Mengunakan lampu kilat kamera yang baik dan benar bagian I

by Enche on December 29, 2009

Lampu kilat yang ada di dalam kamera saku atau DSLR dapat menghasilkan foto yang bagus bila kita mengetahui cara memakainya dengan baik. Di lain pihak, lampu eksternal seperti speedlite flash yang besar, bisa menjadi bumerang bila kita tidak tahu cara memakainya.

Kesalahan utama yang saya perhatikan terutama adalah dalam memposisikan objek. lampu kilat biasanya memiliki jangkauan yang terbatas, dan tergantung pada jenis kamera. Kamera saku biasanya memiliki kekuatan dan jangkauan yang lebih pendek daripada kamera digital SLR. Untuk itu, saya sarankan untuk mencobanya di rumah untuk mengetahui berapa jarak optimal lampu kilat Anda.

Untuk kamera digital SLR, biasanya jangkauan yang optimal sekitar satu sampai tiga meter. Bila objek Anda berada dibawah 1 meter, maka foto akan overexpose / terlalu terang, sedangkan kalau lebih jauh dari tiga meter, foto akan underexpose atau terlalu gelap. Maka dari itu mengukur atau memperkirakan jarak cukup penting.

Hal lain yang penting diperhatikan terutama bila kita mengambil foto banyak objek seperti mengambil foto banyak orang. Supaya wajah-wajah orang-orang terangnya sama, jarak antara lampu kilat ke tiap orang juga harus sama.

Contoh diagram:

Posisi objek diantara 1-3m atau jarak ideal lampu kilat dan juga jarak antara tiap objek/orang ke lampu kilat sama panjang

Posisi objek diantara 1-3m atau jarak ideal lampu kilat dan juga jarak antara tiap objek/orang ke lampu kilat sama panjang

Bandingkan dengan diagram dibawah ini:

diagram-lampu-kilat-02

Ada beberapa orang terlalu dekat dengan flash, ada pula dua orang terlalu kebelakang. Jarak antara tiap orang dengan lampu kilat tidak sama, sehingga hasil foto tidak baik

Contoh diatas menunjukkan bahwa jarak lampu kilat ke tiap orang berbeda, sehingga ada orang yang terlalu terang, ada yang pas dan ada yang gelap.

Contoh foto dibawah, saya mengunakan lampu kilat, perhatikan bahwa foto anak2 wajahnya jauh lebih terang daripada pemusik yang berada agak dibelakang karena saya mengabaikan aturan main diatas.

Demikian tips saya hari ini mengenai lampu kilat, nantikan bagian kedua. Semoga membantu.

{ 9 comments… read them below or add one }

Lina December 30, 2009 at 2:17 am

Trima kasih tips nya, sangat berguna :)

vharoel January 1, 2010 at 2:18 pm

Thnxs Tips’na..
sangat berguna sekali buat Gw.
menunggu bagian 2.

jack January 4, 2010 at 2:45 am

Thnx buat sharing pengetahuannya.

Pepen January 4, 2010 at 9:41 pm

Thanks atas tip nta dan di tunggu bagian ke-2 nya.
tetapi aku baca di artikle lain ada lampu blize yang kamera DSLR yang mampu samapi 5 m…, benarkah…, CANON 450D belum aku coba berapa kemampuannya..
Salam

Enche January 4, 2010 at 9:43 pm

Tiap kamera memang beda2 jadi sebaiknya memang di tes aja.

Johnson May 18, 2010 at 8:33 pm

Bagaimana mensiasatinya kalau kasusnya kita fot candid (misal pertunjukan di panggung) dimana kita tidak mungkin mengatur posisi obyek (posisi kitapun terbatas krena banyak fotografer lain)?

Terimakasih.

Enche May 18, 2010 at 8:45 pm

Kalau cuma bisa berdiri di posisi tsb, coba pakai lensa sapu jagat seperti 18-200mm. Kalau ingin tempat yang lebih baik sebaiknya menghubungi koordinator acara sebelum pertunjukan, mungkin diperbolehkan untuk foto saat latihan ataupun diantara panggung dan penonton.

anton June 7, 2010 at 2:47 am

kalo kita mengandalkan iso yg tinggi untuk mendapatkan cahaya yg bagus bisa ga …??? coz kt nya kalo kita pake iso tinggi hasilnya akan grainy…thx

Enche June 7, 2010 at 6:01 am

iya, ISO tinggi memang membantu kalau cahaya lingkungan kurang terang, tapi memang membuat foto jadi grainy.

Leave a Comment

Previous post: Komposisi : Perspektif

Next post: Mengunakan lampu kilat kamera yang baik dan benar bagian II