≡ Menu

Memilih kamera mirrorless dibawah 6 juta

Beberapa waktu terakhir, saya sering ditanya tentang apakah kualitas gambar yang dihasilkan kamera mirrorless kualitasnya sama dengan kamera DSLR? Jawabannya adalah: sebagian besar iya, sama kualitasnya. Lalu pertanyaan lanjutannya adalah kamera mirrorless apa yang terjangkau dengan harga dibawah 6 juta?

Dengan harga sekitar 6 juta di tahun 2014 ini, biasanya kita akan mendapatkan fitur seperti layar LCD lipat, resolusi LCD biasanya 460.000 titik, memang bukan yang terbaik tapi cukup baik. Biasanya LCD juga tidak touchscreen, dan kinerja autofokus dan kecepatan foto berturut-turutnya tidak secepat kamera yang lebih canggih. Berita bagusnya, kualitas gambar yang dihasilkan tidak kalah dengan kamera yang lebih mahal.

Setelah browsing-browsing dan tanya sana sini, saya mendapatkan beberapa kamera mirrorless sekitar 6 juta yaitu Sony A5000, Samsung NX3000, Panasonic GF6 dan  Olympus EPL5.

Masing-masing kamera yang saya sebutkan diatas memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Mari kita simak satu persatu.

Selfie lagi tren, makanya sebagian besar LCD kamera bisa dilipat keatas

Selfie lagi tren, makanya sebagian besar LCD kamera bisa dilipat keatas

Sony A5000 adalah kamera mirrorless yang cukup simple dan berukuran kecil. Fitur-fiturnya cukup standar, ada WiFi untuk transfer foto. LCDnya bisa dilipat 180 derajat sehingga memudahkan untuk foto selfie. Secara ekosistem, lensa Sony tidak sebanyak Panasonic dan Olympus, tapi lensa yang dipaketkan biasanya cukup untuk foto-foto biasa. Kinerja autofokus Sony A5000 tidak secepat A6000 atau NEX 6/7 karena hanya mengunakan teknologi deteksi fasa, tapi di luar ruangan yang terang, kinerjanya cukup cepat.

Kelebihan Sony A5000: Bentuk mungil dan simple, LCD bisa dilipat, ada WiFi & NFC, paket lensa sangat compact
Kelemahan Sony A5000: Autofokus bukan yang tercepat dan cukup pelan saat dipakai di dalam ruangan. Kualitas layar LCD standar, koleksi lensa terbatas, lensa yang dipaketkan bukan lensa yang terbaik (ada distorsi). Baca review Sony NEX 6

Samsung NX3000, saudara Sony A5000 yang terpisah dari lahir?

Samsung NX3000, saudara Sony A5000 yang terpisah dari lahir?

Samsung NX3000 termasuk kamera yang relatif baru dan mirip-mirip dengan Sony A5000. Yang sedikit berbeda adalah antarmukanya lebih modern seperti antarmuka smartphone, dan fitur WiFi NFC yang lebih canggih, kita juga bisa mengendalikan kamera lewat ponsel lewat aplikasi remote control pro. Bagi yang suka sharing foto langsung ke beberapa ponsel/tablet, NX3000 pilihan yang bagus. Casing kamera terutama bagian atas kamera dari logam dan autofokusnya masih cepat saat dipakai di kondisi cahaya yang gelap.

Kelebihan Samsung NX3000: Simple, LCD bisa dilipat, ada WiFi & NFC, desain antarmuka simple seperti ponsel, paket lensa compact
Kelemahan Samsung NX3000: Kualitas layar LCD standar, pemakai sistem Samsung NX tidak banyak, koleksi lensa terbatas.

panasonic-gf6

Panasonic GF6, desain minimalis industrial, mungil dan gesit

Panasonic GF6 termasuk sistem mirrorless micro four thirds yang saat ini memiliki koleksi lensa paling banyak di kelas mirrorless. GF6 punya layar touchscreen resolusi tinggi 1 juta titik dan touchscreen. Autofokusnya sangat cepat dan ukurannya sangat mungil.

Kelebihan Panasonic GF6: Desain mungil dan simple, autofokus sangat cepat, touchscreen, layar LCD paling tajam, ada self cleaning sensor, koleksi lensa banyak, paket lensa 14-42mm sangat mungil.
Kelemahan Panasonic GF6: Baterai paling cepat habis, desainnya kurang menarik, tidak ada focus peaking untuk membantu saat manual fokus

olympus-pen-5

Olympus EPL-5 termasuk sistem mirrorless micro four thirds seperti Panasonic GF6, memiliki fungsi stabilizer di badan kamera, sehingga apapun lensa yang dipasang akan mendapatkan keuntungan tambahan tersebut. EPL5 punya layar touchscreen, tapi layar LCDnya tidak setajam Panasonic GF6. Flashnya terpisah dari kamera. Baca review saya disini

Kelebihan Olympus EPL-5: stabilization di body kamera, kinerja autofokus cepat, foto berturut-turut cepat (8 foto perdetik), ada hotshoe untuk flash atau aksesoris lain
Kelemahan Olympus EPL-5:  Ukuran kamera dan lensa lebih besar dari kamera-kamera lain diatas. Flash terpisah dari kamera, mekanisme layar LCD agak sulit untuk dilipat/putar, tidak ada fitur WiFi, antarmuka menu dan tombol sedikit membingungkan.

Sampai disini, mudah-mudahan tidak tambah bingung dalam memilih. Seperti yang saya ulas diatas, tidak ada kamera yang sempurna, dan juga kesukaan setiap orang akan berbeda-beda, ada yang hanya memilih karena spesifikasinya tinggi, ada yang memilih harga termurah, ada yang karena koleksi lensanya banyak, dan juga ada yang memilih karena desainnya lebih trendy atau malah retro.

Saya pribadi tidak begitu penting soal desain kamera, dan tidak mementingkan fitur WiFi, yang saya perlukan adalah kamera dengan kualitas gambar yang baik (semua kamera diatas mampu menghasilkan kualitas gambar yang baik), fitur kedua yang saya pentingkan adalah kinerja kamera. Fotografi yang saya senangi adalah menangkap gerakan/momen secara candid dan maka itu kamera yang lebih cocok bagi saya adalah Olympus EPL-5.

Bagi pemula atau masyarakat umum yang mementingkan fitur sharing/transfer foto, dan kemudahan penggunaan, mungkin Sony A5000/Samsung NX3000 akan lebih cocok.

———————–
Ikuti acara Jelajahi potensi sistem kamera mirrorless bersama Sony Alpha/NEX

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 205 comments… add one }
  • Firdaus January 3, 2018, 7:37 pm

    Pak lbh bagus mana ya buat video vlog” .

  • Ratna Dwi Lestari December 30, 2017, 9:05 am

    Pak saya mau nanya lensa 16-50 sama 18-55mm hasilnya bagusan yg mana ya ?

Leave a Comment