≡ Menu

Sepuluh Lensa Terbaik 2019 versi infofotografi

Di tahun 2019, ini, banyak sekali lensa yang diumumkan, baik dari produsen kamera seperti Canon, Nikon, Sony maupun pihak ketiga seperti Sigma dan Tamron. Di artikel kali ini, kami memilih sepuluh lensa yang menarik perhatian kami dari sisi keunikan dan terobosan teknologinya.

Lensa-lensa tersebut antara lain:

Tamron 35-150mm f/2.8-4 Di VC OSD

Lensa untuk DSLR ini dibuat oleh Tamron dengan kode ‘Di’ yang artinya punya cakupan sensor full frame, yang memberi rentang fokal serbaguna dari 35mm (masih cukup lebar) hingga 150mm (cukup tele). Bila lensa ini dipasang di sensor APS-C maka fokalnya akan setara 50-200mm yang juga akan menarik karena seperti lensa tele zoom pendek. Lensa ini sudah dilengkapi stabilizer VC dan auto fokus yang cukup oke dan senyap dengan teknologi motor OSD.

Tamron 35-150mm f2.8-4 Di VC OSD

Sony FE 600mm f/4 GM OSS

Lensa super-tele G Master dari Sony yang satu ini merupakan terobosan desain baru yang berhasil membuat satu lensa telefoto 600mm yang beratnya hanya 3,04 kg saja sementara lensa sejenis dari merk lain umumnya beratnya hampir mencapai 4 kg. Lensa weathersealed ini akan cocok dipakai memotret satwa liar ataupun liputan olahraga yang cepat di lingkungan ekstrim sekalipun.

Sony FE 600mm f/4 GM OSS

Tamron 17-28mm f/2.8 Di III RXD

Tamron akhirnya membuat berbagai lensa untuk mirrorless yaitu dengan E-mount untuk Sony, dan salah satu yang menarik di tahun ini adalah hadirnya Tamron 17-28mm f/2.8 RXD yang menjadi alternatif menarik untuk pengguna Sony A7 yang mencari lensa ultra lebar dengan bukaan besar. Dengan rentang fokalnya yang pendek (berakhir di 28mm) maka Tamron justru berhasil membuat lensa ini cukup kecil dan ekonomis, yaitu 420 gram saja (diameter filter 67mm).

Tamron 17-28mm f/2.8 Di III RXD

7Artisans 75mm f/1.25

Lensa 7Artisans 75mm f/1.25 adalah lensa manual, dengan berbagai opsi mount misalnya Leica M-mount, yang punya kelebihan di bukaan besarnya f/1.25 pada fokal lensa fix 75mm. Lensa ini tentu cocok untuk potret dan dengan bukaan besar memang perlu pengaturan manual fokus yang teliti. Kelebihan lensa ini adalah pada bokehnya. Fisik lensa ini cukup berat karena terbuat dari logam yaitu 608 gram dengan diameter filter 62mm.

7Artisans 75mm f/1.25

Nikkor Noct 58mm f/0.95

Inilah lensa Nikon manual fokus dengan 17 elemen seberat 2 kg, yang punya aperture f/0.95 atau lebih besar daripada f/1. Untuk membentuk lubang yang sirkular dalam bukaan sebesar itu, digunakan 11 bilah diafragma dan lensa ini dibuat untuk mirrorless Nikon Z full frame (meski bisa juga dipakai di APS-C seperti Nikon Z50 supaya jadi ekuivalen 85mm). Meski lensa ini tampak besar, tapi dia tetap bisa dipasang filter dengan ukuran 82mm.

Nikkor Noct 58mm f/0.95

Canon RF 70-200mm f/2.8L IS USM

Dari trinity lensa pro L-series untuk mirrorless full frame Canon, kami melihat RF 70-200mm ini sebagai lensa terbaik berkat desainnya yang lebih ringkas dengan kualitas optik yang tinggi. Bila sebelumnya lensa 70-200mm f/2.8 itu identik dengan dimensinya yang besar, maka dengan pendeknya flange back di mirrorless membuat Canon bisa mendesain ulang lensa 70-200mm f/2.8 yang lebih pendek dan ringkas. Lensa baru ini panjangnya kurang dari 10cm saja (meski saat di zoom dia akan memanjang), membuatnya enak di bawa maupun disimpan di tas.

Canon RF 70-200mm f/2.8L IS USM

Sigma 45mm f/2.8 DG DN C

Sigma membuat lensa untuk mirrorless dalam dua mount yaitu Sony E dan L-Mount (karena dia juga tergabung dalam L-alliance) yang menawarkan lensa fix Kecil dengan fokal standar 45mm dan bukaan cukup besar f/2.8. Produk Sigma berkode DG (untuk full frame) dengan kategori C (Contemporary) ini mengedepankan keringkasan dalam ukuran sehingga pengguna kamera L-mount yang selama ini mencari lensa ukuran kecil akhirnya bisa merasakan kepraktisan memotret dengan lensa kecil. Uniknya, mengatur diafragma bisa dilakukan dengan memutar ring aperture yang ada di lensa Sigma ini.

Sigma 45mm f/2.8 DG DN C

Leica APO-Summicron-SL 35mm f/2

Leica APO-Summicron-SL 35mm F2 ASPH termasuk lensa fix dengan L-mount untuk dipasang di Leica SL, atau Panasonic Lumix S1 dan kualitas lensa ini tidak perlu diragukan, juga dengan auto fokusnya dan durability fisiknya termasuk adanya fitur weatherseal. Dengan panjang 10cm, bobot 720 gram, ada 13 elemen didalamnya dan ketajamannya dipersiapkan untuk kamera masa depan yang sensornya diatas 100 megapiksel.

Leica SL 35mm f/2 ASPH

Venus Laowa 7,5mm f/2

Bila bicara lensa ultra wide untuk micro 4/3 maka rasanya pilihannya terbatas antara Olympus atau Lumix/Leica, yang harganya diatas 10 juta. Dari situ Laowa, produsen lensa asal China yang terkenal dalam membuat lensa ultra wide, telah cukup lama merilis satu lensa fix dengan fokal 7,5mm yang bukan fisheye, tapi rectilinear sehingga tidak membuat garis menjadi melengkung. Dengan fokal setara 15mm di full frame plus bukaan besar f/2, lensa Laowa 7,5mm ini akan disukai fotografer landscape maupun interior yang memakai kamera dengan sensor Micro 4/3. Lensa ini tidak ada elektorniknya, sehingga memakainya harus di mode manual dan tentunya juga manual fokus.

Laowa 7,5mm f/2 untuk MFT misal Lumix dan Olympus

Panasonic Leica DG Vario 10-25mm f/1.7

Bila sebelumnya kita membayangkan lensa dengan bukaan f/1.7 adalah lensa fix, maka kini anggapan ini sudah berubah sejak hadirnya lensa Panasonic Leica 10-25mm f/1.7 untuk micro 4/3. Lensa unik ini tidak kecil dan tidak juga murah namun tetap memberi terobosan besar karena rentang fokalnya setara dengan 20-50mm dengan bukaan konstan ekstera besar f/1.7. Tentunya bukaan sebesar ini akan juga cocok untuk membuat video karena disamping efek sinematik dari bokehnya, juga bukaan besar membantu memasukkan banyak cahaya supaya tidak usah sering pakai ISO tinggi. Hal inilah yang membuat kami menobatkan lensa spesial ini sebagai satu dari sepuluh lensa terbaik di 2019 versi infofotografi.

Panasonic Leica DG Vario 10-25mm f/1.7 yang besar (sumber foto : DPreview)

Itulah 10 lensa di tahun 2019 yang kami favoritkan. Anda sendiri punya pendapat atau punya lensa favorit yang belum diulas disini? Silahkan berdiskusi melalui kolom komentar di bawah.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di LinkedIn dan instagram.

{ 1 comment… add one }
  • MASTEG January 1, 2020, 9:14 am

    kang erwin .. akan lebih baik lagi jika ada rentang harganya .. agar infonya makin sip .. namun cukup baik ulasannya …

Leave a Comment