≡ Menu

Workshop Close-up/Macro Photography

Kita beruntung tinggal di Indonesia karena banyak terdapat banyak flora dan fauna yang bervariasi dan indah. Kali ini Infofotografi menggelar workshop yang menghadirkan fotografer spesialis makro yang akan banyak berbagi berbagai tips dan trik untuk memotret subjek-subjek berukuran kecil dengan lensa zoom kit seperti 18-55mm dan aksesoris pendukung seperti close-up filter, flash dan lain lain.

Di Workshop ini, peserta akan dibagi tiga kelompok untuk memotret makro dalam setting indoor dengan subjek serangga/bunga di hari pertama, dan hunting outdoor di hari berikutnya.

eko-adiyanto-embun

Acara ini akan diselenggarakan selama 2 hari yaitu hari Sabtu tanggal TBA 2017 di tempat pelatihan Infofotografi :

Rukan Sentra Niaga Blok N-05 Green Lake City, Jakarta Barat, klik untuk detail lokasi

Pukul 9.00 sampai 13.30 WIB

dan hari Minggu, tanggal TBA 2017 hunting makro pagi hari :

Jl. raya Narogong, Baygon, Bantargebang, Bekasi RT 001 RW 007 No 140, Ciketingudik, dekat perumahan Limus Pratama Regency & Griya Alam Sentosa (belakang SMPN 31). Meeting point di pintu gerbang “Kota Wisata” Cibubur. Masuk sedikit kurang lebih 50 meter ada bunderan.

  • Instruktur : Eko Adiyanto
  • Biaya : Rp 450.000
  • Jumlah peserta maksimum : 12 orang
  • Peralatan yang perlu dibawa : Kamera digital, lensa zoom/fix.
  • Tidak wajib tapi kalau punya silahkan dibawa: filter makro/close-up, extension tube, lensa makro, flash, tripod

Beberapa karya instruktur Eko Adiyanto :

macro-eko

drg_310-copy-fb

037--ms-02-fb 01

Cara Mendaftar

  • Transfer bank atas nama Enche Tjin via Bank BCA: 4081218557 atau via Bank Mandiri: 1680000667780
  • Konfirmasi melalui e-mail (email: infofotografi@gmail.com), sms atau telepon (085813183069 / 085883006769) dengan menyertakan nama peserta dan nama penyetor.
  • Datang di hari H sesuai dengan jadwal yang tercantum

<< Update >>

Beberapa karya peserta :

Oleh Erwin Sembiring

Oleh Erwin Sembiring

workshop makro hunting outdoor, angkatan pertama

workshop makro hunting outdoor, angkatan pertama

Oleh Heirini

Oleh Heirini

Oleh Fajri Miwa

Oleh Fajri Miwa

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 16 comments… add one }
  • Achmad December 5, 2016, 9:46 am

    Sayangnya di jawa
    Ndak ada rencana di Makassar ko workshopnya? Hehehe

  • Ega October 7, 2014, 11:06 am

    Pak Enche,
    salam kenal, saya sangat senang sekali dengan fotografi makro. Kebetulan saya kerja di di tengah hutan Kalimantan, tempat surganya makro. Tapi kalo lagi cuti di jakarta suka bingung mau cari tempat hunting dimana. Mungkin kalo ada acara hunting bareng ini, bisa info ke email saya jg, siapa tau jadwalnya pas saya lg cuti. Terima kasih Pak Enche

  • Alan August 18, 2014, 3:15 pm

    Sebenarnya jadwalnya pas sekali.. sayang baru baca hari ini, bulan Juli lalu, saya di sms tapi pas lagi dinas luar. Adakah jadwal u makro di awal bulan september ini? (sebelum ke site lagi.. :)), trims ko

    • Enche Tjin August 18, 2014, 3:27 pm

      Waduh sayang sekali. Kita belum bikin jadwal baru. Kalau ada saya kabari.

  • santy chr June 10, 2014, 3:02 pm

    Pak Enche, mohon sedikit ulasan ttg lensa baru Tamron 16-200 mm (?). Apa cocok dipasang pd Nikon D 3200 ? Bg bila dibandingkan dgn lensa Nikkor 16-85mm? Terima kasih pak.

    • Enche Tjin June 10, 2014, 10:23 pm

      Halo bu Santy, semakin panjang range zoomnya biasanya komprominya kualitas agak sedikit menurun (dari hal ketajaman dan kontras) trutama di posisi telefoto (100-300mm). Kalau dari “kelas”nya 16-85mm lebih konsisten hasilnya. Mama saya pakai itu dan sampai sekarang belum ketemu lensa yang lebih bagus (dalam hal handling maupun kualitas) baginya.

      • santychr July 10, 2014, 10:00 pm

        Wah….terima kasih byk pak Enche.
        Jawaban ini sgt memberi pemahaman yg jelas. Saya semula bingung..mau beli Nikkor 16-85 mm atau Tamron 16-300 mm. Sekarang mantap deh. Thanks, my teacher ! Salam buat Bu Felicia yg dinamis energetik.

  • yusup May 2, 2014, 10:30 am

    Terima kasih banyak buat penjelasan dan informasinya, Ko. Teramat sangat membantu.

  • yusup May 1, 2014, 6:54 pm

    Sori, Ko, masih lanjutin topik kmrn lg. Sebenarnya sdh mo mesen Sigma 17-50, tp aku pending krn baca bbrp hal:
    1. Lensa Sigma gampang terkelupas bodinya
    2. QCnya bervariasi, kl pas dapet yg bagus ya gpp, tp kdg dpt yg bad copy
    3. Warna foto cenderung kekuningan
    4. Utk tingkat kecerahan yang sama dengan lensa laen, Sigma harus disetting ke +1
    Trus utk 17-50, ketajaman baru bagus stlh di f/4-5,6. Kl gitu, apa guna pny f/2,8?
    Dalam pengalaman pribadi Koko pake Sigma gmn?
    Sy susah sekali dpt org yg pake Sigma. Jd ngerasa aneh, di bny review N forum bilang Sigma rata2 lbh baik dr Tamron, tp pada prakteknya bnyk yg pake Tamron N ga ada yg pake Sigma. Knp, ya?

    • Enche Tjin May 1, 2014, 9:49 pm

      Setiap lensa memang kalau ditutup sedikit lebih tajam, jadi kalau lensa yang f/4, ketajaman maksimalnya di f/5.6. Tapi ini bukan berarti f/2.8 gak bagus, kalau mau pakai f/2.8 juga oke, misalnya untuk buat latar belakang blur dengan mulus.

      Secara umum kalau barang yang harganya murah pemakainya lebih banyak karena lebih terjangkau. 1/2 dari lensa saya ada lensa Sigma, dan bisa baca pengalaman saya disini

  • Enche Tjin April 30, 2014, 1:37 pm

    Menurut pengalaman saya sendiri, jadinya jarang pakai 50mm f/1.8 setelah ada lensa semacam 17-50mm f/2.8.

    Kalau 85mm itu cocoknya foto portrait close-up/candid tapi enaknya di outdoor, kalau indoor agak sempit sulit untuk mundur2.

  • Yusup April 30, 2014, 1:33 pm

    Thanks masukannya, Ko. Kl saya beli Sigma 17-50nya, apakah saya masih memerlukan EF 50 f/1,8nya? atau sebaiknya malah dijual saja? Juga untuk EF 85 f/1,8, walau focal length ga termasuk dalam 17-50, tapi untuk keperluan foto2 portrait keluarga, sudah ga diperlukan karena 17-50nya sudah mencukupi? Sori jadi panjang, Ko. Terima kasih

  • Enche Tjin April 30, 2014, 12:28 pm

    17-50mm kelasnya lebih tinggi dari 17-70mm. Label C artinya Consumer atau untuk serba guna tapi secara kualitas belum termasuk yang pro/high-end

  • yusup April 30, 2014, 12:22 pm

    Thanks buat masukannya, Ko. Sy ada rencana utk upgrade body di masa depan. Target sementara 70D, msh g kepikir mo pake FF. Kl yg 17-70 kualitas ketajamannya msh standar, ya? Msh dianggap kelas lensa serba guna? Sy msh memasukkan 17-70 krn lbh panjang focal lengthnya. Tp ketajaman 17-50 apakah sepadan dengan 20mm lebih pendek dr 17-70? Mohon masukannya.

  • Enche Tjin April 30, 2014, 11:36 am

    Kalau dari yang sudah dimiliki sebenarnya sudah cukup untuk foto keluarga. Tapi kalau ingin yang lebih bagus kualitasnya Sigma 17-50mm f/2.8. Kalau ingin yang telefoto untuk melengkapi, Sigma 50-150mm f/2.8, Tapi kalau untuk telefoto, saya lebih anjurkan yang 70-200mm f/2.8 OS HSM karena itu full compatible dengan kamera sensor FF.

  • Yusup April 30, 2014, 11:18 am

    Ko, sori melenceng dari topik. Saya pengen mengembangkan kemampuan untuk portrait fotografi. Sebenarnya untuk foto di keluarga aja, bukan buat profesional. Saya pake Canon 600 D, Flash EX 430, dengan lensa EFS 18-135 STM, EF 50 f/1,8 dan EF 85 f/1,8. Saya mempertimbangkan tambahan di antara 3 lensa: Sigma 17-50 f/2,8, Sigma 17-70 f/2,8-4 C, atau Sigma 50-150 f/2,8. Menurut Koko mana yang paling cocok buat saya? Atau ada lensa lain yang direkomendasikan? Terima kasih.

Leave a Comment