≡ Menu

Tips memotret gerhana bulan super bloodmoon

Tanggal 31 Januari 2018 nanti, akan ada peristiwa spesial yaitu gerhana bulan total di Indonesia. Gerhana bulan akan dimulai dari pukul 18.48 WIB. Pukul 19.52 WIB sampai 21.08 WIB bulan akan menjadi gelap kemerahan yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Proses gerhana akan berakhir pukul 22.11 WIB. Gerhana ini istimewa karena terjadi pada saat bulan dekat dengan bumi maka itu disebut juga gerhana Supermoon, tapi bisa juga disebut Blood Moon karena tampak merah darah.

Fenomena ini menarik untuk penggemar fotografi untuk mengabdikan momen langka ini. Berikut tip dan trik untuk memotret gerhana Supermoon ini.

Persiapan

  • Gunakan tripod yang kokoh karena kita akan mengunakan shutter speed yang relatif lambat dan kuat untuk menyangga  lensa telefoto.
  • Untuk memotret bulan yang besar lengkap dengan detailnya, dibutuhkan lensa telefoto yang relatif panjang, dengan jarak fokus ekuivalen 400mm atau lebih. Kamera prosumer / superzoom yang biasanya memiliki zoom lebih dari 20x juga cukup efektif untuk memotret bulan.
  • Supaya exposure bulan tidak terlalu terang dan terlihat detail, mengunakan pengaturan spot metering biasanya akan lebih baik karena kamera akan menghitung langsung di permukaan cahaya bulan dan tidak terpengaruh dengan cahaya langit yang gelap.

Setting kamera

  • Memotret bulan yang terang biasanya membutuhkan setting 1/125 detik, f/11 dan ISO 100 atau 200. Saat mulai gerhana, setting ini masih dapat digunakan dan sebagian permukaan akan gelap.
  • Tapi jika ingin mendapat detail bagian bulan yang gelap, shutter speed harus lebih lambat dan ISO lebih tinggi supaya bagian yang gelap lebih terang lagi.
  • Saat bulan mulai agak gelap dan mengunakan lensa telefoto yang panjang, shutter speed tidak boleh terlalu lambat. Contohnya jika mengunakan lensa 300mm, maka shutter speed tidak boleh dibawah dua detik. Jika hasil gambar masih gelap, ISO bisa dinaikkan. Jika tidak, bulan akan terlihat tidak tajam akibat rotasi bumi.

Saat memotret

  • Fokus merupakan hal yang penting untuk memastikan bulan terlihat tajam. Di saat terang bulan, mudah untuk mengunci fokus seperti biasa, tapi saat gelap agak sulit. Maka itu, untuk memastikan fokus tepat, kita bisa mengunakan manual fokus dan mengunakan live view (layar LCD kamera) supaya fokus benar-benar akurat. Jika masih sulit, cobalah fokus ke jarak yang jauh atau infinity. Setelah fokus telah didapatkan, maka kita tidak perlu mengubah-ubah fokus lagi.
  • Untuk memastikan ketajaman foto, gunakanlah cable release atau remote, supaya kita tidak perlu menyentuh tombol shutter dan menggoyang kamera saat mengambil gambar. Jika mengunakan kamera DSLR, gunakan fungsi mirror lock up (M-up) supaya hentakan cermin tidak menggetarkan kamera.

Demikian tip dan trik yang saya bisa bagikan kali ini. Semoga berhasil.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 5 comments… add one }
  • Dian Nandang herdiansyah January 31, 2018, 11:02 am

    Kalau menggunakan lensa fix 50mm nanti di crop percuma ga koh?

  • Eric January 31, 2018, 6:03 am

    ko enche, mau tanya kl pake canon aps-c & lensa 70-200 apakah subjek bulannya sudah cukup besar di 200mm? thx..

  • Iam_ian January 29, 2018, 2:23 pm

    Koh, kalo mempertahankan speed dan gak mau naikin ISO, tapi besarin bukaan diaftagma. Ada pengaruhnya gak soal ketajaman.
    TRIms

    • Enche Tjin January 29, 2018, 5:45 pm

      Bukaan mengatur ruang tajam, jadi kalau bukaannya besar, bagian fokus tajam, bagian yang gak fokus (depan dan belakang subjek) jadi blur.

Leave a Comment