≡ Menu

Bahas foto : Street Portrait Hanoi, Vietnam

Memotret street photography khususnya street portrait seperti foto dibawah tidaklah mudah. Saat tour Infofotografi ke Vietnam, salah satu agendanya adalah memotret di pasar di kota lama, dekat dengan jembatan Long Bien yang dirancang oleh Eiffel.

Mengapa tidak mudah? Banyak penyebabnya, salah satunya adalah harus bangun pagi-pagi, sekitar pukul 4.30 pagi, dan langsung berangkat jam 5.00 ke pasar. Tujuannya supaya bisa merekam aktivitas pasar yang lagi sibuk-sibuknya, dan juga cahayanya lebih dramatis. Tidak semua peserta suka agenda ini, nyatanya sekitar separuh dari 16 peserta memilih tidur di hotel. Hehehe…

Tantangan kedua adalah ketakutan dalam memotret di tempat umum, terutama takut jika orang yang dipotret akan marah atau menolak dipotret. Ketakutan ini beralasan, sebagian akan setuju, bahkan akan memasang pose, tapi sebagian akan menolak. Tapi sebenarnya tidak masalah asal kita bisa menunjukkan sikap yang baik seperti tersenyum, tidak bersikap agresif, dan menunduk tanda menghormati maka biasanya orang-orang disekitar pasar tidak akan keberatan.

Kesulitan lainnya adalah di kondisi cahaya gelap, dan suasana yang berantakan dan selalu berubah tentu akan menyulitkan. Selain itu, akan lebih sulit mendapatkan foto yang populer, jumlah Like di Facebook dan Instagram akan lebih sedikit dibandingkan dengan foto pemandangan dengan warna-warni langit di saat matahari terbenam. Tapi tantangan adalah tantangan, jika berhasil, foto yang didapatkan akan unik, tidak klise (seperti foto di kartu pos).

Berkenaan dengan foto disamping, saya tertarik memotretnya karena wajahnya cukup berkarakter dengan potongan rambut dan baju kamuflase militer, setelah saya melihat saya dengan kamera, ia sepertinya santai dan tidak merasa keberatan untuk dipotret, maka itu saya mencoba mencari sudut yang baik.

Setting: ISO 2000, f/4, 1/60 detik, 50mm, Kamera: Leica SL, Lensa: Leica 24-90mm f/2.8-4 OS.

Saya melihat payung besar berwarna merah muda (magenta) kontras dengan warna hijau baju sehingga “menabrakkannya” dengan kepala subjek foto tersebut. Saya juga berusaha mendapatkan aktivitas orang-orang dibelakang dengan mengunakan lensa yang tidak terlalu telefoto/zoom.

Tapi saya juga ingin ada efek kedalaman (depth) antara subjek foto dan latar belakang, jadi saya mengunakan setting bukaan f/4 dan lensa di zoom ke 50mm. F/4 di kamera bersensor full frame, kurang lebih setara f/2.8 di kamera bersensor APS-C, atau setara f/2 di kamera micro four thirds, jadi cukup membuat latar belakang blur, tapi tidak 100% blur, sehingga kita masih dapat aktivitas pasar di latar belakang.

Karena masih pagi, cahaya masih minim, supaya foto tajam saya perlu shutter speed cukup cepat (1/60 detik), sehingga ISO jadi agak tinggi yaitu ISO 2000.

Mengenai cahaya, kondisi di pagi hari yang masih gelap berpadu dengan cahaya lampu di pasar dari arah belakang, membantu membuat subjek foto seakan bersinar (glow), memisahkannya dari latar belakang dan terlihat lebih tiga dimensi.

Jika pembaca menyukai street photography dan human interest, ikutilah tour fotografi India, akhir tahun 2017 ini. Info/daftar 0858 1318 3069 / infofotografi@gmail.com

Artikel yang berkaitan: Tips motret jalanan

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 11 comments… add one }
  • Komar May 4, 2017, 5:26 am

    Mungkin dari sisi subjek, saya ga merasa foto ini luar biasa karena ini bukan genre saya. Tapi kalau dari sisi Teknis, 4 jempol, dimensinya dapet banget. Mantap

  • Anto May 3, 2017, 4:57 pm

    Pake mode Apeture atau Manual koh?
    Pake Auto Iso jg? Kalo iya biasa di set berapa utk minimal Speed & maksimal Isonya?
    Trimakasih..

    • Enche Tjin May 3, 2017, 5:25 pm

      Saya biasanya pakai Aperture Priority / A, lalu Auto ISO, speed minimal untuk foto subjek tidak bergerak 1/60 cukup, karena lensa saya jg ada stabilizernya. Tapi kalau subjek bergerak bervariasi antara 1/125-500 detik, tergantung pergerakannya seberapa cepat. Maksimal ISO saya biasanya set ke ISO 6400.

      • Anto May 3, 2017, 5:35 pm

        Kalo D7100 dgn lensa af 80-200 f/2.8 utk motret candid tanpa flash dgn apeture priority gimana settingan yg baik dgn f/2.8 utk minimal speed & Auto Isonya karena lensanya blm VR & utk D7100 maksimal Isonya biar tdk noise wkt di cetak.
        Trimakasih..

        • Enche Tjin May 3, 2017, 5:43 pm

          Kalau mau aman banget min shutter 1/325 detik, tapi kalau kondisi cahaya gelap, akan jadi serba salah. Komprominya mungkin 1/160 detik, tapi lensanya jangan di zoom melebihi 100mm. Kalau subjeknya masih jauh, deketin saja, latih keberanian. Untuk Nikon D7100 ISO 1600 masih aman.

          • Anto May 3, 2017, 5:53 pm

            Kalo pake sigma 50-100 f/1.8 yg tanpa stabilizer jg kalo zoom mentok 100mm apa minimal speednya 1/160 jg koh kalo misal sy pake apeture f/1.8? Kalo D5500 utk iso maksimalnya brp koh biar tdk noise wkt cetak

            • Enche Tjin May 3, 2017, 6:04 pm

              Untuk D5500 kurang lebih sama juga (ISO 1600), kalau mau yang bisa lebih tinggi bagusnya pakai kamera full frame seperti Nikon D750, atau generasi yang lebih baru D500-D7500 misalnya, resolusinya 20MP, tapi ISO 3200 masih oke.

              Untuk Sigma 1/160 detik aman asal subjek gak bergerak terlalu cepat, kalau kondisi cahaya terang atau saat pakai f/1.8, mungkin lebih aman lagi pakai 1/200 detik.

              • Anto May 3, 2017, 6:23 pm

                Rencana mau ambil tokina 11-20 f/2.8 (wide) & sigma art 50-100 f/1.8 koh dgn budget 23jt, apa ada alternatif lensa lain koh utk lensa wide & tele bukaan besar tp seharga maks 23 jt?
                Utk body sy pake D5500, biasanya sewa body lg D7100 biar gak copot2 lensa.
                Trimakasih.

              • Enche Tjin May 3, 2017, 11:52 pm

                Udah bagus menurut saya pilihannya:D

  • Sabun Gove May 2, 2017, 1:44 pm

    mantap kak

Leave a Comment