≡ Menu

Review singkat Leica X type 113

Saat mendengar merk kamera Leica, biasanya reaksi pertama yang saya dapatkan adalah merk kamera jadul jaman film, dan kesan keduanya adalah mahal. Tapi ternyata, Leica juga membuat kamera digital yang dilengkapi dengan teknologi yang modern dengan harga yang masih relatif terjangkau dibandingkan sistem kamera Leica M.

leica-x-113

Salah satu kamera digital Leica yang cukup baru (keluaran tahun 2014) yaitu Leica X type 113. Kamera ini adalah sebuah kamera compact berkualitas tinggi. Di dalam Leica X (113) terdapat sensor APS-C CMOS, 16 MP yang sudah teruji dan digunakan di banyak kamera DSLR. Kamera ini dipadukan dengan lensa Leica Summilux 23mm f/1.7, ekuivalen dengan 35mm di format 35mm / full frame.

Leica menamakan kamera ini Leica X, penamaan ini agak membingungkan, karena ada Leica X lainnya, yaitu X-E, X2, X-Vario. Untuk membedakan dengan kamera Leica X lainnya, Leica menyisipkan nomor type ke masing-masing kamera. Kamera Leica X yang saya review ini memiliki no. type 113.

Semua Leica X memiliki konsep yang mirip, yaitu kamera dan lensanya menyatu dan sensor gambar yang digunakan sebesar APS-C yang relatif lebih besar dan hanya kalah besar dari kamera bersensor full frame seperti Leica Q dan Leica M.

Desain Leica X ini terlihat minimalis. Sebagian besar fisik luar kamera terbuat dari bahan logam (alumunium dan magnesium). Bagian atas dan depan kamera terbuat dari logam, di bagian belakang kamera, dekat layar LCD terbuat dari plastik, pintu port USB juga dari plastik. Leica X (113) tersedia dalam dua jenis warna, yang hitam dan yang perak-coklat. Saya beruntung dipinjamkan versi warna hitam oleh Leica Store Indonesia untuk menguji kamera ini.

Pengaturan kamera penting seperti bukaan dan shutter speed terletak diatas kamera, juga pilihan mode autofokus terletak didekat tombol shutter. Pilihan ini sekaligus berfungsi untuk menyalakan atau mematikan kamera. Di bagian kiri dari kamera terdapat pop-up flash.

leica-x-top

 

Lensa dan penutup lensa Leica X (113) terbuat dari logam (jarang ada kamera yang membuat penutup lensa dari bahan logam). Lensa 23mm f/1.7 ini adalah lensa autofocus tapi juga memiliki tanda jarak (distance marking) untuk memudahkan bagi yang terbiasa dalam mengatur fokus secara manual.

Lensa ini bisa fokus cukup dekat ke objek foto, yaitu 20cm sampai tak terhingga, tapi saat fokus dekat, bukaan maksimumnya otomatis menjadi f/2.8 meskipun setting bukaan di kamera f/1.7. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas ketajaman foto. Bukaan maksimum f/1.7 bisa tercapai saat fokus ke objek yang jaraknya kurang lebih 1.5 meter, semakin mendekat, bukaan lensa akan otomatis menutup mendekati f/2.8. Kualitas foto di jarak jauh dan dekat sama baiknya.

indomie-leica

Untuk foto sedekat ini, bukaan lensa mengecil dari f/1.7 menjadi f/2.8. ISO 100, f/2.8, 1/125 detik.

leica-03-food

leica-04

Karena lensanya yang lebar, maka meskipun bukaan cukup besar (f/1.7) tapi latar belakang tidak akan blur sekali, tapi lumayan untuk membuat kesan dimensi saat motret foto orang/portrait dengan pemandangan yang luas, dan close-up seperti foto makanan, bunga, dll.

Layar LCD Leica X 113 sudah jauh lebih detail dan tajam daripada pendahulunya Leica X-E. Kini, layar LCDnya memiliki resolusi 921.000 titik, mirip dengan kamera DSLR/mirrorless yang beredar saat ini. Saat memotret di siang hari saat matahari bersinar terang, sulit melihat gambar di layar LCD dengan jelas. Saran saya adalah mengunakan aksesoris electronic viewfinder (Leica Visoflex Typ 20). Sebagai informasi, viewfinder ini juga bisa juga digunakan untuk kamera Leica T.

leica-visoflex-20

Kualitas gambar yang dihasilkan oleh Leica X sangat baik berkat optimisasi sensor kamera 16 MP dengan lensa 23mm f/1.7. Lensa dan kamera ini bisa menangkap detail pemandangan dengan baik. Warnanya netral, tidak begitu jenuh (saturated), dan tonalnya datar (flat).

Sekilas tonal kontras foto terlihat tidak terlalu menarik, tapi kita selalu bisa meningkatkan warna dan kontras melalui software Adobe Lightroom yang dipaketkan dengan pembelian kamera ini. Saat memotret dengan ISO tinggi, penyebaran noise dan bentuknya terlihat lebih alami seperti grain pada film, sehingga tidak mengganggu pandangan.

Screen Shot 2015-09-16 at 12.46.57 PM

Kiri : asli dari kamera, Kanan : Auto tone di Lightroom

Leica X memiliki filosofi desain seperti kamera Leica M dan T yaitu minimalis. Memang tidak banyak tombol dan roda kendali, tapi saat memotret saya tidak merasakan kesulitan. Tombol-tombol yang dibutuhkan sudah tersedia dengan baik, termasuk satu tombol merah di bagian atas kamera untuk merekam video. Leica X ini menurut saya juga sangat “ganteng” dan menjadi model yang baik untuk fotografi still life atau lifestyle selain untuk memotret.. 🙂 Menu kamera Leica ini relatif sederhana dibandingkan dengan kamera digital jaman sekarang. Cuma ada 4 halaman dan setiap halaman berisi 8 item.

Leica-X-back-menu

Kinerja kamera secara umum cukup baik, autofokus di kondisi terang cepat, tapi bukan yang tercepat, sekitar 0.2-0.4 detik, sedangkan di kondisi cahaya gelap, autofokus sedikit lebih pelan, sekitar 0.8 detik. Sistem autofokus Leica X yaitu dengan contrast detect (deteksi fasa) sehingga tidak begitu bagus untuk mengikuti (tracking) subjek bergerak. Sistem autofokusnya cukup sederhana, yaitu 11 titik otomatis, atau 1 titik (tengah), spot (area kecil ditengah) dan Manual focus. Di mode Manual fokus, dan saat memutar lensa, bagian tengah layar akan menunjukkan bagian tengah dengan lebih besar/magnified sehingga mempermudah untuk mendapatkan fokus yang akurat.

leica-01
leica-02

Kelebihan Leica X 113

  • Kualitas foto sangat baik
  • Warna dan tone natural
  • Bisa fokus cukup dekat, 20cm
  • Tidak perlu pindah ke mode macro untuk fokus jarak dekat
  • Desain yang minimalist tapi menarik
  • Tombol dan menu yang jelas dan tidak membingungkan
  • Ukuran relatif ringkas mengingat sensor yang digunakan besar (APS-C) dan lensa yang bukaannya sangat besar (f/1.7).
  • Mengunakan format RAW yang universal (DNG)
  • Cukup ringkas dan tidak berat dibandingkan kamera bersensor APS-C (451 gram belum termasuk baterai)
  • Made in Germany

Kekurangan Leica X 113

  • Saat fokus lebih dekat dari 1.5 m, bukaan lensa mengecil secara otomatis
  • Saat zoom 3X untuk memeriksa foto di Playback, gambar tidak begitu tajam
  • Sebagian casing kamera dari plastik, terutama bagian belakang dekat layar LCD dan pintu USB.
  • Kinerja autofokus tidak cocok untuk foto subjek bergerak
  • Perbesaran area fokus saat manual fokus hanya bisa dibagian tengah saja.

Kesimpulan
Leica X type 113 adalah kamera yang desainnya minimalist. Selain desain yang menarik, Leica X (113) juga mampu menghasilkan foto dengan warna yang natural. Lensa 23mm f/1.7 ekuivalen 35mm cukup fleksibel untuk berbagai subjek dan kondisi cahaya, dan kualitas foto saat memotret jarak dekat sangat baik. Ukuran Leica X juga tidak besar dan berat, maka kamera ini oke untuk dibawa jalan-jalan dan kebutuhan fotografi sehari-hari.

—-

Untuk info ketersediaan produk dan harga, Anda bisa hubungi Leica Store Indonesia.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 9 comments… add one }
  • Haqi January 23, 2016, 11:31 am

    Om enche, panasonic dmc-gm5 vs fujifilm X-A2 lebih bagus mana ya?? Mohon sarannya, thx.

    • Enche Tjin January 23, 2016, 11:59 pm

      Dari kualitas gambar, fuji xa2 sedikit lebih baik. Soal ringkasnya, gm5 lebih kecil dan ada jendela bidiknya.

  • tri mursiyanto September 18, 2015, 2:36 pm

    Lensa ini bisa fokus cukup dekat ke objek foto, yaitu 20mm sampai tak terhingga, …

    Kelebihan Leica X 113 :
    * Bisa fokus cukup dekat, 20cm
    * Tidak perlu pindah ke mode macro untuk fokus jarak dekat

    yg benar jarak fokus unt mode macro itu 20cm atau 20mm
    terimakasih sebelumnya.

    • Enche Tjin September 18, 2015, 2:55 pm

      20 cm atau 200mm. Trims untuk koreksinya.

  • rahman September 17, 2015, 5:04 pm

    Mumpung lagi bahas Leica. Saya pingin tau pendapat Pak Enche soal Leica D-Lux dan C. Soalnya sepertinya hanya 2 tipe itu yang masih terjangkau kantong saya 😀 tks sebelumnya 🙂

    • Enche Tjin September 17, 2015, 5:22 pm

      Hehehee jarang-jarang ya bahas Leica di Infofotografi.

      Keunggulan Leica C adalah sangat ringkas, bisa dikantongi, dan zoomnya cukup jauh, ekuivalen 28-200mm, oke buat segala situasi, ada jendela bidik kecil untuk membantu saat layar LCD silau.

      Leica D-Lux 109 lebih besar, bisa dimasukkan ke kantong jaket yang besar, keunggulannya sensornya besar, jadi kalau motret ditempat gelap lebih jernih, dan bukaannya sangat besar, lebih mudah membuat latar belakang blur/mulus. Bisa rekam video 4K dan jendela bidiknya jauh lebih besar daripada Leica C.

      • rahman September 17, 2015, 7:28 pm

        Iya jarang Pak, mungkin krn harganya yg ‘wah’ ya, heheh. Berarti memang d-lux lebih unggul di sisi teknologinya ya. Kalau cari praktis C bisa dipilih. Tks pencerahannya Pak ^__^

  • anto September 17, 2015, 12:57 pm

    Pak Enche..kalo D610+afs 24-85(kit) vs D7200+afs 16-80 f/2.8-4 lebih baik mana? Trims..

    • Enche Tjin September 17, 2015, 1:24 pm

      Selain membandingkan kamera dan lensa, saya pikir Anto juga bingung soal memilih format sensor.

      Nikon D610 sensornya full frame, foto lebih detail, iso tinggi bagus, latar belakang blur lebih mulus, pilihan lensa jauh lebih banyak, kalau D7200 sensor APS-C/crop, jarak zoom bisa lebih jauh karena crop 1.5X, lebih oke untuk foto aksi / olahraga.

      Masing-masing ada plus-minusnya, jadi tergantung kebutuhan mu. Kalau saya pribadi saya pilih Nikon D610. (Saat ini, kamera yang saya punya dan pakai Nikon D600 dan D700). Artikel ini mungkin akan membantu.

Leave a Comment