≡ Menu

Habis upgrade kamera kok kualitas foto masih sama?

Artikel kali ini agak berbeda dengan yang lain karena postingan ini berdasarkan pertanyaan yang diajukan teman & murid saya Andrew di Instagram. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini:

“Di era masa kini, kebanyakan fotografer habis-habisan meng-upgrade kamera mereka dengan yang termahal, tapi sebagian besar kualitas fotonya hampir sama dengan sebelum upgrade, terutama saat diposting ke media sosial seperti Facebook dan Instagram. Mengapa bisa demikian? Apakah ada faktor lain yang mempengaruhi hal tersebut?”

Menarik sekali pertanyaan tersebut bukan? Pernahkah Anda memikirkan hal tersebut atau mengalami hal yang serupa?

Untuk meningkatkan kualitas foto, sebagian besar fotografer pemula biasanya berpikir bahwa kamera dan lensa yang mahal atau paling baru akan menghasilkan foto yang terbaik. Hal itu wajar saja dan ada benarnya. Dengan meningkatkan kualitas kamera dan lensa, kualitas teknis kamera menjadi lebih baik, contohnya detail yang bisa ditangkap bisa lebih banyak (Megapixel meningkat), Bisa juga kinerja foto di kondisi cahaya gelap makin bersih dari noise (bintik-bintik pada foto).

Upgrade ke Leica Q Snow Edition, bisakah menaikkan kualitas foto?

Banyak juga peningkatan kamera yang tidak terlihat langsung di hasil foto tapi mendukung fotografer supaya bisa mendapatkan foto yang baik misalnya ketahanan kamera dan lensa terhadap elemen alam seperti hujan/air, suhu dingin dan panas. Selain itu kamera dengan desain yang ergonomi dan sistem menu dan kendali yang baik tentunya lebih memudahkan fotografer dalam menangkap momen.

Tapi mengapa hasil fotonya terlihat sama?

Jika arenanya adalah media sosial yang sebagian besar dilihat di layar ponsel yang resolusinya kurang lebih 2 Megapixel (1920 X 1080) maka kualitas peningkatan teknis kamera baru akan tidak terlalu terlihat, karena gak peduli kameranya 150 megapixel kek, atau 12 Megapixel, atau bahkan 2 Megapixel, semua akan terlihat sama detailnya.

Kurang lebih juga sama untuk masalah noise. Jika gambar yang megapixelnya banyak, lalu dikecilkan menjadi 2 megapixel, bintik-bintik noise tersebut juga banyak menghilang. Maka itu, kamera terbaru tidak begitu banyak pengaruhnya di media sosial.

Kalau lensa lain cerita lagi, lensa punya banyak jenis dan sifat. Lensa makro memungkinkan fotografer untuk foto dari jarak yang sangat dekat, lensa tele membuat subjek yang jauh terlihat besar, lensa lebar membuat pemandangan terlihat lebih dramatis. Lensa membuka peluang fotografi baru.

Tapi kalau yang di-upgrade lensanya mirip, misalnya dari misalnya jika upgrade dari 70-200mm versi 1 ke 2 atau 3 ya jenis fotonya nanti akan sama saja, bedanya lebih ke detail yang tertangkap (lebih kontras/tajam) dan autofokus yang lebih cepat.

Lalu bagaimana caranya supaya hasil foto dengan gear yang mahal biar keliatan bedanya? Salah satunya adalah dengan menampilkan foto dalam bentuk cetak besar, idealnya satu meter atau lebih. Selain itu, bisa ditampilkan ke monitor beresolusi sangat tinggi seperti 8K … tapi udah ada belum ya monitor semacam itu?

Oleh sebab itu, perbedaan antara kualitas foto sebelum dan sesudah upgrade gear tidak akan terlihat signifikan jika hanya ditampilkan di media sosial.

Makan waktu dan keringat untuk menguasai kamera Leica M untuk mengeluarkan potensinya. Foto Ruben, Leica Ambassador, dibuat dengan Leica Q oleh Enche

Masalahnya banyak orang menganggap membeli gear baru otomatis dapat meningkatkan kualitas foto. Pada akhirnya akan kecewa, karena faktor gear sebenarnya hanya salah satu faktor saja, masih ada faktor yang mungkin lebih penting yaitu kompetensi fotografernya itu sendiri, meliputi kemampuan teknik dan artistik, kemampuan mengoperasikan kamera, komposisi, menangkap momen, kemampuan editing dll. Faktor lainnya yaitu konsep/ide/cerita dan subjek yang dipotret. Misalnya kalau foto model, kalau yang dipotret supermodel berpengalaman tentunya lebih menarik daripada model yang baru belajar.

Yang sering tidak disadari oleh penghobi fotografi baru adalah investasi untuk meningkatkan ketrampilan dan pengalaman lebih penting daripada investasi gear. Jika kita beli kamera, dalam 10 tahun lagi nilainya sudah turun karena ada yang baru dan lebih canggih, tapi kalau kita investasikan waktu dan uang untuk pendidikan serta menambah pengalaman, nilai dan hasil foto akan meningkat lebih signifikan, dan itu pasti akan terlihat dalam Instagram feed masing-masing.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 4 comments… add one }
  • Hari April 15, 2019, 12:03 pm

    berarti, memang tidak ada artinya upgrade gear jika skill belum berubah.. meskipun yg ada hanyalah pocket/compact, ataupun mirrorless sensor kecil (1″, 4/3), bisa saja kualitas hasil meningkat jika skill lebih dulu bertambah

  • Afnal January 10, 2019, 2:51 pm

    Mau bertanya Pak Entje. Ketika kita berkunjung ke salah satu kota besar di luar negeri. Kadang kita naik Tower yang tinggi di kota itu dan ingin mengambil beberapa foto dengan latar belakang kota tersebut di depan jendela tower. Saya selalu gagal ketika mengabadikan beberapa foto di depan jendela ini, karena bila saya aktifkan flash latar belakang kota gak kelihatan, sedangkan tanpa flas wajah kita gelap latar belakang kota oke. Mohon pencerahan bagaimana agar kedua-duanya OKE, maksud saya agar hasil fotonya jadi WOW gitu. Terimakasih sebelumnya Pak Entje, mudah-mudahan bermanfaat bagi sahabat kita para pemula yang lain juga.

  • Jr December 18, 2018, 2:00 pm

    Mantap skali opininya Koh Enche.
    Jadi mikir 100 kali sblm upgrade gear.
    Kebetulan jg dompet lg ngak tebel. Hehe

  • Andrew December 17, 2018, 11:01 pm

    Wah jawaban inilah yg di nanti..
    Thank u koh enche

Cancel reply

Leave a Comment