≡ Menu

Bahas foto Tanjung Layar, Sawarna

Dari sesi tur fotografi ke Sawarna minggu lalu, saya sempat memotret suasana jelang sunset di pantai Tanjung Layar. Saya suka foto ini dan disini ijinkan saya berbagi dengan membahasnya secara singkat. Tapi saya mau sedikit curhat dulu nih, berangkat ke Sawarna kemarin agak terasa galau, karena pertama adalah cuaca yang kurang ideal alias sering hujan. Kedua karena waktu berangkat bertepatan dengan adanya aksi di Monas yang sempat membuat kami harus memindahkan meeting point dari Sarinah ke markas Infofotografi. Tapi syukurlah kami semua bisa berangkat dan tiba di lokasi sesuai rencana.

Sore hari setiba di pantai Tanjung Layar, pas hujan pun turun. Peserta tur pun sempat kuatir, jangan-jangan hujannya bakal lama dan gagal deh sesi motretnya. Tapi saya coba tenangkan mereka, saya bilang bahwa kalau hujan sudah reda biasanya langitnya jadi lebih menarik karena banyak awan. Untungnya tidak sampai satu jam hujan pun akhirnya reda dan kami berpencar untuk mencari spot masing-masing. Kegalauan lain pun muncul, ternyata saat itu ombak di pantai lagi surut, dan yang tadinya berencana mau ambil foto ombak yang melintasi batu karang terpaksa mengurungkan niatnya. Tapi lagi-lagi saya coba cari hikmahnya, saya bilang kalau pantai surut maka hikmahnya kita bisa jalan agak jauh ke depan untuk mendapat foto yang biasanya jarang didapat. Tentunya asal jalannya ekstra hati-hati karena karangnya tajam dan licin.

Usai berjalan agak jauh ke tengah, saya mendapati sebuah spot yang oke. Dari tempat saya berdiri saya bisa mengambil arah ke batu karang besar yang jadi icon Sawarna yang disebut Tanjung Layar (meski sudah berkali-kali memotret tapi masih penasaran juga). Kali ini saya lihat langit agak jingga namun matahari tertutup awan, dengan bentuk awan yang menarik. Teknik fotonya seperti biasa pakai cara slow speed sehingga filter ND yang gelap sudah saya pasangkan di depan lensa Canon EF-S 10-18mm yang saya pakai. Untungnya di Canon 70D saat pakai live view saya masih bisa lihat preview gambar, padahal kalau pasang ND filter kan melihat ke jendela bidik pasti gelap adanya. Penggunaan filter ND yang pekat juga sedikit menggeser tonal warna menjadi agak hangat seperti foto ini :

Senja di Tanjung Layar

Senja di Tanjung Layar

Foto diatas saya atur mengacu kepada komposisi dasar saja yaitu rule of third, memakai bukaan f/16 dan tentunya ISO 100. Pakai f/16 demi mendapat fokus hiperfokal, karena dengan lensa ekuivalen 16mm saya ingin ruang tajam yang didapat bisa maksimal, baik batu karang yang di dekat saya maupun Tanjung Layar yang di kejauhan. Dengan cahaya saat itu, dan dengan filter ND yang saya pakai, shutter speed yang paling pas dapatlah 10 detik, sehingga bonusnya aliran air laut jadi halus laksana kapas. Spot yang saya pilih memang paling pas, sebelumnya saya coba spot lain tetapi komposisinya kurang menarik. Mengapa spot ini saya anggap paling pas? Karena di posisi ini susunan batu karang yang ada seolah tersusun rapi dan menuntun pandangan mata kita pada jagoan utamanya yaitu si Tanjung Layar di kejauhan. 

Selesai mendapat foto yang aman secara teknis dan komposisi, maka sisanya adalah urusan editing untuk menyesuaikan dengan selera. Disini seperti biasa editing saya adalah mengatur shadow-highlight, lalu clarity dan saturasi. Sedikit sentuhan dodge dan burn juga dilakukan untuk menggelapkan dan menerangkan bagian tertentu. Adanya beberapa turis di kejauhan juga tersamarkan karena ukurannya yang kecil, kalaupun ada yang sedikit mengganggu bisa dilenyapkan dengan clone tool. Foto ini juga saya pasang di 500px.

Demikian share singkat saya, semoga ada manfaatnya buat pembaca, salam..


Yuk ikuti berbagai kegiatan infofotografi untuk menambah pengetahuan anda tentang fotografi. Tersedia berbagai kursus mengenal kamera, dasar fotogafi, workshop potret, editing dan tur dalam dan luar negeri yang jadwalnya bisa dicek di halaman ini.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 4 comments… add one }
  • Harry November 18, 2016, 1:09 pm

    Mau nanya nih om bisa gk m2 di pasang battry grip canon 100d mohon bantuannya ?

  • Rudy Susanto November 15, 2016, 12:44 pm

    Mau tanya nih Mas…, Saat Sore dan dengan cahaya saat itu, filter ND berapa yang mas Erwin pakai?…Thq sebelumnya….

    • Erwin Mulyadi November 15, 2016, 1:11 pm

      Filternya ND 10 stop, jadi pekat sekali dia dan ada color cast juga (warm).

Leave a Comment