≡ Menu

Kamera mirrorless Canon terlaris di Indonesia, kenapa?

Beberapa saat yang lalu, saya melihat poster Canon yang menyatakan penjualan kamera mirrorlessnya No. 1 di Indonesia. Hal ini cukup mengagetkan karena Canon secara tradisional kuat di kamera DSLR, dan yang heboh di kamera mirrorless biasanya adalah merk Sony, Fuji, dan Olympus. Dibandingkan dengan yang lain, kamera mirrorless Canon tergolong tidak begitu inovatif, misalnya saat kamera mirrorless lain autofokusnya sudah sangat cepat, video sudah 4k, autofokus dan video kamera mirrorless Canon masih biasa-biasa saja. Lalu bagaimana ini bisa terjadi?

Menurut saya, ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan penjualan kamera mirrorless Canon. Meski produknya tidak se-inovatif pesaingnya, jaringan distribusi Canon via PT Datascrip merupakan marketing powerhouse yang tidak diragukan lagi mesinnya. Bisa dikerahkan dengan masif dan jaringanya menjalar sampai ke pelosok-pelosok Indonesia, sedangkan yang lain biasanya masih terfokus di kota-kota besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta.

Yang terpenting kalau yang saya lihat adalah struktur harganya yang oke. Mari kita sama-sama lihat:

  • Canon EOS M10 dan lensa 15-45mm : Rp 5.25 juta
  • Canon EOS M3 dan lensa 15-45mm : Rp 6.8 juta
  • Canon EOS M5 dan lensa 15-45mm : Rp 14.1 juta

Struktur harga diatas sangat pas untuk pasar Indonesia. Biasanya bagi pemula atau yang baru ingin beli kamera dan yang dananya terbatas, budgetnya biasanya sekitar Rp 5 jutaan. Untuk yang ingin lebih serius mendalami fotografi, biasanya bersedia untuk mengeluarkan budget lebih besar, sekitar 7 juta. Selanjutnya bagi yang penghobi yang serius biasanya menyiapkan dana lebih banyak, sekitar 10 dan 15 juta. Meski sudah bagus, Canon masih kurang satu kamera untuk mengisi slot 10 juta.

Berbeda strategi dengan merk kamera mirrorless lain seperti Fujifilm dan Sony yang sering mengadakan cashback (potongan harga) atau paket-paket bonus, harga kamera Canon saya perhatikan cukup stabil, tidak pernah fluktuasi yang tajam, sehingga siapapun yang ingin membeli tidak menunggu cashback, dan penjualannya menjadi lebih stabil.

Brand marketing seperti belanja iklan dan promosi terus dilakukan dengan baik oleh Canon selain sering mengadakan kegiatan-kegiatan fotografi dan pemilihan ambassador seperti Cherrybelle untuk menggaet pembeli muda membuat citra kamera Canon terus meningkat di berbagai segment usia.

Dengan marketing yang kuat dan produk yang cukup baik, maka Canon bisa sukses menjual kamera mirrorless tahun lalu (2016). Laporan terakhir di Jepang juga kamera mirrorless Canon juga cukup baik dalam penjualan, sudah masuk tiga besar, sedangkan tahun 2015 lalu belum masuk.

Dalam 1-2 tahun terakhir ini, meski terkesan terlalu konservatif, Canon berhasil membuat produk yang cukup baik dengan struktur harga yang pas serta promosi dan distribusi yang sangat baik di Indonesia.


Sudah punya kamera tapi bingung mengoperasikannya? Boleh ikut kupas tuntas kamera digital atau privat.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 22 comments… add one }
  • Ivanna March 20, 2017, 5:29 am

    Tolong tanya antara eos m5 dan eos m6 bagus mana?thx

    • Enche Tjin March 20, 2017, 4:00 pm

      Kalau dilihat dari kualitas gambar yang dihasilkan, keduanya sama baiknya. Perbedaan utamanya di desain. Yang M5 sudah ada built-in jendela bidik yang berguna di outdoor yang silau, sedangkan yang M6 mesti beli jendela bidik opsional, tapi desain bodynya lebih mudah untuk selfie karena bisa dilipat ke atas.

  • jessica olivia March 13, 2017, 9:34 am

    ko mau nanya , kalau eos m3 pakai lensa 50 mm f1.8 STM harus pakai adapter lg?

  • Farid March 4, 2017, 8:46 am

    Ko saya ada 60D biasanya saya buat foto wedding sama traveling, saya ngerasa bobot 60D yang sedemikian cukup menguras energi dan lumayan makan tempat. Nah saya tertarik sama Mirrorless M3 karna ringan dan pixel nya, gmn menurut koko perbandingan EOS 60D vs M3?
    makasi..

    • Enche Tjin March 4, 2017, 9:47 am

      M3 cukup ringkas dan gak mahal, tapi autofokus agak lambat sedikit, kalau ada budget yang cukup saya sarankan yang bagus Canon EOS M5 atau M6 yang baru diumumkan.

  • Ranni Ratna Kirana February 14, 2017, 7:49 pm

    Bang, saya mw tanya dan minta masukannya. Saya sedang mencari Camera yg bagus / pas utk beauty shoot (saya bekerja di bidang studio makeup) jadi pengambilan gambar nya lbh banyak close up.
    Ada rekomendasi Camera spt apa (dr merek apa) mgkn dari budget start diatas 5Jt..
    Ada yg merekomendasikan Fuji dan Canon. Tp menurut Abang merek apa dan tipe yg mana
    Terima kasih sebelum nya yaa Bang

  • Yupong Dwi February 13, 2017, 10:51 pm

    Bapak erwin, mau nanya nih,, tapi diluar brand ini, saya ingin beli kamera mending nikon d5500, sony a6000 apa fuji xa3 ya?? Sekedar untuk jalan2, hobby foto
    Terima kasih

    • Erwin Mulyadi February 14, 2017, 3:34 pm

      Saya sudah coba D5500 dan terkesan dengan hasil fotonya, tapi ya kalau diantara mirrorless yg anda tulis saya tetap condong ke A6000 karena performanya

      • Yupong Dwi February 15, 2017, 11:36 am

        Makasih om erwin bwt jawabannya
        Yg mau saya tanyakan lg,, kalo dilht dr pilihan lensa, hasil gambar, performa sehari2 bagus mana om? Overall deh,, masih bagusan A6000 kah??

  • Mukhamad Aristo February 9, 2017, 10:57 pm

    Komentarnya kok ngeri ngeri yaa hehehe
    Tapi diluar itu bagi saya pribadi Canon memang mempunyai keunggulan di pemasaran jika dibandingkan dengan merk lain. . .
    Nyatanya saja hampir 80 % orang orang yang saya kenal ( penghobi fotografi ) semuanya memakai Canon baik DSLR maupun Mirrorless. . .

  • Edys February 5, 2017, 4:57 pm

    Sebenarnya kasus ini mirip perkembangan teknologi matik pada motor. Bisa diibaratkan, maaf menyebut merk, canon itu honda, sedangkan sony itu yamaha.

    Sony dkk itu yang berusaha mengedukasi pasar akan teknologi mirrorless. Begitu teknologi mirrorless sudah diterima pasar, canon baru masuk untuk menguasainya… He he he… Strategi marketing yang efisien

  • Fatta mulia February 2, 2017, 8:47 am

    Sebetulnya tidak heran kalau canon penjualan nya paling bagus, tapi bukan produknya.
    saya sendiri awalnya cukup heran kenapa canon teratas 🙂

  • Kemplung February 1, 2017, 2:15 pm

    Dari gaya bahasanya, terlalu banyak konsep subjektif namun kurang berdasar data. Atau mungkin ini advertorial dari brand yang dibahas sehingga style penulisannya cenderung berat sebelah. Saran saja, cobalah untuk mencari data lebih dalam, dari berbagai sumber, jika perlu membeli data, agar tidak berkesan “just writting” tapi “deep understand about situation”.

    Semoga pihak editor lebih baik dalam melakukan cross check terhadap sumber data, serta penekanan koreksi bahasa yang cenderung berat ke satu sisi (inget, ini dari namanya infofotografi berarti berada di tengah dari banyak merk) sehingga malah membuat blunder dan kurang etis dalam hal penulisan sebuah informasi. Keep jepret gan.

    • Enche Tjin February 2, 2017, 1:57 am

      Ini bukan advertorial, kalau disimak lebih lebih seksama, artikel ini berisi pujian dan juga kritikan. Trims masukannya 🙂

      • Kemplung February 2, 2017, 7:47 pm

        Hanya mengatakan “… Mungkin ini advertorial.” Dan sudah diklarifikasi oleh penulis. Appreciate.

        Namun fokusnya tidak kesana melainkan sumber data yang kurang namun dijadikan bahan penulisan, dan dilempar ke media.

        Seharusnya sebelum menulis, kumpulkan data seperti data untuk tulisan “untuk lebih serius keluarkan dana 7jt”, “market share nomor 1”, dsb. Lalu mengapa tidak diungkap market share brand keseluruhan half year minimal per 4 bulan untuk menguatkan asumsi dan menguji hypotesa? Minimal collecting data dari beberapa big store dan diungkapkan alasan-alasannya. Sehingga apapun data ditemukan, penulisan akan netral apalagi jika bicara brand karena akan menyangkut brand image, terlebih dalam pendahuluannya menyebut merk lain. Lain halnya jika bicara teknis, misalnya apa yang dimaksud dengan DOF ata spesifikasi kamera, misalnya.

        Maaf jika berasa keras, semoga dapat diterima masukan saya.

        Salam jepret gan.

    • Jamal February 2, 2017, 9:59 am

      Dibandingkan dengan yang lain, kamera mirrorless Canon tergolong tidak begitu inovatif, misalnya saat kamera mirrorless lain autofokusnya sudah sangat cepat, video sudah 4k, autofokus dan video kamera mirrorless Canon masih biasa-biasa saja. Lalu bagaimana ini bisa terjadi?

      Dari kalimat ini. Saya yakin ini bukan advertorial 🙂

      • Cahyo February 4, 2017, 12:16 pm

        Betul, kemplung entah kurang baca atau Nikon lover.. hahaha.. maap gan cuma bercanda. Untuk pak enche akan lebih menarik bila ada data kuantitatif dan/atau komparatif hasil penjualan tsb, misal Canon laku 1.000 pcs, Fuji 999, dsb. Thanks

        • Enche Tjin February 4, 2017, 9:16 pm

          Tenang aja, minggu depan saat bertemu org Datascrip saya akan tanyakan.

        • Enche Tjin February 11, 2017, 8:34 am

          Saya sudah konfirmasi ke Datascrip, dan katanya melalui survei pihak ketiga, dari jumlah unit memang menang tipis dari Sony yang diurutan kedua. Bedanya tidak banyak, 31% vs 29%, terbantu oleh penjualan Canon EOS M10 yang harganya dikisaran 5jt. Sebagian kamera mirrorless lainnya harganya 7 juta keatas.

    • Sys February 5, 2017, 7:27 am

      Wah yg ini baper, klo tidak suka canon diem dripada komen yg merendahkan

Leave a Comment