≡ Menu

Review Sigma 60mm f/2.8 DN untuk foto portrait

Bagi pengguna kamera mirrorless baik Sony, Olympus dan Panasonic, jika mencari lensa yang cukup terjangkau, katakanlah dibawah tiga juta untuk lensa portrait kadang agak sulit kalau yang se-merk dengan kameranya.

Ternyata kalau kita giat mencari, ada juga lensa portrait yang cukup murah tapi berkualitas yaitu dari Sigma. Sigma membuat beberapa lensa untuk mirrorless yang relatif terjangkau seperti 19mm, 30mm dan 60mm, ketiganya berbukaan maksimal f/2.8. Dari ketiganya, saya 60mm paling tajam, tapi juga paling tidak fleksibel karena sudut pandangnya agak sempit. Tapi untuk portrait malah jadi pas, karena cukup lumayan untuk membuat latar belakang blur, memisahkan subjek dari latar belakangnya.

Data teknis: Sony A6000 + Sigma 60mm f/2.8 DN, f/2.8,  1/160 detik, ISO 320 – editing dengan Lightroom & Photoshop. Model: Julie Sagita

Bagi pengguna Sony E-mount seperti Sony A6000, pilihan lensa yang terbaik untuk foto portrait adalah yang 60mm. Saat dikali dengan crop factor sensor (1.5X) didapatkanlah angka 90mm. Angka yang cukup ideal menurut saya untuk foto portrait/model (Yang paling ideal bagi saya adalah 85mm dalam ukuran full frame).

Jika dipasang di kamera micro four thirds yang crop factor-nya (2X), akan didapatkan angka 120mm. Menurut saya agak terlalu panjang, jadinya lebih cocok kalau fotonya close-up (head & shoulder). Untuk foto setengah atau satu badan agak sulit karena sudut pandang lensanya sempit jadi jarak antar fotografer dan subjeknya jadi terlalu jauh, menyusahkan untuk komunikasi dan interaksi. Tapi keunggulan dari kamera micro four thirds dari Olympus dan Panasonic adalah di body-nya kebanyakan kini sudah punya 5 axis stabilizer, sehingga lensa ini bisa distabilkan.

ISO 160, f2.8, 1/160 detik

Beberapa saat yang lalu, saya berkesempatan menguji lensa ini dengan kamera Sony A6000 saat workshop foto portrait dengan cahaya alami dan flash. Secara umum, kualitas ketajaman lensa ini sangat baik di bukaan terbesarnya yaitu di f/2.8. Ketajaman cuman naik sangat sedikit di f/4 dan f/5.6 jadi untuk keperluan foto portrait saya mengunakan f/2.8 saja, karena sudah sangat tajam dan juga untuk membuat latar belakang cukup blur. Ketajaman lensa ini lebih daripada lensa Sony 50mm f/1.8 baik yang E 50mm f/1.8 OSS, tapi keuntungan yang Sony adalah bukaannya lebih besar dan ada stabilizer built-in.

Gara-gara tidak ada stabilizer di lensa dan juga kamera yang saya gunakan (Sony A6000), maka saya harus  berhati-hati untuk setting shutter speednya. Biasanya saya patok di 1/125 detik. Tujuannya ada dua, supaya getaran tangan saya tidak mempengaruhi foto, dan juga kalau subjek/modelnya bergerak sedikit, tetap tajam hasilnya di foto. Di luar ruangan saat matahari bersinar cukup terang, tidak masalah mendapatkan shutter speed 1/125 detik. Jika cahayanya kurang, maka ISO akan ditingkatkan sedikit antara 100-400 supaya hasil foto tetap terang.

Karena jarak fokus yang cukup panjang dan bukaan yang cukup besar, lensa ini mampu membuat latar belakang blur, tapi memang tidak se-blur lensa bukaan satu koma, sehingga kalau ada daun atau pohon dibelakang subjek, masih cukup jelas terlihat bentuknya.

Soal sisi estetika bokeh ball-nya, kalau posisi bokeh di bagian tengah foto, bentuknya terlihat baik, tapi kalau di bagian pinggir (dalam contoh foto ini bagian atas), bentuknya jadi oval dan ada semacam cincin (fringing) sehingga terlihat kurang alami.

Krop 100% dari foto diatas

Kesimpulan

Lensa Sigma 60mm f/2.8 merupakan lensa yang dirancang untuk portrait, ukuran, berat, kinerja autofokus dan ketajamannya sangat baik. Kelemahannya dibandingkan lensa fix bukaan besar lainnya yaitu bokeh-nya di bagian pinggir frame tidak terlalu mulus, tidak ada stabilizer dan juga tidak bisa fokus dekat (untuk fotografi makro). Meskipun lensa ini bukan lensa yang sempurna, tapi sangat baik untuk portrait dan mungkin still life, dan jika saya harus menilai dari kualitas berbanding harga, Sigma 60mm f/2.8 ini sangat pantas terutama bagi pengguna kamera mirrorless Sony bersensor APS-C, dari seri A5000 – A6000-an.

Spesifikasi

  • Filter : 46mm
  • Bukaan : f/2.8-22
  • Focus minimum : 50 cm
  • Magnification: 0.14x (1:7)
  • Bilah diafragma : 7
  • Dimensi: 61 x 56 mm
  • Berat: 190 gram

Jika membutuhkan lensa Sigma 60mm f/2.8 ini dapat menghubungi Iesan di 0858 1318 3069.

Jika ingin mengikuti workshop portrait dengan cahaya alami dan buatan outdoor, silahkan baca jadwal dan infonya di halaman workshop portrait.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 17 comments… add one }
  • deni July 25, 2017, 9:53 am

    koh,,saya mau nanya,saya ada rencana mau beli kamera FF sony a7 ii,dan saya tertarik dengan lensa 24-70 f/2.8 GM.
    dilain itu,saya juga suka dengan hasil foto fuji dengan lensa 16-55 f/2.8
    yang saya mau tanya:
    – apakah bukaan lensa 16-55 f/2.8 di apsc, itu equivalent dengan 24-70 f/4 di FF
    – kalau saya beli sony a7 ii dengan lensa sony 24-70 f/2.8 GM estimasi 50 jutaan..
    – kalau di fuji kemungkinan saya mau beli xt-20, mengingat specnya sama dengan xt2 tapi dengan harga jauh lebih murah, dengan lensa 16-55 f/2.8 dan lensa 50-140 f/2.8 dengan harga kurang lebih juga 50 jutaan,,
    -dari opsi diatas mana yg lebih menarik ya koh?

    • Enche Tjin July 25, 2017, 10:02 am

      – Rentang autofokus dan ruang tajamnya akan sama
      – Soal yang mana lebih menarik saya pikir tergantung ke kebutuhan dan kesukaan masing-masing fotografer, hanya saja saya ingin ingatkan bahwa kamera X-T20 ukurannya kecil, jika dipasang dengan lensa zoom bukaan besar yang agak berat gak begitu enak untuk motret berjam-jam. Sama juga dengan A7II dan 24-70mm GM, mungkin perlu battery grip atau idealnya dengan 24-70mm f/4 saja.

      • deni July 25, 2017, 12:13 pm

        Berarti ga imbang lensa dan bodynya ya koh,,
        soalnya pertimbangan saya kalau di fuji X-T20 bisa lebih dapat banyak lensa,tapi kalau F2.8 di apsc equivalent F4 di FF saya mungkin lebih tertarik di FF kalau begitu,,
        sebelumnya saya juga lihat review sony 24-70 f/4 katanya kurang bagus juga,,
        terima kasih banyak ya koh .,,

        • Enche Tjin July 25, 2017, 12:18 pm

          Sama2 coba aja di toko/showroom Fuji dan Sony, mungkin setelah mencoba dan pegang2 bisa lebih ok memutuskannya.

  • Jack Jaka July 25, 2017, 8:40 am

    Koh saya mau nanya ? untuk foto model pilih lensa yg mana ya koh ? kamera saya nikon D7000..lensa Fix Nikon Afs 50mm F1.8 G atau Afd 50mm F1.4 D ? mohon pencerahanya koh

    • Enche Tjin July 25, 2017, 9:54 am

      Keduanya bisa digunakan di D7000. AF-D 50mm f/1.4 punya bukaan lebih besar, cocok jika suka latar belakang yang sangat blur. Yang f/1.8G unggul dalam berat dan harganya sepertinya lebih murah dan autofokusnya lebih tidak berisik.

  • Adri July 13, 2017, 7:53 am

    om Ency, mau Tanya kalau Sigma 19mm f2.8 dibandingkan dengan lensa pancake sony 16mm f2.8 bagus mana? terima kasih

  • Syamsi July 11, 2017, 10:19 pm

    Ko Enche, maaf agak menyimpang
    Mau tanya hasil gambar xa3 sama xe2s hasinya besa kah ko ? Soalnya sensornya beda…
    Trima kasih ko

  • nisa July 11, 2017, 3:36 pm

    Koh, untuk mengedit file ARW Sony, butuh lightroom versi berapa ya?

    • Enche Tjin July 11, 2017, 4:39 pm

      Tergantung kameranya Sony apa, Biasanya yang terbaru (LR 6 / LR CC) pasti bisa.

      • nisa July 13, 2017, 2:28 pm

        Sony a6000, koh

  • ardi July 9, 2017, 3:35 am

    om..utk sony a6000 pilihan terbaik lensa sigma 30mm f1.4 atau sony 35mm f1.8 atau sigma 60mm f/2.8 untuk portrait + travel.. mkish

  • ardi July 9, 2017, 3:34 am

    om..utk sony a6000 pilihan terbaik lensa sigma 30mm f1.4 atau sony 35mm f1.8 atau sigma 60mm f/2.8 untuk portrait travel.. mksih

  • Eric July 7, 2017, 2:37 pm

    Ko enche, mau tanya kl dibanding Sony E 50mm f1.8 kecepatan AF-nya lebih cepat mana? bisa pakai AF-C ga? ketajamannya bedanya mmg jauh banget? thx..

    • Enche Tjin July 7, 2017, 2:40 pm

      Af-c sama cepatnya, hanya focus areanya jadi sempit hanya kotak kecil bagian tengah saja. Kalau AF-s cepat, seperti lensa Sony lainnya. Intinya bukan untuk foto sport. Perbedaan ketajamannya kerasa, tapi gak jauh bgt.

Leave a Comment