Bagaimana mendapatkan kritik yang membangun

by Enche on May 15, 2010

Kritik ada dua macam, ada yang membangun, ada juga yang menghancurkan. Waktu kita baru belajar foto, kritik penting, sehingga kita bisa belajar dan maju. Tapi kritik juga bisa menghancurkan.  Seringkali pemberi kritik juga bingung, apa yang harus diberikan.

Maka dari itu kita perlu  melakuan beberapa pekerjaan rumah:

  • Kita perlu tau apa yang kita ingin capai
  • Kita perlu tau latar belakang pemberi kritik (kritikus), keahlian, aliran yang dianut dsb.
  • Kita perlu mempersiapkan foto-foto yang ingin di kritik
  • Kita perlu mendengarkan kritik dengan pikiran yang terbuka
  • Kita perlu belajar dari kritik tersebut dan memperbaiki kesalahan kita

Bila kita suka foto potret fashion, maka meminta pendapat dari wartawan foto (fotojurnalis) tentunya kurang tepat. Fotografer fashion mementingkan keindahan, sedangkan fotojurnalis mementingkan otentisitas.

Bila Anda hobi foto fashion tapi meminta kritik dari seorang fotojurnalis, foto Anda akan disebut tidak alami dan dibuat-buat. Sebaliknya bila Anda suka fotojurnalisme, fashion fotografer akan mengatakan foto Anda seperti foto asal jepret.

Posting foto kita di flickr, facebook, dengan tujuan untuk mendapatkan kritik juga kurang tepat karena khalayak umum tidak tau menahu tentang jenis foto atau teknik yang Anda geluti. Seringkali saya malah geli melihat sesama kritikus malah berdebat kusir. Maka dari itu, manfaatkan situs jejaring sosial untuk mendapatkan teman, tapi bukan untuk mendapatkan kritik. Untuk mendapatkan kritik yang membangun, kita perlu persiapkan diri dan mencari kritikus yang sesuai.

{ 2 comments… read them below or add one }

gunawan May 27, 2010 at 12:15 am

Jadi kemanakah seharusnya saya kirim foto2….untuk mendapatkan kritik dan opini yg membnagun?? Saya memang pemula, tapi saya cukup serius untuk mendalami seni dalam fotografi….sampai anytime-anywhere saya slalu pergi membawa camera. Thanks.

rukiapicka July 5, 2010 at 2:53 am

saya biasannya cari kritikus di facebook dan jej. sosial lainnya. tinggal mencari grup atau orang senior yang hobi fotografer atau fotografer malah, nanti tinggal kita tag atau masukkan ke grup

Leave a Comment

Previous post: Merangkul keterbatasan

Next post: Seni di dalam fotojurnalisme