Ricoh GR IV adalah kamera pocket dengan image sensor APS-C dan merupakan salah satu kamera ikonik. Jarak rilis GR III dan GR IV cukup jauh, yaitu enam setengah tahun, membuat banyak penggemar GR yang mengharapkan peningkatan yang substansial dari generasi sebelumnya.
Yang baru di Ricoh GR IV
Pertama, image sensornya baru, dengan resolusi yang sedikit meningkat, dari 24MP jadi 25.7MP dan arsitektur BSI backside illuminated sensor, yang memiliki kinerja yang baik di ISO tinggi.
Lensanya ~28mm dengan bukaan f/2.8, mirip dengan GR yang sebelumnya, tapi desain mekanik dan elemen lensanya sudah ditingkatkan, sehingga lebih cepat saat menyalakan kamera, lebih cepat saat autofokus dan ketajamannya meningkat di tepi-tepi foto.
Selain itu menurut Ricoh desain lensa ini lebih aman dari debu yang di GR sebelumnya sering masuk lewat lensa. Di dalam image sensor, lapisan anti statiknya ditingkatkan kualitasnya supaya debu tidak mudah menempel. Repot soalnya kalau sudah nempel karena harus dibongkar untuk dibersihkan.
Stabilizer atau shake Reduction istilah Ricoh Pentax juga ditingkatkan, dari 3 axis menjadi 5 axis, sehingga masih steady dan tajam sekitar enam stop atau sekitar setengah sampai satu detik.
Baterainya juga baru, 33% lebih besar kapasitasnya dari pendahulunya, berkapasitas 250 foto. Baterai yang lebih besar ini tidak membuat kamera lebih besar, malah sedikit lebih ramping, tapi ada pengorbanannya, Ricoh GR IV tidak punya SD card slot, tapi menggunakan micro SD card. Menariknya, Ricoh menyediakan internal memory 53 GB, kurang lebih dapat memuat 1000 foto file RAW atau 3000 file JPG.
Untuk handling kameranya sekilas terlihat sama tapi kalau diperhatikan lebih detail, GR IV lebih ramping sedikit dan kontur gripnya agak berbeda. Lalu di bagian belakang ada beberapa perubahan. Dial di belakang hilang, sebagai gantinya ada tombol atas bawah, seperti di Ricoh GR II dan sebelumnya. Tombol/tuas ADJ sekarang berganti fungsi menjadi dial penuh yang bisa diputar secara kontinyu. Pilihan untuk kembali ke desain GR II menurut saya cukup positif, karena roda belakang/dial di GR III agak kecil dan flimsy, suka berubah tanpa sengaja, dan rawan los juga.
Kinerja Ricoh GR IV
Menyalakan kamera compact seperti ini biasanya butuh waktu agak lama, karena lensanya dilipat kedalam, butuh waktu untuk mengeluarkan lensanya. Di Ricoh GR IV ini kinerjanya sedikit lebih cepat, karena lensanya lebih gesit. Menurut Ricoh, butuh 0.06 detik saja dari OFF sampai siap memotret, sedangkan GR III 0.08 detik. Untuk auto fokus dekat jauh, GR IV lebih cepat, dan bisa dibantu dengan focus limiter untuk membatasi area fokus dekat-menengah misalnya saat foto makanan, foto teman atau keluarga, atau yang jauh untuk foto pemandangan.
Sistem autofokus GR IV telah mendukung deteksi wajah dan mata, namun wajah harus cukup jelas dan dominan dalam frame. Jika mata tertutup, terhalang atau latar belakang lebih kontras, kamera akan gagal mendeteksi wajahnya.
Kualitas foto Ricoh GR IV
Karena menggunakan image sensor dan processing engine yang baru, kualitas ISO tinggi GR IV lebih bagus sekitar 1-2 stop. di GR III saya biasanya menjaga agar tidak menggunakan lebih dari ISO 1600, di GR IV saya lebih percaya diri menggunakan ISO 6400. Di saat darurtat, ISO 12800 atau 25600 bisa digunakan. Noise yang timbul di ISO tinggi terlihat lebih mirip film grain, jadi terlihat lebih estetik.
Bagi yang senang memotret dengan format gambar JPG, atau SOOC (Straight Out Of the Camera), ada preset baru, namanya Cinema Green dan Cinema Yellow. Cinema Green seperti namanya memberikan kesan kehijauan dan kebiruan, memberikan kesan jadul dan sinematik. Cocok buat street photography. Cinema yellow memperkuat kesan hangat, cocok untuk foto makanan, atau suasana sunset atau sunrise, cocok dipadukan dengan setting auto white balance warm.
Menggunakan GR IV mirip dengan menggunakan Ricoh GR sebelumnya, sangat nyaman karena ukurannya dan juga bisa dioperasikan satu tangan. Di saat street photography, orang-orang tidak terlalu bereaksi seperti kalau kita memotret menggunakan kamera besar atau bahkan ponsel. Kinerjanya cepat dan bisa diandalkan di kondisi terang atau gelap.
Fitur-fitur lainnya
Beberapa fitur tambahan yang cukup unik dari kamera ini yaitu punya built-in ND 2 stop, yang kalau dikombinasikan dengan stabilization, bisa untuk memotret slow shutter yang lambat untuk membuat efek motion blur atau light trail tanpa tripod.
ND dan stabilizer juga membantu untuk merekam video, sayangnya videonya mentok di Full HD 60p. Untuk kualitas gambarnya bagus, stabilizer 5 Axis sangat membantu dan juga bisa dikombinasikan dengan image control Cinema Green & Yellow yang baru. Untuk merekam video clip vertical untuk keseharian sudah mencukupi.
Lensa Ricoh juga bisa fokus sangat dekat, 6 cm dari depan lensa di mode macro, sedangkan di mode biasa, bisa fokus dari 10 cm sampai tak terhingga.
Satu lagi yang menarik yaitu kalau kamera di set di mode P, kita bisa ubah ke Av atau TV dengan mengganti dial. Mode ini jadinya lebih fleksibel.
Harga Ricoh GR IV
Harga mungkin salah satu aspek yang sangat penting, dan harga Ricoh GR IV ini kerap menjadi sorotan, karena kenaikannya cukup tinggi daripada Ricoh GR III. Harganya hampir 1500 US dollar, meningkat hampir 500 dollar. Kenaikan harga yang cukup signifikan ini karena banyak peningkatan dari segi hardware dan juga tarif AS. Saat review ini ditulis, belum ada pengumuman dari distributor Ricoh GR di Indonesia berkaitan dengan harganya. Menilik harga di Amerika Serikat US$1500, bisa diprediksi harga di Indonesia akan mendekati Rp24.000.000.
Terima kasih telah menyimak, subscribe blog ini dengan email untuk mendukung kami dan bagi yang ingin belajar fotografi atau mengoperasikan kamera digital, silahkan hubungi kami via WA 0858 1318 3069.