≡ Menu

Review kamera Sigma fp : Kamera mirrorless full frame terkecil

Sigma fp merupakan kamera yang unik dari Sigma, karena desainnya benar-benar berbeda dari kamera DSLR ataupun mirrorless pada umumnya. Sigma fp memiliki sensor full frame CMOS 24MP Bayer dan mengunakan L-mount (sama dengan Leica TL/SL dan Panasonic S). Meski ukuran sensor bisa terbilang besar, tapi ukuran Sigma fp relatif kecil dengan panjang 11.2cm dan ringan (370gram).

Meski desainnya compact, tapi Sigma fp punya banyak tombol & dial untuk akses setting cepat. Di bagian atas kamera ada tuas ON-OFF (Power), Cine/Still (Video/Foto), tombol record, shutter dan roda dial yang cukup besar untuk mengganti setting kamera.

Di bagian belakang kamera ada beberapa tombol diantaranya AEL, QS (Quick Menu), tombol empat arah yang sekaligus roda/dial kedua, tombol menu, playback, info/display, tone, color dan mode kamera. Dengan banyaknya tombol dan dial ini, memudahkan fotografer/videografer untuk mengganti setting dengan cepat.

Menu kamera Sigma tertata dengan cukup baik dan akan berbeda tergantung apakah kita di mode Cine/Still. Jika yang aktif adalah Still, maka di menu akan tampil item-item yang khusus untuk fotografi, demikian juga sebaliknya, sehingga mencari item di menu jadi lebih mudah dan cepat.

Special di Sigma fp

Yang unik di kamera Sigma fp adalah pilihan Color (kalau di kamera lain seperti Picture/Creative Style, Picture Control, Film Simulation dll. Di Sigma fp kita bisa pilih beberapa style yang unik diantaranya Teal & Orange, Cinema, Forest Green, FOV blue. Style ini hanya diaplikasikan ke file JPG saja. Untuk yang suka foto dengan file RAW bisa membuat JPG nya di dalam kamera dengan style kesukaan masing-masing (menu RAW Development). Kekuatan pengaruh style juga bisa di atur antara -5 sampai +5.

Sigma fp + Sigma 45mm f/2.8 – Teal & Orange Color
Sigma fp + Sigma 45mm f/2.8 – Cinema Color
Sigma fp + 45mm f/2.8. Vivid Color

Electronic shutter only

Kamera ini tidak memiliki mechanical shutter, hanya mengandalkan electronic shutter. Keuntungannya adalah tidak ada suara di kameranya, lebih stabil karena tidak ada gerakan shutter yang dapat mengakibatkan getaran, dan lebih tentunya jadi lebih tahan lama.

Tapi di sisi lain, flash sync speednya hanya terbatas ke 1/15 detik saat memotret dengan RAW dan 1/30 detik saat JPG. Jadi bisa dibilang kamera ini tidak cocok bagi yang mempraktikkan flash photography. Selain itu, untuk foto/video subjek bergerak cepat, juga tidak sesuai karena akan ada rolling shutter/jello effect yang membuat subjek foto menjadi miring.

Banding bisa terjadi di kondisi cahaya artificial tertentu, misalnya neon jika shutter speednya tidak sinkron dengan flicker lampu.
Untuk foto yang bergerak cepat, seperti kereta, bisa ada muncul skewed/miring.

Spesifikasi Video

Fitur video dari kamera ini yang menjadi nilai jual utama kamera ini. Kamera ini bisa direkam 12-bit Cinema DNG (Standar cinema profesional) di 1080P dari 24-120fps dan 4K (UHD) sampai dengan 30 fps. Di format MOV H.264, kamera ini bisa merekam Intra dan GOP. Karena ukuran file cinema DNG sangat besar, Sigma fp mendukung perekaman ke SSD external. Tapi sayang Sigma tidak menyediakan log profile.

Autofokus

Kinerja autofokus kamera ini mendukung face and eye detection dengan kecepatan sedang untuk subjek diam. Autofokus bisa diaktifkan dengan menekan setengah tombol shutter atau touchscreen. Untuk autofokus kontinyu, kecepatannya sangat lambat sehingga tidak cocok untuk digunakan untuk subjek bergerak cepat atau fotografi olahraga.

Focus peaking dan magnification di mode Manual Focus

Portrait & Street photography

Saya sempat menguji kamera ini untuk portrait dengan mengunakan lensa Sigma 45mm f/2.8, Leica M 28mm f/2 dan 7Artisans 75mm f/1.25. Dalam praktiknya cukup menyenangkan untuk digunakan karena ukurannya kecil dan karena sensornya full frame, mudah membuat latar belakang blur dan di ISO tinggi noisenya tidak terlalu banyak.

Sigma fp + Leica M 28mm f/2.8 – Teal & Orange
Sigma fp+Lensa 7Artisans 75mm f/1.25 untuk Leica M

Aksesoris

Ada beberapa aksesoris yang tersedia untuk Sigma fp, diantaranya hotshoe bracket yang termasuk dalam paket pembelian. Tersedia juga grip tambahan supaya pegangan lebih mantap saat memasang lensa panjang, dan loupe untuk bisa melihat dengan jelas di kondisi outdoor yang terang. Grip dan Loupe dijual terpisah.

Pendapat setelah hands-on

Sigma fp adalah kamera yang menyenangkan untuk digunakan tapi perlu lensa-lensa L-mount kecil yang mendukung. Saat review ini saya buat, hanya ada satu lensa saja yang berukuran relatif kecil yang bisa mengimbangi ukuran Sigma fp ini yaitu lensa Sigma 45mm f/2.8. Kedepannya mungkin akan ada lensa-lensa compact yang serupa.

Sementara itu, saya bisa memasang adaptor L to M dan memasangnya dengan lensa untuk Leica M seperti Leica 28mm f/2.8 yang sangat compact, dan 7Artisans 75mm f/1.25 untuk foto portrait/low light. Jika ingin kualitas yang terbaik, saya pasangkan dengan lensa Leica SL.

Sigma fp dipasangkan dengan lensa Leica M 28mm f/2.8 dengan adaptor M – L

Sigma fp memang bukan kamera yang biasa. Sekilas, banyak orang akan mengeluh akan kekurangan kamera ini misalnya autofokus pelan, tidak punya stabilizer, tidak punya jendela bidik dan sebagainya. Tapi saat dibawa dan digunakan kamera ini menyenangkan karena punya pilihan Color Style yang menarik, ukurannya yang relatif compact dan hasil fotonya memuaskan.

Saksikan demonstrasi saya mengunakan Sigma fp dan lihat lebih banyak foto di Youtube Infofotografi:


Harga kamera Sigma fp ini diperkirakan sekitar 31 juta body-only dan 36 jt dengan lensa Sigma 45mm f/2.8. Jika berminat bisa memesan melalui kami: Info 0858 1318 3069.

Model: Yessy (ig: @frans_zee)

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 6 comments… add one }
  • Cak Bash February 9, 2020, 7:49 am

    Pada akhirnya alasan orang membeli kamera ini adalah “Harganya Mahal”

  • Komar February 4, 2020, 5:57 am

    Kamera yg dibuat hanya untuk orang-orang tertentu….

    • Jaliteng February 4, 2020, 1:56 pm

      Pastinya untuk orang2 yg banyak duit.. hahaha…

  • pri February 3, 2020, 6:50 pm

    “autofokus pelan, tidak punya stabilizer, tidak punya jendela bidik dan sebagainya” … apa yg diharap dari kamera seperti ini??… kalau pendapat saya lupakan saja, karena competitor dengan harga semahal itu jauh lbh baik performa nya..

    • Enche Tjin February 4, 2020, 1:42 am

      Kamera semacam ini tidak akan terjual banyak, tapi pasti ada yang suka ukurannya yang compact dan kualitas videonya.

Leave a Comment