorless Panasonic lainnya, kamera ini memiliki fungsi 4K Photo Mode, Post focus dan Focus stacking, memanfaatkan teknologi video 4K. Autofokusnya sangat cepat, mirip dengan kamera micro four thirds Panasonic.

Menurut saya kedatangan kamera LX10 ini agak sedikit telat di kancah compact 1 inci. Tapi jika Anda mencari compact/pocket yang ringkas dengan kualitas tertinggi, sepertinya LX10 tidak akan mengecewakan. Harganya diperkirakan sekitar Rp 9 juta.

Panasonic G80/85

Panasonic G85 merupakan kamera mirrorless kelas menengah dari Panasonic yang berbentuk seperti mini-DSLR (Beda dengan GX80/85 yang bentuknya kotak ala rangefinder).

Kamera ini tidak begitu banyak dibahas, karena bukan yang terbaik, tercanggih atau yang termahal, tapi saya nilai kamera ini memiliki banyak hal yang positif dan cukup untuk berbagai jenis kebutuhan foto dan video. Pelajar/mahasiswa yang ingin belajar dan menekuni foto dan video mungkin cocok dengan kamera ini.

Perbedaan utama dari kamera ini dari generasi sebelumnya (G7) antara lain: weathersealing, in camera stabilization, 16 MP tapi tanpa low pass filter (gambar lebih tajam), viewfinder sedikit lebih besar. G85 ini akan dibundle dengan lensa travel ringkas, 12-60mm. Harga kamera body only sekitar $900 atau Rp 12 juta.

Lensa baru Olympus

Olympus melengkapi lensa PRO-nya di Photokina 2016 dengan memamerkan dua lensa PRO baru yaitu 25mm f/1.2 (ekuivalen 50mm), dan 12-100mm f/4 IS (ekuivalen 23-200mm f/4). Kualitas kedua lensa ini memang tidak diragukan lagi karena dirancang untuk profesional dari kualitas optik dan juga fisiknya tahan air dan debu (weathersealed).

25mm f/1.2 (ekuivalen 50mm) merupakan focal length lensa populer yang biasanya digunakan untuk berbagai jenis fotografi, diantaranya portrait, street photography, produk, detail dll.

olympus-25mm olympus-04

12-100mm f/4 IS (ekuivalen 24-200mm) merupakan focal length populer untuk travel dan dokumentasi sering juga disebut lensa sapujagat karena fleksibilitas zoomnya. Uniknya, lensa Olympus ini dilengkapi dengan image stabilization yang akan bekerjasama dengan 5 axis body stabilization mengurangi ketergantungan fotografer untuk mengunakan tripod.

Kedua lensa ini agak besar untuk standar micro four thirds, lebih mirip lensa zoom dari APS-C, tapi kualitasnya tentunya diatas lensa-lensa APS-C pada umumnya yang lebih banyak dibuat untuk consumer/pemula.

Kamera mirrorless M1 dari Yi

Di photokina 2016, ada produsen kamera yang membuat kejutan dengan menampilkan kamera mirrorless bersensor micro four thirds dengan harga yang relatif terjangkau. Dinamakan M1, kamera buatan perusahaan Yi ini dijual dengan harga US$330 sudah dengan lensa kit 12-40 (ekuivalen 24-80mm) f/3.5-5.6. Tambah US$120 lagi, sudah dapat lensa 42.5mm f/1.8 (ekuvalen 85mm) untuk portrait.

Jadi dibawah Rp 6 juta sudah dapat kamera, dan dua lensa yang berguna untuk travel dan portrait. Murah bukan? Kamera ini menjadi angin segar bagi peminat fotografi yang memiliki budget terbatas.

Karena basisnya micro four thirds, kamera ini bisa dipasang dengan puluhan lensa m43 dari Olympus, Panasonic, Sigma, dan lain lainnya.

Saat mencoba di Booth Yi, saya merasa desain kamera ini termasuk modern, simple dan ringkas. Hanya ada dua tombol di bagian belakang kamera. Untuk pengaturan, hampir semuanya mengandalkan antar muka touchscreen seperti mengoperasikan ponsel.

Fotografer yang berpengalaman atau pro mungkin lebih menyukai tombol, roda dan tuas dalam mengganti setting, tapi untuk fotografer pemula yang biasa mengunakan ponsel mungkin tidak masalah.

Kecepatan autofokus saya rasakan agak lambat, tapi tidak lambat sekali. Sepertinya teknologi autofokusnya masih mengandalkan deteksi kontras generasi kamera 3-4 tahun yang lalu.

Ada yang unik di kamera ini yaitu mode panduan untuk pemula, diantaranya untuk foto portrait, dimana di layar muncul ide-ide pose untuk membantu fotografer pemula mengarahkan gaya.

Untuk spesifikasi kamera ini tidak jelek juga, karena mengunakan sensor terbaru micro four thirds yaitu 20 MP, beratnya hanya 280 gram, dan dilengkapi dengan bluetooth rendah energi yang memudahkan untuk mengirimkan hasil foto ke smartphone dengan mudah dan efisien.

Saya juga sempat berbincang dengan representatif Yi, dan mereka mengatakan bahwa kamera ini memang ditujukan kepada pemula, yang ingin upgrade dari smartphone. Kamera ini juga akan tersedia di Indonesia, kemungkinan bulan Oktober atau November 2016, pas sebelum musim liburan.

Saya masih memiliki beberapa cerita pengalaman saya selama mengikuti Photokina. Ditunggu di bagian selanjutnya ya.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 5 comments… add one }
  • Setyo October 1, 2016, 9:45 pm

    Salam kenal Bung Enche, mohon info apakah disana lihat Nikon KeyMission 360′? Tertarik euy sama rekaman 360 derajat hehehe, kapan yaa masuk Indonesia??
    Terima kasih

  • wahyu September 30, 2016, 4:18 pm

    koh sy bingung ni, pilih canon g7x ii atau sony a6000. sy tau yg satu kamera pocket, satunya lagi mirrorles. tp bgusan mana ya dri kualitas foto dan video utk travel atau vlog? tlong pencerahannya koh mksih.

  • Geek Stuck Indonesia September 30, 2016, 12:09 am

    Panasonic lumix G80 hasil gambar lebih maknyus

  • Rizkisapari September 29, 2016, 9:50 pm

    Wah.. nunggu YI yg APS-C aja ah…

  • Hardian September 28, 2016, 12:05 pm

    oh ya mas nche… kenapa yah jarang banget ulas kamera dari PENTAX??

Leave a Comment