Memanfaatkan diafragma atau ISO?

by Enche on March 14, 2010

Ada pertanyaan bagus dari pembaca Info Fotogafi, Mas Adi Kurniawan. Mas Adi menanyakan apakah lebih baik membuka diafragma lebih besar lebih baik ataupun menaikkan ISO bila memerlukan cahaya tambahan.

Ini dilema yang akan dihadapi oleh semua fotografer di lokasi. Membuka diafragma lebih lebar, memang efektif dalam menggalang cahaya lebih banyak, tapi sayangnya kedalaman fokus (depth of field) menjadi tipis sehingga tidak semua bagian dari foto yang akan fokus. Bila menaikkan ISO, maka yang terjadi adalah penurunan kualitas gambar dari ketajaman maupun detail.

Lalu manakah yang terbaik? Langkah pertama adalah melihat ISO berapa yang dibutuhkan. Dari 100-400, biasanya kualitas foto tidak akan terlalu menurun, jadi kalau memang hanya perlu kenaikan dari 100 ke 200 atau 200 ke 400, saya akan memilih menaikkan ISO.

Tapi kalau 800 ke 1600 atau lebih besar lagi, maka saya akan mempertimbangkan untuk membuka diafragma lebih besar. Membuka diafragma menjadi besar, tidak masalah kalau foto kita foto close-up, tapi sangat berpengaruh bila kita foto keluarga atau banyak orang. Bisa jadi sebagian orang fokus, sebagian lain yang berada di pinggir tidak fokus.

Bila ketajaman dari ujung ke ujung foto yang saya cari, maka saya akan menaikkan ISO. Atau kalau memang terpaksa, saya akan atur formasi sedemikian rupa sehingga semuanya tetap dalam fokus.

Baca lebih lanjut tentang bidang fokus (Bahasa Inggris)

{ 18 comments… read them below or add one }

Setiawan March 17, 2010 at 10:00 am

salam kenal bung,,bagaimana dengan penggunaan Eksposur akankah berpengaruh juga pada hasil foto bila kita menaikan untuk menambah cahaya? sekian terima kasih atas penjelasan sebelumnya

Enche March 17, 2010 at 10:03 am

iya, elemen lain yaitu shutter speed. Dalam artikel ini shutter speed dianggap tidak berubah.

Andar May 18, 2010 at 12:20 am

Bila kita menggunakan lampu tambahan bgmana om? Apakah lebih baik menaikkan eksposure pd lampu atau merubah iso,speed, atau pun diafragma pd kamera

Kia Kwek May 18, 2010 at 12:51 am

bila menggunakan iso 400 apakah foto yg lita ambil akan menimbulkan Noise???
Diwaktu kita mengambil Poto Night View tanpa menggunakan Flash

Enche May 18, 2010 at 4:15 am

Tergantung hasil yang ingin dicapai. Bila ingin memasukkan lebih banyak cahaya lingkungan, maka naikkan iso, turunkan shutter speed atau buka diafragma.

Enche May 18, 2010 at 4:16 am

Tergantung jenis kameranya.

Kee Hien May 22, 2010 at 4:01 pm

Dari keterangan tanya jawab yang anda berikan dan Argument anda mengenai Diafragma dan Iso,sangat membantu sekali……..,Thank’s……..

jimmy September 14, 2010 at 8:26 pm

Bagaimana mendapatkan hasil foto yg baik untuk objek dengan latar belakang yg terang???…terima kasih.

uchaan September 21, 2010 at 11:24 pm

nanya gan .. istilah apeture ,iso dan shutter speed sering bnget ane dengen bisa minta tolong di jelasin gan hubungan tiga parameter itu ,, dan seperti penggunaan yg baik nya

Enche September 22, 2010 at 4:57 am

chan, hubungan ketiganya bisa dilihat di artikel segitiga emas.

lulu sofi October 12, 2010 at 8:38 am

maaf mas, saya pemula sekali dalam fotografi, mau tanya, kalo motret dengan spesifikasi teknis f5.6 1/80, dan f7 1/100 kalo diliat sekilas hasilnya hampir sama, sebenarnya perbedaannya itu dimana ya mas, karena saya liat exposurenya di lcd kamera bener2 sama…
terima kasih sekali atas infonya mas,:)

Enche October 13, 2010 at 7:12 am

Hmm saya agak bingung si, maksudnya hasilnya hampir sama dengan apa ya?

lulu sofi October 13, 2010 at 11:32 pm

hehe maaf kalo membingungkan, maksudnya foto antara yang memakai f5.6 1/80, dan yang pakai f7 1/100 itu kok sama, dari ketajaman exposure, kontrasnya, mirip sekali..
begitu mas,.. :)

lulu sofi October 13, 2010 at 11:39 pm

*memperjelas
saya kan habis motret 1 obyek yg sama,tapi menggunakan spesifikasi yg berbeda, yaitu f5.6 1/80, dan f7 1/100 .
jadi apperture dan shutter speednya kan beda: f5.6 1/80, dan f7 1/100 tapi hasil fotonya kok hampir sama, nah saya jadi bingung foto mana yg lebih bagus karena 2 foto tersebut sekilas hampir sama.
maaf dan terima kasih mas…

borsalino December 18, 2010 at 9:49 am

@lulu sofi
bila dengan asumsi kondisi cahaya sama dan ISO yg dipergunakan juga sama, secara logika bila 1 objek dijepret dengan diafragma f5.6 1/80 maka, saat anda mengecilkan diafragma menjadi f7.1 umumnya kecepatan rana (speed) akan menjadi lambat … bisa 1/60 atau 1/50 …
bila kenyataannya, pengaturan yg anda pergunakan menjadi f7.1 dengan speed 1/100, bisa jadi intensitas cahaya saat itu lebih terang dibanding saat anda menjepret objek sebelumnya ..

Tri September 18, 2011 at 9:17 am

Pak En,
Sy menggunakan canon 500d, kenapa tiba2 di display iso-nya ada tambahan d dibelakang ya? Seperti 100d, 200d, dst? Bagaimana menormalkannya kembali? Thx Pak

Enche September 19, 2011 at 1:18 am

Di menu lalu cari custom function (halaman ke-2 dari kanan) lalu cari highlight tone priority. Coba di disable. Semoga berhasil.

tri September 19, 2011 at 5:56 am

Terima kasih Pak :)

Leave a Comment

Previous post: Kamera pro dan kamera amatir

Next post: Seni dan ilmu dalam memilih alat fotografi