≡ Menu

Fujifilm Instax Mini EVO – Kamera 3 in 1

Fujifilm Instax Mini EVO adalah kamera hybrid yang memadukan kamera digital, kamera film instan dan printer. Desain kamera ini bergaya retro, seperti kamera film zaman dulu. Ukurannya tidak kecil, tapi juga tidak terlalu besar. Beratnya sekitar 290gram, relatif ringan untuk dibawa kemana-mana.

Kamera film instan biasanya setelah foto langsung akan dicetak, tapi Mini EVO ini berbeda karena gambar digitalnya akan tersimpan di dalam tempat penyimpanan internal yang kurang lebih dapat menampung 45 file foto. Jikalau tidak cukup, kita dapat memasukkan memory card type micro SD ke kamera ini.

Kamera ini memiliki sensor bertype 1/5 inci, dengan lensa ekuivalen 28mm f/2. Kombinasi ini menghasilkan gambar digital dengan resolusi 5 Megapixel. File digital yang disimpan bisa dipilih untuk dicetak. Untuk mencetak, dibutuhkan cartridge berisi 10 Instax mini paper untuk dipasang di dalam kamera. Harga satu paket kertas dan film ini sekitar Rp90.000 atau Rp9000 per foto.

Jika kita mau mencetak foto yang bukan diambil dengan Instax mini EVO ini juga bisa, yaitu dengan mengirimkan gambar dari ponsel ke kamera/printer melalui App Instax.

Yang khas dari Mini EVO adalah pilihan efek lensa dan film, yang terinspirasi dari kamera film zaman dahulu. Ada 10 efek film dan 10 efek lensa yang totalnya memungkinkan 100 kombinasi. Untuk mengubah efek film ada roda/dial di bagian belakang kamera, dan efek filter bisa diputar di bagian depan lensa.

Pengalaman menggunakan Instax mini EVO

Saya menyempatkan diri menggunakan Instax mini EVO ini untuk jalan-jalan dan memotret di kawasan Little Tokyo di Blok M, Jakarta Selatan. Adanya beberapa rumah makan dan toko dengan desain Jepang berdampingan dengan bangunan-bangunan lama dengan gaya Art Deco cocok untuk mencoba efek film dan lensa yang ada di kamera ini.

Kamera ini bisa dihandle dengan dua orientasi, horizontal / landscape seperti biasa, tapi juga bisa secara portrait / vertikal. Saat memotret dengan orientasi vertikal, kita bisa memanfaatkan tombol shutter di bagian depan kamera yang tepat jatuh di jari telunjuk, dan di bagian belakang, dekat dial ada sedikit ruang untuk menempatkan jempol untuk pegangan yang mantap.

Sepertinya kamera ini lebih dirancang untuk memotret secara vertikal/portrait yang ditandai dengan huruf tombol-tombol di bagian belakang kamera juga orientasinya vertikal. Bagi yang suka selfie, kamera ini menyediakan cermin kecil di bagian depan untuk membantu komposisi. Jika Komposisi terlalu lebar, kita bisa cropping, baru di cetak atau dibagikan.

Untuk pengaturan setting kamera, mini EVO ini cukup simple: Punya 1 titik fokus di tengah yang tidak bisa diubah posisinya, ada pengaturan exposure +3 sampai -3, self timer, white balance dan flash.

Kualitas gambar

Kualitas gambar yang dihasilkan kamera ini beresolusi 5MP, cukup kecil untuk standard kamera saat ini yang rata-rata 34-64MP, tapi 5MP cukup untuk media sosial dan cetak foto ukuran panjang sampai dengan 20cm. Lebih dari itu masih bisa tapi kalau dilihat dari dekat sudah agak kurang detail-nya dan terlihat pixellated.

Kiri: Efek Vivid, Kanan: Light Leak
Kiri: Canvas+Vinyet, Kanan: Monochrome
Kiri: Retro, kanan: Color Shift

Rekomendasi

Kamera Instax mini EVO ini cocok menjadi companion (teman) bagi kamera mirrorless/SLR saat traveling. Dengan Instax ini, kita bukan hanya bisa memotret, tapi juga sekaligus mencetak dan membagikan dengan orang lain. Tidak seperti kamera instan yang biasanya hanya satu kali foto dan cetak, mini EVO ini bisa mencetak gambar yang sama berulangkali seperti Instax Liplay yang dirilis beberapa tahun yang lalu.

Dengan model retro yang klasik dan abadi sepanjang zaman, dan efek-efek film dan lensa yang membangkitkan rasa nostalgia dan merangsang kreativitas, menurut saya Fujifilm telah berhasil memikat semua kalangan untuk menyukai fotografi dan tidak kalah penting melestarikan budaya mencetak foto dan berbagi.

Saksikan video unboxing dan penjelasan fitur dan tombol Fujifilm Instax mini Evo
Saksikan pengalama dan pembahasan kualitas foto kamera/printer ini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment